SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Penyesalan.


__ADS_3

Reno duduk di sofa ruang tamu mata nya sesekali melirik ke arah kamar yang di tempati Kevin. Karena, tadi sebelum ke sini Walker mengatakan padanya kalau Kevin, juga datang bersama Nabila dan anaknya.


Reno yang sama sekali belum pernah melihat Wajah apalagi bertemu Clarinda Semakin penasaran.


''Anak itu mirip siapa? cewe atau cowo? dan siapa namanya?" batin Reno.


karena, Kevin dan Nabila sepakat untuk tidak mengupload foto Clarinda di sosmed. Bahkan, Nabila sejak menikah dengan Kevin mereka sepakat untuk menghentikan aktifitas disosmed pribadi mereka.


Jadi, Reno benar benar penasaran dengan wajah anak nya. Dia hanya mendengar dari Walker kalau Nabila sudah melahirkan. Namun, Walker tidak memberitahu nama dari anak Nabila. karena itu, bayangan wajah Clarinda masih gelap didalam pikiran Reno.


Alfonso, yang sejak tadi memperhatikan tingkah Reno mulai mengajak semuanya untuk pindah ke halaman belakang. Di mana tempat biasa mereka untuk kumpul kumpul.


''Ayo, Reno. kita ke taman belakang.'' ajak Alfonso.dengan menepuk pelan bahu Reno


Reno tersadar dari lamunannya ''Oh... kita saja?'' tanya Reno tidak fokus.


''Ya, kita. terus dengan siapa lagi?'' Alfonso balik bertanya sembari tersenyum sinis.


Alfonso memang sejak tadi melihat tingkah Reno. Namun, Alfonso berpura pura tidak tahu.


''Ahh... iya.'' jawab Reno terkekeh.


Tangannya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Lalu, berdiri mengekor dari belakang Alfonso berjalan ke arah taman.


*****


Hari sudah malam semua sibuk dengan acara barbique yang diadakan di taman belakang. Gareth dan Andre bagian bakar sedangkan yang meracik bumbu jagoan oma Felisia.


Leticia, dengan dibantu oleh babysitter menggendong keempat anaknya, ikut bergabung di taman belakang. Begitu juga dengan Nabila dengan digandeng oleh Kevin mereka bertiga juga berjalan menuju taman belakang. Karla, dan steward dan baby Fidel juga sudah berada di taman. Mason sebagai yang tertua hanya hanya duduk dan sesekali mengajak cucu cucu nya bermain.


"Maaf baru gabung." ucap Kevin meminta maaf. karena sejak sore tadi Kevin di kamar menemani Nabila yang mual dan pusing.


"Tidak apa apa, kita mengerti." celetuk Gareth dengan mengedipkan matanya.

__ADS_1


Reno yang mendengar suara Kevin, mengangkat wajahnya.


Deg...


Reno bergeming, Jantungnya berdetak semakin kencang. Ada rasa sakit, kecewa, marah semua tercampur menjadi satu. Bahkan, Reno tidak menyadari cangkir yang berisi wine jatuh dari tangannya. Mata Reno tidak berkedip ketika melihat wajah yang begitu sangat mirip dengan dirinya sedang di gendong oleh Kevin.


Sakit, menyesal, mengutuk dirinya bodoh dan tidak berguna. Tetapi, semua itu sudah terlambat. Kini dia hanya bisa menatap dari jauh menyentuh nya mungkin tidak akan diijinkan oleh Nabila.


Memang benar adanya jika cinta tidak bisa dipaksakan, Tak peduli bagaimana kerasnya Ia mencoba untuk menaklukkan hatimu, kamu belum mau membuka diri untuk nya. Namun, apa jadinya jika kamu terlambat menyadari perasaaanmu. Seperti yang saat ini dirasakna oleh Reno.


Saat Nabila menyerah untuk memperjuangankan dia. dan kini Nabila sudah bahagia dengan Kevin. Disaat yang bersamaan Reno menyadari bahwa Reno menyesal dan mencintai Nabila. Namun, semua nya telah terlambat karena Nabila tak mau ada hal apapun yang berhubungan dengan Reno. Karena, sekarang yang tersisa hanyalah sesal mendalam, seperti yang saat ini yang dirasakan oleh Reno.


''Matanya, hidung dan bibirnya mirip saya.'' batin Reno.



Kevin yang melihat cangkir jatuh dari tangan Reno masa bodoh.


Reno ingin berdiri dan meninggalkan acara makan malam ini saja. Namun, ego nya masih sangat tinggi untuk mengakui diri nya kini menyesal.


Dengan hati yang terluka Reno berusaha untuk tegar dan terus tertawa. Walau suara tawa nya terdengar begitu garing.


Alfonso mengedipkan matanya pada Glen dan Steward. memberi kode untuk mengawasi Reno dan Kevin. Agar acara nya berjalan dengan aman hingga selesai.


Begitu juga Leticia dan Stefani mereka sesekali menatap ke arah Reno.


Reno terus meneguk wine nya entah sudah berapa cangkir yang di habisi oleh Reno. Kini Reno berbicara semakin ngelantur. semua yang berada di pandangannya berubah menjadi dua.


''Maaf maaf. ijin kan saya menyentuh dia biar kan saya memeluk dia sekali saja.'' Rasa penyesalan itu terucapan dari mulut Reno yang sudah terpengaruh oleh Alkohol.


Nabila mengeratkan tangannya di lengan Kevin. Nabila takut Kevin tidak bisa mengontrol diri nya dengan ucapan Reno.


''Ya dulu saya tidak mencintai kamu. karena kamu datang dengan perasaan kecewa. dulu aku menolak dia karena dia belum menjadi seorang bayi yang lucu seperti saat ini.'' ucapan Reno semakin melebar ke mana mana

__ADS_1


Alfonso dan Kevin yang memang sudah berhenti minum sejak mereka menikah. saling menatap dan tersenyum sinis.


Anak anak Alfonso yang sedang aktif aktif nya tidak bisa diam. mereka berlari ke sana kemari dengan diterus di awasi oleh para baby sitter.


Acara makan makan sudah dimulai semua mulai menikmatin barbique. Kevin mendudukkan Clarinda diantara dirinya dan Nabila.


Balita itu memang menjadi pusat perhatian. Karena, semua tau seluk beluk Clarinda. Kevin dengan telaten menyuapi Clarinda membuat Reno bangkit berdiri dari kursi dan berjalan ke arah toilet, dengan tubuhnya yang sempoyongan.



Dengan Harapan Kevin atau Nabila mengikuti diri nya yang sedang berada di dalam toilet. Namun, harapannya sia sia Yang di harapkan sama sekali tidak peduli dengan Dia yang sedang hancur.


Reno menyenderkan tubuhnya di dinding kamar mandi. Air matanya akhirnya tumpah membasahi pipinya. menyesali semua perbuatannya pada Nabila di waktu dulu.


"Kenapa kamu muncul lagi dengan kebahagian? bukannya dulu kamu menolak dia? sehingga dengan kecewa kamu datang di aku? ahh... cinta terkadang sulit dimengerti." Reno terus saja bicara.


Alfonso memberi kode kepada Gareth untuk menyusul Reno. Gareth, masuk ke dalam toilet Ia terperanjak melihat Reno yang kini terkulai tak berdaya dibawah lantai toilet dengan mata yang sembab.


Dengan cepat Gareth mengangkat tubuh Reno. dan membawanya ke dalam salah satu kamar di mansion. Gareth membaringkan tubuh Reno yang tidak sadarkan diri di atas tempat tidur.


"Merepotkan orang saja! dulu saja tidak peduli sekarang dia sudah bahagia baru menyesal. Ahh... untung saja kau lagi mabok kalau tidak ingin sekali aku menghajar kau sampai babak belur." omel Gareth didepan Reno yang tidak sadarkan diri.


Setelah puas memarahi Reno. Gareth kembali ke taman, Untuk melanjutkan makan nya.


"Dimana Reno?" tanya Alfonso.


"Dia tidur didalam kamar. tadi jatuh mungkin karena terlalu mabok." jawab Gareth.


Alfonso akhirnya diam. Dia tidak ingin membahas masalah Reno karena menjaga perasaan Kevin dan Nabila.


"Biarkan saja dia tidur." jawab Steward lalu melanjutkan makannya.


"Hmmmm..." jawab Alfonso.

__ADS_1


__ADS_2