SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
aku calon suamimu


__ADS_3

"Bodoh, beraninya kamu. semakin aku sabarin kamu semakin menjadi ya?"ucap Alfonso.


Alfonso yang kesal karna disiram air, ingin sekali menampar wanita itu.tapi, bertentangan dengan hatinya. dengan menahan emosi Alfonso mengambil ponsel yang tadi diletakan di sofa. mengusap layar ponselnya mencari nomor Ethan.


"Ethan, tolong belikan kan aku baju dan celana. dan cepat kamu antarkan ke ruangan aku sekarang!"


Setelah mengirim pesan.Alfonso, meletakkan lagi ponselnya ke meja kerja.


Beralih, menatap tajam Leticia.


"Ingin , sekali aku menyakit kamu. tapi aku tidak bisa." ucap Alfonso.


Tangannya meraih bibir Leticia. Namun, dengan cepat dihempas Leticia.


Leticia, yang biasanya terlihat lemah lembut. sekarang, berubah jadi tegas dan tidak takut bahkan mati sekalipun. kembali menatap Alfonso?


"Kalo aku bodoh, maka lepaskan aku!" ucap Leticia.


"Saya akan melepaskan kamu, kalo saya sudah mendapatkan apa yang saya mau. paham maksud saya!"ucap Alfonso tegas.


"Oh, mimpi apa saya semalam?sehingga hari ini saya harus berhadapan dengan pria yang tidak tahu malu ini." Leticia mengerutuki dirinya.sambil menarik kasar rambutnya.


Alfonso, yang mendengar Leticia mengerutuki dirinya tersenyum sinis.Alfonso berpindah ke sofa. agar, bisa melihat wajah Leticia.tapi, Leticia memalingkan wajahnya dari hadapan Alfonso.


Karna, kesal seperti bermain petak umpat. Alfonso memeluk tubuh kecil Leticia.


"Saya minta maaf, mungkin saya sudah berlebihan. maafkan saya atas kejadian di litf tadi. tapi, bisakah kamu jujur siapa Luiz bagi kamu?" tanya Alfonso. matanya menatap Leticia berharap wanita didepannya ini mau memaafkan dirinya dan berkata jujur.


"kamu,ingin tahu siapa dia? sekarang saya tanya siapa kamu bagiku?sehingga kamu berani menanyakan itu padaku?" tanya Leticia. sebenarnya Leticia tidak mempermasalahkan pertanyaan Alfonso. yang menyebabkan , Leticia marah kenapa Alfonso berani melakukan hal yang tidak patut dilakukan oleh orang yang bukan sepasang kekasih. karna mengingat mereka bukan tidak memiliki hubungan cinta, kecuali hubungan kerja.


"Apa ini sifat seorang Ceo, yang terkenal suka mempermainkan wanita?" tanya Leticia lagi.


"Saya, Alfonso De Armando. adalah calon suami Leticia Virginia Mason. dan apa yang kamu tuduhkan ke saya itu tidak benar sama sekali. aku bisa menjamin itu." Ucap Alfonso dengan tegas.


Hahahaha


Tawa Leticia.


"hal konyol apalagi ini?" ucap Leticia yang tidak percaya kalo Alfonso pria dingin ini. yang baru 2 kali bertemu. tanpa mengungkapkan cinta. tiba-tiba dengan lantang mengatakan kalo dia calon suaminya.


"Akan aku buktikan. kalo kamu meragukan itu." jawab Alfonso tegas.


"Akan aku tunggu bukti itu.jangan cuma bicara."Leticia yang dulu pernah merasakan ke gagalan dengan Luiz. sekarang lebih berhati hati percaya kalo soal cinta.dan menantang Alfonso.


"Sudah selesaikan pertanyaanmu? jadi, tolong buka pintunya saya mau pulang. karna Stefani dan Nabila pasti sudah menunggu saya. dan acaranya juga sudah selesai?" ucap Leticia tegas.


"Acaranya sudah selesai, tapi masalah antara aku dan kamu belum selesai. kalo mau cepat pulang dan kalo kamu tidak mau mereka kwatir maka jawab saja dengan jujur apa yang saya tanyakan." ucap Alfonso dengan tegas dan menatap tajam Leticia. itu terlihat jelas dimata Alfonso, kalo dia tidak sedang main main.


"kalo ingin tanya maka tanyalah jangan lama mempertahankan saya disini. aku butuh istirahat. aku tidak boleh terlalu lelah. "lirih Leticia yang merasa kepalamya mulai pening.


"Katakan siapa itu Luiz? dan apa hubungan kamu dan dia? jujurlah jangan pernah berbohong. karna, aku bisa tahu mana jawaban jujur dan mana yang berbohong.ingat kalo sekali berbohong aku bisa bertindak lebih dari sekedar ci*man." jawab Alfonso tegas.


"Kalo aku bilang dia orang penting dalam hidupku, terus, apa hubungan dengan mu?" tanya Leticia dan beranjak berdiri dari sofa.


"Kalo dia orang special, aku mau kamu lepaskan dia."jawab Alfonso tegas.


"Siapa kamu? itu sangat konyol."jawab Leticia santai, sambil berjalan berdiri menyender dimeja kerja Alfonso. melipat tangan ke depan seolah menantang Alfonso.


"Apa, tadi kamu tidak dengar. ucapan saya tadi?perlu saya ulangin? saya Alfonso de Armando calom suami Leticia Virginia Mason. sudah jelas?" tanya Alfonso.


"Mimpi kamu! itu tidak akan pernah terjadi!" jawab Leticia.


"Kalo aku tidak mendapatkan mu, maka tidak ada siapapun yang berani memiliki kamu.camkan itu baik baik! " jawab Alfonso tegas.


"Aku berhak memilih siapa yang tepat dengan saya. jadi, kamu jangan ikut campur."jawab leticia.

__ADS_1


"Aku, tidak pernah bermain dengan ucapan saya. kalo saya tidak mendapatkan kamu. maka siapapun orang itu dia juga tidak mendapatkan kamu. saya pastikan, dia tidak akan hidup! kalo dia berani dekati kamu" jawab Alfonso.


Sambil berlalu membuka pintu, karna Ethan telah mengirim pesan kalo dia sudah didepan pintu.


"Jangan macam macam saya ada urusan sebentar diluar. ingat saya bisa menggila kalo emosi saya terus dipancing." Alfonso memberi peringatan karna kwatir Leticia ikut keluar.


Cihhh...,


Leticia berdecih dan menggelengkan kepala.


"Dasar! pria gila."


Alfonso yang mendengar ucapanLeticia hanya tersenyum sinis.


"Kau lah penyebabnya." batin Al.


Setelah, menerima paper bag yang dibawa Ethan. Alfonso, kembali keruangan dengan cepat pintu kembali ditutup dikunci lagi.


Leticia yang melihat itu hanya berdecih dan menggeleng.


"Tutup matamu, saya mau ganti. atau kamu pengen lihat bentuk dan ukurannya?" ucap Alfonso.


Cihhh...,


Leticia berdecih.


"Tidak selera!" jawab Leticia santai.


"Tidak selera, tapi maukan kalo dikasih?" jawab Alfonso.


Alfonso, sengaja melepas bajunya diruangan kerja. padahal, sebenarnya ada toilet diruangannya. hanya saja Alfonso pengen tau reaksi Leticia.


Saat, melepas baju ekor matanya melihat ke arah Leticia. tapi, Leticia sama sekali tidak melirik. Leticia sengaja melihat foto foto Alfonso di New york dan foto ayahnya yang sedang memegang pistol.


"tampan kalo dia seperti ini." batin leticia


"Jangan bergerak, biarkan seperti ini sesaat saja." bisik Alfonso ditelinga Leticia.


Deruan napas Alfonso, seakan membius Leticia. yang , awalnya ingin melepaskan pelukan itu tapi akhirnya mengurungkan niatnya. membiarkan Alfonso memeluknya, Leticia merasakan perasaan Aneh.


"Pria ini butuh cinta, salah kah aku memberi kesempatan itu?"batin Leticia."


Alfonso mencoba menggeser tubuh mereka ke arah sofa, mendudukan tubuh Leticia dan dirinya. membiarkan Leticia duduk diatas pahanya. Alfonso membalikan tubuh Leticia ke arah nya agar mereka saling menatap.


Mata Alfonso menatap tajam bola mata Leticia.kedua pasaang mataa itu saling bertemu


"tatap mataku, katakan dengan jujur siapa Luiz bagimu. aku iklas menerima walau akan menyakitkan," ucap Alfonso sambil membelai rambut Leticia.


Leticia yang merasakan perasaan aneh dihatinya. bingung harus menjelaskan apa.


"Luiz orang yang pernah aku cinta, dan dia lah yang pernah ada dihatiku."jawab Leticia.


" Apa sekarang dia masih ada disini?" jawab Alfonso menunjukkan ke arah dadanya.


Leticia menggeleng. karna yang sebenarnya pembatalan tunangan hanya sepihak oleh Leticia.dan Luiz, masih sering menghubungi dirinya, tapi Leticia selalu menghindari itu.


"Jangan, kwatir aku tidak akan melakukan lebih. karna aku masih tau batasanku.aku pria brengs*k tapi aku juga tau mana yang harus diperlakukan." ucap Alfonso.


Karna melihat Leticia yang takut dipangku Alfonso..


"Aku juga ingin tahu kenapa kamu begitu ingin tahu siapa Luiz.? Tanya Leticia.


"Aku, tidak suka melihat kamu bersama dia seperti tadi. itu bisa membuatku gila."ucap Alfonso sambil menarik kasar rambutnya.


"Aku tidak tau kenapa, aku begiti marah melihat kamu dan luiz seperti taadi.ingin sekali aku membunuh Luiz."lanjut Alfonzo.

__ADS_1


Deg...,


Kenapa, aku merasa begitu senang mendengar klo dirinya cemburu?batin Leticia


"Bisakah kamu jauhi dia demi aku.?"tanya Alfonso lagi sambil menyatukan jemari. wajahnya yang memelas membhat Leticia ingin ketawa.


Suasana, yang awalnya penuh emosi dan amarah. berubah, saat ini entah suasana apa yang dirasakan kedua manusia ini. karna , Alfonso juga belum mengatakan cinta, tapi selalu cemburu.begitu juga , Leticia yang merasakan senang di saat alfonso mengatakan dirinya cemburu. Namun, dibalik kejadian tadi ada sedikit perubahan dari Alfonso. yang sedikit mulai merasa ,ada getaran aneh dihatinya yang pasti itu bukan perasaan dendam seperti selama ini yang dia rasakan.


Jarum Jam, sudah menunjukkan pukul 5 sore. Alfonso membiarkan Leticia turun dari pangkuannya. Lalu, Alfonsopun. pergi ke meja kerja mengambil ponselnya.


"Ayo, aku antarkan kamu pulang."ucap Alfonso.


"Saya pulang bareng staf saya saja." jawab Leticia. yang tidak mengetahui kalo Alfonso sudah menyuruh mereka pulang terlebih dahulu.


"Menurut lah sekali saja dengan apa yang saya katakan." jawab Alfonso.


Leticia yang mendengar itu hanya tersenyum malu.pipi merona membuat Alfonso gemes. kalo saja itu roti itu sudah habis dimakan Alfonso.


Mereka, pun melangkah keluar dari ruangan,. seperti tidak terjadi apa apa.Alfonso mengandeng tangan Leticia, berjalan ke lobby disana Sudah ada mobil didepan lobby yang disiapkan Ethan.


Tit...,tit...,pintu mobil dibuka.


Alfonso membuka pintu, menunggu Leticia masuk dan duduk didepan. karna Alfonso menyetir sendiri.


Klik...,


seatbelt terpasang.


Alfonso, menginjak pedal gas mobil.dan melajukan mobil dengan kecepatan rata rata.didalam mobil sesekali Alfonso menatap wajah Leticia dan tersenyum.


"Cia, kalo ada pria yang pernah membuat kamu kesal trus menyukai kamu apa kamu menerimanya atau menolak.?" tanya Alfonso.


"Tergantung." Jawab singkat Cia. yang membuat Alfonso mengerutkan dahinya.


"Apa , kamu masih mengharapkam cinta Luiz."tanya Alfonso lagi. tapi tatapannya fokus ke jalanan.


"kenapa tidak memberi kesempatan pada orang yang ingin berubah? itu tidak salahkan" ucap Leticia.


Alfonso hanya mengangguk. dan terus fokus ke jalanan.


"Terus bagaimana dengan kejadian tadi? yang sudah aku lakukan pada kamu?" tanya Alfonso yang ingin tahu.


Leticia terdiam sejenak, memikirkan apa yang akan dia jawab.


"Sudah aku pikirkan. aku akan membatalkan kontrak kerja dengan perusahaan kamu." jawab Leticia.


Derekkkttt...,


Alfonso menginjak rem mendadak dan berhenti.


Sempat membuat Leticia kaget dan tubuhnya ikut maju ke depan.


"Kamu, ingin membunuh saya?" tanya Leticia.


"Terus apa katamu tadi ,membatalkan kontrak? jangan lakukan itu aku bisa gila kalo kamu lakukan itu." ucap Alfonso. sambil melepaskan sabuk pengamannya dan membalikkan tubuhnya menghadap leticia.


"Kalo, seperti itu jangan melakukan hal bodoh yang mungkin akan merugikan perusahaan dan membuat aku ,membencimu." jawab Leticia. dan tidak ingin menatap Alfonso.matanya melihat ke arah luar mobil.


"Aku janji akan lebih bijak kalo bertindak." janji Alfonso.


Leticia menggeleng.Alfonspun kembali memasangkan sabuk pengamannya dan melanjutkan perjalanan mereka.


...----------------...


Aku itu lagi bingung sama NT kenapa y ko ng bikin bikin GC. padahal aku sudah menyimpan beberapa orang aktif komen dan like.kan sudah aku janji aku ingin bikin give away sebagai rasa terima kasihku.tapi ini sudah mau 2 minggu belum dibikin padahal sudah aku hubungi adminnya berulang ulang😔.

__ADS_1


Selalu beri support dan dukungannya ya🙏terima kasih🙏🤗🥰


__ADS_2