
Polieevera tertegun, serasa Wine yang diminumnya hanya nyangkut ditenggokan. saat, mendengar perkataan Steward. semua, yang pernah menyiksa Karla dimasalalu juga, hanya diam membeku.
Kecuali, Mason, Walker dan Reno yang masih bingung dan diam sebagai tim penyimak.
Steward terus, saja mengoceh entah itu sadar. atau tidak karna efek banyaknya Alkohol yang diminum oleh dirinya.
Setika, butiran kristal itu terus saja mengalir dari netranya. Steward, ingat betul bagaimana Karla memeluk dirinya, saat dirinya mengatakan dengan tulus mencintai Karla tanpa melihat masalalunya.
Namun, saat semua sedang serius mendengar curahan hati Steward.
Tiba tiba suaa cempreng itu berteriak memanggil nama Steward.
''Sayang!aku lapar.'' teriak Karla. yang sedang berada didapur mengambil buah dari dalam kulkas untuk dimakan.
Steward, dengan cepat menyeka air matanya. kemudian berjalan ke arah dapur menemui Karla.
Gareth, menahan tawa'' itu, contoh Mafia yang sekarang jadi budak cinta.'' ucap Gareth sembari tertawa.
Semua, menatap Gareth dengan tatapan tajam. Gareth, akhirnya diam.
''Lapar lagi? sekarang baru pukul enam sore sayang.'' ucap Steward. yang menatap kearah jam tangan yang melingkar ditangannya.
''Kenapa, enggak boleh? perutku lapar sekali.'' jawab Karla memasang wajah cemberut.tangannya, terus mengelus perutnya yang sudah mulai menonjol.
''Ya, Tuhan orang hamil gini amat. Semua barbique yang dimakan lari kemana semua?" batin Steward.
Steward, tersenyum saat melihat sang istri yang menatap dirinya dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
''Iya, boleh. kamu, mau makan apa biar aku masakin?" tanya Steward, kemudian menarik kursi dan duduk disamping sang istri yang sedang duduk dan menopang dagunya dimeja makan.
''Spagheti! tapi, maunya pake daging asap, keju dan susu full cream yang banyak.'' pinta Karla.
''Oke, kamu duduk manis disini. aku, akan segera masak dengan cepat.'' sambung Steward, yang tidak ingin sang istri kelaparan.
Dengan, kepala yang sedikit pusing karna efek dari minum tadi. Steward berusaha bisa mengontrol dirinya.
''Bibi! tolong siapkan, pasta, daging asap, keju dan susu ful cream, dan perlengkapan untuk spagheti ya. nanti saya yang masak sendiri.'' perintah Steward, karna dirinya tidak tau tempat penyimpan bahan makanan di Mansion Alfonso.
Pelayan, yang mendapat perintah dari Steward. segera, berjalan ke arah kulkas untuk mengeluarkan bahan masakan yang tadi diperintahkan oleh Steward. kemudian, dibawanya ke arah meja didapur,
''Sudah, tuan semuanya sudah saya siapkan diatas meja.'' ucap pelayan itu. kemudian, membungkukkan badanya dan kembali berdiri dposisinya semula. menunggu perintah selanjutnya.
''Terima kasih. Bibi'' jawab Steward.
Steward, segera berjalan ke arah dapur, untuk, memasak pasta terlebih dahulu sembari menyiapkan daging dan perlengkapan bumbu untuk Spagherti,
Setelah, beberapa menit. berkutat didapur akhirnya Spagheti bolognesnya matang dengan daging asap yang banyak, juga ada taburan parutan keju yang nikmat.
''Tadaa.., spagheti buatan daddy Steward sudah siap babyku.'' ucap Steward, tangannya meletakkan spagheti buatannya diatas meja tepat didepan Karla.
Karla, tersenyum.dengan mengesek gesekkan kedua telapak tangannya. tangannya, meraih garpu dengan segera menikmati Spagheti buatan sang suami.
Steward, yang melihat Karla makan begitu lahap hanya menggelengkan kepalanya.
''Makan pelan pelan enggak ada yang mau rebut dari kamu.'' tegur Steward tangannya terus mengelus ujung kepala sang istri.
__ADS_1
''Ini enak bangat.''jawab Karla dengan makanan yang penuh dimulut.
Steward, tersenyum.'' Iya, tapi pelan pelan makannya.'' sambung Steward lagi.
Steward, kwatir Karla tersinggung. karna perubahan hormon pada ibu hamil sering berubah ubah.
Satu piring besar Spagheti dihabiskan Karla sendiri. Steward, yang melihat sang istri tidak rewel makan seperti ibu hamil pada umumnya, tersenyum lega setidaknya tidak rewel makan seperti Leticia.
******
Hari, sudah pukul enam sore. Leticia, yang menyadari kalau dokter Grace akan datang ke Mansion. dengan perlahan bangun dari tempat tidur, dan melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Alfonso, masih terlelap karna efek dari obat anti nyeri yang diminum dan memang tubuhnya juga sangat lelah.
Leticia, segera membersihkan tubuhnya.selesai, membersihkan tubuhnya Leticia melangkah keluar dari kamar mandi, menuju ke kamar dengan menggunakan lilitan handuk ditubuhnya.
Leticia, segera mengenakan bajunya.kemudian, berjalan ke arah ranjang Leticia duduk ditepi ranjang. tangannya meraih ponsel miliknya dan mulai menghubungi dokter Grace untuk ke Mansion .
*****
Dikamar, sebelah Nabila sesunggukan didalam kemulan selimut. Reno, berdiri ditepi kolam renang dan melakukan panggilan, Namun panggilannya diabaikan oleh Nabila.
Reno terus berjalan ke sana kemari sesekali Reno menarik kasar rambutnya.
Kevin, yang melihat Reno yang tidak tenang, tersenyum kecut.
Glen, akhirnya menyerah dan masuk ke Mansion menemui sang istri yang masih mendengkur.
__ADS_1
Glen, duduk ditepi ranjang tangannya mengelus pipi Stefani dengan lembut, karna merasa kepalanya berputar seperti lagi berada diatas rollscooter. mulai membaringkan tubuhnya disamping Stefani