SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
kabur


__ADS_3

Berusaha mengumpulkan tenaga seutuhnya, Karla yang menyadari tangannya tidak dirantai lagi. berniat kabur.


Melihat, kearah Alfonso dan teman temannya. yang masih menertawakan kejadian tadi.Karla memberanikan diri berdiri, meski harus menahan sakit dikakinya. Karla melangkah pelan agar tidak mengeluarkan bunyi langkah kaki.


Dengan tubuhnya yang bugil, dan rambut berantakan. Karla tidak peduli!


Selamat...,


Itu tujuan Karla.


Alfonso yang menyadari tingkah aneh Karla. sengaja membiarkan seberapa jauh dan secepat apa Karla berlari.


"Biarkan saja, lagian akan seru kalo mengejar Karla dengan keadaan bugil .


tersenyum geli,membayangkan dua gundukan Karla saat berlari."Batin Alfonso.


Menggidik ngeri, dan berdecih.senyum sinis terukir disudut bibir dingin Alfonso.


Bangsat...,


Karla, yang tidak menyadari pantauan Alfonso. dengan, perlahan membuka pintu.


cek..,


Dorr*


...,


Pintu, belum selesai terbuka lebar, bunyi tembakan mengenai kakinya.


Brughhtt...,


Karla, ambruk ke lantai.


Shift...,maki Karla.


"Musuh menyerang...teriak Gareth.


Steward, yang kaget dengan teriakan Gareth segera berlari keluar tanpa melihat kebawah.


Fu*k..,pekik Karla


Steward yang mencari suara makian tadi.


"Bodoh kenapa berada disini?mau kabur dengan keadaan bugil?kamu lupa , kalo disini ada kandang harimau."


"Aku lebih baik dimakan harimau, daripada dijadikan pemuas nafsu iblis seperti kalian." ucap Karla. Menatap wajah Steward


Plakkk...,


Tamparan, Steward tepat dipipi Karla.digeretnya Karla ke kembali. tapi bukan diikat ditiang seperti biasa nya. namun, dibawa ke kursi siksaan yang sudah disiapkan Gareth sebelumnya.


*prokk...,


prokk...


prokkk...


tepuk tangan penyambutan Karla di kursi panas penyiksaan.


Alfonso, bertepuk tangan. menggerakkan lehernya ke kiri dan kanan. kesepuluh jarinya bertautan ditarik ke arah depan,Alfonso melemaskan ototnya.


"Duduk." Perintah Steward yang berusaha mendudukkan Karla dikursi penyiksaan.


Karla yang sudah didudukkan, tangan nya diambil diikat ke belakang.Karla hanya memilih diam , karna tidak cukup tenaga melawan, pasrah bukan pilihan yang baik,


tapi apalah daya ini sudah nasib.bukan, tapi paksaan takdir dari sang ayah.


Alfonso yang melihat Karla siap disiksa, berjalan ke arah dimana Karla berada, dengan rantai yang sudah diolesi minyak zaitun dan dipanasin di api.


Tak..,tak..,tak...,


Bunyi langkah kaki malaikat pencabut nyawa sudah datang.Karla yang ketakutan tertunduk air matanya tak bisa dibendungkan lagi. hanya satu tempat berharap Karla memohon pada sang pencipta.


"Tuhan selamatkan kan aku, utuslah sang penyelamat.menyelamatkan jiwaku. kalau, ragaku tidak akan bisa lagi."doa singkat Karla dalam hatinya.


"Hei anak brengs*k angkat wajah mu dan tatap aku. aku ng suka kalo siksaanku tanpa perlawanan. beranikan dirimu seperti kemarin yang melawan aku." ucap Alfonso dan terus memegang rantai berduri itu.


Andre, berdiri di belakang Alfonso siap merekam.


Gareth mulai menelpon Sergio.


Steward menelpon Blake.


Semua sudah punya tugas masing-masing. Alfonso menampar karla. awal penyiksaan, ini belum seberapa sakit dan siksaannya.


"Gareth panggilannya sudah tersambung." Panggil Alfonso.


"Sudah siap, sini arahkam ke wajah si bodoh itu." ucap Alfonso lagi,


Sergio,terperanjak dari Kursinya saat melihat sang putri .yang wajahnya, sudah tidak bisa dikenali lagi . Gareth sengaja menurunkan cameranya agar Sergio bisa melihat tubuh bugil Karla. sergio, meremas kedua tangannya mengertakkan giginya wajahnya berubah jadi seram. karla pecah menangis, saat melihat ayahnya di camera yang tak berdaya. tangis putri dan sang ayah dari tempat yang berbeda berhasil membuat Alfonso ikut tertawa jahat.

__ADS_1


"Hahahahahha..,


Alfonso menampakkan wajahnya ke camera menatap tajam Sergio,sambil mengayun ayunkan Rantai berduri ke arah Sergio melalui sambung via telp.Sergio makin emosi dan kaget dizoom agar lebih jelas mengenalnya.


"Alfonso, putra Rudolf. dia masih hidup?'pertanyaan muncul dibenak Sergio.


"Kenapa diam? bren*sek ayo selamatkan anakmu, kalo ng selamatkan setidaknya kamu menyaksikan bagaimana anakmu saat dimakan harimau."Ucap Alfonso sudut bibirnya terukir senyuman sinis.


"Bangs*t jangan pernah menyentuh anakku. kalo ng tanganmu akan aku patahkan."jawab sergio.


"Hahahahahaa...,


"Oh, aku sangat takut." jawab Alfonso dengan nada menyindir.


"Daddy...please help me." ucap Karla dengan tubuh lemahnya.


"Hei...my girls.. are you ok?" tanya Sergio.


"No..., "Karla yang tidak kuat menahan sakit, tangisnya pecah.


Sergio yang melihat sang Putri menangis, Sergio memejamkan matanya berharap sambung via telpon ini hanya sebuah mimpi buruk ato imajinasi dirinya saja.


Blake yang menyaksikan percakapan kedua mafia berbeda tempat itu sudah sangat geram. mengakhir panggilan sepihak.


Steward yang melihat itu hanya tersenyum sinis.


"Bangs*t aku peringatkan jangan sampe anakku terluka, kalo sedikit saja ada sayatan luka. maka, aku pastikan nyawa mu punya tidak akan selamat." ancam Sergio.


Alfonso yang mendengar dirinya di ancam hanya tertawa.


"Hahahahahha...,


Dan..,


Plakk...,


Satu pukulan rantai mengenai belakang Karla.


"Lihat, ini baru awalnya saja. kalo mau bunuh aku ayo aku tunggu.jangan jadi pengecut yang bisanya membunuh dengan cara kotor." Alfonso balik mengancam.


Karla menjerit kesakitan melihat ke arah sang ayah dengan wajah sendu.


"Daddy i can't take it anymore." ucap Karla diserta tangis.


Hati, sergio sangat hancur. saat, mendengar ucapan Karla. bak, disambar petir Sergio yang tadi berdiri tegak layaknya seorang super hero, kini lemas tak bertenaga tersungkur dilantai. menggerutuki dirinya.


Tangannya yang kekar dipukul ke lantai.


"Anak Rudolf, akan aku hancurkan dirimu. seperti aku hancurkan ke dua orang tuamu."teriak Sergio


"Mason, ayo berangkat."ucap Sergio.


Sebelum Sergio berangkat. Sergio menemui sang istri dan anaknya rico.


"Sayang, aku masih ada urusan di Mexico." Ucap Sergio.


Felisia, mengangguk. dan keluar mengantarkan, Sergio kedepan pintu saambil menggendong sang anak Rico.


Felicia ,tidak biasa menanyakan alasan suaminya pergi karna akan menjadi bahan debat.jadi Felicia akan diam dan menyetujui saja.


"Hati hati sayang, aku menunggu kamu kembali."ucap Felisia dan kembali masuk ke rumah.


Sergio berangkat ke bandara bersama Mason. kedua nya menggunakan Jet pribadi milik Sergio.


Tiba, dibandara.Sergio disambut, orang yang akan mengantarkan mereka ke California. karna, memakan waktu 9 jam dalam perjalanan Sergio berusaha menghubungi sesama Mafia satu persatu tapi mereka menolak.


Memberanikan diri menghubungi Poliveera mafia dari Itali. yang terkenal dngan pembunuhan sadis, perampokan, jual beli obat terlarang dan jual obat bius ilegal.


Sergio menawarkan sahamnya 2,5% kalo mereka mau menolong Karla dari tawanan Alfonso.


Mafia poliveera sengaja mengiyakan tawarannya, dan membuat Sergio semangat.


"Al, aku tadi ditelpon si sergio dia meminta aku membantu menyelamatkan anaknya. ini akan semakin seru."ucap Polievera.


"Menarik.ikuti arahan mereka dan aku tau apa yang akan kamu lakukan."jawab Alfonso.


****


Alfonso, dan ketiga teman sudah mempersiapkan serangan balas kalo saja ada serangan tiba tiba dari Blake.


Karla, ditinggal diruangan penyiksaan.semua anak buah dikerahkan menjaga ketat markas.dan, dugaan Alfonso tepat.saat mereka bersiap dan Gareth yang sudah stay di udara mengabarkan kalo ada dua heli yang sedang ke arah markas.


"Alfonso, bersigap. kerahkan semuanya Steward kamu bawa 1 heli lagi bantu Gareth di udara. aku dan Andre stay disini."perintah Alfonso.


Steward, segera menerbangkan heli ke udara. disana sudah ada penyerangan Blake menyerang Gareth.


Dorr...


Dorr..


kejar kejaran terjadi di udara Blake terus menembaki heli Gareth. Heli Gareth sudah di kepung dua heli dari Blake.

__ADS_1


Shiff....maki Gareth.


Cepat sekali mereka, Gareth melakukan panggilan monitoring meminta bantuan Steward.


"Ward..segera bantu aku." ucap Gareth.


"Aku sudah, meluncur. kamu tetap fokus jangan panik. kalo panik, musuh akan mengambil keuntungam dari kamu."jawab Steward.


Steward sudah bergabung, diatas langit terjadi baku tembak, dan kejar kejaran Heli. alfonso yang melihat itu tersenyum.


Dimarkas anak buah Blake kewalahan dengan perlawanan alfonso.Alfonso yang dibantu anak buah dari Poliverra yang terkenal lihai dalam pembunuhan dengan cepat membabat habis anak buah Blake.


Mayat mayat mereka ditarik ke dalam markas untuk pengambilan organ.


Alfonso, segera masuk ke dalam markas disusul Andre dari belakang. mencuci tangan dan mempersiapkan peralatan pengambilan organ.


Ada 25, anak buah yang tewas terbunuh. sisanya, entah kabur ke mana tapi anak buah Alfonso memastikan kalo mereka tidak disekitar markas lagi.


Alfonso dibantu Andre segera mengambil ginjal dan bola mata milik anak buah Blake.


Diatas, udara penembakan masih berlanjut. sergio yang mendengar kabar kalau banyak anak buah Blake yang tewas. berdengus kesal.


Sedangkan, pihak Polverera .hanya ,menyaksikan dari kejauhan. karna, atas perintah Alfonso mereka ng boleh turun tangan dulu sebelum Sergio datang.


Sergio, yang sudah tiba di California. segera menggunakan heli menuju Markas Alfonso. diatas udara 4 heli kejar kejaran bunyi tembakan saling bersahutan.


Sergio segera membantu Blake.. lewat komunikassi udara Blake menyempatkan diri memaki Sergio.


Fu*k.., you late man.Maki Blake.


Sergio hanya tersenyum. kejar kejaran semakin memanas diudara. Polieevera yang melihat pertempuran semkin sengit akhirnya dia bergabung menyerang.


Sergio tersenyum lega melihat logo biru putih milik Poliveera datang.


"Bagus, strategi brilian.." ucap Sergio.


Mason, yang melihat Sergio bahagia hanya tersenyum kecut.


Polieevera ,segera menembak heli milik Blake. hingga terjatuh ke darat dan terbakar.


Gareth mengacungkan jempol.


"Senior salam hormat," teriak Gareth di sela sela pertempuran.


"Ahh..bisa aja kamu." jawab Poliveera.


Sergio,yang menyaksikan pengkhiatan Polieevera .semakin geram.


"Bangs*t dia berkhianat lagi." ucap Sergio.


Dan strategi, Poliveera benar, heli kedua milik Blake terjatuh semua.Sergio yang melihat Blake kalah, berniat kabur dari pertempuran. tapi digagal kan Steward


Doorrrr...,dorrr...,dorr...,


Heli Sergiopun jatuh.anak buah Alfonso yang bersiap dibawah berlari ke arah dimana heli musuh jatuh.


Menangkap, anak buah Blake. ikat dan di tarik dimasukkan ke penjara.


yang sudah tewas diambil dan dibawah kedalam untuk pengambilan organ.


Gareth, Steward, Polievera. mereka bertiga turun dari heli masing masing.


Berjalan, ke arah Blake dan sergio.


Alfonso yang sudah selesai melakukan pengambilan organ segera keluar membawa senjata miliknya.


Blake dan Sergio yang sempat melihat Alfonso datang. mereka bersama melepaskan timah panas tepat di perut bagian bawah Alfonso.


akkhhh...,


Jerit Alfonso kesakitan.


Gareth berlari ke arah Alfonso, dan membopong Alfonso ke ruangan khusus didalam Markas.


Steward dan Poliveera mengejar Blake dan Sergio dan berhasil menangkap mereka, setelah di borgol Sergio dan Blake digiring ke markas dilempar druangan penjara bawah tanah.


Gareth segera mengobati luka Alfonso, dan kedua musuh utama mereka diikat dikursi penyiksaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


visual Gareth saat menembak.


visual Alfonso tertembak


Sergio disiksa


mohon like, komen, dan votenya y🙏🙏🙏


terima kasih.selamat pagi dan semoga kita semua selaku dalam lindungan Tuhan amin🙏💐


__ADS_1




__ADS_2