
Setelah memakai gaun yang diberikan Gareth Karla tersenyum. melihat ke arah langit langit ruangan tak terasa air matanya menetes.dengan cepat Karla menyeka air matanya.
Move on...,
Satu kata yang sulit dijalankan.
" Tapi apa iya? aku bisa selamat dan keluar dari tempat terkutuk ini?tapi melihat seharian ,mereka tidak menyiksa aku. dan kenapa berbaik hati membelikan baju? padahalkan mereka senang melihat aku bugil? apa itu pertanda aku bisa selamat? Ahh..., jangan berharap lebih Kar." gumam Karla.
harapan!
Gareth yang sejak tadi melihat tingkah Karla lewat pantauan cctv, bibirnya menyinggung terukir senyum di sudut bibirnya.
"Setidaknya dia masih ada harga diri. mengorbankan dia bukan hal yang benar." batin Gareth.
Sebenarnya Gareth tidak tega melihat Karla dibunuh. Karna , sejak awal rencana mereka memang hanya menjadikan Karla sebagai tameng saja. dan mereka tahu kalo Karla putri satu-satunya dari Sergio. jadi kalo Karla di sekap, pasti Sergio akan datang. dan itu yang diharapkan Alfonso.
Sejak Karla ditahan, Gareth sama sekali tidak pernah menyakiti Karla. siksaan Karla hanya balas dendam Alfonso untuk menyiksa perasaan Sergio sebelum tewas.
Karla yang sudah terlihat cantik kembali duduk di kursi. dagunya di taruh di atas tangan kirinya. Karla memikirkan bagaiman caranya dia bisa selamat.
Matanya melihat ke arah Blake. "Ih, nasib baik masih berpihak ke aku. ng kebayang kalo aku juga disuntik virus pasti sekarang aku juga lagi seperti paman itu." karla bergidik ngeri.
Tapi ingatannya membawa dirinya, saat dipaksa melayani Blake. membuat Karla murka.dan tersenyum sinis, puas melihat keadaan Blake yang sekarang.
......................
Alfonso yang terus memainkan ponselnya. terlihat sangat kesal, karna sejak tadi tidak bisa menghubungi Walker. entah Walker sibuk atau sengaja mengabaikan panggilannya .tentunya saat ini Alfonso dalam mode kesal.
"Shiff.., kemana dia . sudah 4 kali aku hubungi sama sekali tidak menjawab."gerutu Alfonso.
Ste yang melihat Alfonso yang sangat kesal memberani kan diri dan bertanya.
"Kamu kenapa Al? sejak tadi aku perhatikan, wajah kamu tekuk mulu. kelihatan sekali lagi sedang kesal dengan seseorang?" tanya Steward,
" Walker, sangat menyebalkan. sudah 4 kali aku menghubungi dia. tapi, panggilanku diabaikan." jawab Alfonso. yang sangat kesal.
" Sebentar apa katamu? kamu hubungi Walker .dan sudah 4 kali panggilan tapi diabaikan?"tanya Ste lagi.
" hemmm." jawab singkat Alfonso.
" Sekarang jam berapa? dan kamu tau perbedaan jam disini dan disana berapa jam?"tanya Ste.menaik turunkan alis.
Plaaakkk...,
menepuk jidatnya,
Alfonso baru menyadari kalo disana sudah tengah malam. dan dia tau Walker pasti sudah tidur pulas. karna Walker bukan pria yang suka begadang.
Steward yang melihat Alfonso menyadari kesalahan nya.hanya tersenyum sinis dan menggeleng.
"Makanya, Al. sebelum menuduh coba memahami situasi . jangan dengan tuduhan yang kita buat menimbulkan salah paham diantara kita dan orang yang tertuduh." ucap ste. sambil menepuk lembut bahu Alfonso.
Alfonso, yang mendengar kata bijak keluar dari mulut Steward. hanya tersenyum dan menggeleng heran.
"Tumben, kamu bijak."sindir Alfonso.
"Jangan salah, karna aku seorang Mafia.trus tidak bisa bijak.aku juga dulu pernah menjadi orang baik."jawab Ste.
"Tapi tidak dengan pembaca bro." jawab Alfonso.
__ADS_1
"Itu salah penulis kenapa selalu memojokan seorang mafia." jawab Andre.
"Hahahaha..., mereka tertawa bersama.
Alfonso kembali menyimpan Ponselnya ke dalam kantong celana.tanganya ditaruh didagu jarinya di gerakkan di dagu. Alfonso sedang memikirkan sesuatu.
Gareth, yang melihat minuman di meja sudah habis. kembali menggeser kurisnya dan pergi mengambil minuman lagi.
Dituangnya minuman di cangkir Alfonso, dan kedua temannya lagi.
"Al, kita kapan kembali ke Spanyol. karna kita sudah mau sebulan kurang dua hari kita berada disini. " tanya Andre.
Alfonso tidak mendengarnya Karna Alfonso sedang memikirkan hal yang sangat jauh.
Plaakkk...,
"Al, kamu dengar ng? aku sedang berbicara kamu malah ngelamun." ucap Andre.
"Apa? bicara saja aku pasti dengar, kami tadi bilangkan kapan kita pulang.dan kita sudah hampir 1 bulan kurang 2 hari disini." ucapan polos itu keluar begitu saja dari mulut Alfonso tanpa merasa bersalah.
"Makanya aku menelpon Walker kita pulang ke Spanyol apa kita ke New york dulu."jelas Alfonso lagi.
"Kenapa Kita Ke New york lagi, bukannya pemotreran itu di tunda Karna mengingat kondisi Leticia masih gampang lelah?" jawab Gareth.
"Dia hamil? jadi lelah bukannya dia sama sekali belum ada kekasih? kenapa gampang lelah?" Alfonso menggeser kursinya mendekat ke arah Gareth. wajahnya dimajukan pas didepan wajah Gareth.
"Ih, Al. kamu apa-apaan sich? kenapa kamu jadi penasaran seperti itu?"ucap Gareth dan mendorong wajah Alfonso sedikit menjauh dari nya.
Karna, Alfonso mendapat info dari Ethan. berbeda dengan apa yang barusan dikatakan Gareth.makanya Alfonso begitu penasaran.
Memang selama ini Alfonso meminta Ethan mengawasi Leticia. bahkan, dirumah sakit Ethan sempat tanya ke dokter yang sering didatangi Leticia. dan sang dokter tidak mengatakan dengan alasan Rahasia rekam medis hanya pasien dan dokter yang bisa mengetahuinya.
"Tidak, aku tidak mencintai dia. tapi aku akan menyakiti dia."ucap Alfonso.dengan tatapan dinginnya.
"Apaaaa?"jawab serentak semua temannya.
"Ya, akan aku bawa dia ke kehidupanku dan menyakiti dia dengan cinta." jawab Alfonso tegas.
"Kenapa? kamu membawa orang yang tidak pernah mengerti tentang masalahmu?" ucap Gareth.
"Kamu lupa siapa ayahnya?" Alfonso menatap tajam Gareth.
Gareth yang mendapat tatapan tajam dari Alfonso sedikit menggeser badannya ke belakang.
"Ya, tapi jangan sampe menyiksa seperti Karla.misi kita hanya membalaskan dendam orang tuamu . dan setelah itu, kita hanya menjalankan bisnis kita.dan akan kita bunuh kecuali orang yang menghalangi bisnis kita."Gareth menjelaskan.
"Aku tau , makanya aku tidak pernah membunuh Karla. hanya menyiksa didepan mata ayahnya. lihat setelah ayah nya meninggal aku tidak menghukum Karla lagi. karna aku tau dia tidak bersalah."jawab Alfonso tegas.
"Sedangkan Blake aku harus membunuhnya. tapi aku masih menyiksa nya sebulan lagi biarkan dia merasakan sakitnya virus itu.karna dia Ayahku di hentikan secara tidak terhormat."membicarakan tentang ayahnya Alfonso mengepalkan tangannya. matanya mengarah ke cctv melihat Blake.
******
Walker. yang bangun dari tidurny.mengambil ponsel yang terletak diatas nakas dekat ranjangnya.
"Al, menelpon. jam 2 malam? ada perlu penting apa?" gumam Walker.
Walker mengusap Layar ponselnya, kembali menghubungi Alfonso.
Drthhh...,
__ADS_1
Drthhh...,
Alfonso yang baru selesai mandi.karna baru pulang dari Markas. hanya menggunakan handuk yang terlilit dipinggangnya. berjalan ke kamar mendengar suara ponsel.
Mempercepat langkahnya menuju ke nakas. mengambil ponsel miliknya, mengusap layar ponselnya tertera nama Walker. Alfonso tersenyum.
"Hallo..., Walker." ucap Alfonso.
"Al, kenapa menghubungi aku jam 2 malam? ada yang penting." jawab Walker.penasaran.
" Oh, itu aku yang keliru. aku lupa kalau jam disini sama dan Spanyol berbeda 9 jam." ucap Alfonso dengan tidak bersalahnya. sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh..., trus ada apa? tanya Walker yang penasaran. karna Alfonso tidak akan menghubungi dirinya kalo tidak ada yang penting sekali.
" iya aku mau tanya jadwal pemotretan di New york kapan? " Tanya Alfonso.
"Masih ditunda Al, karna kondisi leticia yang gampang lelah."jawab Walker dan sedikit tidak bersemangat.
"Kenapa,tidak sebaiknya modelnya di ganti saja. toh, masih banyak kan yang lebih cantik dan lebih profesional kan? orang hamil ko dipertahankan." ucap Alfonso dengan nada sedikit Kecewa.
Entah kecewa karna , mendengar Leticia hamil menurut dugaan Alfonso. atau kecewa karna keinginannya bertemu leticia di New york tertunda. dia rasa yang sulit dibedakan oleh Pria berhati dingin.
"Kata siapa leticia hamil? kamu jangan sembarangan menuduh Al. setahu aku Leticia belum memiliki pacar. terus hamilnya gimana?pria hobi nyebarin gosip." jawab Walker dengan nada sedikit kesal.
"Terus kenapa lelah?" jawab Alfonso yang tidak mau dipersalahkan.
"Mungkin dia sakit. dan kamu sendiri bilang kalo Ethan mengikuti leticia ke Rumah sakit dan bertemu dokter special penyakit dalam. mungkin dia memderita salah satu penyakit dalam." jelas Walker.
Alfonso sengaja membuat ponselnya mode Loudspeaker , karna sedang menggunakan Boxer.
"Maaf , karna aku bingung dengan sakitnya yang dia sendiri tidak pernah jujur. Wal, bisa kah kamu memberi aku nomor ponselnya?" tanya Alfonso ragu ragu.
Sambil menjemurkan handuknya diatas sofa panjang yang terletak didalam kamar miliknya.
"Baik akan aku kirim. tapi ingat bersikap sopanlah pada Wanita."Walker memperingati Alfonso.
Karna dia tahu benar karakter Alfonso yang sering berubah- ubah moodnya.
"Aku mengerti. sekarang apa boleh panggilannya di akhiri. Karna aku sudah sangat lelah. aku butuh istirahat." ucap Alfonso sambil merebahkan badannya diatas ranjang.
" Ya sudah. dan aku harapa kamu cepat kembali. berusahalah belajar tentang kerja diperusahan. mau sampai kapan kamu bergelut di dunia gelap itu."ucap Walker sebelum mengakhir panggilannya.
" Bersabarlah sebentar lagi. akan ada waktu." jawab Alfonso. yang sedikit ragu dengan keyakinan dirinya saat ini.
klikk..
Panggilan di akhiri.
Alfonso bangum dari ranjang berjalan ke arah nakas membuka laci nakas dan mengambil obat penenangnya untuk diminum.
Alfonso memang masih menggunakan itu tapi itu hanya disaat dirinya sulit tidur dan mengatasi masalah yang berat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukunganya.berikan like dan tinggalkan jejak komen.
Oya dari kemarin aku sudah bilang kan kalo akan ada gc. uda aku ajukan tapi belum di bikin pihak NT, kalo bulaan ini leveknya naik.aku akan mengadakan give away.tidak seberapa tapi pasti akan aku adakan.karna itu rasa terima kasihku.hanya saja pihak NT lambat sekali membuat GC nya.
Terima kasih🙏
__ADS_1