SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Aku ketiduran.


__ADS_3

" Iya, sama kakak juga.biar suprise saja." jelas Alfonso. lalu, menggigit lembut pundak Leticia.


"Aduh!" keluh Leticia sembari menjatuhkan hasil usg diatas tempat tidur.tangannya memegang perutnya.


Alfonso, dengan cepat memegang perut Leticia'' kamu, kenapa sayang? bagaimana, bayinya sudah mau keluar!" tanya Alfonso panik.


''Enggak, sayang! mereka nendangnya kencang bangat. mungkin, anak anak kita senang,karna mereka akan memiliki teman main lagi.'' jawab Leticia. menahan sakit.


Alfonso, mengusap kasar rambutnya sembari narik nafas lega.


''Haaa..,sayang! lain, kali jangan gitu nakutin orang sayang.''protes Alfonso.


Karena, selain menunggu kelahiran anak anaknya, ada ketakutan yang Alfonso simpan dalam hatinya.'' dia takut kehilangan Leticia.''


Karla, juga yang tadi begitu panik akhirnya menarik napas lega.


''Kakak, lain kali enggak boleh gitu.nakutin aja.mana enggak ada mommy lagi.'' sambung Karla.


Leticia, hanya menunjukkan deretan gigi putihnya saat mendengar kedua orang yang begitu mencintai dirinya sangat mengkwatirkan dirinya.


''Dek, kamu benaran sayang sama aku.'' tanya Leticia, dengan tatapan sendu.


''kakak, itu bicaraan apaan sich. kalau , aku enggak sayang kakak sudah lama aku culik terus aku minta kakak ipar tebus dengan Mansion ini. sayangnya, aku enggak gila harta dan enggak punya sifat dendam. kakak, mau tau aku cinta bangat sama kakak."jelas Karla.sembari memeluk tubuh Leticia. kedua perut buncit itu saling bersentuhan membuat Alfonso tersenyum.


Alfonso, hanya menggelengkan kepalanya saja saat mendengar kedua kakak beradik ini bercanda. walaupun, mereka tidak sedarah.Namun, cinta diantara Leticia dan Karla begitu tulus dari dalam hati.

__ADS_1


"Terima kasih! kalau kamu sayang sama kakak. aku, juga sangat mencintai kamu bahkan aku sudah sayang sama kamu sejak Alfonso menceritakan siapa kamu untuk aku." jawab Leticia.


"Jadi, aku tidak perlu kwatir. kalau suatu saat meninggalkan anak anakku. aku, percaya banyak orang yang sangat mencintai mereka." sambung Leticia menitikkna air matanya.


Karla, menatap ke arah Alfonso lalu menatap sang kakak." ini, ada apa?kalau lagi hamil enggak boleh bicara yang aneh aneh.'' protes Karla sembari menatap tajam Leticia.


Alfonso, hanya mengangkat kedua bahunya. saat, sedang bercerita dengan Alfonso, dan Leticia. pintu kamar diketuk oleh pelayan. Steward, meminta Pelayan memanggil Karla untuk makan karna Steward sudah selesai memasak.


''Ya, udah aku makan dulu. perutklu sudah lapar.'' sambung Karla lagi lalu berdiri dari ranjang Leticia dan berjalan ke luar menuju ruang makan dimana sudah ditunggu Steward dengan dsatu porsi besar pizza.


Leticia, menatap ke arah Alfonso. hanya, bisa menggelengkan kepalanya'' aku, pikir bayinya tidak akan kekurangan nutrisi karna ibunya pintar makan.'' ungkap Leticia dan disambung tawa oleh Alfonso.


******


Di Apartenmen, Nabila. calon ibu muda ini juga sudah cantik merias diri, Nabila yang tadi sempat sedih karna melihat status wastaapp Reno. kini lebih bersemangat wajahnya terus saja tersenyum.


''Baik, Non!" jawab Pelayan.


Nabila. segera berjalan ke arah parkir mobil dengan menggunakan lift.setelah, memastikan pelayannya. tidak akan memberitahu kepada siapapun ke mana dirinya pergi.


****


Di Apartemen, Glen. semua, teman teman sudah kumpul bahkan Reno dan walker juga sudah datang.


Reno, bahkan melupakan masalah yang saat ini dihadapi dirinya.Reno, dengan tidak ada beban terus meneguk Wine tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Kevin sejak dari awal Reno datang.

__ADS_1


''Sialan, kalau saja saya tidak mencintai Nabila, sudah habis nyawamu melayang.'' batin Kevin sembari meremas cangkir Winenya.


Glen, hanya tersenyum melihat sikap Kevin, karna dia tahu Nabila daridulu lebih memilih Reno daripada Kevin.


Setelah, hampir sejam dalam perjalanan menuju Apartemen Glen.akhirnya, Nabila tiba juga di Apartemen yang sekarang menjadi Apartemen Stefani juga.


Dengan, bersemangat dan tanpa berpikir kalau didalam Apartemen sudah banyak orang yang menunggu dirinya.termasuk Reno dan Kevin. Nabila, melangkahkan kakinya masuk ke dalam Apartemen milik Glen.


''Selamat malam.'' ucap Nabila dengan tersenyum. dan, tanpa menyadari ada pria yang sedang tertawa lepas dipojok sofa itu.


''Nah, yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga.'' sambung Glen.


''Masuk, Stefani sudah nunggu didapur.'' sambung Glen lagi.


Stefani yang mendengar suara sahabatanya cepat berjalan dari arah dapur menyambut Nabila.


''Masuk, Nab! aku pikir kamu enggak mau datang juga.'' sahut Stefani.sembari menautkan pipinya dengan pipi Nabila.


''Maaf, aku ketiduran.'' Nabila memberi alasan.


Kevin, terus menatap Nabila dari arah sofa.cangkir yang berisi winenya tetap berada ditangannya.


Reno, yang masih belum menyadari kehadiran Nabila. terus tertawa, saat mendengar Gareth bercerita. sesekali tangannya membalas chatt dari seseorang.


''Ya, sudah ayo bantu saya didapur. soalnya, karla tidak datang katanya kecapean hanya steward saja yang datang.'' ungkap Stefani panjang lebar.

__ADS_1


Nabila, akhirnya mengekor dari belakang Stefani menuju ruang dapur Stefani.


Dengan, cepat Nabila dan Stefani dan dibantu oleh seorang pelayan menghidangkan makanan diatas meja. untuk sahabat sahabatnya.


__ADS_2