
Steward, yang melihat Karla ingin menangis. Dengan, segera berdiri mendekati Karla.
'' kenapa, bersedih. harusnya kamu bahagia. karna, kita sudah mendapat restu dari orang tuamu.'' ucap Steward. pada Karla, sambil meraih tangan karla.lalu, mengecupnya.
Karla, hanya menggelengkan kepala. Lalu, memeluk sang suami begitu erat.
''Terima kasih untuk segalanya!" ucap Karla. Menitikkan air mata.
Steward, menggelengkan kepala dengan perlahan membisik ditelinga Karla.
''Jangan, terus terus mengucapkan terima kasih.'' bisik Steward. dan akhirnya Karlapun diam. kemudian, melepas pelukannya.
Glen, Kevin, Andre dan Gareth. yang melihat Karla, merasa sangat bersalah mereka saling menatap dan menunduk.
'' Ehemm..,'' Alfonso berdehem. untuk mencairkan suasana.
''Jadi, bagaimana Stewart? karena, Mommy dan daddy sudah setuju. dan, kebetulan empat hari lagi, Glen akan menikah dengan Stefani. sebaiknya kamu nikah barengan saja.'' usul Alfonso.
Glen, melihat ke arah Steward.
''Bagaimana, menurutmu?" ucap Glen sambil melihat ke arah Steward.
Steward, yang menyadari kalau pertanyaan Glen ditujukan untuk dirinya.
''Ide bagus, aku pikir ini akan berbeda dengan pernikahan yang sudah sudah.'' jawab Steward sambil menatap sang istri.
''Bagaimana, sayang?'' tanya steward.sambil menatap Karla.
''Ide, bagus sayang. aku, juga setuju.'' jawab Karla. sambil menyenderkan kepalanya dibahu Steward.
__ADS_1
''Daddy, dan mommy?'' tanya Steward lagi, dengan sopan.
''Kami, ikuti keputusan anak anak saja. karna, yang nikah kalian. jadi, kalau anak anak setuju kami pasti setuju. dan menurut daddy ini ide bagus.biar terlihat berbeda,'' jawab Mason, dan melirik ke arah Felisia. lalu, diangguki Felisia.
Karna, semua setuju. Alfonso, dan teman temannya memutuskan empat hari lagi, pernikahan Glen, dan Stefani. juga, Karla dan Steward, akan dilaksanakan bersamaan.
''Soal, persiapan kita serahkan ke orang orang kepercayaanku. Glen nanti kamu hubungi Ethan untuk urus semuanya.'' sambung Alfonso lagi.
'' Siap.'' jawab Glen tersenyum. tangannya mulai mengambil ponsel dikantong celananya. Lalu, menghubungi Ethan. untuk, mengurus semua yang berkaitan dengan dekorasi.
Leticia, tersenyum bahagia. Hingga, menitikkan air matanya.Alfonso yang menyadari sang istri menangis segera menyeka air mata Leticia. karna, Alfonso tau apa yang sedang Leticia pikirkan.
Beda dengan, Felisia, dan Mason yang terlihat sangat bahagia. karna, mereka bisa menyaksikan pernikahan anak anak mereka dengan suasana hati yang lebih baik.
Tidak, seperti pernikahan Leticia. Felisia hanya bisa menatap dari kejauhan. dan diliputi perasaan bersalah.
'' Mommy, daddy. kami pulang dulu.'' pamit Gereth dan ke tiga temannya.
'' Baik, nak hati hati ini sudah larut malam.'' jawab Mason dan Felisia, bersamaan.
'' Siap, mom.'' jawab Glen dan merekapun pulang kembali ke apartemen masing masing.
'' Mommy daddy, Cia juga pulang dulu.'' pamit Leticia. lalu, menautkan pipinya dengan pipi sang mommy kemudian beralih ke sang daddy.
''Iya, sayang hati hati dijalan.'' jawab Felisia dan Mason.
''Adek, kakak pulang dulu. besok main ke Masion, ya.'' ucap Leticia pada Karla.lalu, mereka saling menautkan pipi mereka.
'' Iya, kak. nanti esok aku dan Steward akan ke sana. baik baik didalam sana sayang sayangnya aunty Karla.'' jawab Karla sambil mengelus perut Leticia.
__ADS_1
''Thank you, mommy kalla. mommy, juga jaga kandungan mommy.'' sahut Cia dengan nada cedal. sambil mengelus perut Karla.
Steward dan Alfonso, juga felisia dan Mason hanya terkekeh melihat kedua kakak beradik ini saling sayang. padahal, baru pertama kali bertemu.mereka, tidak ragu untuk saling mengungkapkan cinta mereka.
''Byeee..,,'' ucap Leticia sambil melambaikan tangannya.
"hati hati.'' jawab Felisia.
Alfonso, dan Leticia. masuk kedalam mobil. lalu, Alfonso, memasang sabuk pengaman untuk Leticia tidak lupa mengecup perut leticia.
'' Berbaring saja, ini sudah larut malam. hmmm.'' ucap Alfonso. sebelum menginjak pedal gas mobil.
'' Hemmm.., aku tidak ngantuk.'' jawab Leticia sambil tersenyum.
Alfonso, mulai menginjak pedal gas mobil. dengan kecepatan rata rata menuju ke Mansion. diikuti, dua mobil pengawalnya. yang kawal dari belakang hingga tiba di Mansion.
******
Setelah, perjalanan hampir sejam akhirnya Alfonso dan Leticia tiba di Mansion.
Dengan, menggandeng tangan Leticia. mereka masuk ke dalam Mansion menuju ke arah kamar.
Tangan Alfonso, meraih handle pintu kamar. lalu, membuka pintu dengan terus menggandeng tangan Leticia, sepasang suami istri ini melangkah masuk ke dalam kamar.
'' Ahh.., cape bangat sayang.'' ucap Leticia sambil membaringkan tubuhnya diranjang.
Alfonso, yang mendengar ucapan Leticia. segera berjalan ke arah ranjang.lalu, duduk ditepi ranjang.
'' Berbaring, yang benar biar aku pijit kakinya.'' sahut Alfonso.lalu tangannya mulai memijit kaki Leticia.
__ADS_1