SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
pulangnya Alfonso.


__ADS_3

"Dimana Gareth dan Andre?sejak tadi aku tidak melihat mereka."tanya Alfonso, dan berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Kamu lupa? kalo kamu meminta mereka mengurus semua urusan kepulangan kamu."jawab Ste.


Alfonso yang baru menyadari, kalo dirinya hari ini akan pulang.


Plakk...,


menepuk jidatnya.


" Aku lupa, jam 9 nanti kami akan pulang. berharap bisa ikut acara launching nanti." sesal Alfonso.karna bagaimanapun dirinya lah penerus perusahaan sang bunda.


"Ok, siap. terus bagaimana dengan Karla dn Blake.?" tanya Ste.


hmmmm...,


Alfonso menarik nafas panjang.


"Itu yang sementara aku pikirkan. karna kemarin Ethan mengatakan kalo Mosan sudah kembali dan sekarang, dirinya lah yang berkuasa di Markas Lion Club."lanjut Alfonso.


"Nah, itu dia, kalo Karla dilepaskan bisa bahaya. otaknya dicuci sama mason. akan terjadi masalah lebih besar lagi." jawab Ste.


"Sekarang Ethan gampang mendapat info, karna Ethan sudah memasang penyad*p dirumah Leticia." ucap Alfonso.


"Terus, apa rencanamu?" tanya Ste.


"Aku berusaha mendekatkan diri dengan putrinya, dengan alasan cinta. aku akan menjebak dia ke dalam kehidupan ku"jawab Alfonso.


"Maksud mu model itu. yang sementara kerja sama dengan perusahaan ayahmu?" tanya Ste.


" Hmmmm...," jawab Alfonso.


" Gila kamu Al. gadis secantik itu akan kamu lukai hatinya?" sambung Ste. yang melihat Alfonso dengan penuh tanya.


"Dengan keadaan terpaksa, tapi ini satu-satunya cara. karna mason hanya memilik 1 orang anak. sedangkan istrinya memilik dua orang anak lagi tapi dari sergio salah satunya ya Karla."jelas Alfonso.


Ste yang bingung kenapa Sergio merebut istri dari Mason, makin penàsaran.


"Kenapa istrinya. bisa, bersama Sergio?" tanya Ste.


"Ya karna Mason pria bod* h berj*di memilik banyak hutang. yang lunasi Sergio. jadi isrtinya diambil Si baji*gan itu. saat Leticia berumur 2 minggu." Alfonso menjelaskan secara detail ke Ste.


"Wah, Mason benar-benar bukan. suami dan ayah yang baik."jawab Ste. jarinya di taruh dibawah dagu menggeral-gerakkan Ste memikirkan sesuatu.


"Ya, Sudah. ng usah dipikirkan. biarkan semuanya berjalan semestinya, sesuai alurnya."ucap Alfonso sambil menepuk bahu Ste.


Karna Gareth dan Andre, sudah kembali. mereka semua berjalan masuk ke dalam Mansion.


"Al, keberangkatan kita jam 8 pagi. mengingat kita harus tiba di sana sebelum acara dimulai."jelas Gareth.


"Ya, ng apa-apa. karna, sudah aku bayangan kan gimana kesalnya Walker. kalo aku ng hadir juga."jawab Alfonso.


Alfonso, dan ke tiga temannya kembali ke dalam Mansion. mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan mereka kembali ke Spanyol.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Alfonso dan kedua temannya diantar Steward ke Airport Los Angels.


Dalam perjalanan, menuju Lox. mereka membahas nasib Karla dan Blake.


"Ste aku harap kamu tidak lalai, menjaga kedua orang itu.Karna takutnya Oliver bisa saja menyamar membodohi anak buah, masuk ke markas dan menculik lagi Blake."ucap Alfonso.


"kamu tenang aja semua akan aman. dan mungkin aku akan kesulitan menghadapi satu wanita stress seperti menghadapi 1000 orang stress." jawab Ste yang sedikit memikirkan betapa sulitnya dirinya menghadapi Karla.


Gareth tersenyum, dan membayangkan gimana sulitnya Ste menangani Karla sendirian.

__ADS_1


"Andre, apa kamu tinggal bersama aku saja disini. bantu aku ngurusin kedua manusia dikandang itu."goda Ste. karna orang yang berharap cepat balik ke Spanyol adalah Andre.


"Ogah, minta aja Gareth," ucap Andre. keberatan.


Alfonso dan Gareth saling melihat hanya tersenyum geli dengan kedua sahabatnya itu.


Hampir 1 jam perjalanan dari Mansion ke LOX . akhirnya mereka tiba juga.sebelum turun dari mobil . Alfonso, masih mengingatkan Ste untuk merekrut lagi anak buah. agar lebih banyak penjagaan.


"Akhirnya, tiba juga Lox. Ste kamu harus merekrut anak buah lagi perketat penjagaan di pelabuhan, Mansion, dan Markas." Alfonso memberi saran. sebelum turun dari mobil.


"Siap Tuan. "jawab Ste sambil menaik turunkan alisnya.


Ke empat mafia, itu keluar dari mobil. mereka berjalan menuju ruangan Khusus, karna mereka menggunakan Jet pribadi milik Alfonso.


Alfonso, Gareth, Andre. mereka bersalaman dengan Steward.


"Ward, selalu waspada ya karna musuh akan menyerang kapan saja."ucap Gareth dan bersalaman dengan Ste.


"Ok, kamu tenang saja." jawab Ste.


Begitupun dengan Alfonso, dan Andre. setelah berpamitan mereka berjalan masuk dalam bandar menuju jet pribadinya. disana sudah ada 7 pria berjas serba hitam dan berkaca mata hitam menyambut mereka ber tiga.


Melangkah, masuk ke dalam Jet. perjalanan siap take off. karna lama perjalanan California spanyol 9 jam. Alfonso dan teman-temannya memilih tidur.


Ste, yang sudah melihat ke tiga sahabatnya berangkat. Steward kembali ke Mansion. beristirahat sebentar karna akan melakukan pengecekan Karla dan Blake.


**************


Leticia yang sudah selesai makan , kembali ke Kamar miliknya. berjalan ke arah nakas. meraih ponsel miliknya yang tadi diletakkan di nakas.


Mengusap layar benda pipih itu, Leticia mencari kontak Stefani.setelah mencari dan menemukan kontak Stefani Leticia mengirimkan pesan.


"Stefani, kamu dan Nabila malam ini nginap dirumah ku aja. sekarangkan baru pukul 8 malam."


Tapi, Karna Stefani dan Glen masih berpacaran. mereka mengabaikan pesan chatt dari Leticia.


Beda sama Walker yang kwatir kalo Alfonso tidak akan hadir di acara Launching esok.


"Semoga besok ada keajaiban."batin Walker.


Karn sudah nganguk Walker pun tidur.


*************


Alfonso, yang sengaja tidak mengabarkan semuanya kalo mereka akan balik Ke Spanyol hari ini membuat semua orang kwatir. beda dengan Ethan yang sudah mengetahuinya. tapi memilih diam. karna itu bukan bagiannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi spanyol. Jet yang membawa Alfonso dan teman-teman. segera mendarat.Alfonso menelpon Ethan. meminta Ethan agar segera menjemput mereka.


Mengambil ponsel miliknya, mengusap layar ponsel milik dan mencari kontak Ethan.


Drthhhhh...,


Ethan, yang sedang mandi dikamar mandi. tidak mendengar panggilan masuk. Alfonso, terus saja melakukan panggilan. hingga 5 kali panggilan. karna, tidak dijawab Ethan. Alfonso menyimpan lagi ponselnya. mengingat baru pukul 5 pagi. mereka akan mendarat nanti jam 6 pagi.


Setelah, selesai mandi. Ethan, berjalan ke kamar miliknya .dengan lilitan handuk dipinggang saja.


Berjalan ke arah Lemari Ethan membuka lemari, mengambil baju dan segara dipakenya. setelah di pake Ethan mengambil ponsel yang diletakkan di nakas dekat tempat tidur.


Alfonso menelpon?jangan-jangan mereka sudah mendarat.


Bergegas, Ethan berjalan keluar dari kamar. mengambil kunci mobil, saat berjalan sampe ruang tamu.


"Tuan sarapannya sudah siap."ucap pelayan.

__ADS_1


"Nanti aja bi, aku lagi urgent." teriak Ethan dan terus berlari ke Garasi mobil.


membuka pintu mobil. Ethan segera masuk ke dalam memasang seatbelt. Ethan melaju menuju bandara. dalam perjalanan Ethan menelpon Alfonso.


Drthhhh...,


Alfonso yang sedang menunggu panggilan dari Ethan segera mengusap layar ponselnya.


"Hallo, Ethan. kamu segera ke Airport. karna aku 10 menit lagi mendarat."ucap Alfonso.


"Ok, Al. ini juga aku sedang diperjalanan menuju Airport."jawab Ethan.


"Bagus." jawab Alfonso.


Klik...,


panggilan diakhiri Alfonso.


Ethan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, berharap dirinya tidak terlambat tiba dibandara. tapi dugaannya salah .karna, Alfonso dan kedua temannya sudah mendarat di bandara.


Mereka, menunggu didepan Lobi. Ethan, yang dari kejauhan sudah melihat, dengan lebih cepat lagi mobil tiba di depan Tuannya.


Mobil berhenti didepan. Ethan, segera turun dari mobil dan membuka kan pintu untuk ketiga temannya.


Alfonso dan Gareth masuk dan duduk dibagian belakang sopir, Andre masuk duduk disebelah Ethan.


Setelah memastikan Semua sudah duduk dan pintu sudah tertutup Ethan melajukan mobil kembali ke Mansion Brich.


"Tumben kamu terlambat, bukannya kamu benci jam lelet?" tanya Alfonos pada Ethan.


"Itu, tadi aku masih mandi. bangunku juga sedikit terlambat."jawab Ethan membela diri berharap tidak mendapat sarapan pagi dengan omelan Alfonso.


"hmmmm...,"jawab Alfonso singkat. dan kembali fokus bermain ponsel miliknya.


"Ethan, bagaiaman dengan si Mason? apa sudah mulai berulah?"tanya Andre.


"Ya, begitu. kemarin sempat berdebat panjang dengan Leticia.terus dia sekarang melakukan penjualan senjata juga. kalo soal perdagangan manusia saat itu belum terdengar." jelas Ethan.


Alfonso yang mendengar nama Leticia tersenyum geli. membayangkan semalam dirinya menelpon Leticia tapi diomelin Leticia.


Ethan, yang melihat Alfonso. dari kaca mobil tersenyum sinis.


"Dan, aku disuruh bercerita dengan Leticia hampir setengah hari, sekarang akan ada lagi yang bucin nantinnya. selain Glen." Sindir Ethan.


Alfonso yang menyadari itu, segera menatap tajam Ethan dari belakang. Ethan yang melihat aksi Alfonso hanya tersenyum sinis.


"Ahh, aku penasaran siapa orangnya? " jawab Gareth.


Alfonso hanya menahan emosinya, sesekali menatap tajam Ethan.tapi itu tidak membuat Ethan berhenti menyindir dirinya.




o.



Visual. Mansion milik Alfonso di California.


bagian dalam jet miliknya, dan jet pribadi miliknya


...****************...

__ADS_1


Maaf teman-teman tolong kalo komen disini hanya untuk promo novel sebaiknya jangan. mengingat karyaku ini sudah merangkak. ditambah komen promo novel tanpa views aku tambah di spam😔. kalo teman-teman author mau promo silahkan di novel-novel yg femes melejit dan yng sudah end. jangan di novelku yang uda ng dilirik dikasih spam pula.hadeh rasanya pengen nangis😭


Karna kemarin ada yang promo aku dispam terakhir di bayarnya hanya 5rb perak.


__ADS_2