
Berita sudah menyebar ke seluruh Spanyol, Stefani yang pagi pagi sudah bngun berjalan ke arah dapur mengambil cangkir dan menyeduh kopi. lalu, cangkir yang berisi kopi latte dan 1 buah roti pastry keju ditaruh di napan dan dibawa ke ruang tivi.tangannya meraih remote tivi didepan atas meja dinyalakan tivi.
Baru saja, menikmati kopi panasnya matanya sudah membulat karna ada berita tentang Leticia dan Alfonso." uhuk..uhukk...,uhukk...,"suara batuk Fani.
Fani tersedak kopi, karna kaget dengan berita yang sementara ditayang.berita mengenai Alfonso dan Leticia.
"Non, ada apa Non? :" tanya sang pelayan.berlari kecil menghampiri sang majikan.
"Tidak, bi. saya tidak kenapa kenapa." jawab Fani.sambil mengelap mulutnya dengan tissu.
Pikirannya langsung ke ponsel. diletakkan kembali cangkir kopi yang berada ditangannya ke atas meja, Fani berlari ke kamar mengambil ponsel miliknya yang diletakkan di atas nakas dekat ranjang.
Tangannya meraih ponselnya, mengusap layar ponsel mencari nomor Glen.setelah menemukan nomor Glen, Fani melakukan panggilan ke nomor Glen. 2 kali panggilan tidak ada jawaban dari Glen.
"Kebiasaan, kalo disaat ada perlu selalu saja mengabaikan panggilan. tapi, kalo ada maunya ng ditelpon dia nya yang sudah menelpon duluan. dasar pria egois." gerutu Fani.
"Bi, bi..., Tolong kopiku dibalikin ke dapur aja. aku ng jadi minum."teriak fani kepelayannya sambil berlari kecil ke kamar miliknya. tangannya mendorong pintu kamar. Fani masuk dan berjalan terus ke kamar mandi.
Berdiri dibawah shower yang sudah dinyalakan Fani mulai mandi. setelah selesai mandi, Fani keluar dengan memakai handuk kimono berjalan ke arah kamar. dengan mengenakan celana pendek berwana biru diatas lutut, dipadu kaos berwarna putih. lalu, Fani menatap kearah cermin wajahnya dipolesi bedak dan tangannya bergerak menggoreskan lipstik dibibirnya. warna nude menjadi pilihannya.
Fani berjalan keluar ruang tamu, mengambil kunci mobil miliknya.dan meneruskan langkahnya ke pintu luar. berjalan kearah lift, tempat parkir mobil.didalam lift, Fani mengirimkan pesan ke Nabila kalo segera ke rumah Cia ada masalah darurat.
Lift sudah terbuka .Fani berjalan dengan cepat ke area parkir mobil, membuka pintu mobil Fani segera masuk kedalam dan duduk . meletakkan tasnya dikursi sebelahnya. fani menginjak pedal mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Perjalanan hampir 30 menit, Fani tiba dirumah Leticia.mobilnya diparkirkan didepan pintu luar Leticia. Fani turun dari mobilnya berjalan ke arah depan pintu pagar rumah.
Ding..., dong..., bel rumah berbunyi.
Dengan cepat security membukakan pintu pagar.
"Pagi Non, tumben pagi pagi uda datang Non." sapa Security.
"Pagi pak, iya Nona Cia sudah bangun?" tanya Fani sambil memasukkan kunci mobilnya ke dalam tas.
"Sepertinya belum Non, karna Taman belakang tidak ada orang."jawab securitynya.
"Oh, iya pak. terima kasih." sambil berlalu masuk ke dalam rumah.
"Sama sama Non." jawab Securitynya.
Fani berjalan terus tujuannya ke kamar Cia, tangannya meraih handle pintu Cia. perlahan membuka pintu Cia, meyembulkan kepalanya ke kamar. melihat, Cia yang masih bergumul didalam balik selimut berwarna putih.
"Haduh, masih pulas ni anak." gumam Fani.kembali menutup pintu kamar. dan beranjak pergi meninggalkan kamar Cia. Fani meneruskan jalannya ke arah dapur menemui bibi Sum.
"Bi, aku boleh ng minta tolong."ucap Fani,
"Boleh, Non. emangnya apa yang bisa saya bantu Non." Jawab ketua pelayan dirumah itu.
"Tolong campurkan kopi latte buat saya bi. tadi tidak sempat sarapan pagi di rumah." jawab Fani.
"Baik, Non."jawab pelayan. dan berjalan pergi untuk menyeduhkan kopi.
Kopi Latte dan 1 potong sandwich diantar pelayan ke depan ruang tamu.
"Silahkan, Non .ucap pelayan.
"Terima kasih bi." ucap Fani
"Sama sama Non."jawab pelayan.berlalu pergi meninggalkan Fani diruang tamu sendiri.
Tangannya kembali fokus ke ponselnya. mencari nomor Walker.
"Walker, orang yang harus aku hubungi."batin Fani.
Fani mengusap layar ponselnya, mencari nomor Walker.
Memanggil walker.
"Hallo, selamat pagi pak walker. "ucap fani.
__ADS_1
"Pagi juga Fan."jawab Walker.
"Apakabar pak,."jawab Fani lagi.
"Baik, aku harap kamu juga kabarnya baik sama seperti aku."jawab Walker.
"bagaimana pak Walker hari ini sudah melihat berita? "tanya Fani.
"Berita ini sedikit mengejutkan, karna jauh dari dugaan saya sebelumnya."jelas Walker.
"Kenapa, pak bisa mengatakan seperti itu? berarti bapak sudah mengetahui mereka memiliki hubungan? dan gosip yang disebarkan itu apa semuanya benar?" Fani mulai mencerca walker dengan bertubi tubi pertanyaan.
"Sebenarnya, aku dan teman teman Al. juga menyetujui kalo mereka menjalin hubungan. Al pria yang baik , hanya butuh sedikit tuntunan saja. begitu juga dengan Leticia. tapi mungkin waktu nya yang kurang tepat bagi kita yang mendengarnya."jelas Walker.
"Fani sulit mencerna apa yang dimaksud Walker." akhirnya mengalah dan mengakhiri panggilan.
"Terima kasih pak atas infonya, selamat pagi dan selamat beraktifitas."ucap Fani dan mengakhiri panggilan.
Klik...,
"Yang digosipkan malah enak enakan tidur. Ng si cewenya ng si prianya sama sama bandel." gerutu Fani.
Dan kembali menikmati kopi, sambil mengirimi pesan ke Glen.
Ceklek...,
Pintu depan dibuka Nabila datang. melangkah masuk ke dalam ruangan lalu duduk disebelah Stefani. mengambil remote tivi. Nabila mencari saluran berita Gosip selebriti.
Nabila dan Stefani fokus ke layar tivi, dan benar. presenter acara gosip sedang mengomentari Leticia dan Alfonso.
"Semua publik masih penasaran. dan ingin, mengetahui lebih jauh lagi tentang siapa presdir muda itu? . yang, sudah berhasil meluluhkaan hati Leticia. karna, kita semua tahu bagaimana seorang Leticia yang begitu sangat selektif memilih pasangannya setelah dikecewakan Luiz." komentar host acara gosip itu.
Tidak, lupa foto Leticia dan Alfonso. di ekspos didepan layar tivi dan majalah. saat mereka bergandengan masuk ke lift, Alfonso merapikan rambut Cia. bahkan saat Alfonso menarik tangan Cia masuk ke ruangan kerjanya. semua di ekspos.
Fani dan Nabila yang melihat semua gambar itu sangat kaget, Fani memukul dahinya, mengingat kembali kejadian kemarin.Nabila hanya diam dan jarinya menari didagu lancipnya memikirkan sesuatu.
Kedua gadis yang bekerja sebagai manager Cia.tidak percaya kalo Cia, menjalin hubungan dengan Al. mengingat kemarin Cia sendiri yang bilang kalo dia tidak akan pernah menyukai Alfonso. tapi, kenapa berita hari ini berbeda jauh dari ucapan Cia kemarin.
"Tapi, waktu itu kamu juga lihat kalo Alfonso begitu cuek dengan Cia. dan sampe saat ini saya belum percaya pria dingin seperti Alfonso, bisa meluluhkan hati Cia."Jawab Fani yang masih sulit sekali percaya.
Tapi, dibalik ketidak percayaan Fani ada sebuah harapan kalo itu benar akan lebih baik.
"Fan, apa pikiranmu sama seperti pikiran ku?" tanya Nabila.
Mereka berdua saling menatap, dan tersenyum.
"kita tunggu Cia bangun. terus kita tanyakaam Cia bagaimana baiknya."ucap Fani dan diangguki Nabila.
Jam, sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Cia yang merasa tidurnya sudah cukup. beranjak bangun dari ranjangnya. berjalan, ke arah kamar mandi seperti biasa melakukan ritual pagi.selesai melakukan ritual pagi Cia berjalan ke arah shower, berdiri dibawah shower. Cia menikmati guyuran air shower yang membasahi tubunya.
Selesai mandi, memakai handuk kimononya,dan berjalan keluar ke kamarnya.mengenakan celana jins pendek dan kaos berwarna hitam.lalu mulai mengeringkan rambut dengan Hair dry.Cia kembali menghadap cermin wajahnya dipolesi bedak tangannya mulai mnggoreskan bibirnya dengan lipstik berwarna pink.
Tangannya meraih handle pintu.
ceklek...,
Cia, melangkah keluar dari kamar.melewati ruang tivi mendengar suara tivi.karna penasaran Cia berjalan ke arah suara tivi.
"Siapa yang pagi pagi sudah menonton tivi." batin Cia.
Dan berjalan mendekati ke ruang tivi. mata Leticia membulat saat melihat ke layar tivi ada foto dirinya dan Al. Cia menutup mulutnya dan masih dalam mode bingung.
"Hadeh, cari masalah saja! siapa yang sudah menyebarkan gosip ini." batin Cia.
Fani yang balik melihat ke samping sofa, melihat Leticia yang lagi terpaku dan bingung. mata Cia masih menatap ke tivi dan sama sekali tidak berkedip.
"Sudah bangun? sekarang jam berapa untung hari ini ng ada job. kalo ng isa dibatal." sindir Fani.
Cia yang sudah biasa mendengar ocehan Fani hanya tersenyum sembari berjalan ke sofa dan duduk disebelah Fani.
__ADS_1
"Cia, apa benar. gosip yang tersebar ditivi dan majalah hari ini?" tanya Fani.
Cia, hanya diam. memikirkan kejadian kemarin.karna kejadian kemarin kalo orang yang melihat bisa menilai mereka seperti layaknya sepasang kekasih.tapi, kemarin tidak ada ungkapan cinta. memang, Alfonso mengatakan beberapa kalimat menggoda. tapi itu tidak ditanggapi Cia. karna Cia beranggapan itu hanya candaan Al saja.
Cia tersenyum, dan hanya menggeleng. Fani yang sudah kesal menunggu jawaban Cia. akhirnya mencubit pelan paha Leticia.
Auh..., Cia meringis kesakitan karna dicubit Fani.
"Makanya, kalo ditanyain itu dijawab. bukannya lu, mesam mesem gitu." gerrutu Fani.
" Lah, terus aku mau jawab apa? kemarin tidak ada kejadian apa apa hanya bahas soal kerjaan nanti di New York."jawab Cia.
"Buktinya ada Cia. kalo benar kamu menjalin hubungan. ya sudah kita adakan konfrensi pers, biar clear semuanya." Jawab Fani.
"Tapi, aku sama sekali tidak ada hubungan dengan tuan Al. terus apa yang mau dijawab. biarkan aja, nanti kalo mereka bosan, beritanya tenggelam sendiri." jawab Cia santai.
"Tapi publik menunggu Cia, tanggapan dari kamu dan Tuan Al."jelas Fani lagi.
"Ok, kalo gitu kita ke kantor tuan Al. mungkin tuan Al disana."jawab Cia.
*****************
Alfonso, yang baru bangun turun dari ranjangnya. berjalan ke kamar mandi melakukan ritual pagi. setelah selesai Alfonso melanjutkan mandi, selesai mandi melilitkan handuk dipinggangnya dan berjalan ke masuk ke kamar.
Saat hendak membuka lemari. ada suara dering ponsel miliknya.
Drthhhh...,
"huff siapa yang pagi pagi sudah menelpon."gerutu Al.
Kembali menutup lemari, berjalan ke arah Nakas. mengambil ponsel miliknya mengusap layar ponsel tertera panggilan dari Glen.
"Ada masalah apalagi." batin Al.
Menempelkan benda pipih itu dibagian telinga kirinya.
"Hallo Glen. ada apa?" tanya Alfonso.
"Al, kamu dimana?" tanya Glen.
"Saya, baru bangun dan baru saja selesai mandi ini juga msih belum bajuan."jawab Alfonso.
" Itu, nyalain tivi dan sekalian baca berita online.semua , tentang kejadian kemarin."ucap Glen.
Mengerutkan dahi.
"Kejadian apa? berita apa? makin ng jelas." ucap Al. dalam mode bingung.
"Nyalain dulu tivi, setelah itu baru kamu paham" jawab Glen kesal.
Karna tidak tahan dengan ocehan Glen. tangan Al, meraih remote tivi yang terletak diatas nakas. dinyalakan tivi ukuran 50inch Led .yang terpasang ditembok kamarnya.
Al, tersenyum melihat berita tentang dirinya dan Leticia. "berhasil." batin Alfonso.sambil duduk diatas ranjangnya.ponsel masih berada ditelinga kirinya.
"Al, uda nonton belum?" tanya Glen karna Al hanya diam saja.
"Ini lagi nonton, bagus ko beritanya. emang ada yang salah?"Al balik bertanya.
"Ng, ada yang salah. tapi berita hari ini jadi trending nomor satu di Spanyol. bahkan sampe ke negara tetangga kita."jelas Glen.
"Lebih bagus lagi. bahkan menyebar ke seluruh dunia itu akan lebih baik lagi."jawab Alfonso.
"Ha...,?" hanya kata itu yang keluar dari mulut Glen.
Glen sendiri tidak percaya. dengan apa yang barusan didengarnya dari mulut Alfonso.
"Al tunggu aku disitu."ucap Glen.dan mengakhiri panggilan.
Klik...,
__ADS_1
...****************...
Masih dukung aku kan like komennya boleh ya dong🙏🤗kalo ada lebih bisakan lemparkan bunga ke abang Alfonso🙏🤗🤗🥰😘 terima kasih.semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan. amin.