SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Aku kangen anak anak ku.


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Mason. Dokter Cathlyn pamit meninggalkan Mason di lorong Icu.


Dokter Cathlyn masuk ke dalam ruang ICU. Untuk mengecek keadaan Leticia.


''Pak Alfonso, mertua pak Alfonso.sedang berada di lorong ICU. Sepertinya pak Mason sangat terpukul dengan keadaan ibu Leticia.'' ujar dokter Cathlyn.


Tangan dokter cathlyn mengecek volume darah yang menetes dari kantong melalui infus masuk dalam tubuh Leticia.


''Terima kasih, dok. saya menemui mertua saya dulu.'' pamit Alfonso.


Ketika mendengar ucapan dokter Cathlyn. Leticia hanya bisa menitikkan air matanya.


''Daddy sudah datang? Daddy pasti sangat sedih. maafin Cia, Dad. Telah membuat kalian semua sedih dengan keadaan Cia.'' batin Cia.


Melihat Cia menitikkan air mata dokter Cathlyn tersenyum. setidaknya respon Leticia masih bagus, pendengarannya juga masih bagus.


''Ibu, harus semangat biar bisa sembuh. Dan berkumpul lagi dengan keluarga tercinta. Lihat semua keluarga ibu sangat mencintai ibu.'' dokter Cathlyn memberi semngat pada Leticia sembari menyentuh punggung tangan Leticia.


''Saya juga ingin sembuh Dok. Tetapi, apadaya ku obat untuk penyembuhan tidak ada. jujur Dok saya sangat kwatir dengan Alfonso. saya takut dia kembali ke dunia hitam. Terus, bagaimana dengan anak anakku.'' batin Leticia.


Melihat Leticia menangis. Dokter Cathlyn tersenyum.


''Saya akan lakukan semampu saya. Selebihnya biarkan Tuhan yang bekerja.'' ucap dokter Cathlyn lagi.


"Saya harap ada keajaiban. Amin." batin Leticia lagi.


Lalu, dokter Cathlyn keluar dari ruang ICU. untuk berbicara lagi dengan Tim dokter.


*****


Dilorong ICU, Alfonso sedang menjelaskan kepada Mason.


''Daddy, kita jangan sedih didepan Cia. kasihan Cia Dad. kalau melihat kita sedih Cia pasti akan semakin stres.'' ujar Alfonso.

__ADS_1


''Iya, Nak. saya akan kuat. saya ijin lihat Leticia dulu.'' pamit Mason.


''Baik, daddy.'' jawab Alfonso.


Mason juga segera masuk ke dalam ruang ICU dengan mengenakan baju pendamping. Langkah Mason terhenti ketika melihat tubuh putrinya penuh dengan alat medis.


'' Putri Daddy.'' ucap Mason menyentuh tangan Leticia.


Leticia hanya bisa melirik dengan ekor mata. Seketika butiran kristalnya jatuh dari sudut netranya.


''Daddy? jangan menangis. Cia baik baik saja.'' batin Leticia.


Tangan Mason terus menggenggam tangan Leticia.


''Maafin Daddy, Nak.'' lirih Mason.


Leticia terus mendengar semua ungkapan penyesalan Mason. Setelah hampir satu jam. Mason pun segera keluar dari ruang ICU. Karena, ada batasan waktu pengunjung menjenguk pasien.


'' Terima kasih Daddy. Titip anak anak.'' batin Leticia.


******


Hari berganti hari terapi tahap pertama sudah selesai. Hari ini sudah hari ketiga. Dokter kembali menemui Alfonso.


''Pak, setelah penanganan tahan pertama. Kami melihat kondisi ibu Leticia tidak berubah. Hari ini kami akan melakukan plasmapheresis.'' ucap dokter Cathlyn pada Alfonso.


''Lakukan yang terbaik untuk istri saya.'' jawab Alfonso. jarinya terus diketuk ketuk di dagunya.


Ada rasa rindu untuk keempat anaknya. Namun, dia juga tidak ingin meninggalkan Leticia di ICU.


Setelah menjelaskan pada Alfonso. Dokter Cathlyn dengan beberapa tim dokter kembali masuk ke dalam ruang ICU. Dengan membawa mesin plasma darah serta serum darah yang sudah disaring melalui beberapa tahap sterilisasi untuk dipasangkan pada tubuh Leticia.


__ADS_1


Alfonso, menatap dari balik kaca hatinya sangat sakit melihat tubuh istrinya mulai dipasangi selang.


''Sayang, pasti sakit'kan? saya akan berusaha melakukan yang terbaik. setidaknya ijinkan saya dan anak bermain bersama kamu setahun lagi.'' batin Alfonso menitikkan air mata.


Selesai dipasang Tim dokter juga segera keluar dari ICU. Alfonso dan dokter Cathlyn masih berdiri didepan ICU.


''Dok, boleh enggak? anak anakku, saya bawa ke sini siapa tau Leticia lihat anak anak, Leticia semakin bersemangat untuk sembuh?'' ijin Alfonso.


''Boleh, pak. Tetapi pastikan anak anak dalam kondisi sehat.'' saran dokter Cathlyn.


''Terima kasih, anak anak saya dalam keadaan sehat.'' jawab Alfonso dengan tersenyum.Setidaknya Alfonso juga bisa melepas rindu untuk keempat anaknya.


Alfonso segera mengambil ponsel dari anak buahnya yang berjaga didepan ruang ICU.


''Mommy, nanti siang tolong bawa anak anak datang ke rumah sakit.'' ucap Alfonso.


''Baik, nak.'' jawab Felisia.


Selesai berbicara dengan Felisia. Alfonso mengembalikan ponselnya. Namun, saat hendak melangkah masuk ke dalam ruangan ICU. anak buahnya memanggil kembali Alfonso.


''Tuan! Tuan, tidak ingin mengabari sahabat sahabat Tuan dan Nona? Mereka juga pasti sedang bingung.'' ucap anak buah Alfonso.


Alfonso menghentikan langkahnya.


''Jangan, jangan dulu aku tidak ingin merepotkan mereka. aku juga belum siap melihat mereka sedih.'' jawab Alfonso menarik napas panjang.


"Baik Tuan.'' jawab anak buahnya.


Setelah berbicara dengan anak buahnya. Alfonso meneruskan langkahnya masuk ke dalam ruang ICU.


Bibirnya tersenyum. " Sayang, nanti siang anak anak akan main ke sini. kamu pasti kangen dengan mereka'kan ?" ucap Alfonso.


"Aku kangen bangat. aku pengen bermain dengan mereka, aku pengen lihat Alisha yang selalu menempel sama kamu." batin Leticia.

__ADS_1


__ADS_2