SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Aku masuk.


__ADS_3

Alfonso, menempelkan Accescard dipintu. dan masuk kedalam kamar. niat Al, mengejutkan sang istri tapi yang mau dikejutkan lagi asyik berendam dibathup.


"Sayang." panggil Al.


Tapi...,


Tidak ada jawaban dari Cia. berjalan ke balkon mungkin Cia lagi bersantai di balkon.


Tapi..,


Al, tidak menemukan Cia.


"Ke mana." gumam Al.


Al, meletakkan hasil Lab diatas nakas, melepaskan mantelnya, dan meletakkan di atas sofa.


Al, yang merasa tenggokannya sudah sangat haus. berjalan ke arah kulkas. mengambil air, setelah minum.


Alfonso, berjalan ke arah kamar mandi.


Tok..., tok..., tok...,


"Sayang, aku masuk ya." ucap Al dari depan pintu.


Cia, yang mendengar suara Al.


"Iya, masuk aja. aku ng kunci pintunya." jawab Cia dari dalam kamar mandi.


Karna sudah mendapat persetujuan dari Cia.


Tangan Al, meraih handle pintu kamar mandi, pintu dibuka Al.


Al, tersenyum melihat istrinya yang lagi berendam didalam bathup dengan penuh busa.


Seketika pikiran kotornya mulai bekerja.


"kamu berendam lagi? "tanya Al.


Cia, yang baru menyadari suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"Iya, tadi di kamar sendirian. jadi aku memutuskan berendam aja." jawab Cia sambil tersenyum paling manis. tangannya terus memainkan busa sabun. sesekali Cia meniup busanya hingga bertebaran di mana mana.


Melihat, tingkah Cia yang kadang seperti kanak kanak. Al, hanya menggeleng.


"Sudah makan?" tanya Al sambil berjalan ke arah bathup.


"Belum, ng enak makan sendirian." jawab Cia. sambil menggelengkan kepalanya.


Mendengar istrinya belum makan, Al berdehem.


"Hmmm...,


"Sudah berapa lama berendam?" Tanya Al, dengan tatapan intimidasinya.

__ADS_1


Cia, yang melihat suaminya tidak suka karna dirinya belum makan. segera mengakhiri berendamnya.berjalan ke luar dari bathup.


"bersihkan badannya. dan keluar. jamnya makan dan minum obat." ucap Al. tegas.


Cia, hanya diam tidak berani menjawab. karna, dirinya juga salah. sudah telat minum obatnya.


Berdiri dibawah shower, Cia mulai membersihkan tubuhnya yang penuh dengan busa sabun. Al, yang melihat itu mulai bergabung dibawah shower bersama sang istri.


Setelah mandi bersama. Cia dan Al, berjalan keluar dari kamar mandi. ke arah kamar mereka.


Seperti biasa Cia, mengambil baju Al dan dirinya dari lemari. dan mereka mulai memgenakan baju masing masing.


Setelah...,


Selesai mengenakan baju. Al mengambil gagang telpon dan mulai memesan makanan. tidak, menunggu lama. makanan diantar ke kamar.


Tok..,tok..,tok...,


Pintu kamar diketuk.


Cia berjalan ke depan membuka kan pintu kamar.


"Siang Non."sapa pramusajinya.


"Siang juga." jawab Cia.


Setelah mendapat ijin dari Cia, paramusaji masuk dan meletak kan makanan pesanan mereka diatas meja. lalu, pamit keluar.


Sekarang, Al. memiliki kegiatan baru. menyiapkan obatnya Leticia.


Cia, yang melihat Al begitu telatan menyiapkan obatnya tersenyum bahagia.


"Thanks God. sudah mengirimkan pria baik ini di kehidupan Saya." batin Cia.


Berjalan mendekati Al yang serius duduk di sofa.


"Sayang, ayo makan." ucap Cia dengan melingkarkan tangannya dileher Al.


Al, menatap Cia.


"Hmmmmm...,


Jawab Al.


Lalu...,


Al, meletakkan lagi obat Cia diatas meja. dengan menggandeng tangan Cia. berjalan ke arah meja dimana makanan sudah disediakan.


Menarik kursi, dan duduk.Cia, mengambilkan makanan dan menaruh di dalam pirng Al.


"Segini cukup?" Tanya Cia. sambil menunjukkan makanan yang dipiring ke arah


Al.

__ADS_1


"Iya, cukup." jawab Al. dengan terus menatap Cia.


"Jangan menatapku seperti itu kau, membuatku gugup."ucap Cia sambil meletak kan piring yang sudah ada makanan didepan Al.


"Aku, hanya ingin menatap istri ku sebelum aku makan." jawab Al. sambil menunggu Cia.


Cia menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Dan..,


Mereka mulai makan. tanpa ada suara, kecuali bunyi perpaduan alat makan yang digunakan mereka berdua.


Setelah selesai makan.


Al, berdiri dari kursinya. dan berjalan ke arah sofa. Al, mengambilkan obat Cia yang tadi sudah di sedia kan.dan memberikan pada Cia.


"Ini, obatnya." ucap Al. sambil memberi obat pada Cia.


"Terima kasih." jawab Cia. sambil menerima obat dari Al.


"Sebelum minum berdoa dulu. siapa tahu ada keajaiban." Al, mengingatkan Cia.


Cia, yang mendengar ucapan Al. ada benarnya juga. dokter boleh memvonis. tapi Tuhanlah penentu segalanya.


Lalu...,


Cia memejamkan matanya, mengucap doa dalam hati. dan diaminkan berdua.


"Amin." ucap Al. juga.


Mendengar ucapan Al, Cia melirik sesaat.


"kenapa menatap aku seperti itu. bukannya doa mu pasti yang terbaik. jadi apa salahnya aku amin kan." ucap Al. sambil berjalan ke arah sofa.


Cia hanya tersenyum. dan meletak kan lagi cangkir airnya.


Dan ikut menyusul suaminya ke sofa.


"Sore aku mau renang." ucap Cia. dan ikut menduduk kan tubuhnya disamping suaminya.


"Iya, nanti aku menyuruh orangku membelikan baju renang." jawab Al. sambil menarik tubuh Cia. agar bisa rapat didengannya.


"Nanti, malam apa aku sudah boleh berkunjung." ucap Al. sambil mengelus kepalanya.


"Hmmmmm." jawab Cia.


...****************...


Hai..kakak kakak yang baca.itu cara mengobat lupus dan mengobati luka aku harap bisa bermanfaat ya buat kakak kakak yang baca,.


karna memang lupus sama sekali belum ada obat penyembuhnya.


semoga bermanfaat sedikit berbagi pengalaman.big hug🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2