
''Bale, siapkan mobil, sekarang!" perintah Alfonso, melalui sambung HT. lalu, HT nya diletakkan disembarang tempat.
Felisia, menyiapkan perlengkapan Leticia dan anak anak didalam tas yang akan dibawa ke rumah sakit.
''Mommy, ini bagaimana?" karena panik melihat Leticia yang terus menangis, seketika Alfonso lupa semua yang diajarkan dikelas ibu hamil.
''Nak, Alfonso! Cia harus segera dibawa ke depan.'' titah Felisia, sembari membawa tas yang berisi perlengkapan anak dan ibu, ditangannya.
Steward dan Karla juga ikut masuk ke dalam kamar Alfonso.
''Kakak Ipar, di mana ponselnya biar aku hubungi dokter Grace.'' Tanya Karla.
Alfonso, hanya menunjuk dengan jari. '' Itu, di atas nakas,'' jawab Alfonso, yang lupa kalau dirinya hanya menggunakan boxer.
Karla, segera menghubungi dokter Grace agar bersiap siap di rumah sakit.
''Ayo, Al. biar aku bantu kamu, gotong cia.'' ucap Steward.
Alfonso, yang mendengar Steward ingin membantu gotong Leticia, langsung menatap tajam Steward. '' Pake, kursi roda saja.'' jawab Alfonso cepat.
"Mana, bisa kau menyentuh tubuh istriku." batin Alfonso.
''Al, saat genting seperti masih saja lu cemburu.''batin Steward sembari tersenyum.
''Ayo, sayang perutku kencang sekali.'' Leticia terus meringis. Alfonso, mengusap kasar wajahnya lalu mengecup kening Leticia.
''Sabar, sayang.'' Alfonso mulai ingat semua yang diajarkan dikelas ibu hamil.
''Oke, baik.aku harus tenang, jangan panik.'' gumam Alfonso lagi.
''Sayang, aku mau minum.'' ucap Leticia. sembari menatap dalam Alfonso.
__ADS_1
Karla, yang berdiri disamping ranjang segera berjalan ke arah meja mengambilkan air untuk sang kakak.
''Ini, kak. minum dulu.''ucap Karla, sembari memberikan cangkir yang berisi air mineral pada Alfonso.
Alfonso, menerima cangkir yang berisi air mineral dan diminumkan pada Leticia.selesai minum, Alfonso mengembalikan cangkir kosong pada Karla.
Kursi roda sudah dibawa oleh pelayan ke dalam kamar.dengan cegatan Alfonso mengangkat tubuh Leticia dan didudukkan dikursi roda.
Leticia, terus meringis kesakitan, saat merasakan perutnya semakin kencang dengan berhati hati Alfonso mendorong kursi roda ke depan mansion dimana mobil sudah disiapkan oleh Bale.
Bale, segera membukakan pintu mobil. Alfonso, menggendong Leticia masuk ke dalam mobil di susul Felisia. yang duduk disisi Kiri Alfonso. Karla pun, ikut masuk dan duduk di kursi depan, tepat disamping Steward yang mengemudi.
''Suster, titip Willy ya.'' pesan Felisia kepada babbysitter, saat hendak menutup pintu mobil.
Entah, kenapa hari ini Willy tidak rewel.ketika, melihat mommynya pergi.
''Baik, nyonya.'' jawab susternya, lalu, memegang tangan willy dan melambaikan ke arah Felisia.
Leticia, terus meringis. Alfonso, tak henti hentinya mengelus rambut sang istri. "sayang, mereka akan keluar kita akan bertemu mereka." Alfonso terus memberi semangat kepada Leticia.
Leticia, terus mengatur napasnya.Dia, ingat pesan dokter Grace atur napas bisa membantu meredakan sakit dikala kontraksi. Felisa, terus menatap putrinya itu.
"Sayang, anakku. tahan sebentar nak."ucap Felisia. berusaha tenang.
Leticia, hanya mengangguk karena perutnya semakin kencang dan terasa sangat sakit. " Al, pecah!," pekik Leticia. menahan sakit yang amat tersiksa.
Semua didalam mobil tercengah. " Hah, pecah? Ward, ayo 120km/jam cepat!." titah Alfonso. mendengar perintah Alfonso, Steward langsung melaju dengan kecepatan tinggi, Karla terus menoleh ke belakang dia tidak tega melihat Leticia yang terus merintih kesakitan.
Alfonso, panik meraba perut Leticia, dia pikir perut Leticia pecah."bukan! bukan perut." tegur Leticia memegang perutnya.
"Terus, apa sayang." Alfonso begitu panik. dia, semakin resah, sedih, dan takut.
__ADS_1
Bagaimana perutnya pecah. pikiran jahat itu sempat terlintas di otaknya. Namun, dengan cepat Alfonso menepis lagi.
"Ketubannya, yang merembes?" Felisa perjelas.
"Iya, mom ketuban."lirih Leticia, sakitnya semakin menyiksa dirinya..Alfonso memeluk sang istri.'' sabar, sayang.'' kalimat itu terus Ia ucapkan untuk menguatkan sang istri dan menghibur dirinya. tanpa sadar butiran kristal mengalir dari sudut netranya.
Ć
Letica, menatap wajah Alfonso. bola mata mereka saling mengunci. Alfonso tersenyum. '' yang, kuat ya. nanti kita akan bermain bersama mereka.'' bisik Alfonso.Leticia, mengangguk. Namun, wajah kesakitannya tidak bisa Leticia sembunyikan seperti sakit lupusnya kambuh.
"Kata, dokter kalau merembes berarti mereka sebentar lagi akan keluar."lirih pria berbadan kekar itu. Leticia, terdiam dia tahu sang suami menangis karena takut dirinya tidak selamat.
Mobil telah tiba didepan unit gawat darurat, para perawat telah menunggu dengan brankar didepan rumah sakit. dokter Grace dan tim dokter juga dokter Cathlyn ahli penyakit dalam juga ikut hadir. mereka sedang mempersiapkan semua didalam ruangan bersalin.
Alfonso, keluar dari sisi mobil. dan segera membantu Leticia keluar dari mobil, dengan cegatan Perawat membantu Alfonso membaringkan Leticia diatas brankar pasien.setelah memastikan Leticia sudah berbaring dengan benar. perawat segera mendorong Leticia masuk ke dalam ruang khusus milik Alfonso.
Rumah sakit sengaja diblokir untuk umum atas perintah Alfonso. Ethan, dan beberapa anak buah berjaga disekitar rumah sakit.
Alfonso, mengikuti Leticia dengan terus menggengam tangan Leticia.'' jangan takut aku disini selalu bersamamu.'' Alfonso terus menguatkan Leticia. begitu juga Felisia, Karla dan Steward. mengekor dari belakang.mereka, juga tidak kalah panik bagaimana, tidak! melihat tubuh kecil Leticia yang harus menahan sakit demi ke empat buah hatinya.
Alfonso, sangat frustasi. Ia, terus melantunkan doanya Tuhan selamatkan lima orang ini, mereka sangat berarti dalan hidup saya.''
Perawat segera memasang infus ditangan Leticia seraya menunggu tim dokter runding. Alfonso, sesekali mengecup kening Leticia. ''mereka, anak anak pintar, hmm,'' ucap Alfonso sembari tersenyum. tanganya mengelus rambut Leticia. matanya, menatap dalam bola mata indah milik wanitanyang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya. " Kau, sempurna sayang!" lirih Alfonso lagi.
...****************...
Pagi, kakak kakak semua, apakabar? baik dan sehat semuakan?. disini, saya mau minta maaf kemarin tidak up karena saya sakit.saya janji saya pasti tamatkan. semua sudah dikonsep hanya tunggu editnya.
Hanya, belakang dan bahu saya tidak bersahabat akhir akhir ini.oleh karen itu banyak novelku yg jarang saya up.tetapi saya akan tamatkan semua walaupun saya tau yang baca hanya 15 org. saya bersyukur.untuk beberapa orang yang setia terus mengikuti Abang Al.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya, walau dibayar dng 1000perak perhari. aku selalu bahagia klo baca komen kakak kakak itu sudah menghibur sayašapalagi yang sampe marah marah. saya senang berarti kakak terima dengan baik novel ini.semoga selalu ikuti abang Al.ya