
Alfonso sudah siap. Leticia juga sudah duduk di atas kursi roda. Para pelayan bingung melihat Leticia duduk di atas kursi roda. Bibi Yati dan Bibi Sumi hanya memukul dada dalam diam.
Harapan dan Doa terbaik mereka panjatkan mengiringi langkah majikan mereka.Walaupun mereka tidak tau sakit apa yang sedang diderita Nona Muda mereka. Felisia mencium bolak balik wajah putrinya.
''Maaf'kan mommy sayang.'' kata itu terus Felisia ucapkan.
Felisia, Alfonso dan Leticia masuk ke dalam mobil. Dengan dikemudi oleh sopir. mereka di antar menuju rumah sakit.
Di rumah sakit tim dokter sudah menunggu kedatangan Leticia. Empat orang perawat membawa brankar sudah menunggu di depan lobby rumah sakit. setibanya di depan lobby Alfonso bergegas turun dari mobil. Lalu, dengan berhati hati Alfonso menggendong Leticia dan membaringkan diatas brankar.
Dengan didampingi oleh Alfonso, para perawat mendorong brankar menuju ruang ICU. Felisia masih menunggu di lorong rumah sakit.
Setelah sampe diruang ICU Leticia segera dipasang alat bantu napas. Alfonso masih didalam ruang Icu menemani Leticia dengan mengenakan baju steril yang sudah disediakan oleh rumah sakit.
Alfonso menatap semua peralatan yang tersedia didalam ruang ICU. Ditariknya napas dalam. '' Ahhh...'' Alfonso tidak tega melihat satu persatu alat dipasang ditubuh Leticia. dari kateter, alat bantu napas hingga infus.
''Pak hari ini kami akan memberikan immunoglonulin intravena.'' ucap dokter Cathlyn berhasil membuyarkan lamunan Alfonso.
''Baik dok, lakukan yang terbaik untuk istri saya.'' jawab Alfonso. matanya terus menatap Leticia yang kini tubuhnya sudah dipenuhi oleh alat alat medis.
''Ambil darah saya saja dok, Puji Tuhan darah saya sehat. saya ingin darah saya mengalir didalam tubuh istri saya, selain kasih dan cinta saya.'' lirih Alfonso.
''Baiklah, kalau itu keputusan pak Alfonso. mari ikut saya.'' sahut dokter Cahtlyn.
__ADS_1
''Baik, Dok.'' jawab Alfonso.
Setelah berbicara dengan Alfonso. dokter Cathlyn sudah keluar lebih dahulu meninggalkan Alfonso didalam ICU.
Alfonso menatap lekat Leticia, digenggamnya tangan Leticia sesaat.'' sebentar sayang, aku akan lakukan yang terbaik untuk kesembuhan mu.'' ucap Alfonso.
Leticia hanya bisa menitikkan air matanya. Dia tidak bisa menjawab atau menggerakkan badan.Tetapi, hatinya begitu sedih melihat kondisi Alfonso saat ini.
Setelah berpamitan dengan Leticia Alfonso melepaskan baju pendamping pasien. Lalu, berjalan menuju ruang tranfusi darah.
''Mari pak.'' sapa perawat yang akan mengambil darah.
Alfonso tidak menjawab dia mulai berbaring diatas tempat tidur. pikirannya hanya kepada istri dan anak anaknya.
Setelah hampir sejam melakukan transfusi darah. Alfonso kembali ke dalam ruang Icu. Namun, sebelum masuk ke dalam ruang ICU Alfonso berjalan ke lorong rumah sakit menemui Felisia yang masih syok berdiri diam menatap masuk ke dalam ruang di mana Putrinya berbaring.
''Iya, Nak.'' jawab Felisia. menoleh menatap Alfonso.
''Mommy, jenguk Cia dulu di ruang Icu. nanti setelah ini mommy tolong temani anak anak di mansion kasihan mereka pasti kebingungan cari Al dan Cia.'' pinta Alfonso berkaca kaca.
''Iya Nak.'' jawab Felisia. lalu, berjalan masuk ke dalam ruang ICU. Setelah, mengenakan baju steril. Felisia mulai masuk menemui putrinya.
Hatinya sangat hancur ketika melihat kondisi Leticia saat ini. Tubuh putrinya penuh dengan alat alat medis.
__ADS_1
''Nak!" lirih Felisia, tangan tua nya menggenggam tangan Leticia.
Leticia hanya bisa menatap Mommynya. seketika air mata keduanya berurai membasahi pipi.
''Kamu, harus sembuh. harus! kamu tidak ingin lihat anakmu sukses? suatu kebanggaan orang tua adalah ketika melihat anak anaknya sukses dengan mata kepala sendiri. mengantar mereka menikah dengan pilihan mereka.'' Felisia terus menyemangati putrinya.
Leticia terus menatap lekat Mommynya. Mendengar semua ucapan ibunya hati Leticia hancur.
'' mommy kalau saja takdir ditangan Cia. cia juga ingin melihat anak anak dewasa. Tetapi, kita tidak berkuasa selain Tuhan. maafkan Cia jika Cia ada salah. Tolong jaga anak anak Cia, dan Cia mohon kuatkan Alfonso.'' batinnya dengan berurai air mata.
''Mommy, pulang dulu ya nak. mommy yang jaga keempat cucu mommy. jangan pikiran Alfonso disini, dia yang jaga kamu. Nanti, mommy akan meminta daddy datang. Entah, daddymu bisa siap atau tidak.'' lirih Felisia.
'' Terima kasih, Mom. maaf sudah merepotkan mommy dan daddy.''' batin Leticia lagi.
''Cepat sembuh, anak ku.'' sambung Felisia lagi.
Kemudian, mengecup kening Leticia.Felisia keluar kembali. Disana Alfonso sedang duduk di kursi dengan menopang kepalanya.
''Nak, mommy pamit pulang. titip Cia, Nak.'' lirih Felisia. lagi lagi Ia harus menangis didepan menantunya.
''Terima kasih, Mom. Jangan kwatir Al akan lakukan semampu Al. jika, semua harta harus Al korbankan akan Al lakukan. tolong jaga anak anakku, Mom.'' jawab Al menunduk.
Setelah berpamitan pada Alfonso. Felisia segera pulang ke Mansion untuk menjaga anak anak Alfonso dan memberitahu Mason. Sedangkan, Alfonso masuk kembali ke dalam ICU. Di mana Leticia sedang menjalankan penanganan tahap pertama.
__ADS_1
Tangan Leticia sudah terpasang infus yang kantung plastiknya berisi darah Alfonso tentunya melalui tahap pemeriksaan dan strelilisasi.
''Semoga kamu bisa sembuh.'' lantunan doa! dari hati Alfonso yang tulus untuk sang istri.