SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Pesan terakhir.


__ADS_3

Entah kenapa malam ini Leticia tidak bisa tidur, matanya terus terjaga. Alfonso setia menemani Leticia. Mereka berdua duduk di sofa panjang di dalam kamar. sedangkan keempat anaknya sudah pulas.


Berulang kali Alfonso menguap. Karena, tubuhnya yang lelah. akhir akhir ini Alfonso jarang istirahat. Karena, mengurus Leticia ditambah lagi bermain bersama keempat anaknya. Walaupun, anak anaknya di bantu oleh suster dan Felisia. Namun, ada saja cara mereka mengganggu daddy Alfonso.


''Sayang, tidur yuk! Tidak baik begadang seperti ini. Lihat, sekarang sudah pukul 02:00. kamu, tidak ngantuk? Aku ingin dipeluk kamu.'' Alfonso bertingkah manja. Sengaja kepalanya di senderkan di bahu Leticia.


''Aku, takut aku tidak bangun lagi. Karla dan Nabila kapan datang?" bukan nya menjawab pertanyaan Alfonso. Leticia malah bertanya kedatangan Adek dan sahabatnya itu.


''Besok mereka akan datang. Karena, itu yuk kita tidur dulu biar besok kamu bisa cerita dengan mereka.'' bujuk Alfonso.


''Tidak! Aku tidak ngantuk. Aku takut, setiap kali aku tidur benda besar dan gelap itu selalu datang di hadapanku. dia ingin membawa aku pergi, dari kamu dan anak anak.'' lirih Leticia menitik air matanya.


Hati Alfonso seperti terhunus pisau. Alfonso mengangkat kepalanya dari bahu Leticia. Matanya menatap lekat wajah Leticia.'' apakah mereka yang dibilang malaikat maut?" batin Alfonso.


''Jangan takut! ada aku, ada Tuhan, anak anak juga setiap malam mereka selalu berdoa untuk kamu, begitu juga aku dan sahabat kita dan orang orang yang berada di Mansion ini. Semua nya mendoakan kamu agar cepat sembuh.'' jawab Alfonso tersenyum.


Sebenarnya, Alfonso juga takut hal itu datang. Namun, Ia berusaha tegar dan berpura pura seolah semua baik baik saja.


Seperti tadi sebelum tidur anak anak menanyakan kesembuhan Leticia. Namun, jawaban Alfonso masih sama. '' Tuhan, masih ingin mommy duduk dikursi roda.'' jawab Alfonso tersenyum.


Benar saja Leticia sama sekali tidak tidur hingga pagi menyapa. Mentari pagi sudah muncul di ufuk timur. Sinarnya menembus masuk melalui celah ventilasi. Alfonso ingin berdiri untuk membuka tirai. Namun, dengan cepat Leticia menahan tangan Alfonso.


''Jangan, aku mulai mengantuk.'' bisiknya ditelinga Alfonso.


Namun, Alfonso merasakan sesuatu yang berbeda. Tangan Leticia dingin, matanya mulai sayu, bibir juga mulai kaku untuk berucap.

__ADS_1


'' Sa... yang?" jawab Alfonso matanya mulai berkaca kaca. kaki dan tangannya lemas. Rasanya ia ingin jatuh dan berteriak.


''Berjanjilah padaku untuk selalu menjaga anak anak kita. Aku tau kamu kuat, aku tau kamu bisa. Jangan putus asa dikala aku tiada. Aku menunggu mu disana. Karena, aku yakin Tuhan pasti akan menyatukan kita disana lagi.'' ucap Leticia berlinang air mata.


''AL...'' panggil Leticia.


''Kenapa sayang?" jawab Alfonso. mengecup ujung kepala Leticia.


''Aku ingin duduk dipangkuan mu.'' suara manja Leticia membuat hati Alfonso hancur.


'' Aku akan pangku kamu. Tetapi, aku ingin kamu selalu menatap mata ku.'' jawab Alfonso, Lalu Alfonso mengangkat tubuh Leticia keatas pangkuannya. tubuh Leticia didekap begitu erat seakan Alfonso tidak ingin melepaskan Leticia.


Kedua tangannya dikepalkan gertakan giginya terdengar begitu jelas. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Namun, matanya terus fokus menatap mata Leticia.


'' Jangan sayang... jangan! aku mohon ijin kan aku bersama kamu lebih lama lagi.'' pinta Alfonso. suaranya bergetar.


''Bangun'kan anak anak, sayang.'' pinta Leticia suaranya makin tenggelam. ujung kakinya sudah dingin.


''Iya, sayang aku akan bangunkan mereka. Tetapi, aku mohon jangan pergi. kamu tidak ingin'kan melihat aku hancur?" Alfonso membangunkan Alisha dan ketiga saudaranya. '' sayang bangun mommy ingin peluk kamu.'' air mata Alfonso semakin deras mengalir.


''I...ya aku janji aku disini. aku masih tunggu Karla.'' jawab Leticia menahan napasnya. '' napasku sesak sekali sayang,'' keluh Leticia.


''Cia... aku mohon... Leticia virginia Mason!... jangan...'' panggil Alfonso menggelengkan kepalanya. Tangannya mengambil pistol dipinggangnya. Lalu, meletakkan diatas nakas.


''Al... sender kan aku di headboard.'' ujar Leticia. melirik ke arah pistol.

__ADS_1


Dengan cepat Alfonso mengangkat tubuh Leticia dan disenderkan diheadboard ranjang.


''Terima kasih sayang. aku beruntung memiliki suami seperti kamu. Aku beruntung dicintai kamu. betapa beruntungnya para wanita jika semua pria sebaik kamu.'' ucap Leticia. dengan menyentuh pipi Alfonso. dengan cepat Leticia menyeka air mata Alfonso.


''Kamu, bicara apa sayang! aku tidak beruntung, aku suami tidak berguna. Lihat, aku tidak bisa menyembuhkan istri ku.'' jawab Alfonso.


''Sstt... kamu sudah berusaha. Namun, ini takdir sayang. kematian adalah tujuan hidup semua makhluk hidup. Sedangkan, kehidupan adalah kenikmatan sementara di mana Tuhan memberi kita kesempatan untuk menjadi baik atau buruk,'' Leticia menjawab. bibirnya tersenyum begitu manis dipagi ini. wajahnya lebih cerah di hari hari sebelumnya


Anak anak sudah bangun semua. mereka berhamburan memeluk Leticia. Tangan Leticia mengelus ujung kepala keempat anaknya.


''Anak anak mommy sudah besar semua. Aleijo, Mommy minta kamu harus jadi pelindung untuk ketiga adikmu. jika, terjadi salah paham kamu yang harus jadi penengah.'' pesan Leticia.


''Mommy... kenapa sedih?'' cerewetnya Alicia baru muncul.


'' Mommy enggak sedih. mommy bahagia, anak mommy sudah besar.'' jawab Leticia tersenyum. keempat anaknya menempelkan kepala didada Leticia ada yang dikaki ada yang dilengan Leticia.


'' Alisha... janji sama mommy ya. tolong jaga daddy... lihat daddy jangan kebanyakan makan pasta nanti daddy sakit.'' pesan Leticia pada Alisha. Lalu, mengecup ujung kepala Alisha.


''Oke.. mommy Alisha janji akan jaga daddy. nanti kalau daddy nakal Alisha akan lapor mommy.'' jawab Alisha polos.


''Anak pintar!" jawab Leticia tersenyum.


Leticia memeluk anak anaknya satu persatu. pesan berbeda sudah di titipkan kepada keempat Anaknya.


"Percayalah, dimanapun mommy berada nanti. Cinta mommy untuk anak anak mommy dan Daddy tidak akan pernah berubah."ucap Leticia. berlinang air mata.

__ADS_1


Tangannya yang satu meraih tangan Alfonso digenggamnya begitu erat. Alfonso menggelengkan kepalanya.


"Berjanjilah, kamu akan tepati janjimu. aku titip anak anak untuk kamu. Karena, aku tau kamu bisa menjaga mereka. Alfonso... Maaf ... aku minta Maaf!" ungkap Leticia berlinang air mata.


__ADS_2