SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
karna sebuah alasan.


__ADS_3

Karla, menatap tajam Alfonso."Kenapa hanya mereka! lakukan juga pada aku.jangan, jadi pria pengecut." teriak Karla.Suaranya mulai meninggi naik satu oktaf.


"Kamu mau? mau apa, di suntik, di tembak, atau di cambuk?. aku bisa saja memberikan itu semua, karna aku tidak tertarik dengan tubuh bugil mu ini. Lihat dirimu. bugil seperti ini apa aku tergoda? tidak! Karna yang aku inginkan, sudah aku ambil. dan kamu hanya sebagai tameng saja." jawab Alfonso sambil melihat Karla dari ujung ke kaki hingga ujung rambut , tersenyum kecut. dan menggelengkan kepalanya.


Alfonso berjalan ke arah Blake.


"Terus?" teriak Karla yang ingin tau alasan Alfonso lebih jelas lagi.


Langkah kaki Alfonso terhenti berbalik melihat ke arah Karla.


"Terus. katamu? terus kamu akan dijadikan pemuas nafsu ke tiga temanku. makanya kamu masih dibiarkan hidup."ucap Alfonso.


Setelah berdebat panjang dengan Alfonso. Karla masih terdiam berdiri terpaku di dekat pintu. karna Karla tidak dirantai lagi .kecuali, dibagian leher. sejak melayani Pol. Karla dibiarkan tidak dirantai.


Dan Alfonso melanjutkan melihat keadaan Blake. setelah yakin virus sudah menyebar ke tubuh Blake. Alfonso kembali ke ruang Ngobrol dan hanya memantau lewat cctv saja.


Sebelum keluar, Alfonso masih menarik dua gundukan kenyal milik Karla.


ditarik, menyesap beberapa menit dan mengigit putingnya.Alfonso memancing birahi Karla. setelah melihat Karla mulai menginginkan. Alfonso melepasnya dan pergi meninggalkan dirinya.


Karla tidak peduli dengan perlakukan Alfonso, karna kematian sang ayah didepannya matanya sendiri masih menyisakan trauma mendalam.


Kembali mengingat. kenangan manis bersama sang ayah. hati Karla kembali sedih.


bayang-bayang siksaan terhadap sang ayah masih terus diingat Karla.mengingat bagaimana sang ayah berteriak memohon ampun.


Karla. histeris,


Daddy....daddy...,daddy...,


Karla memukul sesak yang masih terasa didadanya.


"Bajing*an Iblis. keluarkan aku dari tempat terkutuk ini.aku ingin melihat daddyku. kamu kemanakan daddyku."Teriak Karla dengan suara tangisan.


Tubuh Karla mulai lemas , hatinya hancur berkeping -keping. mengingat, semua kejadian yang menguras emosi dan air mata Karla kembali menangis sejadi jadinya.


Karla,merasakan hatinya benar-benar hancur. duduk sambil memeluk kedua kakinya, dan menaruh dagu diatas lututnya. Karla meratapi nasibnya.


Pria yang menjadi cinta pertamanya, kini telah meninggalkan Putrinya dengan menyisakan pedih yang amat terdalam.


Pria yang selalu merangkul dirinya, kini pergi tanpa pamit. entah pada siapa dirinya akan memeluk saat ketakutan.


Pria yang selalu mengajarkan kebaikan pada dirinya. kini, pergi meninggalkan jejak yang dipandang buruk di banyak mata.


"Jawaban, apa yang nanti akan aku berikan. saat mommy dan Rico menanyakan keberadaan daddy."Karla terus bertanya. tapi tidak ada yang bisa menjawab dirinya.


"Hello...,apa ada yang bisa mendengarkan aku?" teriak Karla,


Alfonso, yang milih melihat dari monitor cctv. hanya tersenyum dan memggelengkan kepala. dengan kelakuan Karla.


Tingkah Karla sudah seperti wanita sakit jiwa. teriak, nangis, terkadang ketawa, sendiri. rambutnya yang panjang,di tarik kasar sehingga terlihat sangat berantakan.


"Aku hancur, lebih baik aku mati. menyusul orang yang bagi kamu dia penjahat. kenapa tidak memberikan dia sedikit waktu untuk membela dirinya.ini, sungguh tidak adil bagi aku dan daddy."Karla terus menangis.


Blake tidak merasa terganggu karna virus yang disuntik sudah mulai menyebar ke mana-mana. duduk diatas kursi memeluk kedua kaki seperti orang yang sedang ketakutan.


***********


Alfonso ,memanggil anak buahnya. memerintahkan perketat keamanan disekitar Markas.


dan dua orang khusus menjaga di depan ruang penyiksaan Karla dan Blake.


"Aku akan kepelabuhan sebentar, jadi jangan sampai lengah."perintah Alfonso.


"Baik Tuan . aku mengerti." jawab anak buahnya.


"Hmmmmm." jawab Alfonso.


Berjalan keluar ke halaman Markas.menunggu mobil , yang sedang diambil anak buahnya dari ruangan parkir bawah tanah.


Brummm...,


Mobilnya datang, Gareth yang menerima kunci mobil segera masuk duduk dibagian sopir.


Disusul Alfonso, Pol, dan Andre, dibagian belakang sopir.


Steward di sebelah sopir.


Klik..,


Seatbelt terpasang.

__ADS_1


Dengan dikemudikan Gareth. mobil berjalan menuju ke arah pelabuhan.


Karna, sesuai perjanjiannya. mereka ke pelabuhan dan menyerahkan kapal pesiar yang akan dihadiahkan ke Pol.


Setelah beberapa jam perjalanan dari Markas ke Pelabuhan. akhirnya mereka, tiba di pelabuhan Long Beach California.


Setelah, tiba mereka bergegas turun dari mobil. dan Alfonso, menunjukkan Kapal pesiar mana yang sudah dijanjikan ke Pol.


Melihat Kapal yang sangat bagus Pol tidak sabar melihat keadaan didalam kapal. turun dari mobil berjalan ke arah kapal bersandar. Pol, masuk kedalam kapal melihat bagian dalam kapal " Luar biasa. "ucapan pujian yang keluar dari mulut Pol.


Sepakat semua urusan mengenai pemindahan kepemilikan diserahkan steward ke Pol. akhirnya mereka pulang kembali ke markas. Karna, disana Heli Pol melandas.


Dalam perjalana. Pol tidak henti hentinya, memuji keberhasilan Alfonso. yang dinilainya cukup bahkan melebihi kaya, mengingat Alfonso Mafia muda.


"Aku salut sama kamu Alfonso. Mafia muda tapi sudah mengumpulkan kekayaan yang sudah sangat wow."Puji Pol. sambil menepuk nepuk bahu Alfonso.


Mendengar, pujian Pol. yang berlebihan Alfonso merasah risih.sambil menghempas halus tangan Pol dari bahunya.


"Tidak juga, aku rasa banyak yang lebih kaya dari aku. keberhasilan ini tidak luput dari bantuan dan kerja sama tim."Alfonso merendah dan melihat ke arah ke tiga temannya yang membantu Alfonso dari awal Alfonso terjun ke dunia gelap.


Alfonso ,memang tidak mengutamakan Harta dan kekayaan. misi Alfonso. dalam hidupnya, hanya ingin membalas kan dendam kedua orang tuanya ke para penjahat .yang sudah membunuh mereka. kini, satu persatu misi itu sudah mulai berjalan dengan baik.tentu karna kerja sama tim.


******


setelah beberapa jam akhirnya ,mereka tiba kembali ke Markas.


Bremmmm...,


Mobil parkir didepan Markas. anak buah yang bertugas membawa mobil ke parkiran bawah tanah datang menerima kunci dari Gareth.


Dan ke lima mafia itu berjalan masuk ke dalam markas. menarik kursi duduk di ruang ngobrol. Steward mengambil minuman Dalmore. biasanya mereka meminum yang beralkohol rendah.tapi, tidak hari ini. Stewar memilih Dalmore. untuk merayakan keberhasilan mereka menangkap Sergio.


Setelah obrolan ringan mereka selesai. Pol pamit dan kembali pulang ke Itali.


"Terima kasih Al, sukses selalu aku pamit pulang karna masih banyak kerjaan menunggu di Itali." ucap Pol. dan mengulurkan tangan mereka bersalaman satu persatu.


"Sama -sama, aku juga berterima kasih. karna, kamu sudah membantu aku menangkap Sergio." Jawab Alfonso.


Merangkul Pol memeluk dan menepuk pundak Pol.


"Hati-hati." Ucap Alfonso.


"Thanks bro." jawab Pol.


Setelah Heli Pol berangkat, ke empat mafia ini kembali ke ruanga penyiksaan Karla dan Blake.


"Al, bagaiman dengam Blake."tanya Andre.


"Aku pikir kita akan siksa dia dulu, nanti setelah ini akan aku kasih penawar."jawab Alfonso.


Terus berjalan ke ruangan Karla.


Ceklek...,


pintu dibuka.


Alfonso dan teman-temannya masuk ke ruangan. mereka terbelalak melihat Karla yang sudah seperti orang sakit jiwa benaran. rambut panjangnya berantakan, tubuhnya yang bekas sayatan sabuk terlihat jelas. tidur terlentang di lantai tanpa mempedulikan dirinya berbusana atau tidak, dengan mata sembabnya.


Gareth yang melihat, merasa kasihan. tidak tega, akhirnya kembali berjalan ke luar .mengambil dompetnya dari kantong celananya. mengeluarkan uang beberapa lembar dolar usa. memberikan ke salah satu anak buah.ke butik mencari baju yang sesuai ukuran tubuh Karla.


Anak buah, yang mendapat perintah dari Gareth. segera pergi ke butik menaiki motor gede buatan salah satu pabrikan terkenal Di Itali.


Tiba di butik langganan. Alfonso dan teman-teman. yang biasa didatangi mereka.


*SPG. yang sudah mengetahui , apa yang anak buah Gareth cari segera menanyakan berapa size yang dibutuhkan. karna anak buahnya tidak mengetahui size berapa yang biasa dipake Karla.


"Ukuran sizenya berapa?" tanya Spg itu.


"Hah?.size?" menepuk jidatnya.


"kenapa tadi tidak aku tanyakan pada tuan."gerutu anak buahnya.


Terdiam sejenak memikirkan bayangan Karla.akhirnya menemukan ide kalau pasti akan ada yang badannya mirip dengan Karla berada di butik ini.


Dan benar!


Akhirnya menemukan orang yang berada di Butik ini yang diperkirakan badannya sama dengan Karla*.


Itu, seperti waanita yang berbaju hijau. yang berdiri di dekatan deretan dress." ucap anak buah Gareth sambil menunjuk ke arah wanita yang di maksud.


*S**pg* nya mengerti. segera mencari dress, gaun dan beberapa blus. yang sesuai ukuran itu. dan memberikan pada anak buah Gareth.

__ADS_1


Setelah mendapatkan, apa yang diinginkan tuannya. menaik mogenya dan kembali ke markas membawa empat paper bag.


Bremmmm...,


Motornya tiba di markas. turun dari Mogenya berjalan ke dalam ruangan dimana Gareth menunggu.


Menyerahkan Paper bag itu. ke Gareth, anak buah itu berjalan keluar lagi. Gareth yang sudah membawa Paper bag itu berjalan ke ruangan Karla dikurung.


Ceklek...,


pintu ruangan terbuka.


Gareth masuk mendekati ke tiga temannya yang sedang mengobrol serius.


"Reth, apa yang ada di paper bag itu." tanya Ste.


"Oh, ini baju." jawab Gareth sambil menunjukkan paper bag yang dipegangnya.


" kenapa di bawa ke sini?" tanya Ste lagi, yang penasaran.


"kasih kan ke si bodoh itu. merusak suasana ruangan saja." jawab Gareth santai. berjalan ke arah Karla yang sedang tidur.


Mereka yang melihat tingkah Gareth merasa bingung.dan menertawakan aksi Gareth yang mereka menilai sangat aneh.


"Bangun bodoh!" ucap Gareth dan menggoyangkan badan karla. dengan kakinya.


Karla yang sangat kelelahan tertidur pulas.dan tidak menyadari kalo dibanguni Gareth.


"Dasar bodoh, dibanguni seperti sapi saja. tidur tidak tau bangun."ucap Gareth yang kesal.


Karna ,dengan berbagai cara Karla tidak bangun. Gareth teringat kejadian di mana mereka sengaja menakuti Karla akan mengambil Organ miliknya.


"Ndre, peralatannya sudah di siapkan. ayo kita lakukan pengambilan organ. mumpung si bodoh ini lagi terlelap." ucap Gareth sambil tersenyum.


" oh, ya Reth. semua sudah siap. " jawab Andre.


Karla yang mendengar percakapan kedua mafia gila itu. segera bangun dari tidurnya.


" Menatap tajam mereka dengan penuh kebencian." brengs*k gangu orang tidur saja, gerutu Karla.


Melihat Karla yang sedikit lebih tenang. gareth dan teman- temannya dibuat heran.


Saling memandang. mengangkat bahu, menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.


" Dasar bodoh. apa dia salah minum obat?" gumam Gareth.


Al hanya menggelengkan kepala melihat Karla dan Gareth.


" ini. pake ini! merusak suasana hati saja." ucap Gareth. sambil melemparkan paper bag yang tadi dibawanya ke arah Karla.


Karla yang bingung dengan aksi Gareth, hanya terpaku diam. dan refleks dengan cepat tangannya menangkap Paper bag yang dilemparkan Gareth.dan tersenyum sinis.


"ciuhhh.., punya hati juga." ucap Karla berdecih.


" Mendengar ucapan Karla, Gareth hanya tersenyum sinis. dan menggelengkan kepala berlalu keluar dari ruangan.


Sebelum keluar dari ruangan Gareth berdiri didepan pintu, berbalik dan melihat ke arah Karla. "pake baju itu. tutup tubuhmu. jangan merusak dirimu ." ucap Gareth dan menutup pintu berjalan ke ruangan biasa mereka membahas hal penting.


Karla.membuka paper bag itu, melihat ada beberapa potong baju, dan gaun.


diambil salah satu gaun,yang menurut Karla sangat cocok dengan tubuhnya.


Memakai Gaun tersebut Karla tersenyum. melihat ke arah langit ruangan air matanya menetes.


"Terima kasih." gumam Karla dan tersenyum sinis.


Gareth. yang memantau dari Cctv . hanya tersenyum.


"Setidaknya dia masih memilik harga diri." batin Gareth.



Kapal pesiar yang dihadiahkan ke Poliveera.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya.like komennya y🙏🙏


Maaf sedikit terlambat UP nya karna tangan saya kambuh lagi.


syndrom carpal. makanya saya harus minum obat dan beristirahat beberapa jam.

__ADS_1


Maaf🙏🙏🙏💖


__ADS_2