
Tangannya, terus mengoles cream diperut Leticia. Alfonso, teringat pesan dari steward. kalau Steward dan Karla akan ke Spanyol.
''Sayang, kamu masih ingat Karla?anak dari mommy Felisia dan Sergio.'' ucap Alfonso, dengan sangat hati hati. tangannya terus mengoles cream diperut sang istri dan berpindah ke arah pinggang Leticia.
Alfonso, berpikir lebih baik beritahu terlebih dahulu agar nanti Leticia tidak kaget melihat Karla.
'' Iya, sayang aku masih ingat ada apa?'' jawab Leticia, yang penasaran. kemudian membalikkan badannya melihat ke arah sang suami yang sedang berada dibelakangnya.
''Mereka, sementara dalam perjalanan menuju ke Spanyol. Karla ingin memperkenalkan Steward ke mommy. karna, mereka ingin meresmikan pernikahan mereka.'' jelas Alfonso. tangannya meraih tangan Leticia sambil menatap dalam bola mata indah sang istri.
'' itu lebih bagus, biar aku dan Karla segera bertemu.sebelum wajahku terlihat sudah tidak lagi cantik. setidaknya aku tidak minder melihat wajah cantiknya.'' jawab Leticia, sambil tersenyum.
Leticia, memang sejak dulu ingin bertemu Karla.tapi, karna dirinya yang tengah hamil dan benar benar harus dijaga. jadi, mereka mengurungkan niatnya untuk ke California. Leticia, ingin meminta maaf ke Karla, atas perbuatan sang suami. yang menurut Leticia tidak wajar. Leticia, mengerti akan perasaan Alfoso tapi mengingat Karla diperlakukan seperti wanita pela..,cur. membuat, hati Leticia sangat sedih, bukan karna Karla adik sambungnya. tapi, karna mereka sama sama seorang wanita.
''Syukurlah, kalau kamu tidak keberatan. dengan pertemuan ini. nanti, kalau mereka tiba kita akan mengunjungi mereka dirumah mommy.''jelas Alfonso lagi dan diangguki Leticia.
''kamu pasti lelah, berbaringlah aku akan memijit kakimu.'' sahut Alfonso lagi.sejak perut Leticia makin besar sebelum tidur Alfonso, selalu memijit kaki Leticia dan membacakan buku cerita untuk anak anaknya.
Karna, tubuhnya yang sudah sangat Lelah. Leticiapun menurut berbaring diranjang kemudian membiarkn kakinya dipijit sang suami.
'' Berapa lama perjalanan California ke Spanyol?'' tanya Leticia sambil menikmati pijitan sang suami.
'' Sembilan jam. mereka menggunakan pesawat kita yang di California.''jelas Alfonso.tangannya terus memijit betis sang istri.
''Pesawat kita? seberapa kaya dirimu." tanya Leticia.
'' hmmm...,aku tidak tau. yang aku tau aku kaya bukan karna harta tapi karna memiliki kamu dan anak anak kita.'' jawab Alfonso sambil tersenyum.
"Sebelum, aku benar benar tidak bisa jalan aku ingin melihat berapa banyak harta kekayaanmu. aku, ingin menghabiskan separuhnya, aku ingin berkeliling dunia, terutama di Hawai dimana pulau pribadimu yang kamu beli. aku ingin ke Indonesia terutama ke Bali dan pulau komodo." ucap Leticia dengan suara menggoda.
"Sekalian, hartaku dihabiskan oleh kamu aku tidak mempermasalahkan sayang. karna, yang aku mau anak anak dan kamu selalu bahagia dan sehat. jangankan ke Bali setiap hari kita diudarapun aku mau. asal kamu sehat sayang." jawab Alfonso. matanya menatap sang istri.
Masih ada harapan, dihatinya yang terdalam. memohon pada sang kuasa, semoga sang istri sembuh dari penyakitnya, agar mereka bersama sama melihat anak anak mereka tumbuh hingga dewasa. tanpa sadar air mata Alfonso menetes membasahi pipinya.
Leticia, tertawa lepas melihat sang suami menangis. menutupi rasa sedih yang teramat sakit dihatinya.
"Aku, pergipun jiwaku selalu bersama kamu dan anak anak. aku, akan terus memantau kamu dari surga.melihat bagaimana kamu merawat buah cinta kita, dan memastikan apakah kamu benar benar menepati janjimu." jawab Leticia sambil terus tersenyum.
__ADS_1
Alfonso, terisak tangannya berhenti memijit kaki sang istri.matanya menatap dalam Leticia.
"Hentikan omong kosong ini, kalau tidak ingin aku gila." ucap Alfonso dengan tegas. kemudian berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.meninggalkan Leticia seorang diri yang sedang berbaring ditempat tidur.
Alfonso, menangis didalam kamar mandi. tangannya menopang kepalanya air matanya tak henti mengalir.
"Aku, tidak mau kehilangan kamu. aku mohon teruslah bersamaku. kita menua bersama sayang.kamu, tau karna cintaku aku menepis egoku, aku melupakan semua misiku itu hanya karna kamu."gumam Alfonso. tangannya melepaskan satu pukulan di dinding kamar mandi.
Alfonso, menyederkan tubuhnya di dinding kamar mandi tangannya mengusap kasar wajahnya.ia, tidak bisa bayangkan kalau ia hidup tanpa Leticia disisinya.
Leticia, mengelus perutnya dan menitikkan air matanya. ia, menyesal telah membuat sang suami sedih dengan ucapan bodohnya.
'' Maafin, mommy ya anak anakku. karna, telah menyakiti hati daddy kalian. mommy hanya ingin Daddy kalian bisa menerima sakit yang mommy derita.'' ucap Leticia menitikan air matanya.
*******
Di California. saat ini sudah pukul empat pagi.
Steward, dan Karla sudah bersiap siap untuk berangkat ke Spanyol.
'' Sayang, sebaiknya minum obat dulu.'' ucap Steward.tangannya menyentuh perut Karla yang sudah memasuki dua bulan.
'' Iya, baru saja selesai minum.'' jawab Karla.
Hanya saja, selama hamil porsi makan Karla lebih banyak. dan Karla terus saja makan. yang membuat Steward kadang tersenyum sendiri melihat sang istri yang dulu, selalu menjaga pola makan sekarang tanpa memikirkan pola dan porsi makan.
"Semua ini dibawa?" tanya Steward. yang melihat banyaknya roti dan buah yang sudah di sediakan di kotak buah dan kotak makanan.semuanya di simpan didalam paper box
"Hmmm..., perjalanan kita sangat jauh. dan lama perjalanan 9 jam dalam pesawat. kalau, aku enggak bawa aku bisa mati kelaparan." jawab Karla ketus. sambil mencebikkan bibirnya.
'' Iya, kenapa cemberut? aku tidak melarang. hanya bertanya.'' jawab Steward sambil mendaratkan satu kecupan dikening Karla.
'' Sama saja.'' jawab Karla sambil memasang wajah cemberut.
Saat sedang menggoda sang istri. dua pria berbadan kekar datang.
''Maaf tuan. mobilnya sudah siap untuk berangkat ke Airport.'' ucap anak buah steward.
''Oke, tolong bawakan semua ini ke mobil. paper boxnya, letakkan dikursi tengah saja itu camilan Nona.'' jawab Steward.
__ADS_1
'' Baik tuan.'' jawab anak buahnya. dan bergegas membawa koper dan paper box ke dalam mobil.
Steward menggandeng tangan Karla mereka segera masuk ke dalam mobil.
Karla terus tersenyum, membayangkan bagaimana reaksi sang mommy pertama kali bertemu dirinya.dengan menyenderkan kepalanya dilengan sang suami Karla terus tersenyum. sengaja tidak menghubungi sang mommy. karna, Karla dan sang suami ingin membuat kejutan untuk mommy Felisia.
Mobilpun tiba di Airport. dengan digandeng oleh Steward, Karla berjalan masuk ke dalam Airport menuju pesawat.
Karla, dan Steward naik ke dalam pesawat. Steward membantu Karla untuk berbaring saja diranjang yang disediakan didalam jet pribadi.
(pict dari google.)
"Kamu, berbaring saja. biar tidak cape. aku disampingmu." ucap Steward, mendaratkan satu kecupan dikening sang istri.
Karla, tersenyum menatap sang suami.
"Terima kasih sayang." jawab Karla. tangannya meraih tangan Steward lalu menatap bola mata kecoklatan sang suami.
"Sama sama.ayo, tidur lagi ini masih pukul empat pagi.'' sahut Steward.
Karla, dan Steward sengaja berangkat pagi agar tiba di Spanyol masih sore hari.
Karla, yang tidak bisa memejamkan matanya terus membolak balikkan tubuhnya.karna, ingin cepat bertemu Felisia. melepas rasa kangen yang sudah lama ia tahan untuk sang mommy dan adiknya Willy.
Karla, ingin bercerita banyak kisah bahagia bersama sang suami. dan, Karlapun sudah berjanji tidak akan pernah bercerita kisah yang menyakitkan dimana ia menyaksikan kematian sang daddy.
Karlapun, sudah memiliki alasan kenapa ia melakukan operasi plastik. dan, Karla tidak akan membawa nama Alfonso atau teman temannya soal wajahnya yang berubah.
''Sedang mikirkan apa? ingat kamu lagi hamil. berpikir yang baik baik saja, jangan, sampai anak kita ikut merasakan perasaannmu yang sedang gelisah.'' ucap Steward. menyadarkan Karla dari lamunannya. lalu, membaringkan tubuhnya disamping sang istri. dengan lembut tangannya memeluk Karla kedalam dada bidangnya.
'' Aku, tau gejolak yang ada dihatimu. sudah, aku bilang lupakan semua masalalu yang buruk. ingat saja masa masa bahagia kita. dan, menatap ke depan kita bangun rumah tangga kita dengan semua yang baik dan yang indah saja.'' jelas Steward tangannya mengelus rambut sang istri.
Steward sadar, tidak mudah menjadi Karla. dimana, dia pernah dianggap wanita malam oleh dirinya dan keempat temannya. dan, mereka juga akan bertemu Garet dan yang lainnya. dimana mereka juga pernah memperlakukan Karla dengan buruk.
'' Aku, sudah berjanji akan selalu berada disisimu.'' sambung Steward lagi. mendaratkan satu kecupan dikening Karla.
Karla hanya mengangguk.
__ADS_1
"Terima kasih. untuk ketulusan dan kebesaran hatimu.'' jawab Karla yang membuat Steward berdengus kesal.
'' Stop! bicara seperti itu, kamu istriku dan ibu dari anak anakku.jadi, wajar aku tulus mencintaimu.'' jawab Steward tegas. yang tidak ingin mendengar lagi sang istri terus berbicara masalalu yang pahit itu.