
" Kenapa, diam?" tanya Leticia yang sejak tadi menunggu jawaban dari sang suami.
"Tidak! sayang. Ayo, kita keluar pasti daddy dan mommy sudah menunggu didepan." ajak Alfonso.lalu, melepas pelukan sang istri. Karena, Alfonso tidak ingin kegundahan hatinya diketahui Leticia.
"Baiklah." jawab Leticia.
Leticia, berjalan didepan dan Alfonso mengekor dari belakang. mereka, berjalan keluar dari kamar. menuju ruang makan di mana sudah ditungguin oleh Mommy, Daddy, Steward, dan Karla.
"Ayo, sayang makan. setelah, ini mommy dan daddy pulang ke rumah dulu.nanti, kalau rasa perutnya sakit cepat telpon mommy." Ucap Felisia. sembari menatap sang putri yang berjalan saja sudah mulai berat.
Alfonso, menarik kursi untuk Leticia duduk. Lalu, Alfonso juga menarik kursi untuk dirinya duduk disamping sang istri.
"Iya, mom.lagian masih 3 minggu lagi( kata author akhir bulan ini tamat)." jawab Leticia.
" Iya, sayang tapi kadang tidak sesuai prediksi, mommy lihat perutmu sudah semakin ke bawah." jawab Felisia sembari menaruh makanan dipiring Leticia.Lalu, meletakkan diatas meja depan putrinya.
"Terima kasih.mom." ucap Leticia,
"Sama sama. Nak."jawab Felisia.
Mason, yang tahu kalau Felisia berat meninggalkan putrinya diMansion, tersenyum.
"Mommy, kalau berat ninggalin putrimu disini, enggak apa daddy yang pulang sendiri. karna, hari ini daddy ada acara paguyuban Lansia di gereja.nanti, malam baru daddy ke sini lagi." sambung Mason.
__ADS_1
"Mommy juga pulang dulu, dad. kita sudah lama berada disini.nanti, saja kalau Cia mau lahiran baru kita datang lagi." jelas Felisia.
"Ya, sudah semua terserah mommy saja." jawab Mason.sembari mengangkat kedua bahunya. Karena, bagi Mason berdebat dengan Felisia tidak akan menang.
"Lagian, mommy terlalu berlebihan. kakak Cia, belum kontraksi, mommy sudah bingung.kakak, disini juga tidak sendirian ada suaminya yang superman, ada aku dan Steward. kalau mau lahiran tinggal antar ke rumah sakit saja." protes Karla.yang menurut Karla, kekwatiran Felisia terlalu berlebihan.
"Gadis Nakal! Lihat, kakakmu ini hamil bukan hanya satu anak, didalam kandungannya ada empat bayi." omel Felisia, untuk putri keduanya.
Alfonso, hanya tersenyum karna dia tidak bisa menjawab. mengingat, ini perasaan seorang ibu untuk anaknya. bagi, Alfonso wajar kalau Felisa kwatir karna Felisia juga baru menikmati moment kebersamaan dengan Leticia sejak berpisah dengan Leticia dari Leticia umur dua minggu hingga Leticia usia 27 tahun.
"Bagaimana, kalau mommy kehilangan Cia?" batin Alfonso, yang melihat sang mertua begitu mencintai Leticia.
Akhirnya, setelah lama berdebat. semua mulai makan dengan tidak bersuara, kecuali perpaduan alat makan yang merek gunakan.
******
"Aku, enggak bakal gugurin. aku, hanya minta kamu jauhin kehidupanku. setelah ini,aku akan keluar negeri. aku akan menghilang dari kehidupan kamu." ucap Nabila dengan suara sesunggukan.
Kevin , yang sejak tadi menyimak. begitu kesal.rasanya dia ingin pergi dan melepaskan satu pukulan di pria itu.
"Pokoknya, saya tau kamu gugurim dan saya tidak ingin kamu libatkan saya dalam kehidupan kamu lagi."ancam pria itu.
"Iya, aku janji. le------paskan aku. ini sangat menyakiti aku!" ucap Nabila terbata bata.karna rambutnya yang ditarik oleh pria itu.
__ADS_1
"Kamu, ingat baik baik jangan sampai membawa nama saya dalam kehidupan kamu."ancam Pria itu lagi.
Nabila, hanya bisa menganggukkan kepalanya. karna rambutnya yang ditarik kebelakang oleh pria itu. hingga Nabila merasakan kalau rambutnya seakan mau lepas dari kulit kepalanya.
Kevin, yang sudah tidak bisa menahan diri.akhirnya keluar dari persembunyian dari balik bunga. Namun,Kevin kalah cepat karena Pria itu setelah mengancam Nabila menghilang entah ke mana.
"Shiff.., kenapa saya kalah cepat dengan si breng..sek itu." ucap Kevin yang kesal karna kehilangan jejak pria itu.
Nabila, yang sedang menangis. dirangkul oleh Kevin dari belakang. Kevin, berpura pura tidak mengetahui kejadian yang barusan terjadi.
" Kenapa, berada disini sendirian? hmmm..," tanya Kevin.
Nabila, terperanjak." kamu? kenapa berada disini juga." tanya Nabila ketus.sembari menyeka air matanya dengan cepat.
" Saya, sering duduk disini kalau lagi sedih, atau stress. tadi, tidak sengaja melihat kamu berdiri sendirian disini." Kevin memberi alasan.
"Lepaskan tanganmu dari pinggangku." bentak Nabila.
"oke oke, keep calm Nab.!" jawab Kevin sembari melepaskan tanganya dari pinggang Nabila.
karena, Kevin yang sudah melepas pelukan dari pinggang Nabila, dengan cepat Nabila melangkah menuju ke arah mobilnya. Namun, tangannya ditarik oleh Kevin lagi.
" Mau, ke mana?" tanya Kevin, yang enggan menatap ke arah Nabila. mata indahnya dipejamkan karna tidak sanggup melihat wanita pujaannya menitikkan air mata.
__ADS_1
"Lepaskan! tanganku. aku mau pergi, lagian apa urusanmu dengan aku?" jawab Nabila, kesal dengan cepat tangannya menyeka air matanya.
"Iya, aku tahu. tapi, aku butuh teman. temani aku disini." lirih Kevin.