SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Leticia Histeris


__ADS_3

Di Spanyol, Glen dan teman temanya sudah kembali ke kediaman mereka masing masing. untuk, mempersiapkan diri karena besok pagi mereka akan berangkat ke Paris pagi pagi dengan menggunakan jet pribadi milik Alfonso.


''Al, kami pulang ya. salam, untuk Leticia.''pamit Stefani.


''Iya, nanti saya sampaikan. Leticia, masih tidur.''jawab Alfonso.


kemudian, semua pulang ke kediaman mereka masing masing.


Jam, menunjukkan pukul 17:00 waktu Spanyol. Leticia, mengerjap.Alfonso, seperti biasa tidak bisa tidur selalu menjaga Leticia dikamar dengan mengecek semua keuangan markas dan pekerjaan diperusahaan milik Rudolf.


''Sayang, semua sudah pulang?''tanya Leticia dengan suara yang baru bangun tidur.


Alfonso, menoleh dan segera berdiri untuk membantu Leticia bangun dari tempat tidur.


''Hati hati,''Alfonso memperingati Leticia.


''Semua, sudah pulang.besok, pagi baru mereka berangkat ke Paris.'' lanjut Alfonso lagi.


Leticia, termenung saat mendengar ucapan Alfonso.


''Kenapa?"tanya Alfonso, menatap wajah sang istri.


''Aku, sedih aku kehilangan moment pernikahan Nabila''lirih Leticia.


''Temani aku, kita beli bunga untuk Nabila. Dia, sangat menyukai mawar putih,nanti besok saya titip ikut Stefani.''pinta Leticia.


''Beli sekarang?"tanya Alfonso lagi.


''Hmmm..,''jawab Leticia mengangguk.matanya menatap wajah sang suami.


Alfonso, tersenyum sembari menarik hidung Leticia.''kalau beli sekarang, simpan sampai besok pasti layu sayang,''jawab Alfonso kemudian bibirnya menyesap bibir sang istri.

__ADS_1


''Bagaimana, nanti aku minta tolong Ethan yang belikan besok pagi.''usul Alfonso, sembari memeluk tubuh Leticia.


''Iya, enggak apa apa, Terima kasih ya sayang.''jawab Leticia senang. kemudian balas menyesap bibir Alfonso sesaat.


''Kevin, dan Reno tadi kenapa ribut dibelakang, suara Kevin terdengar sangat jelas.''tanya Leticia, matanya menelisik bola mata Alfonso.


Deg.., akhirnya kekwatiran Alfonso benaran terjadi, pertanyaan dari siang yang Alfonso hindari dari Leticia saat ini ditanyai juga.


''Nanti, saja sayang.''bujuk Alfonso.


''Enggak, kamu jawab dulu kalau enggak aku enggak mau mandi.''ancam Leticia.wajahnya tidak ingin menatap wajah Alfonso.


Alfonso, tertawa, tangannya mengelus perut Leticia. ''hi, the babies, daddy and mommy can't wait meet you.''bisik Alfonso mengalihkan pembicaraan.


Namun, Leticia masih kekeh untuk terus menunggu jawaban dari Alfonso.tangannya, dilipatkan didada, bibirnya manyun.


Alfonso, mengusap kasar wajahnya, bukan dia menutup dari Leticia.hanya, Alfonso kwatir Leticia pasti akan stres dan bisa berdampak buruk untuk kesehatan Leticia.


''Baiklah,. tapi kamu harus janji. kalau tidak akan stres karena semua sudah diatasi Kevin dan Nabila juga sudah melupakan kejadian itu.''terang Alfonso. kemudian duduk berhadapan dengan Leticia,Alfonso menggenggam tangan Leticia.


''Kamu, tahu Nabila hamilkan? kamu, yakin itu anak biologis Kevin? aku, tanya seberapa buruk Kevin dimata kamu. maksud, saya selama ini yang kamu lihat Kevin bagaimana?" tanya Alfonso.


Karena, Alfonso tidak ingin Leticia marah terhadap Reno, mengingat Alfonso benar benar menjaga Leticia agar tidak stres.yang bisa menyebabkan efek buruk untuk kesehatan Leticia.


''Dia, anak yang baik.''jawab Leticia menatap wajah Alfonso.


"Kalau, Reno bagaimana?"tanya Alfonso, lagi sembari menautkan kedua alisnya


''Reno, 8 tahun bekerja dengan saya dia anak yang baik.''terang Leticia.


''Yakin?"tanya Alfonso, tangannya mengelus perut besar Leticia yang sudah semakin turun ke bawah.

__ADS_1


''Hmmm..,''Leticia berdehem.


''Sebenarnya, yang menghamili Nabila adalah Reno, tetapi Reno tidak menginginkan janin itu, Reno, beralasan kalau dia melakukan itu saat dia dibawa pengaruh alkohol.'' ungkap Alfonso, hati hati.matanya, terus menatap wajah Leticia.


Deg.., jantung Leticia serasa berhenti berdetak.mulutnya terbuka matanya berkaca kaca Leticia tidak menduga pria yang dianggapnya baik, dan santun itu bisa melakukan hal sekeji itu.padahal yang selama ini Leticia lihat Reno sangat menghormati dirinya, juga Stefani dan Nabila.


Leticia, mengepalkan kedua tangannya kalau saja dia tidak sedang hamil rambut Reno bakal dijambak oleh Leticia.


Alfonso, mengelus punggung Leticia.''sudah, kenapa marah. sekarang Kevin yang akan melindung Nabila dan anaknya.''ucap Alfonso.


''Reno, tega kenapa tidak nikahi Nabila.pecat dia dari perusahaan biar dia belajar kalau berani malakukan kesalahan berani terima akibatnya.''tegas Leticia.


Alfonso, yang melihat wajah serius Leticia, merasa heran.''tumben Cia setegas ini.''batin Alfonso.


''Jangan, sayang. kasihan dia kalau dipecat dia akan sulit mencari kerjaan.biar, saya ingin melihat kalau Nabila melahirkan dan anak itu besar Reno akan menyesal atau tidak.''sambung Alfonso.


Leticia, menatap wajah Alfonso. ''apakah, semua lelaki sama seperti Reno?"potong Leticia, karena kesal Alfonso tidak pecat Reno.


''Enggak, buktinya aku tidak seperti Reno.''potong Alfonso.


Leticia, mencebik.


''Saya, tidak akan pecat dia tetapi saya akan menurunkan jabatanya dari bagian keuangan turun menjadi bagian pemasaran biar tahu bagaimana kerja turun lapangan.''usul Alfonso.


''Saya, juga marah awal dengar Kevin cerita apalagi sampai mencekik Nabila di taman dan memaksa Nabila untuk aborsi.karena itu, Nabila kabur ke Paris dan Kevin ikut Nabila ke Paris.''jelas Alfonso.


Leticia, histeris Alfonso membawa Leticia ke dalam pelukkannya.tangannya, mengelus rambut Leticia.


''Jangan, menangis.''pinta Alfonso.


''panggil Reno, ke sini.''perintah Leticia. Alfonso menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2