SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Leticia dirawat


__ADS_3

Dengan, cepat Andre menghubungi dokter Louis,


drthhh..,


Bunyi ponsel dokter Louis


''Hallo dok, selamat sore. dok, bisa ke Mansion Alfonso sekarang? ada keadaan darurat dok, istrinya jatuh pingsan.'' ucap Andre melalui sambungan telpon.


'' Sore juga Ndre, iya bisa. aku akan segera ke sana.'' jawab dokter Louis, dengan cepat menyiapkan semua peralatan dan beberapa macam obat untuk di bawa ke Mansion.


'' Ok, terima kasih.'' jawab Andre.


'' iya,Ndre sama sama.'' jawab dokter.


Setelah..,


Menelpon dokter Louis, Andre berjalan keluar dan dengan cepat menghubungi Alfonsso, tapi nomornya tidak aktif,


''shiff..'' umpat Andre.


'' Ini tidak seperti biasanya, Al tidak pernah matikan ponselnya.'' gumam Andre yang sudah beberapa kali menghubungi Alfonso tapi tetap tidak bisa.


Akhirnya, Andre memutuskan untuk menghubungi Gareth. tapi, sebelum menghubungi Gareth Andre melihat jam yang melingkar ditangannya,


'' pukul tiga pagi di California, pantas saja dia masih tidur. tapi ini tidak seperti biasanya Alfonso ponselnya selalu aktif dua puluh empat jam. tapi baru kali ini ponselnya tidak aktif hmmm.'' batin Andre.


Akhirnya setelah lama berpikir Andre memutuskan tidak ada salahnya dia menghubungi Gareth.


Drthhh...


Bunyi ponsel Gareth,


'' Hallo Reth, kamu di mana.'' tanya Andre.


'' Aku diperjalanan, kembali ke California. tadi aku ke korea,'' jawab Gareth.


'' hmm, Alfonso. di mana.'' tanya Andre.


''Alfonso, di markas. malam ini dia nginap di markas. ada apa.'' tanya Gareth yang merasa ada yang tidak beres.


''Ada masalah besar di Brich. istrinya jatuh pingsan di kamar mandi .''jawab Andre.


'' what.., kenapa bisa? awal honeymoon suaminya sekarang istrinya. ada ada saja. ya uda kamu hubungi dia saja. kenapa malah hubungi ke saya.'' jawab Gareth.


''karna, ponselnya tidak aktif dan di sana masih pukul tiga pagi.''jawab Andre kesal.


klik...


Panggilan di akhiri Andre.


Lalu..,


Andre, menghubungi Glen. meminta Glen datang bersama Nabila dan Stefani.


Mengingat tidak ada yang merawat Leticia. memang ada bibi Yati. tapi. bibi Yati akan sulit naik turun tangga dan ditambah lagi bibi yang sudah lansia.

__ADS_1


Sementara ..,


Menelpon Glen, tiba tiba. ada bunyi bel di depan Mansion.


tak.. tak.., tak..,


langkah kaki dokter Louis, datang dan berjalan menuju kamar leticia.


Leticia pingsan, sudah hampir tiga puluh menit. dan, belum siuman juga. bibi Yati, yang sejak tadi, duduk menjaga Leticia, sangat cemas sesekali menyeka air matanya,


'' Nona muda ayo bangun.'' ucap bibi yati dengan suara gemetaran.


''Dok, tolong cepatan periksa Nona dok. saya takut terjadi apa apa sama nona.'' ucap bibi Yati, dan terus mengoles minyak ditelapak tangan Letcia.


'' Iya, bibi yang tenang jangan cemas.'' jawab dokter.


Dokter Louis, mengambil tetoskop didalam tasnya dan mulai dipasangkan ditelinganya setelah itu dokter Louis mulai melakukan pemeriksaan vital.


Dengan berhati hati, dokter menempelkan alat tetoskop di dada Leticia, lalu mengambil senter memeriksa mata dan mulut Leticia.


lalu, dokter Louis mengangguk kepalanya. dia tidak ingin mengatakan di banyak orang, dokter hanya ingin menunggu Alfonso datang baru akan disampaikan pada Alfonso.


Setelah..


melakukan observasi vital. dokter menyimpan kembali semua alat dokternya ke dalam tasnya.


saat sedang, menutup tas dokternya.


Vani, Glen, dan Nabila datang dan langsung masuk ke dalam kamar.


Vani yang panik langsung berjalan ke arah ranjang. dan menempelkan tangannya didahi Leticia.


'' iya, badannya panas dan hemoglobinnya juga turun, di tambah leticia mengalami dehidrasi.'' jawab dokter.


''Cia, cia kamu ada ada saja. tadi pagi masih chat sama saya.tiba tiba malah pingsan.'' ucap vani sambil memijit keningnya.


''Karna, itu Leticia harus segera dikasih cairan. kalau tidak bisa berbahaya.dan sebaiknya segera hubungi Alfonso. biar tidak ada salah paham diantara kalian.'' jawab dokter Louis.karna dia tahu benar bagaimana sikap Alfonso kalau menyangkut orang orang terdekatnya.


Vani, yang melihat Andre berjalan masuk ke dalam kamar dengan wajah yang kesal. dengan cepat Vani menanyai kabar selanjutnya dari Alfonso.


'' Ndre, gimana dengan Alfonso sudah bisa di hubungi.'' tanya Vani sambil meletakan jarinya dibawah dagunya dan menggerakkan jarinya.


'' Dari tadi di hubungi ponselnya mati, dan di sana juga masih malam. belum lagi Gareth baru kembali dari korea ke california.'' jawab Andre.


'' Memangnya, pekerjaan apa sich yang mengharuskan ponselnya dimatikan, sampai sampai keadaan darurat seperti ini susah di hubungi.'' jawab Vani kesal.


Sementara..,


membahas masalah ponsel Alfonso yang tidak aktif,mereka semakin dibuat bingung dengan usulan dokter Louis.


''Andre, kita tidak bisa menunggu Alfonso. mengingat kalau kelamaan bisa menambah banyak masalah di Leticia.'' ucap Dokter.


Vani, yang panik, karna mendengar ucpan dokter kalau ke lamaan akan berbahaya bagi Leticia, dengan cepat Vani menyetujui untuk membawa Leticia ke rumah sakit melakukan perawatan di sana.


'' Ya, uda bawa sana ke rumah sakit. soal Alfonso nanti berurusan dengan saya. saya juga masih ada hak karna saya masih manager dari Leticia.'' ucap Vani.

__ADS_1


dan..,


akhirnya semua setuju dengan pendapat vani, sekarang keselamatan Leticia lebih utama dari pada amarah Alfonso.


Dengan cepat Andre menggendong Leticia ke mobil yang sudah disiapkan didepan pintu Mansion.


Vani dan Nabila duduk dibelakang ,menjaga Leticia yang berbaring dibelakng . dan Andre di depan dengan sopir.


Dengan cepat sopir menginjak pedal gas mobil menuju rumah sakit dokter Louis milik Alfonso yang terletak didalam hotel marie cristin.


Glen masih di Mansion untuk menghubungi Alfonso sekali lagi. tapi, lagi lagi gagal.


Akhirnya, Glen menghubungi anak buah yang menjaga didepan pintu kamar pribadi Alfonso.


Glen, mengambil ponselnya, dan mulai menggeser layar ponselnya. setelah menemukan nomor ponsel Thiago.


Glen mulai melakukan video,


'' Go di mana tuan besar .'' tanya Glen lewat panggilan video.


''Masih di kamar, tuan besar masih tidur.'' jawabThiago.


'' Uda, bangunin dan kasihkan ponselmu ke tuanmu. nanti saya yang berurusan dengan dia,''jawab Glen.


Karna, didesak sama Glen.akhirnya Thiago memberanikan diri mengetuk pintu kamar Alfonso.


tok..,tok..,tok..,


'' uda ketuk aja, kalau dia ng buka pake pengeras suara, kalau dia marah biar urusan sama saya.'' goda Glen.


'' Ahh,, tuan. becanda tuan ng lucu. taruhan nyawa tuan.'' jawab Thiago. dan tanpa di sadari.


Alfonso sudah didepan pintu dengan celana boxer dan telanjang dada.


'' Hmmmm,'' Alfonso berdehem.


'' Maaf tuan, ini tuan Glen mau bicara.' ucap Thiago, dan memberikan ponselnya ke Alfonso.


Alfonso, yang heran mengerutkan dahinya.


lalu...,


menerima ponsel dari tangan Thiago.


''Al, lu benar benar ng waras. ada apa ponselmu di nonaktif.'' tanya Glen dengan menatap tajam Alfonso.


Alfonso yang masih dalam mode bingung hanya mengerutkan dahinya.


''Ada apa, telpon malah ngomel ngomel tidak jelas itu.'' jawab Alfonso sambil mengusap wajahnha dengan kasar.


ahhhhh...,Alfonso yang masih mengantuk menguap.


''Leticia,sekarang dirawat dirumah sakit. susah sekali hubungi nomor lu.''jawab Glen sambil ngomel ngomel.


Alfonso tercengang, saat mendengar Leticia masuk rumah sakit. badanya lemas. pria berotot dan berwajah dingin itu tiba tiba meneteskan air mata.

__ADS_1


...----------------...


tadi banyak typo ya🙏tp uda saya revisi


__ADS_2