SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
aku mafia


__ADS_3

Alfonso, yang baru menyadari.kalau lantai kamar mandi licin, segera berlari kecil menyusul leticia ke kamar mandi.


'' Sayang, kamu baik baik saja.'' tanya Alfonso, dan menerobos masuk ke dalam kamar mandi.


Leticia, kaget mendengar suara Alfonso yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi. dan membalikkan badannya menatap kearah Alfonso.


'' kamu kenapa? tiba-tiba masuk kagetin tau." jawab Leticia dengan kesal . dan mulutnya yang penuh busa pepsodent.


Alfonso, yang menyadari sikapnya sudah kelewatan. hanya menunjukkan deretan gigi putihnya. dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


'' Maaf, aku khawatir kalau lantai kamar mandinya licin. Aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa dengan kamu dan anak-anak kita.'' seroloh Alfonso.


Leticia, yang mendengar alasan Alfonso hanya menggelengkan kepalanya.'kamu terlalu over protektif sayang.''


'' Aku, hanya tidak ingin hal kemarin terulang lagi. itu karena kelalaian aku.'' jawab Alfonso polos.


Leticia, yang mendengar jawaban Alfonsso hanya tersenyum. dan membersihkan mulutnya kemudian mengambil handuk kecil untuk mengelap mulutnya.


lalu...,


Dengan, digandeng Alfonso mereka berjalan keluar menuju kamar lagi. kemudian Leticia dan Alfonso duduk disofa.


'' Ayo, sarapan jam sarapannya udah lewat. kamu, harus minum obat tepat waktu.enggak boleh telat jam minum obatnya. nanti setelah ini kita mau ke supermarket beli susu hamil Kemarin lupa enggak beli susu hamil.'' ucap Alfonso yang cerewetnya mengalahkan emak emak berdaster.


kemudian..,


Alfonso, dengan telaten mengambil potongan pizza demi potongan pizza dan menyuapkan ke mulut Leticia.


''hmmm..., enak banget. telnyata daddy pintal macak ya.'' sahut Leticia sambil menatap Alfonso dengan penuh mesra.


Alfonso, hanya tersenyum sambil mencoel hidung Leticia. Leticia menyenderkan kepalanya di dada Alfonso sambil tersenyum.


'' Terima kasih sayang untuk cintamu untuk semuanya. terus seperti ini selamanya. hingga maut yang memisahkan kita. terus berada disampingku Disaat aku sakit dan sehat. Aku hanya bisa mengucapkan i love you dan terima kasih.'' ungkap Leticia dari hati yang terdalam membuat Alfonso begitu terharu mata Alfonso berkaca-kaca menatap Leticia begitu dalam.


Sambil terus menyuapi Leticia'' dengerin perkataanku kalaupun maut memisahkan kita Akulah Yang nanti aku yang terlebih dahulu pergi. karena aku takut aku tidak sanggup menjalani hidup tanpa kamu.'' suara Alfonso bergetar seolah ingin berteriak Tuhan kalau bisa sembuhkan istriku Aku ingin hidup lebih lama dengan dirinya dan anak-anakku.


tapi, Inilah Takdir Alfonso hanya bisa berdoa dan berusaha semoga ada keajaiban dalam rumah tangga dia. Alfonso hanya ingin membesarkan keempat anaknya bersama dengan Leticia hingga mereka sama-sama menua dan mengantar anak-anak mereka bersama pasangan mereka masing-masing.

__ADS_1


Leticia menatap dalam Alfonso yang yang sejak tadi mengelamun.


'' Kenapa, diam begitu lama? Apa ada yang dipikirkan. jangan menyimpannya sendiri dalam hati berbagilah denganku bukankah kita sudah bersama berjanji akan saling berbagi dalam suka dan duka?" pinta Leticia. tangannya meraih pipi Alfonso.


Alfonso tersadar dari lamunannya.


" enggak sayang, Ayo habisin makan tuh kita mau ke supermarket beli susu." sahut Alfonso dengan cepat menyuapi Leticia.


Leticia, yang sudah kenyang menolak suapan Alfonso. dengan menggelengkan kepalanya.


'' sudah, aku udah kenyang, sejak tadi, aku perhatikan kamu belum makan. Ayo kamu juga makan katanya mau ke supermarket." sahut Leticia.


Alfonso pun mengambil pizza lalu menyuapkannya ke mulutnya. setelah selesai sarapan. Alfonso berdiri ke arah lemari mengambil obat untuk Leticia.


'' minum obat dulu, setelah itu istirahat sebentar kamu mandi siap-siap kita ke supermarket beli susu oke.'' Leticia mendengar perkataan Alfonso begitu lembut hanya tersenyum.


'' Sepertinya saya sudah ada dokter pribadi. jadi tidak perlu lagi mencari Dokter wanita untuk saya.'' goda Leticia.


'' tidak, masalah kalau saya seorang dokter. Sayangnya, saya bukan seorang dokter tapi saya seorang mafia.'' jawab Alfonso dengan candaan.


" Sayang kalau aku psikopat, aku akan mengurung kamu 24 jam hanya bersamaku di kamar saja.'' sahut Alfonso. dan berjalan menyusuri Leticia ke kamar mandi.


pintu kamar mandi dibuka, dan alfonsopun ikut masuk


'' Ayo aku yang mandiin aja biar cepat.'' ucap Alfonso.


Leticia, menolak.


'' nggak nggak mau aku bukan pasien. aku bisa mandi sendiri sayang.'' tolak Leticia.


karena Leticia, yang menolak Alfonso untuk memandikan dirinya. akhirnya Alfonso keluar dari kamar mandi dan kembali ke kamar.


Setelah, beberapa menit mandi Leticiapun keluar dari kamar mandi. dengan menggunakan handuk kimono. dan, berjalan menuju ke kamar.


Allfonso, yang melihat Leticia masuk ke kamar.hanya menggunakan handuk kimono .


'' kamu membangunkannya sayang.'' goda Alfonso. sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Leticia, yang mendengar godaan suaminya hanya menggelengkan kepalanya.


tangannya membuka pintu lemari kemudian mengambil baju untuk dirinya dan Alfonso.


''udah ayo bajuan katanya mau ke supermarket sore nanti ada acara masih aja fokus ke ponsel.'' Panggil Leticia yang melihat ke arah Alfonso yang masih sibuk dengan ponselnya.


Alfonso,meletakkan ponselnya di atas meja. kemudian mengenakan bajunya. Leticia hanya melirik ke tubuh Alfonso lewat cermin meja rias. wajahnya merona. walaupun leticia tiap hari melihat tubuh polos Alfonso tetap aja selalu tergoda.


dengan tubuh sixpack suaminya.


Leticia,.mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. dan mulai memoleskan wajah nya dengan make up sedikit menggoreskan lipstik di bibir nya dengan dengan rambutnya yang terurai dan mengenakan dress putih tanpa lengan.


Mereka,pun berjalan keluar kamar menuju pintu depan Mansion untuk berangkat ke supermarket membeli susu.


Mobil, sudah disiapkan Bale di depanmu Mansion. Alfonso segera membukakan pintu mobil untuk Leticia. kemudian Leticia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi depan.


setelah menutup pintu mobil, Alfonso berjalan ke samping dan masuk ke dalam mobil duduk di bagian mengemudi. setelah memastikan sabuk pengaman terpasang dengan benar Alfonso menurunkan jok kursi agar Leticia lebih nyaman duduknya.


'' bersandarlah, biar kamu enggak kecapean. perjalanan mungkin hanya 20 menit tiba .biar kamu jangan kecapean karena bahaya buat kandungan.'' ucap Alfonso.


''hmmm...,'' jawab Leticia.


Alfonso, mulai menginjak pedal gas mobil dan melaju menuju supermarket. setelah, hampir 20 menit Mereka pun tiba di supermarket dengan pelan Alfonso membelokkan mobilnya masuk ke area parkir supermarket.


Setelah, Mobilnya di parkirkan. Alfonso, segera turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu Leticia dan membukakan pintu untuk Leticia. Leticia yang melihat pintunya sudah dibukakan Alfonso segera keluar dari mobil.


Dengan, bergandengan tangan Alfonso dan Leticia berjalan masuk kedalam supermarket. dan berjalan ke lorong bagian susu ibu hamil.


'' Sayang, sebaiknya Susunya jangan coklat. pilih yang rasa vanila aja nggak baik Kalau coklat." Alfonso membisikan ditelinga Leticia.


Leticia, menganggu karena memang coklat gak bagus buat ibu hamil penderita Lupus. setelah berjalan mencari-cari merk susu yang bagus untuk ibu hamil Leticia pun memilih Salah satu merek terbaik susu ibu hamil.


'' yang ini aja." ucap-ucap Leticia sambil menunjukkan susu yang dimaksud.


Alfonso pun mengambil beberapa dus susu dan memasukkan di keranjang belanja.


'' Sekalian belanja buah sayang. stok buah, tinggal sedikit di kulkas.'' sambung Alfonso. dengan mendorong troli belanjaan. mengikuti Leticia dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2