
Tangan Alfonso menelurusi bagian tubuh bawah Leticia dengan lembut. Tapi tepat sasaran, menyentuh bagian sensitif membuat Leticia berpekik.
"Sayang, apa itu?" tanya Cia disela-sela desahannya.
"Kenikmatan sayang! aku akan membawa kamu terbang ke awan." jawab Alfonso.
"Hmmm...achh!"
Suara desah*an saling bersahutan. deruan napas terdengar jelas.
"Kamu basah, sayang!" ujar Alfonso dengan lidah yang terus menjalan menuruni bagian perut Leticia.
Leticia menggeliat kepalanya terus menggeleng ke kanan dan kiri.
"Achh...apa yang basah itu?" tanya Leticia, sembari terus mendesa*h
"Gawangnya sayang." jawab Alfonso. sembari menyesa*p bagian perut Leticia. tidak lupa Alfoso meninggalkan tanda merah lagi.
Desiran aneh mengalir diseluruh bagian tubuh Leticia, seperti sengatan listrik tegangan tinggi, yang mengantarkan dirinya terbang menuju langit ketujuh.
Dengan lembut Alfonso melepas kan piyama bagian bawah dan underwear Leticia, dan membuangnya ke sembarang tempat. Mata Alfonso membulat ketika melihat sesuatu benda yang indah dibawah sana.
"Sayang!" ucap Alfonso berbinar-binar.
Alfonso mulai membenamkan kepalanya dibawah sana. lidahnya mulai menelusuri bagian bawah perut Leticia, menyesap perlahan nan lembut. Cia mersakan dirinya seakan terbang ke awan. Karena, permainan lidah Alfonso begitu lincah ketika memutat didalam sana.
Alfonso yakin pelumasnya sudah cukup untuk menembus gawang. Alfonso kembali keatas tubuh Leticia. jarinya menjepit ujung kecil di dada Cia, bibirnya kembaki menyesap bibir Leticia.
"Kenapa aku merasakan aneh dibawah sana?" tanya Leticia dengan polos.
"Karena aku menyesapnya." jawab Alfonso. lidah keduanya kembali beradu didalam sana.
Erang*an Leticia semakin membuat Alfonso menggila. hingga mmebuat Alfonso lupa kalau sudah dua jam meraka masih dalam langkah pemanasan.
Alfonso menci*um telinga Leticia, memberi sedikit gigitan diujung telinga Leticia, deruan napas Alfonso membuat Leticia memger*ang.
"Sayang...achhh!"ucap Leticia sembari menggeliat.
Alfonso kembali menyapu bibir Leticia, " sayang aku berkunjung? kamu sudah siap?" tanya Alfonso disela-sela desah*annya.
__ADS_1
Leticia hanya menganggukkan kepalanya.kembali Alfonso menyesap dibawah sana membuat Leticia memekik.
"Achhh...stop aku mau ke kamar mandi." ucap Cia. karena, merasa ada yang akan keluar.
"Keluarkan disini saja." jawab Alfonso. dengan suara kurang jelas karena lidahnya masih terus bermain didalam sana.
Cia menggeleng.
"Aku malu." jawab Cia polos.
Namun, Alfonso terus menyesap memutar lidah diujung kenikmat*an. Erang*an Leticia semakin keras.
"Sayang! aku pi*pis!" pekik Cia disertai era*ngan
Achh...
Semburan hangat keluar tepa dimulut Alfonso. Alfonsi berdiri dan mulai menetralisirkan miliknya kedalam milik Leticia.
"Ini akan sakit, sayang! jika tidak tahan dengan sakitnya, gigit saja punggungku. ujar Alfonso sebelum menyapa mahkota Leticia.
Leticia hanya mengangguk dan terus memeluk tubuh Alfonso.
"digigit semut!" sahut Alfonso. Tangannya mendorong perlahan untuk masuk kedalam sana.
Leticia menutup matanya sembari mengigit bibir bawahnya, menahan sentuhan aneh yang begitu keras yang menembus dinding selaputnya.
"Sa----kit... hmmmm....achhh." jerit Leticia menggigit bibir bawahnya.
Menahan sakit yang tidak bisa ucapkan dengan kata-kata. Mendengar keluhan Leticia.Alfonso memberi ruang bagi Leticia. Jari Alfonso mulai merangsang di bagian bawah sana.
"Itu apa lagi yang berjalan dibawah sana?"
Alfonso tersenyum sembari terus memberi rangsa*ngan dengan jari." baru diujung sayang, belum seperempat sayang!" jawab Alfonso.
"hmmm..achh..." desa*h Cia.
"Sampai kapan seperti ini?" sambung Cia sambil terus menarik seprei ranjang.
"Sabar sayang ini pertama, nanti kelamaan akan terasa enak." sahut Alfonso.
__ADS_1
Leticia mengangguk dan dipunggung Alfonso sudah menjadi pertumpahan darah, Karena cakaran dari kuku Leticia. Namun, bagi Alfonso perihnya cakaran kuku Leticia tidak sebanding dengan kenikmatan yang Alfonso dapatkan malam ini.
"Sayang aku dorong lagi, kamu tahan ya." ucap Al. sambil berusaha mendorong dengan pelan. setelah bertarung hampir 15 menit akhirnya pelurunya masuk menembus gawang pertahanan.
"Achh...sakit...perih." pekik Leticia.
"Achh..." Alfonsopun menger*ang
Leticia yang merasakan cairan hangat mengalir dibawahnya mengerutkan keningnya, " cairan hangat apa yang keluar dibawah sana?" tanya Leticia di sela sela kesakitan.
Alfonso terus mendorong keluar masuk secara pelan.Mengabaikan pertanyaan Leticia. Air mata Leticia seketika menetes dari sudut netranya, Karena perih yang tak tertahankan.
"Sakit.. .perih." ucap Cia sambil meneteskan air matanya.
"Terima kasih, sayang." ucap Alfonso. sembari menyeka air mata Leticia. Badan Alfonso masih terus bergoyang memberi ritmenyang pelan agar Leticia bisa menerimanya.
Alfonso mendiamkan sesaat didalam sana. membiarkan milik Leticia menerimanya. Lalu, Alfonso mulai menggerakan tubuhnya sesekali perlahan seksli agak sedikit cepat. Leticia terus menggeliat karena perih dan akiran yang berada didalam sana sudah ingin keluar.
"Aku mau keluar lagi." bisik Cia pelan dengan suara desahannya.
"Keluarkan saja ."jawab Al dengan terus menggerakkan tubuh bagian bawahnya dengan irama sedang. tiba tiba Cia merasakan getaran tubuh yang teramat aneh, sebuah pelepasan yang tumpah sempurna dibawah sana.
Setelah hampir tiga puluh menit Al berada diatas Cia. akhirnya pertahanan Al mulai runtuh. Al mengerang.. sambil mendengakkan kepalanya ke atas.. dan akhirnya semburan vanila menembus dinding rah*m Leticia.
Welcome Litlle Leticia
Sebelum menjatuhkan tubuhnya, diatas tubuh Cia. Alfonso mendiamkan didalam sana membiarkan benihnya bersarang sempurna di rahim Cia.
Alfonso tersenyum bahagia. Dengan napas yang tidak beraturan, sambil menatap mata sembab Leticia. Alfonso jatuh disamping tubuh Leticia. Leticia yang masih lemas menatap langit langit kamar. Leticia merasakan pahanya yang sulit untuk bergerak.
Dengan lembut Alfonso membawa Leticia ke dalam dadanya, Alfonso menarik selimut menutupi tubuh mereka yang polos dari dinginnya ruangan
"Good night baby," ucap Al. sembari mengecup kening Leticia.
Leticia tersenyum sembari membenamkan kepalanya didalam dada bidang Alfonso.
"Sweet dream, sayang." jawab Leticia.
Akhirnya keduanya pun terlelap. Karena, tubuh mereka yang lelah setelah bertarung tadi.
__ADS_1
💝💝💝💝💝