
"Ya, karna aku tidak ingin melihat kamu sedih."ucap Al. lalu, mendaratkan satu kecupan dikening Cia.
Cia terdiam sesaat. matanya berkaca kaca, karna tidak menyangka demi dirinya bahagia, Al berusaha mencari keberadaan mommy dan daddynya. yang dia sendiri sebagai anaknya, tidak pernah mengetahui dimana mommynya selama ini tinggal dan dimana ayahnya biasa tinggal. hingga membawa mereka hadir di pernikahan dia dan Al.ini semakin membuat Cia penasaran siapa sosok Al?
"Maaf kalo aku lancang.bagaiman bisa kamu tahu keberadaan kedua orang tua ku? aku yang sebagai anak mereka saja, tidak pernah tahu dimana mereka berada. apalagi, mommy yang bagi ku sudah menganggapnya sudah tiada sejak lama." tanya Cia dengan penasaran dan masih berbaring diranjang.
Al, yang sudah didepan lemari melepaskan jas dan dasinya hanya tersenyum Kecut.
"Mengapa banyak orang menyukai senja dari pada pagi?karna banyak orang meratapi kepergian daripada menyambut kedatangan."Jawab Al. sambil meletakkan jas miliknya diatas sofa panjang didalam kamar.
Cia, yang mendengar Ucapan Al hanya mengerutkan dahi.
"Apa hubungan dengan ucapanmu?" jawab Cia dan bangun dari ranjang berjalan mendekati Al yang susah melepaskan dasinya.tanganya meraih dasi dileher Al, lalu melepaskan.
"Jangan memaksa diri, kalau yang kamu lakukan itu berat. jangan membebani dirimu dengan hal yang hanya melukai hatimu.jangan hanya karna ingin mengambil hati seseorang kamu melupakan perasaan mu sendri."jawab Cia sambil melepaskan dasi Al dan meletakkan disofa.
Mendengar Ucapan Cia, ada benarnya. karna dengan mendatangkan Mason hadir dinikahan mereka membuat Al tersiksa dengan perasaan dendamnya.
"Hmmmm."
"Kalau keyakinanku terselip sedikit resah dihati. aku rasa itu wajar. karna, aku pernah merasakan sakit yang sangat sulit dilupakan bagaimana tragisnya ditinggal kedua orangtuaku. tapi, sudah aku bilang akan aku lakukan apa saja demi mendapatkan cintamu." ucap Al sambil menyentuh dagu Cia.
Keningnya dicium Alfonso.lalu, Alfonso berjalan ke arah kamar mandi.
"mulai malam ini panggil aku sayang." ucap Alfonso lagi sambil terus melangkah ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya. karna seharian cape di pernikahan membuat badannya lengket semua karna keringat.
Cia masih berdiri terpaku dan masih belum lega dengan semua jawaban Al.yang dengan gampang menemukan mommynya dan daddynya. dan kenapa datang dengan dikawal oleh orang orang berbaju hitam. banyak pertanyaan yang masih tersimpan dipikirannya untuk nanti ditanyakan ke Al nantinya. kalo mereka sudah benar benar siap.
Lalu, Cia tersadar dari lamunan dengan mengingat perkataan Al yang menyuruh dirinya memanggil Al dengan sayang, seketika Cia tertawa.
"Hahahahha..,
Lalu, berjalan ke depan kamar mandi karna dia juga ingin mengganti pembalutnya.
"Tok...,tok...,tok...,"pintu diketuk Cia.
"Al, kamu mandi?" panggil Cia dari depan pintu kamar mandi. karna Al, masih mandi didalam kamar mandi. entah dengar atau tidak Al hanya diam tidak menjawab panggilan Cia.
"Al! kamu lama sekali aku mau ganti."teriak Cia kesal.
Mendengar suara Cia yang kesal. Al, membuka pintu.
" Tadi, ng dengar? sudah aku bilang mulai saat ini panggil aku sayang! sekali lagi panggil nama aku , dapat hukuman." ucap Al. dan pergi meninggalkan Cia yang berdiam didepan kamar mandi.
"Hukuman? hiks hukuman apa yang dimaksud pria aneh ini."batin Cia kesal.
"Sayang."panggil Cia manja.
Al berbalik melihat ke arah Cia sambil tersenyum jahil.
__ADS_1
"Kenapa?" sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
" Sayang, tolong. aku susah narik resleting gaunnya!" ucap Cia, dengan suara manjanya.
Al, yang mendengar Cia memanggil sayang tersenyum.dan kembali ke kamar mandi.
Mereka masuk bersama ke dalam kamar mandi, dengan Al yang masih menggunakan Handuk terlilit dipinggang membuat Cia memikirkan hal yang aneh.
"Lepas saja resletingnya.lalu, kamu keluar."ucap Cia dengan malu malu.
Al, yang sedang menarik resleting gaun menempelkan hidungnya dibelakang tubuh Cia dan mencium wangi parfum Cia.
"Sayang, sudah belum. aku kebelet."ucap Cia manja.
Al tidak mendengar ucapan Cia, dan terus saja memeluk tubuh Cia dari belakang.Cia yang kesal, karna Al, sama sekali tidak mendengar Ucapannya. membalikkan badannya melihat ke arah Al.
"Ayo, lepasin pelukannya. aku mau p*p*s.uda ng tahan."ucap Cia sambil memasang muka melasnya.
Bukannya melepas. Al, malah mendekatkan bibirnya ke arah bibir Cia, menyesap dengan lembut, Cia yang kesal tidak membalasnya sama sekali.sambil terus memukul pelan bahu Al.
"Mau ganti pembalut ng?" ucap Cia lagi dengan suara yang tidak jelas karna bibirnya masih dici*m Al.
Tapi, Al semakin memperdalam ci*mannya tubuh Cia semakin dirapatkan ke tubuhnya. Cia yang terus menolak menyebabkan handuk yang melilit dipinggangnya terjatuh ke lantai.
Cia yang melihat karna dari pantulan Cermin memukul bahu Al.
"Handukmu terjatuh." ucap Cia dengan menahan tawa.
Entah, sengaja atau tidak Cia mengigit bibir Al.karna sakit digigit Cia , Al melepaskan kan ciuman pertama mereka setelah sah.Cia yang menyadari kesalahannya segera meminta maaf.
"Maaf aku belum pintar melakukan itu," ucap Ci menunduk.
Al yang mendengar itu, hanya tersenyum lalu mengacak rambut Cia.
"Nanti akan aku ajarkan. kamu ganti dulu pembalutnya."ucap Al sambil mengambil handuknya yang terjatuh dilantai.
Cia, yang melihat jelas tubuh Polos Al, tersipu malu.dan membalikan tubuhya membelakangi dari hadapan Al.
"Kenapa, malu? ini sudah milik mu seutuhnya."ucap Al sambil melilitkan handuk lagi kepinggangnya.
Mendengar itu Cia tersipu malu lagi.
"Ya uda keluar sana aku mau ganti pembalutku."ucap Cia dengan malu malu.
Al, tersenyum jahil.
"Berapa lama habisnya?."ucap Al sambil mengedipkan mata kanannya.
Lagi lagi Cia tersipu malu.
__ADS_1
" Entah, kadang seminggu." jawab Cia sambil menaikkan bahunya.
"Hufff..., aku akan tersiksa lagi." jawab Al kesal
menghela napas panjang sambil menatap Wajah Cia dengan melas.
"kamu keluar dulu, aku malu."ucap Cia lagi sambil menunduk.
Karna,merasa puas menggoda istrinya. Al membuka pintu dan meninggalkan istri nya dikamar mandi untuk berganti.
Sebelum benar benar keluar Al memasukkan kepalanya sedikit ke dalam kamar mandi.
"Jangan lama lama gantinya." ucap Al.
"hmmmmm." Cia hanya berdehem.sambil melepaskan gaun pengantinnya.
Al, berjalan ke arah lemari. mengambil boxernya dan kaos berwarna putih.
Malam ini, Al mengenakan kaos putih dan boxer.membuat dirinya semakin sexi dilihatnya tidak mengurangi ketampanan dari seorang Alfonso
Cia yang sudah selesai mengganti pembalutnya dan mandi. berjalan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimononya. Al, yang menyadari Cia datang segera melirik ke arah Cia.
"Sudah, ayo tidur kamu pasti lelah seharian ng istirahat."panggil Al. sambil menepuk ranjang disebelahnya.
Al, yang biasanya kalau malam sehabis mandi ngerokok dan beralkohol, sekarang semua kebiasaan itu ditinggal. karna, demi kesehatan Cia. ya, walaupun Cia belum jujur soal sakitnya Tapi Al tidak mau memperburuk sakitnya.
"Iya, sebentar aku pakai baju dulu." jawab Cia. yang sudah mulai perlahan menerima Al. karna dengan usaha Al yang menemukan mommynya Cia sedikit tersentuh. dan sedikit mulai belajar membuka hatinya untuk Al.
Setelah selesai mengenakkan piyama pendek Cia berjalan ke arah ranjang. badannya lelah, apalagi dari pagi Cia sama sekali belum minum obat maupun vitaminnya.
Cia, melihat ke arah Al. berharap Al segera tidur sehingga Cia bisa minum obatnya.karna, Cia kwatir sakitnya bisa kambuh kalo terus terusan tidak rutin minum obat.
Cia naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah Alfonso, Al meletakan lengannya menjadikan bantal bagi kepala Cia. dengan nayaman Cia tidur diatas lengan Al dan merapatkan tubuhnya didada bidang Al.
karna, kelelahan kedua manusia ini tertidur pulas.tanpa melakukan malam pertama karna Cia masih berhalangan dan Al juga masih ingin Cia bemar benar mencintai dirinya dulu.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Cia, yang merasa badannya efek imunnya turun karna tidak minum obat dari kemarin segera melepaskan pelukan Al. dan, memastikan kalo dirinya tidak mengganggu Al.
Cia, perlahan turun dari ranjang, lalu membuka lemari dengan perlahan mengambil tas kecilnya dan berjalan ke arah meja dimana ari mineral disimpan.
Dengan pelan membuka tasnya. tapi, yang dicari sama sekali tidak ada didalam tasnya. Cia memijit pelan keningnya mengingat kembali kejadian cangkir yang terjatuh itu.
"Bagaimana kalau obatnya tersapu juga oleh cleaning servis kemarin."batin Cia yang kebingungan.karna bagian belakang nya sudah benjol benjol karna gatal. Cia, kwatir kalau Al melihat dan Al akan mendesaknya untuk menjawab semua ini.
Al, bangun karna tidak melihat Cia disampingnya. mengangkat kepalanya dari bantal.dan mencari Cia.saat matanya mencari keberadaan Cia, Al melihat Cia yang lagi berdiri didepan meja seperti orang kebingungan mencari sesuatu.
"Sayang, kamu lagi apa disitu?" tanya Al. sambil mengucek matanya yang mengantuk.
Cia yang mendengar itu segera menggeser tasnya ke belakang dia berdiri.
__ADS_1
"Ng, aku haus."sambil menunjukkan air dicangkirnya ke Al.
Tapi, bukan Al namanya kalo tidak memastikan dengan benar.