
Setelah, selesai mengeringkan rambutnya. Leticia mengoles sedikit make up natural diwajahnya, untuk menutupi wajah pucatnya. dan bibirnya sedikit di beri goresan lipstik.
Alfonso, yang sudah selesai mengenakan bajunya. duduk disofa sambil menunggu Leticia, yang masih merapikan rambutnya, dimeja rias.
Alfonso, memikirkan bagaimana cara, menyampaikan ke leticia kalau dirinya seorang mafia yang suka membunuh, hingga niat awalnya menikahi Leticia.
''Ahh.., ini sangat sulit.'batin Alfonso sambil menarik kasar rambutnya.
Saat, sedang memikirkan semuanya, leticia datang dan duduk disampingnya.Alfonso, yang tidak menyadari kehadiran Leticia, masih terus menopang kepalanya.
''Sayang, makan yuk. aku uda lapar bangat,dan dua hari tidak minum obat, rasanya tubuhku terasa lemas.dan sedikit merasa gatal dibagian punggung.
Mendengar istrinya, mengatakan lapar dan merasa imunnya turun, Alfonso segera berdiri dari sofa dan berjalan keluar.
''Kamu, tunggu disini aja, nanti setelah selesai masak saya akan meminta tolong pelayan mengantarkan ke kamar.'' jawab Alfonso, tangannya meraih handle pintu dan menariknya.
TAPI..,
Leticia, menggelengkan kepalanya karna ingin ikut ke dapur.
''Aku, mau ikut. ngga mau sendirian dikamar,'' jawab Leticia dan berdiri dari sofa berjalan menyusul Alfonso yang sedang menunggu dirinya didepan pintu.
Alfonso tersenyum melihat tingkah istrinya.
''semakin manja.'' batin Alfonso, yang menunggu leticia didepan pintu.
''ya, uda ayo ikut.''sambung Alfonso, tangannya meraih tangan Leticia. dan mereka berjalan ke dapur dengan menggunakan lift, tidak melalui tangga. karna kehamilan Leticia yang beda dengan wanita pada umumnya. membuat Alfonso overproktetif.
Setelah lift berhenti diruangan dapur, Alfonso dan leticia berjalan keluar ke ruangan dapur dengan terus bergandengan tangan.di dapur memang sepi karna sekarang sudah pukul tujuh malam karna sesuai perintah Alfonso semua berkumpul digedung belakang.
''duduk sini sayang. aku akan menyiapkan hidangannya.''ucap Alfonso sambil berjalan ke arah kulkas mengambil bahan untuk mengolah masakan.
setelah mengeluarkan semua bahan yang akan digunakan untuk masak. Alfonso, mulai mencuci bahan bahannya.lalu, Alfonso mulai menyiapkan bahannya satu persatu bahan dipotong dan mulai memasak, seperti chef handal Alfonso mulai berkutat didepan panasnya kompor dan alat masak.kali ini Alfonso memasak Steak salmon dan salad sayur.
Leticia, tersenyum.mencium aroma masakan steak salmon buatan Alfonso.
''wow..,it's so yummy.'' ucap leticia yang tidak sabar untuk menikmatinya.
''hope you like.'' jawab Alfonso.
__ADS_1
''hmmm..,'' sahut leticia, yang mengelus elus perutnya.
selesai masak Alfonso membawanya ke meja makan. lalu, mengambil piring kemudian mengambil salad sayur dan salmon steak dan menaruhnya diatas piring kemudian Alfonso menarik kursi dan duduk disebelah Leticia.
'' ayo, makan sayang. buka mulutnya. aaa..,'' ucap Alfonso.
Karna, sejak hamil Leticia hanya bisa makan dan tidak muntah kalau disuapin Alfonso.
''it's so yummy honey.''ucap Leticia dan menerima suapan demi suapan dari tangan Alfonso.
''kalau makan ngga boleh ngomong.''protes Alfonso.
Leticia, menunjukkan deretan gigi putihnya. Alfonso mendaratkan satu kecupan diujung kepala Leticia.
''terima kasih sayang.'' sambung Leticia setelah selesai makan dan merasa perutnya sudah kenyang.
selesai makan, Alfonso yang sudah membawa obat Leticia segera memberi leticia minum obatnya. untuk menguatkan kandung, mencegah gejala lupus kambuh dan vitamin naf..,su makan. selesai minum obat, alfonso dan leticia duduk diruang makan sebentar, seperti biasa Alfonso selalu mengelus perut Leticia, dan dia tidak ingin membahas masalah penculikan kemarin di ruang makan, Alfonso lebih memilih semua masalah pribadinya lebih baik diselesaikan dikamar mereka.
''Anak anak daddy, sebentar ya daddy dan mommy masih ada urusan digedung belakang jangan ngantuk dulu.yang tenang diperut mom's ya.'' ucap Alfonso sambil mengecup perut leticia.
Leticia, tersenyum bahkan selalu bangga melihat semua perlakuan Alfonso terhadap dirinya.
'' oke, dad. tapi, ngg boyeh lama lama the babiesnya cape mau bobo.'' jawab leticia meniru bahasa bayi.
setelah sampai di kegedung belakang leticia dan Alfonso masuk dan duduk dikursi yang sudah disediakan.
setelah duduk, Alfonso menatap para pelayan satu persatu, wajahnya yang tadi terus tersenyum saat bersama sang istri, kini berubah menjadi dingin dan menakutkan seperti malaikat pencabut nyawa yang turun dari langit.
Leticia, yang melihat semua ketakutan dan menunduk. mendekatkan wajahnya ke telinga Alfonso.
''Sayang, jangan hukum mereka.karna, aku yang bersalah.'' bisik leticia. Alfonso, menoleh ke arah leticia dan mengangguk pelan.
'' baiklah, karna ini Nona yang meminta. jadi, saya harus menurut. mulai malam ini, semua yang masih ingin bekerja disini, harus lebih berhati hati, apalagi dengan orang baru. dan satu hal jika Nona minta sesuatu yang dilarang oleh saya, sebelum kalian menurut hubungi saya dulu. untung saja, penculikan kemarin tidak menyebabkan NONA keguguran. saya, juga minta kalian semua untuk selalu waspada dengan orang baru.'' tegas Alfonso.
Leticia, yang merasa bosan karna Alfonso yang tidak habis bicaranya meminta untuk segera ke kamar.
'' Ayo, masuk aku uda ngantuk bangat.'' bisik leticia lagi dan diangguki Alfonso.
''Satu lagi, kehamilan Nona ini cukup sampe ditelinga kalian, karna saya besok akan adakan syukuran sebagai kejutan untuk teman teman saya. apalagi glen kalian tau mulut dia seperti apa.''
__ADS_1
'' sebenarnya, saya ingin sekali mencambuk kalian, tapi karna saya lagi bahagia, saya minta besok. bersihkan halaman belakang acara akan diadakan sore hari, dan teman teman saya tidak membantu karna itu pesta kejutan untuk mereka.'' perintah Alfonso.
'' baik tuan, kami mengerti.'' jawab serentak para pelayan.
setelah, selesai berbicara Alfonso dan leticia keluar dari gedung pertemuan yang dikhususkan untuk pekerja diMansionnya.dengan menggunakan lift.
Lift, terbuka leticia dan Alfonso masuk kedalam lift menuju ke lantai kamar mereka. dan liftpun sampai pintu lift terbuka Alfonso dan leticia berjalan masuk ke kamar.
dengan digandeng Alfonso, leticia dan alfonso berjalan ke arah ranjang. dan karna sudah sangat lelah Alfonso dan leticia berbaring diranjang.
tapi, Alfonso yang kesulitan tidur membuat leticia, merasa bersalah.
''Sayang, maafin daddy.kara perbuatan daddy, kamu harus menderita seperti ini.aku uda iklas daddy dibawa kepihak berwajib dan dihukum setimpal dengan kesalahannya.''ucap leticia, tanganya mengelus elus pipi Alfonso.
karna yang leticia tau, daddynya sudah dibawa ke pihak berwajib bukan ditahan dimarkas Alfonso.
Alfonso, mengepalkan tanganya.kalau saja Mason bukan ayah dari wanita yang sangat dia cinta dan calon ibu dari anaknya mason tidak akan selamat lagi.
lalu.., Alfonso, memejamkan matanya sesaat.
''Sudah, tidak apa apa, sakit ini tidak seberapa sakit.dengan ketakutan yang nanti akan kamu dengar dari mulut ku sendiri.bagi aku kamu dan anak anak lebih berharga dari nyawaku sendiri.. karna aku sudah trauma kehilangan orang orang yang sangat aku cintai.''
Alfonso menarik nafas panjang lagi, lalu.., menarik tubuh leticia kedalam dekapan dadanya. Alfonso mencium ujung kepala leticia menghirup wangi rambut leticia dengan begitu sangat lama.
''daddymu, melakukan ini karna dendam kami di masalalu.aku harap kamu tidak kaget kalau mendengar semuanya, dan saya mohon setelah dengar apa yang saya katakan, putuskan keputusan yang akan kamu ambil dengan kepala dingin dan mempertimbangkan dengan baik dan tidak membuat kamu nanti menyesal dikemudian hari.'' sambung Alfonso dengan memaksa bibirnya tersenyum.
Leticia, yang tidak tau maksud Alfonso hanya mengerutkan dahinya.
''Saya, sudah siap sayang.dengan hukuman yang akan saya terima nantinya dari kamu.'' berat rasanya Alfonso membuka mulutnya, tapi dia sudah sejauh ini. dan Leticia yang penasaran terus menatap wajah Alfonso. dan dia bisa merasakan emosi yang Alfonso rasakan saat ini.
''Kamu, pernah dengar trauma masa kecil akan sulit dilupakan?dan itu akan berpengaruh besar dikehidupan dewasa anak itu nantinya.dan itu fakta dan saya salah satu korban dari anak anak itu.'' sambung Alfonso dengan nada yang penuh emosi.
Leticia, masih terus menatap Alfonso dan menjadi pendengar yang baik. karna dari sejak menikah Alfonso dan leticia selalu membiarkan pasangannya berbicara dan salah satunya akan menjadi mendengar yang baik.
''waktu itu aku berusia 9 tahun, ayahku seorang CiA. tapi, karna persekongkolan segelintir orang. ayahku dipecat. dan ayah kembali ke spanyol dengan membangun perusahaan yang masih berjalan hingga saat ini.tapi diusia tua, ayah diracun oleh pelayannya sendiri yang tidak lain orang suruhan mafia terkenal dispanyol.''
''Ayah tewas dengan tergeletak dilantai sedangkan yang meracun ayah sudah melarikan diri, dan dengan tewasnya ayah tidak membuat orang orang puas. mereka masih terus mengincar ibuku. mereka menculik ibuku dan aku dan dikurung diruangan kecil, ibu diperkosa disiksa bahkan diperlakukan dengan tidak layak didepan saya, tangis, teriakan saya tidak mereka dengar.'' ungkap Alfonso dengan emosi. air matanya mengalir tidak terbendung, rahangnya mengeras gertakan giginya mulai terdengar bunyinya. leticia yang tadi diam dalam dekapan Alfonso merasa ketakutan.
__ADS_1
Alfonso, yang merasakan ketakutan leticia dengan ceritanya, tersenyum.
'' jangan takut, kisah itu sudah berlalu aku hanya ingin bercerita penyebab yang membawa saya menjadi seperti ini.''lanjut Alfonso lagi.