
Glen bersama semuanya sudah mendapatkan acces cards masing-masing.Namun, berbeda dengan Leticia.
"Aku?" tanya Leticia menunjuk dirinya.
"Kamu? satu kamar dengan aku." Alfonso menjawab dengan santai.
"Apa? Aku dan kamu? bagaimana bisa? kita belum menikah." protes Leticia.
Alfonso tidak menghiraukan ucapan Leticia.Ia menempelkan acces cards nya didepan pintu.
"Masuk!" perintah Alfonso.
"Tidak mau!" Leticia masih berdiri didepan pintu dengan kedua tangan dilipat didepan dadanya.
"Masih tidak mau? kamu mau tidur di mana?" tanya Alfonso.
Leticia melihat disekitar nya, mencari semua teman-teman.Tapi semua sudah berada didalam kamar.Hanya pengawal Alfonso yang berjaga di sekitaran lantai dua puluh itu.
Alfonso tersenyum, Ia masih berdiri menunggu Leticia dengan tangannya menahan pintu. melihat semua tidak ada di lorong hotel Leticia bergegas masuk dengan was-was. mengikuti langkah Alfonso. Leticia yang tadinya kesal langsung terpanah ketika melihat indahnya interior kamar itu, dua buah tempt tidur besar guci-guci mewah tersusun rapi disetiap sudut kamar dengan bunga pilihan tersusun rapi didalam nya.
Alfonso duduk di sofa singel, Leticia tidak ikut duduk Ia terus melangkahkan kakinya menuju balkon.Lagi-lagi matanya disuguhi dengan indahnya kolam renang dan semua fasilitas yang terdapat di rooftoop.lampion-lampion mulai menyala yang nanti malam tiba akan terlihat lebih indah.
"Sebenarnya siapa dia?" batin Leticia.
Sedikit melirik dengan ekor matanya, menyadari wanita itu melirik dirinya Ia tersenyum.Dengan gaya khas duduknya menyilangkan kaki kiri diatas kaki kanannya, kedua tangan diletakkan diatas lengan sofa Alfonso menaikkan sudut bibirnya. Matanya enggan pergi dari pandangan indah didepannya.
Gadis bertubuh ramping itu, tidak lagi galau atau mungkin karena terpanah dengan semua yang tersedia di lantai dua puluh hingga Ia melupakan pernikahan paksa itu. Alfonso yang merasa tubuhnya gerah segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Namun, untuk waspada agar Leticia tidak kabur.Alfonso menghubungi Pengawal yang berjaga di depan agar jangan lengah.
"Awasi Nona, jangan sampai Nona kabur.karena, saya mau mandi." pesannya lewat chat.
__ADS_1
Setelah menghubungi pengawalnya Alfonso dengan santainya. Berjalan masuk ke dalam kamar mandi. dua puluh menit lamanya Ia membersihkan tubuhnya akhirnya Alfonso berjalan keluar dengan handuk putih melilit ditubuhnya. Dada bidang dan perut sixpacknya terlihat menggoda mata.Namun, tidak bagi Leticia Ia sama sekali tidak melirik ataupun tertarik.
"Mau sampai kapan berada di balkon itu? Kamu tidak ingin mandi?" ucap Alfonso dengan dingin, Pria itu sudah segar dengan menggunakan celan pendek tanpa baju bagian atas sengaja Alfonso memamerkan dada bidangnya. Namun, ketampanan nya tetap menggoda.
Alfonso masih berdiri depan kulkas Ia mengambil air mineral untuk melegakan tenggorokannya. Mendengar suara Alfonso Leticia balik menatap Alfonso.
" Kamu sudah mandi? jangan bilang ingin mandi berdua awas saja!" ancam Leticia ketus.Ia berjalan lurus menuju kamar mandi.
Alfonso sudah lebih tenang karena siang. tadi sudah minum pil penenang.Dia hanya tersenyum mendengar tuduhan Leticia dengan menggelengkan kepala nya. Tangannya kembali menutup pintu lemari pendingin Alfonso berjalan menuju ranjang, Ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang untuk meluruskan ototnya. Dengan meletakkan kedua tangan dibawah kepala sebagai pengganti bantal.Alfonso memikirkan banyak masalah yang mungkin akan Ia hadapi kedepannya terutama sakit Leticia.
Cinta? Itu belum sepenuhnya Ia rasakan. Dendam? masih tersimpan di hatinya.
Didalam kamar mandi Leticia menuangkan minyak esense dan aromaterapi ke dalam bathtup. Wanita itu mulai merendamkan dirinya didalam sana. Sedikit tersenyum dibibirnya ketika hidung nya mencium aroma wangi. Otak yang sedari kram sedikit lebih membaik.pernikahan paksa? sedikit Ia lupakan. waktu sudah menunjukkan pukul 19:00 Spanyol. tiga puluh menit sudah Ia merendam didalam sana.Teringat kalau belum minum obat dari pagi.Leticia bergegas keluar dari Bathtup dan membersihkan tubuhnya dibawah shower dengan air hangat.
Leticia segera keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kimono. Mendengar pintu kamar mandi terbuka Alfonso dengan cepat memejamkan matanya. Leticia berjalan menuju Lemari dengan cepat tangannya mengambil piyama dan kembali berjalan menuju kamar mandi.
"Bukan urusan mu,"jawab singkat Leticia.
Leticia benar Ia harua berganti dikamar mandi mengingat hubungan mereka belum resmi menjadi suami istri.Tidak baik memamerkan lekuk tubuh didepan calon suami. Bukan kah setan bisa datang dari mana saja?
"Pakai saja bajumu disini,Aku tidak akan menyentuh ataupun melihat.Karena, bagaimanapun semua itu akan menjadi milikku." ucap Alfonso dengan santainya.
"Awas saja kalau kamu macam-macam." ancam Leticia.Dengan hentakkan kaki lebih keras dilantai wanita itu kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk mengenakan piyamanya.
Alfonso hanya tersenyum, Mafia itu segera bangkit berdiri dari ranjang dan membawa ponselnya ke depan balkon karena ada panggilan dari Steward.
Alfonso berbicara dengan Steward didepan balkon sembari berdiri ditepi kolam.
Leticia kembali keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama pendek, rambutnya masih terbungkus handuk putih kecil. Melihat Alfonso tidak ada didalam kamar Ia mencari keberadaan pemilik hotel itu.
__ADS_1
"ke mana pria menyebalkan itu?" batin Cia.
Karena keadaan kamar yang mendukung Leticia segera mengambil botol putih didalam tasnya. Ia bergegas berjalan menuju kulkas mengambil air mineral. Namun, saat Ia hendak memasukkan obat kedalam mulutnya tangannya menyentuh cangkir yang terletak diatas meja hingga terjatuh dilantai.
Leticia segera menunduk untuk membersihkan pecahan beling.Ia lupa akan obat yang masih tersimpan diatas meja.Alfonso yang mendengar pecahan beling segera mengakhiri panggilan sepihak.Alfonso bergegas masuk kedalam kamar.
"Sudah biarin nanti cleaning servis yang membersihkan." ucap Alfonso. dengan cepat tangan nya meraih botol obat dan segera menyembunyikan didalam kantong celananya.
Tangan Leticia sudah berdarah karena terkena pecahan beling.Alfonso segera mengangkat tubuh Leticia.Dengan tenang Alfonso menggandeng Leticia berjalan ke arah sofa.
"Duduk disini." perintah Alfonso.
Leticia menurut Ia tidak banyak cerewet lagi akrena tangannya mulai terasa perih. Alfonso berjalan kearah lemari Ia mengambil kotak p3k. dan kembali ke sofa.
"Kenapa harus dibersihkan? bukannya Disni ada cleaning servis? lihat tanganmu berdarah.gadis cerobo, jaga diri sendiri aja nggak bisa." Alfonso mengomeli Leticia.
Leticia tidak protes Ia merintih kesakitan ketika tangannya dibersihkan dengan Alkohol.
"Argh...sakit!" rintih Leticia.
Alfonso menatap sendu gadis yang sedang Ia obatin tanganya.
" Tahan, sebentar lagi sembuh." ucapnya pelan.
(Revisi)
.
__ADS_1