SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Kegundahan Nabila.


__ADS_3

Alfonso mengangkat anak anaknya satu persatu satu. Untuk didudukkan diatas kursi makan mereka masing masing. Tidak lupa di beri sabuk untuk menghindari mereka jatuh.



Leticia mengambil pasta dan meatballs di piring masing masing. Dan susu yougurt di gelas anak anak. Leticia meletakkan di atas meja makan mereka dengan didampingi oleh para suster. Keempat bayi kembar itu, mulai makan makanan mereka. Karena, menggunakan garpu kelamaan mereka lebih memilih pake tangan.



Karena, sudah kebiasaan orang Eropa anak dibiarkan makan sendiri. soal kotor itu urusan belakang.


Nampak ke empat bayi itu menikmati masakan mommy Leticia. Alfonso dan Leticia juga makan sembari mengamati mereka. Alfonso tertawa saat melihat wajah Aleijo sudah penuh dengan saos pasta. Bahkan pasta pun berceceran di mana mana.



[ pict [satu baby aja cari yang 4 enggak ketemu.]


''Mom, lihat anak anak kita, mereka sangat lucu dengan wajah yang cemot penuh saos pasta.'' ucap Alfonso pada Leticia.


''Pasti dulu daddy seperti itu!'' celetuk Leticia.


''Hmm... aku dulu makan seperti mereka. kata bunda aku dulu nggak mau kalau disuapin, selalu ingin sendiri.'' jelas Alfonso.


"Maka nya mereka mirip daddy." ledek Leticia.


''Oya sayang, nanti Kevin dan semua nya tiba jam berapa?" tanya Leticia yang sudah tidak sabar ingin bertemu ponakan nya.


Leticia sangat merindukan Baby Fidel juga Karla adek sambungnya. Karena sejak kembali ke California waktu Fidel usia 3 bulan mereka belum pernah libur ke Spanyol lagi.


''Kalau Steward sudah di dalam perjalanan. kemungkin mereka selisih sejam landing di Spanyol dengan Kevin.'' jawab Alfonso.


''Mommy dan daddy juga siang baru ke sini. Karena, daddy masih ada acara Natalan bersama para Lansia.'' jawab Leticia lagi.


"Hmm..." Alfonso berdehem.


Sarapan bersama juga sudah selesai. para suster membawa anak anak untuk di bersihkan. Leticia dan Alfonso menunggu di kamar. Selesai mandi anak anak dikenakan baju yang baru lagi.


Kekacauan di dapur di bersihkan oleh Pelayan.


******


Di Paris Baby Clarinda sekarang juga sudah berusia 8 bulan. Nabila juga sudah hamil lagi baru masuk 8 minggu.


Karena, Nabila mengalami morning sickness. Jadi, setiap pagi Kevin yang selalu masak sarapan. Kevin, sangat bahagia dengan kehamilan kedua Nabila.


Seperti pagi ini Kevin sudah bangun lebih dulu. Untuk menyiapkan sarapan mereka juga baby Clarinda. Nabila masih tidur karena siang nanti mereka akan berangkat ke Spanyol untuk merayakan akhir tahun bersama di Mansion.


''Sayang, bangun sarapan dulu.'' panggil Kevin. tangannya menggerakkan tubuh Nabila dengan lembut.


''Hmmm... Tetapi aku enggak mau salmon lagi.'' rengek Nabila.


''Enggak, aku bikin salad sayur. yuk, bangun. itu lihat Clarinda menatap kamu seperti itu.'' ucap Kevin lagi.


Nabila membuka matanya dengan perlahan. Lalu, menatap putrinya yang sedang duduk bersender di headboard ranjang. sembari menatap mamah nya yang masih berkemulan didalam selimut.

__ADS_1


Nabila tersenyum pada Clarinda. '' Good morning.'' ucap Nabila. Kevin tersenyum sembari mengangkat lembut tubuh Nabila.


''Tatatata mammmah.'' ucap Clarinda dengan bahasa planetnya.


''Iya, maaf. mamah bangun, oke.'' jawab Nabila dengan suara malas.


Dengan bantuan Kevin Nabila turun dari ranjang.


''Kamu, mandi ya. aku sama Clarinda tunggu di sini.'' ucap Kevin.


''Iya, '' jawab Nabila dengan malas.


Karena kehamilan Nabila yang kedua ini.Nabila memang sangat malas untuk mandi.Jadi, biasanya Nabila sehari kadang hanya mandi sekali bahkan dua hari sekali baru mandi.


Kevin tidak mempersoalkan itu. Tetapi, hari ini Kevin meminta Nabila untuk mandi karena mereka akan ke Spanyol.


Setelah beberapa menit berada di dalam kamar mandi. Nabila berjalan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah seger.


Clarinda sedang di gendong oleh Kevin. menunggu Nabila yang masih memoles wajahnya dengan make up,


Selesai Nabila make up, mereka bertiga berjalan keluar dari kamar untuk sarapan bersama.


''Kamu duduk sini sayang.'' ucap Kevin sembari menarik kursi untuk Nabila duduk.


"Terima kasih." jawab Nabila.


"Sama sama." jawab Kevin berkedip.


Sementara makan bersama tiba tiba Clarinda yang sedang berada didalam pangku Kevin menangis.



Nabila masih menikmati salad sayurnya. Kevin, akhirnya berdiri sembari menggendong Clarinda.Karena tangis Clarinda yang makin histeris.


''Hmmm.. wanginya enggak enak? anak papah pup?" tanya Kevin.


Benar saja, Clarinda sudah pup di pampersnya. Kevin segera membawa Clarinda ke dalam kamar untuk menggantikan pampers Clarinda.


Selesai mengganti pampers Clarinda. Nabila juga sudah selesai makan.


Mobil yang di kemudi oleh Amire, sudah menunggu di depan Mansion untuk mengantarkan Kevin dan keluarga kecilnya ke Spanyol.


*****


Nabila


Aku, sebenarnya ragu karena ini pertama kali Clarinda ke Spanyol. pertama kali juga Clarinda akan dilihat oleh ayah biologisnya.


Aku tahu bagaimana sikap over protektif Kevin terhadap Clarinda.


Seperti semalam, setelah Clarinda tidur aku coba mengajak Kevin bercerita.


''Sayang, aku kwatir kita ke spanyol.'' tanyaku pada Kevin.

__ADS_1


Kevin yang sedang mengelus perutku, tersenyum sembari menatap wajahku.


''Kenapa kwatir?" tanya Kevin mengerutkan kening nya.


''Kamu, tahu sayang ini pertama kali Clarinda akan di lihat oleh Reno.'' jawab ku ragu ragu karena aku tidak ingin menyakiti perasaan suami ku ini.


''Emang kenapa kalau dilihat Reno?" Kevin balik bertanya lagi.


Aku menatap Kevin dengan sendu.


''Aku takut dia menyentuh anak ku. aku takut ada yang akan mengantakan pada Clarinda kalau dia anak dari Reno.'' jawab ku ragu ragu.


Hati ku sakit kalau berbicara soal Reno. Namun, sebelum hal hal itu terjadi aku memilih berbicara dulu dengan suamiku tercinta.


''Aku, jamin tidak akan ada yang mengatakan itu pada Clarinda. kalau pun. Reno yang mengatakan hal itu pada Clarinda aku tidak yakin. Karena mereka akan berurusan langsung dengan Alfonso,'' jelas Kevin padaku.


''Terus bagaimana Kalau Reno menyentuh anakku.'' tanya ku lagi.


Aku tanya seperti ini untuk melihat reaksi suami ku.


''Hmm... kalau dia menyentuh karena gemas bukan karena sebagai ayah dan anak aku akan membiarkan itu.'' jawab Kevin.


Tetapi, aku melihat ada perbedaan di raut wajahnya. Kevin mengeraskan rahangnya dan tangan kirinya dikepalkan hingga urat urat tangannya muncul.


Aku, diam.karena jawaban nya sudah ada.


Berarti setelah sampai di mansion aku harus menjaga jarak antara Clarinda untuk tidak disentuh Reno. aku tidak ingin melukai perasaan suamiku. karena, aku sangat tau perasaan Kevin terhadap Clarinda sangat tulus.


Setelah aku dan Kevin bercerita berdua. Kevin menuntunku untuk beristirahat. karena kehamilan kedua ku ini sangat rewel.


******


Kevin.


Hari ini kami akan ke berangkat ke Spanyol. Aku hanya minta ke pada Tuhan untuk mencegah hal hal yang tidak di inginkan di Spanyol nanti.


Karena, jujur aku sangat menyayangi putri kecilku Clarinda.


Aku sadar dia bukan putriku tetapi aku adalah papahnya.


Papah siapa saja akan marah kalau melihat mantan pacar dari istrinya ikut hadir di acara itu,. mengingat hubungan mereka bukan hanya sekedar pacaran, melainkna hubungan mereka sangat lah rumit.


Jujur aku tidak ingin Clarinda ku disentuh oleh Reno atau di pandang oleh Reno. Namun, apa daya ku? aku hanyalah ayah sambungnya. bukan ayah Biologis, sekuat apa pun aku cegah pasti suatu saat akan terkuak juga.


Aku, sudah menyiapkan mentalku dan aku akan berusaha menepis ego ku.Walaupun sakit hatiku aku akan mencoba iklas menerima. Bukan kah cinta rela berkorban? iya aku akan mengorbankan perasaanku demi istri dan putriku.


Saat ini aku sedang menggendong putriku, aku tatap wajahnya.


"Dia benar benar mirip dengan Reno dari mata, dan bibirnya sangat mirip dengan Reno. kecuali hidung baru lah mirip Nabila. sayang, maaf papah egois unyuk memikirkan bahkan memang tidak ingin kamu disentuh oleh Ayah biologismu." batinku.


****


Kevin menggendong Clarinda dengan tangannya di gandeng oleh Nabila mereka berjalan menuju mobil untuk berangkat Ke Airport.

__ADS_1


Setelah hampir sejam mobil juga tiba di Airport. Clarinda, begitu bahagia karena ini pertama kali Clarinda naik pesawat.


Nabila langsung tidur karena tidaj ingin mengelurkan isi perutnya. Kevin terus mengoceh sama putri kecilnya di dalam pesawat. sembari memberi susu di pad Clarinda untuk mencega bisingnyanya suara pesawat pada telinga Clarinda.


__ADS_2