
''Bayi kita, sayang?" ucap Leticia menitikkan air mata bahagianya.
Alfonso juga tak kalah bahagia dengan menitikkan air mata, Alfonso melayangkan kecupan demi kecupan di kening Leticia.
Alfonso, menoleh ke arah perawat yang sedang menggendong bayinya. ''Cowok atau cewek?" tanya Alfonso.
''Cowok, pak.'' jawab perawatnya.
Alfonso, tersenyum air mata bahagianya terus menetes membasahi pipinya. ''Terima kasih sayang,'' sembari memandang lekat Leticia.
Satu persatu bayi dikeluarkan dari perut Leticia. tangisan mereka saling bersahutan . Alfonso terus tersenyum begitu juga dengan Leticia tidak kalah bahagianya.
Namun, senyum itu seketika memudar saat Alfonso melihat bayi ke empat diambil dari perut Leticia bayi itu hanya diam tak bersuara, suasana menjadi tegang.
Dokter, membalikkan tubuh kecil itu dengan posisi kepala di bawah. Tangannya menepuk pelan paha bayi perempuan itu, agar bayi itu menangis. sekitar hampir lima menit bayi perempuan itu akhirnya mengeluarkan suara bayinya.
''Oek.., oek..,''
Mendengar, suara bayinya Leticia pecah dalam tangis begitu juga Alfonso. sembari mengecup kening Leticia.
Perawat langsung membersihkn tubuh ke empat bayi itu.sedangkan dokter melanjutkan proses menutup kembali perut Leticia. Asisten dokter membersihkan tubuh Leticia. proses operasi memakan waktu 60 menit 30 detik akhirnya selesai dengan lancar.
Selesai membersihkan tubuh Leticia dan ke empat bayi juga sudah selesai dibersihkan. hidung ke empat bayi dipasangi alat pernapasan karena paru paru mereka belum berfungsi dengan baik. ke empat bayi itu diletakkan didada Leticia. untuk proses inisiasi dini dan meningkatkan ikatan batin ibu dan anak,
''Selamat datang di dunia baru kalian the babies.'' ucap Alfonso, air mata bahagianya terus menetes dari sudut matanya.
__ADS_1
Leticia, juga terus menangis. '' Aku sudah sempurna sayang.'' lirih Leticia. menatap ke empat bayinya.
Saat bayi bayinya berada di dada Leticia mereka menggerakkan kepalanya. bayi pertama lebih aktif mulutnya mencari posisi p*ting Leticia. Alfonso, tertawa.
''Sepertinya, posisi saya sekarang sudah digeser,'' gumam Alfonso.
Leticia tersipu malu. ''daddy,'' sambung Leticia.
''Lihat, dia begitu lapar.'' sahut Alfonso lagi.
''Iya, dia kuat makan seperti mommny Karla,'' jawab Leticia. Alfonso tertawa. ''mana bisa sayang mereka anak anak saya, pasti kuat makan seperti aku'' celetuk Alfonso.mereka tertawa bersama meluapkan kebahagian mereka. setelah sekian lama menanti kehadiran ke empat bayi ini akhirnya hari ini mereka lahir dengan selamat.
Proses inisiasi dini selama 30 menit sudah selesai, ke empat bayi diambil lagi oleh perawat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Leticia dipindahkan ke ruang perawatan khusus milik Alfonso.
Di ruang perawatan Leticia sudah disambung oleh Felisia, Mason, Stefani, Karla, Steward, Glen, Andre, Gareth. sedangkan Reno dan Walker tidak hadir karena mereka ada urusan mendadak di kantor.
''Selamat kak,'' ucap Karla mengecup kening sang kakak.
"Terima kasih, dek." jawab Leticia.
Mason juga datang mendekati Leticia yang sudah berbaring diranjang pasien.
''Nak, selamat ya kamu sudah menjadi ibu. maaf daddy tidak ikut mengantar kamu datang ke rumah sakit.'' sesal Mason.
'' Tidak, masalah lagian daddy bukan sengaja untuk tidak antar Cia ke rumah sakit.'' jawab Leticia dengan tersenyum.
Felisia datang dan mendaratkan kecupan berulang ulang di kening Leticia,
__ADS_1
''Selamat, ya nak. kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu.'' lirih Felisia menitikkan air matanya.
Ada penyesalan yang Felisia sembunyikan didalam hatinya.dimana dulu, dia sempat menelantarkan putrinya ini.
''Mommy, mereka sangat lucu.'' ucap Leticia.
Stefani, juga tidak kalah bahagia, '' Cia, selamat ya.'' ucap Stefani,
''Terima kasih Fani.'' jawab Leticia. begitu juga, Alfonso mendapat ucapan selamat dari ke tiga sahabatnya dan mertua juga Stefani.
Dokter Cathlyn, juga datang memberi ucapan selamat pada Leticia dan Alfonso. Dokter Cathlyn ikut bahagia pasien lupusnya menjalan operasi dengan lancar dan selamat.
"Selamat, ya buk pak." ucap Cathlyn.
"Terima kasih banyak dokter." jawan Leticia dan Alfonso serentak.
"Iya, sama sama," jawab dokter Cathlyn. setelah, memberi ucapan selamat dokter Cathlyn segera pamit pulang.
****
Bayi bayi Alfonso dan Leticia dibaringkan di inkubator dan masih berada diruang Nicu. Felisia datang mendekati Alfonso, yang terus berada disamping Leticia.
"Apa jenis kelamin cucu cucuku, sudah ada nama untuk mereka?" tanya Felisia.
"Sudah, mommy mereka lahir berpasangan yang keluar pertama cowok kedua cewek ketiga cowok lagi dan ke empat cewek." jelas Alfonso antusias.
"Mereka sudah ada nama, Leticia memberi nama sejak mereka masih berusia 6 bulan." lirih Alfonso.
__ADS_1