
Setelah mendaratkan satu kecupan mesra dikening Leticia Alfonsopun ikut terlelap.
Alarm berbunyi hari sudah pukul lima sore waktu Spanyol.
Leticia melengguh, dan membalikkan tubuhnya, matanya membulat saat melihat Alfonso tertidur pulas disampingnya sambil memeluk tubuhnya.
"Jam berapa dia pulang. kenapa tidak membangunkan aku." gumam Leticia sambil melepas pelukan Alfonso perlahan.
Lalu...,
Leticia bangun dari ranjang dan duduk di tepi ranjang. tangannya meraih ponsel miliknya yang terletak diatas nakas. matanya semakin membulat saat melihat jam ponselnya menunjukkan pukul lima sore.
Leticia, bergegas turun dari ranjang, dan berjalan ke arah kamar mandi. Leticia mulai membersihkan diri dibawah shower. gemercik air kamar mandi, terdengar jelas dikamar.
Alfonso melengguh, dengan mata masih tetutup dan setengah sadar. tangan Alfonso meraba raba diranjang. tapi, tangan nya tidak menyentuh tubuh Leticia.
Alfonso bergegas bangun dari ranjang, menyibakkan selimutnya.melihat ke sekitar kamar, tapi tidak menemukan Leticia.
Seketika, telinganya mendengar bunyi gemercik air dari arah kamar mandi.
"Hmmm, ternyata dia lagi mandi." gumam Alfonso sambil menyapu kasar wajahnya.
Setelah beberapa menit mandi, Leticia keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang melekat di tubuhnya.
Leticia, tersenyum saat matanya menatap ke arah suaminya yang sedang menatap dirinya tak bergeming.
"kenapa diam seperti itu? ayo mandi hari sudah sore." ucap Leticia sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"kamu , membuat ku takut." ucap Alfonso dengan dinging.
Leticia mengerutkan dahinya. tidak mengerti maksud dari ucapan Alfonso.
"Hmmmm?" Leticia berdehem sambil mengenakan bajunya dan duduk di meja rias memoles wajahnya dengan sedikit make up natural. dan menggoreskan lipstik berwarna senada.
Alfonso, tersenyum.
"Ya, aku takut karna saat aku bangun kamu tidak ada disampingku." ucap Alfonso sambil berjalan mendekati Leticia.
Lalu menggendong Leticia ke dibelakangnya.
__ADS_1
Leticia kaget sekaligus bahagia. karna semakin hari, Alfonso semakin menunjukkan sisi romantisnya.
"Jangan seperti ini aku takut." ucap Leticia sambil mengeratkan tangannya dileher Alfonso.
"kenapa takut."tanya Alfonso sambil terus menggendong Leticia ke ruang tengah berjalan menuruni anak tangga satu persatu.
"Aku takut kamu berubah, aku takut tidak lagi ada moment seperti ini, aku takut nanti aku jelek kamu tidak lagi melakukan hal hal yang bahagia ini." ucap Leticia. tak terasa air matanya menetes jatuh dipunggung Alfonso.
"Jangan menangis dan berhenti memikirkan hal hal yang tidak masuk akal, harus kah aku mengulang lagi janji di depan Tuhan?" jawab Alfonso.
Para pelayan yang melihat tuan dan Nona mereka turun dari anak tangga satu persatu menundukkan kepala sambil tersenyum bahagia.
bibi Yati, yang melihat itu juga ikut tersenyum bahagia. dan tidak lupa selalu mengucapkan doa meminta anak asuh nya bahagia hingga maut yang memisahkan mereka.
Alfonso, menurunkan Leticia di sofa. dan meminta pelayan mengantarkan buah dan jus.dan seduhan tehGoreana broken black.
"Permisi, Tuan dan Nona." ucap pelayan sambil meletakkan minuman diatas meja.
Dan berjalan lagi ke arah belakang.Alfonso mengambilkan buah semangka dan memberikan ke Leticia.
"Makan buah semangka ini bagus untuk imun." ucap Alfonso.
"Aaaa..," sambil memasukkan satu potong buah ke dalam mulut Leticia.
Letica memakan buah yang diberikan Alfonso, dan menatap tajam Alfonso.
"Bisa kah aku bertanya?" tanya Leticia.
Alfonso menatap bola mata Leticia.
"tanyalah, akan aku jawab apa yang aku tau. akan aku abaikan yang tidak harus aku jawab." ucap Alfonso dengan wajah dinginnya.
"Tadi kamu ke kantor? apa kata pak Walker soal pembatalan pemotretanku?" tanya Leticia sambil memasukkan buah ke dalam mulut Alfonso.
Alfonsso, terdiam sesaat. memikirkan jawaban apa yang harus dia jawab.
__ADS_1
"Ya, aku ke kantor dan memberikan surat pembatalan kontrak. dan tidak masalah kan aku yang beri keputusan." ucap Alfonso sambil merapatkan tubuh Leticia ke tubuhnya.
"Hmmmm.akhirnya aku bisa tenang." jawab Leticia sambil tersenyum.
Alfonso yang melihat Leticia tersenyum bahagia, merasa bersalah karna sudah membohongi Leticia.
"Maafkan aku. sudah berbohong, tapi aku lakukan ini karna aku tidak ingin kamu takut dan pergi dari hidupku setelah tahu kerjaan aku yang sebenarnya." batin Alfonso.
Leticia asyik menonton drama koreanya, Alfonso melihat email yang masuk ke ponselnya.
"Aku,hampir lupa. minggu depan nanti aku dan Gareth akan ke California. hanya dua hari setelah itu aku akan segera balik kembali." ucap Alfonso sambil mengelus kepala Leticia.
Leticia yang mendengar itu, kaget dan bangun dari sofa. lalu, duduk menatap ke arah Alfonso.
"Aku gimana?" tanya Leticia dengan wajah kwatir. sambil menunjukkan ke dirinya.
"Kamu disini, ada bibi yati dan banyak lagi." ucap Alfonso dan melemparkan pandangannya dari tatapan Leticia.
"Apa itu termasuk sebuah kerjaan?" tanya Leticia sambil matanya menelik ke bola mata Alfonso.
"Iya, itu kerjaan. yang sangat penting. yang sudah lama tertunda." jawab Alfonso dengan wajah dingin.
Leticia, yang melihat perubahan sikap suaminya, akhirnya memilih diam. daripada akan terjadi perdebatan yang panjang.
"Ok, baiklah. tapi masih ada pertanyaan yang nanti akan aku tanyakan saat di kamar nanti." Ucap Leticia sambil menunduk malu.
Alfonso, tersenyum.
"Baiklah, nanti aku ingatkan kalau kamu lupa. jangan kwatir tinggal disini. kamu akan baik baik saja. aku janji setelah aku menyelesaikan pekerjaan disana kita akan jalan jalan dengan kapal selam." ucap Alfonso.
Leticia yang kalau mereka kaan menjalahi bawah laut dengan kapal selama sangat bahagia.
"Benarkah, aku tidak sabar menunggu waktu itu." jawab Leticia.
Dan...,
Waktu makan malam telah tiba. Alfonso dan Leticia berjalan ke ruang makan
__ADS_1
...----------------...