
''Iya bahkan Alfonso juga mengatakan begitu, Alicia fotokopi diriku.'' lirih Leticia.
Saat sedang bercerita, tiba tiba Stefani dan Glen datang.
''Apakabar bumil? semakin cantik aja.'' teriak Stefani saat melihat Nabila yang sedang menggendong Alicia.
''Ehh., jangan rame anak anak lagi tidur.'' jawab Nabila pelan.
''ups, sory.'' jawab Stefani menutup mulut dengan kedua tangannya.
Leticia tersenyum, '' ibu hamilnya makin cantik ya Fani.'' sambung Leticia.
''Iya, Nabila cocok dengan udara Paris.'' jawab Stefani. '' sudah berapa bulan?" sambung Stefani lagi menautkan pipinya dengan pipi Nabila.
''Jalan 7 bulan,'' jawab Nabila menatap Kevin. '' anakku pintar makan enggak rewel, apalagi minta manjat pohon kelapa,'' sindir Kevin pada Glen.
Semua tertawa dengan ucapan Kevin. '' ahh, pasti Gareth yang cerita, dasar mulut remes!" umpat Glen.
Stefani tertawa, mengingat kejadin dirinya ngidam dan meminta Glen harus manjat pohon kelapa.
''Dan kamu jatuh ya sayang,'' sambung Stefani sembari tertawa.
__ADS_1
Alfonso hanya menggelengkan kepalanya mendengar cerita Stefani ngidam. Hari ini di mansion sangat rame dengan suara cempreng 3 wanita calon ibu dan satu ibu baru. mereka bercerita tentang kisah kehamilan mereka, sedangkan Felisia sebagai penyimak. dan kelompok lelaki mereka berpamitan pergi ke markas membahas masalah dari paris.
Alfonso berdiri dan berjalan ke kamar untuk mengambil pistolnya. Mereka akan ke markas membahas soal Bella. lalu Alfonso keluar dari kamar dan berjalan ke arah sofa di mana bayi bayinya sedang di gendong oleh Stefani, Karla, Nabila dan Felisia.
''Daddy berangkat dulu ya, nanti kalau kerjaan daddy selesai daddy segera pulang.'' pamit Alfonso pada anak anaknya satu persatu, sembari mengecup kening mereka.
Setelah berpamitan pada anak anak nya, Alfonso juga mencium kening Leticia. '' aku keluar bentar ya sayang,'' pamit Alfonso.
''Hati hati,'' jawab Leticia sembari tersenyum. tangannya meraih tangan Alfonso dan menatap dengan dalam. ''cepat pulang,'' sambung Leticia lagi.
Sebenarnya Leticia bukan tidak mengijinkan Alfonso keluar bersama teman temannya. Hanya Leticia kwatir kalau sudah pergi ke markas pasti yang dibahas soal bunuh membunuh.
''Iya sayang setelah selesai bahas masalah kemarin kami segera pulang.'' jawab Alfonso sembari mencium ujung kepala Leticia.
''Cia, titip Nabila.'' ucap Kevin.
Leticia yang paham dengan maksud Kevin mengangkat kedua jempolnya ke atas. "kamu tenang aja, Nabila aman kalau bersama saya.'' jawab Leticia sembari menatap wajah Nabila.
''Terima kasih ya Cia.'' jawab Kevin.
''Sama sama,'' jawab Leticia.
__ADS_1
Selesai berpamitan Alfonso dan teman temannya juga Mason, berjalan keluar Mansion untuk masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh Bale.
Semua masuk ke dalam mobil, Alfonso duduk di depan sisi kiri, Glen yang menyetir. Steward dan lainnya duduk dikursi tengah dan belakang selesai memasang sabuk pengaman. Glen mulai menginjak pedal gas melaju dengan kecepatan tinggi menuju Markas.
*****
Leticia.
Tuhan hari ini aku engkau kumpulkan bersama teman temanku juga ibu dan adikku.
Aku, takut dengan moment itu tidak bertahan lama dalam ingatanku.
''Anak anakku. lihat betapa banyak orang yang mencintai kalian. mommy percaya mereka tulus menjaga kalian berempat.''
Aku berpikir seperti ini karena akhir akhir ini sakitku sering kambuh apalagi tadi pagi emosiku sempat tidak terkontrol. aku tiba tiba merasa cemburu dengan putri kecilku Alisha yang sangat dekat dengan suamiku.
Aku juga tahu Alfonso akhir akhir ini selalu rutin memberiku obat dan selalu mengecek makananku sesuai diet yanng dianjurkan seorang lupus. aku juga sudah rutin diberi jus dan buah oleh Alfonso lagi.
Kemarin aku sempat dengar Alfonso berbicara begitu keras melalui sambungan telpon. aku tidak dengar begitu jelas tetapi aku tahu dia sedang meminta seseorang untuk mencari dokter lain.
Alfonso juga lebih banyak murung di kala dia sendiri. seperti tadi pagi saat dia menjemur anak anak Alfonso begitu murung.
__ADS_1
Aku jadi penasaran dengan percakapannya dengan dokter Cathlyn waktu di rumah sakit. Karena, setelah berbicara dengan dokter Cathlyn Alfonso semakin posesif dengan saya. dan semua makan dan minuman yang akan saya komsumsi di cek lebih dulu oleh Alfonso.