SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
22.penguntit


__ADS_3

Alfonso, yang menyadari kalau ada yang membuntuti mereka, Alfonso segera membalikkan badannya dan mencari dari mana bunyi langkah kaki itu.


"Shiff." Maki Alfonso.


Kesal karna tidak sempat melihat siapa yamg membuntuti mereka.


Pintu,mobil sudah terbuka Glen dan yang lainnya sudah menunggu Alfonso didalam mobil.


"Al, ayo kamu masih nyari apa?" tanya Kevin.


Alfonso, tidak menjawab dan terus melangkah ke arah mobil.


Tak..,


Langkah kaki Alfonso masuk ke dalam mobil.


"kamu kenapa, tumben mukanya tekuk begitu. padahal kan kita baru aja selesai bersenang senang."tanya Gareth.yang penasaran melihat Alfonso dari kaca spion mobil.


"Aku tadi melihat ada dua pria yang mengikuti kita dari belakang. namun, begitu aku balik dan mencari mereka, sudah pergi dan entah menghilag ke mana.'' jawab Alfonso sambil memijit pelipisnya.


"Sial*n kenapa kamu enggak bilang? tangan ku uda gatal pengen bermain main malah mereka kabur." sambung Glen dengan gaya coolnya.


"Terus sekarang gimana, kita balik periksa cctv, atau kita susun rencana di markas saja dulu berhubung sekarang uda pagi dan kita juga tidak perlu istirahat lagi."Andre mencoba memberi solusi.


"Tidak! kita pulang ke markas dan setelah itu akan aku suruh Jose dan Nuel yang menyelidiki semuanya." jawab Alfonso dengan tegas.


Gareth, segera menginjak pedal gas dan melaju dengan kecepatan tinggi. karna mereka ingin membahas masalah ini di markas.


"Al, kamu hebat. karna kamu merekrut Nuel ada manfaatnya."puji Kevin.


"Tidak juga, tapi waktu itu saat aku melakukan suntikan virus dia sempat meminta aku kalau dia bisa diajak kerja sama, jadi aku cuma ngasih dia satu kesempatan lagi." Al menjelaskan.


Kemudian, karna keasyikan ngobrol. mereka pun tiba di markas. Alfonso, dan teman temannya disambut anak buah Alfonso.pintu ruangan khususnya dibuka.


Alfonso dan teman temannya bergegas turun dari mobil dan menuju ruangan khusus mereka.mobilnya diparkirkan anak buah Alfonso diruang bawah tanah parkiran khusus Alfonso.


Alfonso, mengambil ponsel dari kantong celananya. lalu, Alfonso segera menghubungu Jose dan Nuel yang sedang melakukan patroli dipelabuhan.


Drtthhh..,


"Halo Bos." Jawab Nuel.


" ke ruangan aku sekarang!"


Klik..,


panggilan di akhiri Alfonso sebelum mendengarkan jawaban dari Nuel.


Tok..,


Tok..,

__ADS_1


"Yup masuk.." jawab Alfonso dengan tatapan dingin yang mematikan.


Nuel dan Jose segera masuk ke ruangan Alfonso.


"Nuel kamu dan Jose, selidiki siapa yang tadi mengikuti kami dari Club.tepatnya diparkiran mobil Club tadi, tanya sama manager clubnya minta lihat cctvnya kalau mereka menolak bilang ke mereka kalo kalian orang suruhan Alfonso De Armando!" perintah Alfonso.


"Baik Tuan." jawab serentak kedua anak buahnya.


Ceklek..,


Pintu dibuka dan kedua orang suruhannya segera pergi ke Club.


"Al, ada kabar dari orang suruhan aku kalau barang yang kita pesan sudah tiba dikapal milikmu dan segera dibawa ke sini." ucap Gareth. sambil meneguk secangkir wine.


"Kenapa, tidak melalui udara saja kan pesawatku satu masih standby disana?" jawab Alfonso dengan tatapan sinisnya.


Gareth, mengangkat bahunya kalau dirinya tidak mengetahui alasannya.


"Glen , bagaimana dengan dokter Lee? masih membutuhkan Kornea mata lagi atau tidak?" tanya Alfonso.


"Hmmmm, soal itu aku belum hubungi dia lagi"Jawab Glen sambil menarik rokoknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jose dan Nuel sudah tiba di Club yang semalam didatangi Alfonso dan teman temannya.Jose menemui manager club dan meminta kalau mereka ingin memeriksa cctv semalam.


"Pak kami minta ijin memeriksa cctv semalam diparkiran mobil club ini." ijin Jose.


Tak..,


"Diam dan ikuti apa perintah aku!" Jose memotong pembicaran manager club.dan menodong pistol tepat didahi si manager.


"Ayo! jalan dan tunjukkan dimana ruang monitor cctv!"Perintah Jose.


Nuel pun berjaga jaga dari belakang mereka dengan mengarakan pistol miliknya pada setiap orang yang yang melihat mereka, Nuel siap membidikkan kalau ada yang berani menghalangi misi mereka.


Karma, kekacauan yang terjadi dilobby yang dilakukan oleh Nuel dan Jose. para tamu yang berada diclub itu merasa ketakutan tapi tidak berani bertindak atau melapor ke pihak berwajib.


"Semua yang disini diam dan jangan berani ada yang bertindak konyol , kalau ada yang berani melakukan hal konyol maka siap siap nyawa kalian akan melayang!" ucap Nuel dengan tatapan tajam nan kejamnya.


Semua tamu menunduk dan mengangguk tanda isyarat mereka mengerti.


"Bagus!" ucap Nuel lagi dengan senyum sinisnya.


Setelah masuk diruang monitor cctv dengan teliti Nuel memeriksa semua area dan benar mereka menemukan dua pria yang wajahnya tidak asing bagi Nuel.


"Sudah dapat." ucap Nuel sambil melirik ke arah Jose.


mereka segera pindahkan file yang berkaitan dengan ke dua pria itu, dan mengirimkan ke Alfonso.


Ting....

__ADS_1


Ponsel milik Alfonso berbunyi, Alfonso mengusap layar ponselnya dan melihat pesan chat yang masuk.


"Dari Nuel." ucap Alfonso mengerutkan dahinya dan melihat pesan chatt dari Nuel.


"Bagaimana? apa mereka berhasil menemukan orang orang itu." Tanya Andre yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Alfonso.


Brukkk


Bunyi tendangan Kursi didepan Alfonso, dan membuat kaget teman temannya.


"Breng*ek masih saja dia mengajak bermain petak umpet, akan aku akhiri permainannya." ucap Alfonso dan bangkit berdiri dari kursi yang diduduki nya.


Teman temannya yang penasaran, siapa yang dibicarakan Alfonso.


"Siapa mereka?" tanya Gareth.


"Dia si bajin*an itu." ucap Alfonso.


Semua teman temannya mengangguk mengerti apa dan siapa yang dimaksud Alfonso.


"Ya uda kita serang Markasnya?" jawab Glen.


"Tidak! " jawab Alfonso tegas sambil mengangkat tangannya.


"Kita segera ke California. kita pancing Sergio ke sana dengan cara menculik putrinya yang berada di California." Jawab Alfonso dengan mengebul keluar asap rokoknya.


"Oh i see? You smart man." jawab Glen sambil menepuk bahu Alfonso dan kembali meneguk minuman Alkoholnya.


...****************...


Di Club Jose dan Nuel sudah melepaskan Manager Club itu.


"Thanks for you cooperation."ucap Jose dan mendorong manager hingga terjatuh ke lantai.


Brukkkk..


"Duh..."Keluh manager yang kesakitan.


''Hahahahaha..,'' Jose dan Nuel tertawa puas dan bergegas meninggalkan club itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku minta tolong setelah baca klik👍


pencet tombol hadiahnya


.


Visual Reno.


__ADS_1


__ADS_2