
Glen, yang mendengar ucapan Kevin yang akan mencari Reno dilobby melirik ke arah Gareth yang sedang duduk agar cepat menyusul Kevin.
Kevin, dan Nabila yang segera masuk ke dalam lift. Nabila, hanya diam dan menurut.
Ting..,
Lift terbuka Kevin, menggandeng tangan Nabila berjalan mendekati Reno yang sedang menelpon dengan seseorang.
''Lihat, kelakuannya enggak ada rasa bersalah sama sekali.' batin Kevin.
''Ren!" panggil Kevin. Nabila yang merasa takut menggenggam erat tangan Kevin.
Reno, menoleh. '' sebentar, nanti aku telpon lagi,'' ucap Reno melalu sambungan panggilan.
''Ada, apa?" tanya Reno dengan wajah dingin.
''Kemudian, mereka bertiga berjalan ke kursi yang ada di lobby. Nabila, hanya diam.
''kamu, lupa. kalau urusan kita belum selesai?'' tegas Kevin menatap wajah Reno.
''Cih..,'' Reno berdesis lalu menatap Nabila. '' ' urusan apa lagi? bukan kah sekarang Nabila sudah menjadi istri sahmu, ada ada saja kau, Vin!" kesal Reno.
Kevin, mengepalkan tangannya. wajahnya dingin menatap wajah Reno, Nabila yang duduk disamping Kevin berusaha menenangkan Kevin dengan mengelus bahu Kevin.
''Iya, Nabila sudah menjadi istri sah saya. tetapi, urusan kita belum selesai karena kau belum minta maaf untuk istri saya!" tegas Kevin,. tangannya menunjuk mata Reno. Namun, dengan cepat Reno menampik tangan Kevin.
__ADS_1
''Tau, batasanmu Vin!" tegur Reno yang tidak terima ditunjuk oleh Kevin.
''Minta maaf? oke, baik setelah saya minta maaf. kamu, juga tanya istrimu kenapa mau dengan saya, padahal sebenarnya dia tau kalau saya tidak mencintai dia, hanya karena dia ingin kamu menjauhi dia, dia iklas bersama saya!" urai Reno yang tidak kalah kesalnya.
Deg..,
Hati, kevin serasa ditusuk sembiluh. ingatannya akan chat Nabila awal pertama Nabila hamil terlintas dipikiran Kevin, '' jadi, ini karena saya yang terlalu mengejar dia hingga akhirnya dia menjatuhkan diri ke jurang,'' batin kevin.
Netranya, menatap dalam bola mata wanita yang berada disampingnya yang kini sudah menjadi istrinya sah.'' segitu, menakutkan saya dulu, hingga kau rela berkorbnan agar bisa menjauh dari saya, tapi itu dulu sekarang tidak lagi.'' batin Kevin lagi.
Nabila, hanya diam dan menunduk tangannya terus menggenggam tangan kevin, malu, sedih menyesal semua tercampur aduk. '' dapatkah waktu bisa diputar?'' batin Nabila.
Kevin, berusaha mengendalikan emosinya. karena, saat ini dia tidak bisa sepenuhnya menyudutkan Reno.setelah, tahu alasan sebenarnya, memang waktu itu Kevin sudah berjanji dia akan menanyakan masalah ini setelah menikah. Namun, Reno yang mengatakannya bukan Nabila.
"Minta maaf, karen kau telah melakukan kekerasan fisik ditaman dan memaksa Nabila untuk aborsi. soal, itu urusan rumah tangga saya. kau hanya oranb luar yang tidak perlu ikut campur." Tegas kevin memperingati Reno lagi.
''Nab, aku minta maaf. atas semua kesalahan saya.'' ucap Reno.wajahnya datar menatap wajah Nabila.
''Iya, '' jawab Nabila.
''Ingat, mulai saat ini dan untuk selamanya, anak ini lahir dan sampai kapanpun kamu tidak boleh mendekati Nabila dan anaknya. karena, ayah anak ini saya. tidak ada Kevin yang lain lagi.aku, harap kamu mau mengerti itu!'' Kevin, memperingati Reno.
Reno, yang mendengar hanya tersenyum sinis.'' tenang saja saya enggak akan muncul.'' balas Reno sembari tertawa, '' lucu, sekali kau ini.,'' sindir Reno.
Kevin, yang mendengar sindiran Ren bangkit berdiri dan mengangkat tangannya untuk menghajar Reno. Gareth datang dan menahan tangan Kevin. tangan Kevin mengambang diatas. Reno, hanya menggelengkan kepalanya.''tempramental,'' sindir Reno lagi.
__ADS_1
Gareth, memeluk Kevin dan membawanya kembali ke dalam apartemen dengan diikuti Nabila dari belakang.
''Lepaskan, aku Reth. si bajingan ini harus diberi pelajaran biar tidak asal bicara,.'' teriak Kevin.
Namun, Gareth tidak menghiraukan ucapkan Kevin.Nabila, menitikkan air matanya. rasanya dia ingin mati saja daripada pria baik ini disindir oleh Reno seperti itu.
Reno, hanya mengggelengkan kepalanya. ketika melihat Kevin dibawa oleh Gareth masuk ke dalam lift.
****
''Ahh.., sakit.'' jerit Leticia.
Alfonso, yang baru saja memejamkan mata mengerjap, matanya menatap Leticia yang sedang kesakitan menahan perutnya.
''Al, tolong ini sakit bangat.'' lirih Leticia menatap dalam bola mata sang suami.
Alfonso, berdiri dengan hanya mengenakan boxer dan telanjang dada.tangannya memegang kepalanya Alfonso bingung harus bagaimana dulu.
Pikiranya, seketika buntu. dengan cepat mendekati Leticia yang menangis sembri berbaring diatas bantal hamilnya.
''Anak kita ya sayang?" ucap Alfonso, masih dalam mode bingung.
''Iya, sepertinya mereka mau keluar!" lirih Leticia
Mendengar ucapan Leticia, Alfonso memeluk Leticia sembari mengecup keningnya ''sebentar, saya panggil Bale siapkan mobil.'' ucap Alfonso. kemudian mengambil HT dan segera memanggil Bale.
__ADS_1
Felisia, yang mendengar suara tangisan Leticia segera membuka pintu kamar Alfonso, dan langsung melesat masuk ke dalam kamar Leticia.