
Instruktur tertawa, saat melihat Alfonso yang terus saja menggerakkan badannya mengikuti gerakan sang istri.
''Sebenarnya yang melatih gerakkan hamil siapa, suaminya atau istrinya.?"batin instruktur itu.sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah, lima belas menit Leticiapun selesai melakukan gerakan ball birth.dengan, cepat Alfonso mendekati Leticia. tangannya mengangkat tubuh Leticia untuk berdiri dari lantai.
'' Ini, airnya diminum dulu kamu pasti lelah.'' ucap Alfonso. sambil memberikan cangkir yang berisi air mineral untuk sang istri.
Leticia, menerima air dari tangan Alfonso. kemudian, meneguknya hingga tenggorokannya merasa lega dan tidak kering lagi.lalu, mengambil handuk kecil Alfonso, mengelap keringat yang mengalir ditubuh Leticia.
Instruktur, yang sudah selesai memberi kelas les, segera pamit pulang setelah mendapat amplop berwarna coklat dari Alfonso.
'' Terima kasih, pak, buk saya ijin pulang.'' pamit sang instruktur.
'' Baik, bu. terima kasih kembali. nanti besok sebaiknya jam sembilan pagi saja agar tidak kesiangan.'' jawab Alfonso.
''oke, pak. siap.''sambung instruktur lagi.kemudian berjalan keluar dari ruangan olahraga Mansion dan kembali pulang ke rumahnya.
Leticia, yang masih cape memilih duduk selonjoran disofa panjang yang disediakan diruangan itu. tangan Alfonso terus memijit kaki, punggung dan tangan Leticia bergantian dengan pijit pijitan lembutnya.
''Aku, rasa kita akan membutuhkan empat babysitter untuk membantu kita mengurus bayi bayi kita.''ucap Leticia disela sela menikmati pijitan lembut sang suami.
'' Iya, aku juga sudah memikirkannya. nanti, aku akan minta Ethan dan Kevin untuk mencari yayasan yang benar benar resmi. dan, bertanggung jawab menyediakan babysitter. karna, aku tidak mau kejadian daddy ku terulang lagi. mengingat aku memiliki musuh dimana mana.'' sambung Alfonso.menjelaskan panjang lebar pada sang istri.
Saat, mengatakan akan mengambil babysitter dari yayasan, hati Alfonso terasa sakit. matanya, memerah wajahnya berubah jadi ingin, mengingat lagi dimana KIEL yang diambil oleh Bale. dari satu yayasan di Spanyol yang menyediakan tenaga asisten rumah tangga dan perawat pengasuh lansia. untuk merawat Rudolf, malah membawa petaka.
Kiel, yang awalnya terlihat sangat baik dan begitu telaten mengurus Rudolf. membuat seisi orang yang berada dimansion tidak menaruh curiga sama sekali dengan Kiel.
Tapi, waktu itu pagi hari Alfonso kecil yang merengek ke mommynya untuk bermain ditaman dan minta ingin ditemani mommy.tidak mau dijaga Bibi Yati seperti biasanya, harus membawa musibah dan menjadikan dirinya anak yatim.
Alfonso, kecil yang hobi menangkap kupu kupu dan capung ditaman bunga niat hati ingin menunjukkan ke sang daddy yang sedang duduk diruang tamu sesuai yang tadi pagi ia dan mommynya pamit ke taman.
Dengan, berlari kecil hati Alfonso kecil sangat bahagia, masuk keruang tamu dengan membawa seekor kupu kupu ditangannya.saat. memanggil sang daddy, tidak ada suara sahutan. dengan dirinya yang masih polos terus melangkah masuk, tapi Alfonso kecil kaget dan langsung histeris saat melihat Rudolf . sudah tewas menenaskan dibawah lantai.
Dengan, mulut yang berbusa dan tidak ada satu orangpun yang datang menolong.
kupu kupu ditangannya itu lepas dan terbang kembali ke taman bunga menikmati kebebasannya seperti Kiel yang kabur entah ke mana setelah melakukan pembunuhan pada Rudolf.
Alfonso, mengeraskan rahangnya saat mengingat lagi kenangan pahit dimasa kecilnya itu.
__ADS_1
'' Breng..,sek..,'' umpat Alfonso dalam hatinya dan seketika air matanya jatuh menetes dipipinya. menyadari, kalau Leticia sedang menatapnya Alfonso cepat tersadar dari lamunannya.
''Tidak, aku sudah berjanji untuk memaafkan keluarganya. aku tidak, mau berlarut dalam kesedihan dimasalalu lagi.'' batin Alfonso.
''Aku, akan menelpon Ethan.'' ucap Alfonso dengan cepat. sambil mengelus kepala Leticia.
''Sayang, tapi kalau kamu keberatan aku tidak masalah. disini banyak pelayan, bibi Yati, mommy dan Nabila. aku, akan minta mereka bantu kita.'' sambung Leticia sambil menatap dalam sang suami.
Karna, Leticia tau mungkin Alfonso keberatan bukan soal biaya babysitter tapi mengenai trauma masalalunya.
Alfonso, meraih tangan Leticia. digenggamnya begitu erat.
''Aku,, tidak apa apa. aku sudah bilang kita akan menggunakan jasa baby sitter.'' jawab Alfonso, sambil menetralkan emosinya, dia tidak ingin menunjukan beban dihatinya untuk sang istri.
'' hmm.., terima kasih.'' jawab Leticia sambil tersenyum. kemudian, tangannya mengeratkan dipinggang Alfonso sambil menempelkan kepalanya didada sang suami.
''Aku, mau. tapi, tidak 100% ditangani babysitter. mereka cuma bantu. aku, masih bisa merawat mereka sayang. aku ingin buktikan kalau aku benar benar menginginkan mereka dan ingin mereka selalu dekat dengan kita, dan setiap moment mereka akan aku dokumentasikan untuk mereka dewasa kelak.aku ingin yang terbaik buat mereka.'' jelas Alfonso.
Leticia, menganggukkan kepalanya.
''Ayo, aku mau bersih bersih badanku dulu.'' ucap Leticia sambil menatap dalam sang suami.
''Hehehe.., maaf anak anak uda pada teriak minta makan.'' jawab Leticia sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.
''Iya, tapi harus hati hati sayang. kasihan anak anak kita.'' jawab Alfonso. tangannya menggandeng tangan sang istri untuk berjalan keluar, menuju ke ruang keluarga dimana mertuanya sedang nonton tivi.
Felisia, yang melihat putri dan menantunya berjalan ke arah mereka langsung tersenyum.
''Sudah, selesai sayang? itu mommy sudah masak makanan ke sukaanmu. mandi dulu terus makan.'' ucap Felisia.
Sejak, tadi Felisia enggak tidur. dia memilih masak makanan putrinya, karna daridulu Felisia sama sekali belum masak apapun untuk Leticia mengingat Felisia dipaksa pergi oleh Sergio sejak Leticia berusia dua minggu.
Karna, itu setelah kembali bersatu dengan Mason, dan mengetahui putrinya sudah memaafkan dirinya. Felisia, setiap hari selalu menanyakan masa kecil Leticia. apa saja yang leticia suka.
Leticia, yang mendengar mommynya memasak untuk dirinya dengan bersemangat dan tersenyum berjalan ke arah Felisia.
''Mommy, yang masak?mommy tau apa yang Cia suka.'' leticia meneteskan air dan dibahu Felisia.dan memeluk Felisia begitu erat.
''Maafin mommy sayang. kamu harus melewati masa kecilmu tanpa mommy, karna itu setiap hari mommy selalu menanyakan apa saja yang kamu suka di bibi sumi.'' jawab Felisia ikut menitikkan air matanya.tangannya terus mengelus kepala sang putri.
__ADS_1
''Moment ini, mom yang Cia nantikan selama dua puluh enam tahun. Cia, ingin tau masakan mommy seperti apa. karna, yang cia dengar dari Nabila dan Stefani. kalau masakan mommy mereka paling terenak didunia. saat Cia dengar cerita mereka Cia hanya bisa diam dan menunduk. karna, yang Cia tau hanya masakan bibi Sumi.'' Leticia terisak. air mata Felisia juga terus mengalir tanpa henti.
'' Maaf.., maaf..,maaf kan mommy sayang.'' sesak rasanya didada Felisia saat mendengar perkataan Leticia.hatinya hancur, Felisia bisa bayangkan bagaimana sulitnya Leticia melewati masa kecilnya.
Alfonso dan Mason hanya diam melihat Leticia dan Felisia yang saling memeluk dan mencurahkan isi hati mereka.
''Mommy, Cia mau makan masakan mommy sekarang.'' ucap Cia dengan manja.
'' Iya, sayang. ayo, nak.'' jawab Felisia. sambil menggandeng tangan Leticia berjalan ke ruang makan.
Alfonso dan Mason, juga mengikuti Felisia dan Leticia dari belakang.
dengan Cepat Felisia menarik kursi untuk Leticia duduk.
'' Ini nak, ayo dimakan. kamu dan nak Alfonso saja yang makan. Karla dan Steward nanti mommy masak lagi.'' ucap Felisia, tangannya masih lincah mengambil piring dan meletakkan diatas meja kemudian mengambil makanan yang dimasaknya ditaruh diatas piring Leticia dan Alfonso.
''Kata bibi Sum. kamu suka fabada Asturiana kamu suka kuah dan sosisnya karna itu mommybanyakin sosisnya.''
'' Dan, ini cream catalana bibi sumi bercerita kalau sehabis makan kamu suka dessert ini.''
'' Bibi sumi juga cerita kalau setiap kali kamu nonton drama favoritmu, kamu minta dibikinin pastel.[ empenadas] dalam bahasa Spanyol.''
''Maaf, mommy telat masak buat kamu nak, nak Alfonso ini nak semoga cocok dilidah kamu nak.'' ucap Felisia, matanya berkaca kaca sambil terus mengambilkan makan dan menaruhnya dipiring sang putri dan menantunya.
''Sayang, aku mau kamu foto aku dan masakan mommy ini dan dokumentasikan divideo ya sayang.'' ucap Leticia memohon.
Karna, bagi Leticia ini moment langkah mumpung dia masih bisa makan. semua akan didokumentasikan sebagai kenangan untuk Alfonso dan anak anaknya nanti.
Alfonso, hanya menurut.tangan Alfonso mulai setting camera. mereka duduk bersama dimeja makan dengan masakan tersusun rapi didepan Alfonso, Leticia, Mason dan Felisia. dan mulai direkam oleh pelayan.
Selesai direkam dan difoto. Leticia dan Alfonso mulai menikmatin masakan Felisia dengan begitu nikmat.
Leticia, menikmati satu persatu masakan mommynya dan benar benar menikmati dengan rasa cinta. kuah seger dari sosis dan dicampuri kacang dan daging sangat seger dilidah.
__ADS_1
[PICT GOOGLE]