
" kamu nggak bisa diam!" Leticia yang sedang memasang dasi di kerah leher Alfonso kesulitan. karena Alfonso yang tidak bisa diam terus menciumi lehernya.
''sepertinya kita harus membatalkan acaranya.'' ucap Alfonso dan mendaratkan kecupan dipipi leticia.
leticia mendorong tubuh Alfonso.
''kenapa?'' tanya leticia kesal.
'' karna, malam ini aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu dikamar saja.'' jawab Alfonso.
''kamu!" ucap Leticia sambil menatap tajam Alfonso.
Alfonso, hanya terkekeh melihat leticia kesal.
setelah memasang dasi untuk Alfonso. leticia, kembali ke meja riasnya untuk menggoreskan lipstik di bibirnya. saat sedang berdandan berdua di kamar tiba-tiba pintu diketuk oleh pelayan.
Tok...,tok...,tok...,
Alfonso yang mendengar itu, segera berjalan ke depan pintu. lalu, membuka pintu.
ada seorang pelayan yang berdiri di depan pintu.
" maaf tuan kalau saya mengganggu, tapi di ruang tamu sudah ada Tuan Glenn dan teman-temannya." ucap pelayan itu.
" Ya, sebentar lagi aku dan istriku akan kesana. biarkan mereka duduk di situ saja." jawab Alfonso.
sekarang, Glenn dan kawan-kawannya sudah mengerti. mereka tidak sembarang masuk lagi ke kamar Alfonso seperti dulu. yang, setiap kali mereka ke Mansion. mereka seenaknya masuk ke kamar. bahkan, tiduran di ranjang Alfonso. sekarang, kalau mereka ke Mansion mereka hanya duduk di ruang tamu, atau ruang yang lainnya untuk menunggu Alfonso.
Leticia yang sudah terlihat cantik, dengan tangan yang digandeng oleh Alfonso. mereka berjalan keluar dari kamar. melewati tangga sebelah menuju ke halaman belakang.
di halaman belakang, sesuai perintah Alfonso. semuanya sudah selesai dihias. para chef dan pramusaji, sudah berdiri di tempatnya menunggu tamu-tamu yang akan datang.
Leticia ,dan Alfonso memilih menggunakan tangga. untuk berjalan kehalaman belakang.wajah Leticia terus tersenyum semakin menambah kecantikan di wajahnya. Alfonso, sesekali mencium tangan Leticia. pancaran sinar kebahagiaan, terlihat jelas di wajah Alfonso.
Nabila dan Stefani, sesekali melirik ke arah anak tangga. melihat Apakah Leticia sudah datang atau belum karena mereka ingin mencurahkan rasa kangen mereka dengan Leticia.
apalagi, Stefani dan Nabila. yang baru saja mendengar cerita tentang penculikan Leticia oleh Mason. semakin membuat Stefani dan Nabila tidak bisa menahan rasa ingin bertemu Leticia.
kalau saja Leticia belum menikah, pasti mereka sudah berhamburan masuk ke kamar Leticia dan membuat rusuh di kamar Leticia. tapi sekarang mereka harus menahan diri bersabar menunggu waktu untuk bertemu Leticia.
namun, kedua manusia yang dikangenin, tidak kunjung datang.
membuat, sahabatnya semakin penasaran.
Alfonso, dan leticia sudah dihalaman belakang dan duduk menunggu teman temannya datang ke halaman belakang.
Stefani, mulai kesal karna yang dikangeni tak kunjung datang, mulai menyikut lengan Glen.
'' Dimana, Alfonso dan Leticia?'' tanya stefani dengan wajah cemberut.
__ADS_1
'' sabar, mungkin masih mandi.'' jawab Glen, yang bingung harus menjawab apa.
Saat, mereka sedang duduk menanti Alfonso dan leticia. Pelayan datang menghampiri mereka.
''Permisi, tuan dan nona semua. saya diperintahkan tuan besar untuk memberitahu kepada tuan dan nona semua, kalau tuan besar dan nona menunggu dihalaman belakang.'' ucap pelayan itu.
''Aneh, terima kasih bibi. kami akan segera kesana.'' jawab gareth.
''Baik, tuan. saya permisi.'' sambung pelayan itu lagi.dan kembali ke ruang dapur.
Gareth, mengerutkan dahinya. merasa aneh kenapa Alfonso malah menunggu mereka dihalaman belakang. karna tidak ingin mati penasaran Gareth, mengajak yang lainnya berjalan ke halaman belakang.
Saat, kaki mereka menginjak ke tangga untuk turun ke halaman belakang Stefani yang mengerti tema dekor merasa aneh.
Stefani, mendekatkan wajahnya ditelinga Glen.
''Sayang, kamu merasa ada yang aneh ngg?kenapa ada dekor segala.'' bisik stefani.
Glen, yang masih belum menyadari hanya mengangkat bahunya.
Stefani, yang kesal dengan tanggapan Glen. yang tidak mengerti. akhirnya melepaskan tangannya dari gandengan Glen dan berjalan mendekati nabila
'' Nad,'' panggil Stefani.
''hmmm.'' jawab nabila.
Nabila, yang baru menyadari, setelah mendengar perkataan dari Stefani, melebarkan matanya.dan mengamati halaman belakang.
'' iya, benar. temanya mirip baby shower,'' jawab Nabila.
Nabila, dan stefani yang mengerti soal tema dekor karna selain mereka yang bekerja dijalur seni mereka juga sering membaca diinternet.
''jangan bilang leticia, hamil.'' bisik Stefani.
"Itu, lebih baik.'' sahut Nabila.
Nabila, dan stefani semakin penasaran. dengan mempercepat langkah dan berjalan mendahului kelima pria yang didepan mereka, segera menuruni anak tangga.
Disana sudah ada banyak yang menunggu. Alfonso dan leticia. duduk menunggu sahabat mereka ditempat yang sudah disediakan.
Leticia, terus tersenyum. saat matanya melihat kedua sahabatnya dan juga sopir kepercayaanya sudah datang dan keempat sahabat dari Alfonso.
Alfonso, segera berdiri dengan menggandeng tangan Leticia menyambut sahabat mereka, yang sudah datang.
Stefani, yang melihat Leticia digandeng oleh Alfonso. berjalan menyambut mereka. dengan rasa kangen yang sudah lama ditahan. segera Stefani mepercepat langkahnya dan berjalan kearah Leticia, kemudian memeluk Leticia dengan begitu erat untuk melepaskan kangennya. disusul oleh Nabila. mereka bertiga saling berpelukan, melepas rasa kangen yang sudah lama mereka tahan.
"cia, kamu hari ini terlihat sangat cantik." ucap Stefani yang memegang kedua pipi Leticia.dan diangguki Nabila.
" kamu berdua juga sangat cantik. ayo, kita duduk dulu aku capek kalau berdiri seperti ini." jawab Leticia.
mereka bertiga berjalan ke arah sofa panjang. yang disediakan.
__ADS_1
Alfonso, juga menyambut keempat temannya dan juga Reno. dengan sopan Reno bersalaman dengan Alfonso.
''Reno.'' ucap Reno memperkenalkan diri.
Alfonso, menyambut salaman Reno. dengan tersenyum. kini wajah dingin itu, sudah semakin berubah sedikit mulai membuka diri dengan orang lain, mulai bisa diajak ngobrol atau sudah bisa balas menyapa kalau ada yang menyapa dia.
'' saya, Alfonso suami leticia. maaf tadi saya yang menghubungi kamu.'' jawab Alfonso. dan mempersilahkan Reno duduk.
"Terima kasih, saya merasa sangat beruntung. hadir diundangan ini."jawab Reno dengan sopan.
[ini visual reno, mungkin ada yang sudah lupa.]
''Alfonso, tersenyum mendengar jawaban Reno.
Semua sudah duduk ditempat yang sediakan, tapi para sahabatnya masih belum mengerti.
''sepertinya, kita belum ahli dalam menyelidiki kasus. lihat saja kita masih dibuat bingung dengan keadaan yang dibuat mafia ini.'' ucapa Kevin.
yang disambut tawa oleh teman temannya. paramusaji mengantarkan minuman, dan makanan. aLfonso berdiri dan berjalan ke atas panggung yang disediakan juga. tangnnya meraih microfon yang disimpan didekat panggung.
'' terima kasih, sahabat sahabatku yang sudah hadir, dan mungkin juga masih bingung. alasan kenapa bisa ada dekor seperti ini. bukan rapat malah ada party.''
'' teman-teman tahu, setelah berbagai macam kejadian yang menguras emosi dan tenaga yang beberapa waktu kita lewati bersama. karena itu sempat menunda acara ini."
"jadi saya dan Leticia, baru mengadakan acara sederhana ini . malam ini aku mau memberikan sebuah kejutan yang sangat istimewah dalam hidup aku." ucap Alfonso dan berjalan turun dari panggung menjemput Leticia niak ke atas panggung.
semua teman-temannya masih bingung, karena sejak tadi Alfonso maupun leticia belum mengatakan apapun pada mereka.
setelah, Leticia naik ke atas panggung naik ke atas panggung. Alfonso berlutut di depan Leticia dengan bucket bunga mawar di tangannya.
Alfonso ,memberikan pada Leticia.
"terima kasih, sudah mau menerima saya. dengan segala kekurangan saya. sudah Mau maafkan saya. saat ini dan 9 bulan kedepan nya bukan waktu yang singkat untuk kamu. tapi aku janji akan selalu berada di sisimu menjadi suami yang siaga dan ayah yang bertanggung jawab." ucap Alfonso. matanya berkaca-kaca, dan memberikan bunga untuk Leticia.
Leticia yang terharu, menitikan air matanya tangannya menerima bunga dari Alfonso.
'' aku sangat beruntung, memiliki seorang suami seperti kamu. aku tidak peduli Siapa kamu bagaimana masa lalumu. yang aku lihat, adalah ketulusan hatimu yang mungkin tidak dimiliki oleh pria lain sepertimu. semua yang kamu berikan ke saya, sudah melebihi apa yang selama ini saya impikan. aku sadar, ucapan kata terima kasih dan cinta yang tulus dari hatiku buat kamu mungkin tidak cukup untuk semua yang sudah kamu korbankan selama ini untuk saya. tidak mudah bagi kamu, berani mengambil sebuah keputusan yang besar menghilangkan egoisme dan misi dalam hidupmu untuk membalaskan dendam kedua orang tuamu. untuk itu, di hari yang istimewa ini sekali lagi dari hatiku yang paling dalam Aku meminta maaf atas semua itu. maaf, maaf, Maafkan perbuatan ayah untuk keluargamu."
'' terima kasih juga, sudah memenuhi Keinginan saya untuk tidak menunda memiliki momongan. aku bahagia dengan hadirnya ke-4 anak dalam perut aku. jadi tidak perlu minta maaf atas hal itu, ini anak kita ini buah Cinta Kita mari bersama kita menjaga mereka hingga mereka lahir dan dewasa nanti I Love You Daddy" jawab Leticia dengan air mata yang terus mengalir, dan menjatuhkan tubuhnya
.
dalam pelukan Alfonso.
teman-temannya yang hadir, baru mengerti kenapa Ada party di malam ini. semua memberi tepuk tangan, bahkan GaretH sampai berteriak.
" wah, ternyata mafia ini bisa romantis juga." lalu disambut tawa oleh teman-teman mereka.
__ADS_1