
''Tenang sayang, biarkan mereka merasa di atas angin dulu. aku akan ikuti permainan mereka.'' batin Alfonso.
Matanya terus melihat ke atas tebing di tepi pantai.
sempat terbesit dalam pikiran kalau kalau oliver dan Mason mendorong istrinya dari atas tebing, maka di tak akan bisa hidup lagi.Namun Alfonso berusaha menepis semua pikiran buruk dari benaknya.
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Leticia terus menjerit karna lengannya yang sangat sakit saat di tarik Oliver.
'' Tapi, aku tau di mana suami mu saat ini berada.'' ucap Oliver dan di iring tawa jahatnya.
''HAHAHA..,'
'' Kau tahu?''Leticia tersedak. hatinya semakin tidak menentu. dia sudah membayangkan apakah saat ini Alfonso sedang disiksa orang orang ini atau sudah dibunuh.
Oliver mengangguk, matanya menyipit berbahaya, dan mulai mendekatkan wajahnya ke telinga Leticia.
''Bayangkan saja betapa terkejutnya aku saat melihat suami mu digantung.''
Seketika..,
Leticia, menutup matanya sesaat air matanya jatuh. Dia memikirkan nasib anak anaknya kalau saja apa yang dikatakan pria jahat ini benar adanya.
''Aku tidak mengerti apa maksud mu'' lirih Leticia.
Tapi, pertanyaannya tidak dihirau kan Oliver.
Saat ini, mobil yang membawa Leticia sudah tiba dipelabuhan sesuai arahan Mason.
Dengan dibantu salah satu anak buah lagi Leticia digeret dengan kasar ke jurang di tepi pantai.
''Al, LEticia sudah disini ,dijalur kiri pelabuhan.dia digeret secara kasar oleh Oliver dan sekretaris walker.menuju jurang tepi pantai. sepertinya mereka akan membawa dia ke dalam laut di mana sudah ditunggui oleh Mason.'' laporan dari Ethan.
'' Biarkan saja terus pantau karna aku kwatir oliver bertindak nekat.'' jawab Alfonso lewat earphone bluutoothnya.
"mengenai wanita itu biar kan nanti aku yang urus dia.kalian nanti akan tau gimana nasib dia" sambung Alfonso lagi sambil mengepalkan tangannya.bunyi gertakan giginya menanda kan dia sudah tidak sabar lagi. tapi ini demi istrinya terpaksa dengan berat hati dia turuti perintah mereka
Leticia makin ke takutan saat pandangan matanya melihat ada tebing didepan dan dibawahnya ada laut.
'' kau mau membawa aku ke mana ?'' tanya Leticia, suaranya makin melemah.
'' tutup mulut mu, aku akan membawamu untuk bertemu dengan suami mu tersayangmu."
'' dan, bukan nya tadi aku sudah bilang aku tau.''
__ADS_1
leticia menelan kasar saliva nya, tangannya semakin mengeluarkan darah karna ikatan tali yang kencang dipergelangan tangannya.
'' ok, kalau begitu di mana dia.'' leticia yang penasaran memberanikan diri untuk bertanya lagi.dan saat ini dia melupakkan pistol yang ditodongkan dikepalanya
Mason dan salah satu anak buahnya, sedang mengawasi Alfonso dengan teropong besarnya dari kejauhan didalam laut di atas kapal.
Tiba tiba ada panggilan masuk ke nomor Alfonso dengan nada ancaman.
"Aku tau saat ini kau berada di mana. tapi, jika ingin istri tercintamu selamat tetap diam di tempat jangan bergerak. dan ini peringatan untuk seluruh anak buahmu yang berjaga di sini, aku tidak peduli seberapa pentingnya istrimu untuk mu. yang aku mau, kau kuti semua arahan dan turutin apa yang aku katakan nanti." ucap Mason.
Alfonso, bergeming, seketika ponselnya jatuh dari tangannya dan air matanya berlinang tak terbendung.
Saat mendengar ucapan pria itu dan pandangan matanya melihat sang istri sedang berjalan dengan ditodong pistol dikepalanya. dengan tidak berdaya Alfonso menatap ke arah istrinya lalu melihat ke arah Glen.
'' Glen, perintahkan pada mereka semua. untuk tetap tenang dan diam jangan bergerak atau pun menolong aku.'' lirih Alfonso dan tersungkur di dek kapal miliknya.
Glen yang mendapat perintah segera melakukan sesuai apa yang dikatakan Alfonso.
Semua anak buahnya, hanya diam ditempat dengan keadaan siaga.
''Jangan, mendorong.'' teriak Leticia.
Oliver, Antonia dan seorang lagi. mereka membawa leticia semakin dekat di tepi pantai.
''Apa kau, sudah lihat suami mu sedang menatapmu ke sini dengan teropong besarnya.'' bentak Oliver lagi.
''aku tidak percaya.'' balas Leticia.
'' kau tidak percaya suamimu seorang ma...,'' Oliver menghentikan ucapannya.
''Apapun, ucapanmu aku tidak percaya orang iblis seperti dirimu.'' Leticia kembali menjawab. saat ini dia sudah tidak takut lagi. karna dia pikir suaminya sudah mati dan tidak masalah kalau dia dan ke empat anaknya juga mati.
''apa kau ingin harta suami ku.'' tanya Leticia tanpa berpikir.
''Itu urusan kedua, tapi ini soal apa yang sudah suami mu lakukan pada orang yang sangat saya hormati.'' jawab Oliver dan terus mendorong Leticia semakin mendekat.
'' apa maksudmu.'' jawab Leticia.
'' apa kau begitu penasaran dengan kegiatan suami mu.'' tanya oliver dengan menaikkan ujung bibirnya.
'' perhatkan jalannya.'' teriak leticia. karna didepan terdapat tebing yang tinggi.
Leticia, hampir muntah.saat mereka nyaris tergelincir ke bawah tebing.
__ADS_1
Oliver mengabaikan teriakan leticia. dan terus menarik tangannya.
'' rasanya aku ingin muntah.'' gumam Leticia.
''Jangan pikir aku akan membersihkan muntahmu.'' jawab oliver yang sudah membayangkan kalau leticia muntah dan mengenai tangan dan pakaian mahalnya.
''berhenti untuk mengakali aku.kau tau tanganmu sedang di ikat dan tanganku tidak, bayangkan saja apa yang akan aku lakukan padamu.'' bentak oliver lagi.
Antonia hanya diam, sebenarnya dia juga sudah mulai merasa kasihan dengan leticia, tapi mengingat lagi leticia saat ini sudah menjadi istri sah nya Alfonso membuat Antonia menepis perasaan kasihannya.
''Apa, kau sedang menceritakan pekerjaanmu.'' tanya leticia ditengah tengah nyawanya sedang dipertaruhkan.
'tidak.'' sahut Oliver.
''Aku tadi tidak menceritakan apa apa dan tutup mulut mu.''
Leticia, mernutup mulutnya rapat rapat.oliver tidak akan mengatakan apa dan mungkin dia sedang menyusun Rencana. saat ini mereka sudah ada di pesisir pantau dekat sebuah teluk.sesuai instruksi dari Mason dimana mereka sedang diintai oleh Alfonso dan anak buahnya.
'' Ya Tuhan, aku mau dibawah ke mana lagi.'' batin Leticia. yang bingung dengan apa yang sedang dia lihat didepannya.
Yang banyak kapal bersandar tapi, didepannya ada perahu kecil dengan dua orang yang sudah siap menunggu.
'' siapa mereka ini, kalian harus kuat anak anak demi mom dan dad.'' batin Letiia mengajak anaknya ngobrol disaat keadaan sedang gencing.
Alfonso, mencoba melihat di sekitar tapi tidak menemukan Leticia lagi.
'' aku pikir ini ada yang salah.aku tau oliver tidak pernah terlambat.karna dia mantan anggota Cia yng terlatih secara khusus.'' ucap Alfonso yang mencari keberadaan leticia disekitar pesisiran pantai.
Alfonso, mulai merasakan firasat yang buruk terjadi pada istri tercintanya dan ke empat anaknya.
'' pasti ada yang salah.'' ucap Alfonso lagi, lagi lagi dia berlinang air matanya.
''Di mana dia.'' tanya Alfonso pada Glen yang sedang memegang teropongnya.
Tapi..,
Glen, menggeleng tangannya mengambil jam tangannya yang tersimpan didalam kantong celananya.
''harusnya mereka sudah tiba sejam yang lalu dan menjemput mereka disini. karna Mason akan menjemput mereka dengan perahunya.'' jawab Glen.
Leticia, yang sudah berada di pinggir pantai dipaksa naik ke atas perahu oleh dua pria.
__ADS_1