
''Sayang, kamu gerakin jarimu?'' ucap Leticia.tangannya terus mengelus tangan sang suami, yang tadi sempat digerakkan.
Semua, yang mendengar ucapan Leticia. segera melihat ke jari Alfonso. namun, jarinya kembali diam lagi.
''Pasti, Al. kesel dengar ledekanmu tadi, sayang.'' sahut Steward. sembari menatap Alfonso.
''Bisa, juga. kan kamu tau sendiri Al paling enggak suka kalau diledek.'' sahut Glen.
''Apa, kita panggil dokter saja.'' tanya Karla. menatap semua yang berada diruangan itu satu persatu.
''Tapi, Dokternya baru saja keluar. biar saja dulu, nanti kalau ada respon lagi baru kita panggil. sudah, sana istirahat.'' ucap Felisia.
Kedua pasangan pengantin yang mendengar ucapan Felisia, segera pamit dan berjalan ke luar dari ruangan menuju kamar hotel.
saat kakinya melangkah sampai depan pintu keluar. Glen, melirik ke arah tiga sahabatnya yang saat ini dijuluki jomblo lovers oleh Glen. karna, mereka yang belum saja memiliki kekasih.
''Awas, sabun dihotel habis. karna bosnya masih belum sadar.'' ucap Glen sembari mengedipkan matanya ke ketiga sahabatnya.
Tangannya, terus melambaikan ke arah ke tiga sahabatnya yang sedang menatap Glen dengan tatapan usil mereka.
Fani, yang merasa Glen bercandanya sudah diluar batas persahabatan, segera mencubit pinggang suaminya itu.
''Jangan, kelewatan seperti itu.'' tegur Fani. matanya, menatap tajam ke arah Glen.
Glen, hanya bisa menunjukkan deretan gigi putihnya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Titel Mafianya, ternyata sama sekali tidak berlaku untuk Stefani.
__ADS_1
Kevin, yang melihat Glen seperti mati kutu tidak bisa berkutik saat Fani menegur. langsung terbahak. sembari menaik turunkan alis indahnya.
''Emang enak, dulu ngeledek Alfonso. kalau Alfonso golongan suami suami takut istri. sekarang dia apa coba?'' ledek Gareth. tangannya memukul pelan paha Andre.
Yang berhasil mengundang gelak tawa diruangan Alfonso rawat.
''Dia, Susis lah.'' sahut Andre. sembari menepuk dahinya tawanya semakin kencang. membuat, Glen menatap tajam ke arah mereka.
Felisia, dan Mason. selaku orang tertua yang berada diruangan itu ikut terbawa.
Bagaimana, tidak merasa lucu. pria pria tampan itu ternyata memiliki jiwa humoris yang tinggi. selain, memiliki ketrampilan membunuh musuh mereka juga bisa jadi aktor lawak.
Mason, yang sejak dari pagi setelah penembakan terjadi. hanya, diam akhirnya bersuara juga setelah mendengar Gareth menyindir sahabatnya Glen.
''Berarti, daddy juga dong golongan suami suami takut istri,'' ucap Mason sembari melirik ke sang istri.
''Daddy, malu ahh sama anak anak.'' sahut Felisia.
Malam, itu selain menjaga Alfonso. mereka semua saling berbagi kisah bahkan Mason, dan Felisia tidak malu malu. menceritakan lika liku kehidupan mereka.
''Wah, ternyata. kita, ada guru suami suami takut istri.'' sahut Glen. matanya menatap Steward.
Mason, menggelengkan kepala. dalam hatinya Mason, membatin ''Ternyata anak anak ini tidak seburuk penilaian dirinya, selama bekerja dengan si breng..,sek Sergio.''
''Memang, penyesalan selalu datang terakhir.coba, daridulu aku mengenal mereka, mungkin, pria yang sedang berbaring tak berdaya diranjang ini tidak menjadi anak yatim piatu seperti saat in Aahh.. ternyata penyesalan selalu datang terakhir, aku akan menebus ini semua.'' batin Mason lagi.
__ADS_1
Setelah, selesai bercanda. akhirnya. kedua pasangan ini benar benar pamit kembali ke kamar hotel mereka. dengan dikawal dua anak buah.
Stefani, yang baru pertama kali merasakan akan seranjang dengan Glen. hatinya berdebar semakin kencang. tangannya keringat dingin.
Glen, yang menggandeng tangan Fani. hanya, tertawa dalam hatinya, karna Glen, kwatir Fani akan tersinggung. Jika, Ia bertanya alasan kenapa berkeringat.
Steward, yang sejak tadi melihat Fani hanya diam saja selama dalam lift. melirik ke arah Glen dan tersenyum.
Karla, yang mengetahuikelakuan kedua pria itu. akhirnya,, berpura pura batuk.
'' Ehemm..'' Karla berdehem.
Steward, yang menyadari sang istri sedang menegur mereka. akhirnya berhenti menggoda Glen.
Ting..,
Lift, pun terbuka karna sudah sampai dilantai dua puluh.
Kedua pasangan pengantin ini. berjalan keluar dari lift. menuju ke kamar masing masing.Fani, terus menunduk
...----------------...
Ini Mafia, saya up dari sabtu sampe sekarang review terus. saya sudah hubungi admin.tapi jawaban admin sistem sibuk.
Oya, mafia revisi uda sampe bab 6 ya.
__ADS_1
.