
"Oh, Tuhan. aku tidak bisa membayangkan selama sembilan bulan dia akan menjadi posesif seperti ini." batin Leticia.mendudukkan tubuhnya di sofa
"Ayo,, buka mulutnya sayang...., aaaaà...," ucap Alfonso sambil memberi contoh cara membuka mulut untuk menerima suapan buah.
Alfonso, yang sangat antusias dengan kehamilan Leticia, malam ini berubah menjadi cerewet.
"bagaimana awalnya sayang." tanya Alfonso sambil terus menyuapi Leticia.
"Awal tau aku hamil." jawab Leticia sambil menelan buahnya yang dimulut.
"Hmmmmm."
Leticia mulai menceritakan semua dari awal ia muntah hingga dikasih alat tespek oleh bibi Yati.
Seketika wajah Alfonso berubah, menunduk sedih. tidak bisa menjaga istrinya.
"Maafkan aku sayang. harusnya aku orang pertama yang menolong kamu disaat kamu butuh bantuan." ucap Alfonso sambil menunduk menyesali semua perbuatannya.
Leticia yang melihat itu berusaha menenangkan suaminya.
"Sudah sekarang kamu sudah disini.jangn terus berlarut dalam menyesali satu kesalahan, karna kita bukan Tuhan yang tahu kapan dan harus apa." sambung Leticia.
Leticia, membuka mulut dan menerima suapan potongan buah demi potongan buah, hingga tidak terasa hampir setengah dari buah yang berada di mangkok itu di makan Leticia.
Setelah merasa kenyang, Leticia menolak buah yang akan disuap lagi ke mulutnya.
"Uda, uda sayang. aku uda kenyang." Leticia menolak sambil mengangkat tangannya, menolak buah yang akan di suapkan ke dalam mulutnya
Alfonso yang mendengar Leticia mengatakan kalau sudah kenyang, akhirnya tersenyum. terlihat sekali di wajah Alfonso sangat bahagia.
"benaran? sudah tidak lapar." tanya Alfonso sambil menundukkan kepalanya ke perut Leticia.
Leticia yang geli diperlakukan seperti ini hanya menggelengkan kepala dan melihat Alfonso mengajak janinnya bicara.
"kata mom, baby uda kenyang apa itu benar?" ucap Alfonso, sambil meletak kan telinganya diperut leticia dan mengelus lembut perut leticia yang masih rata.
" iya, dad.. baby uda kenyang." jawab Leticia.
__ADS_1
Hahahah...,
tawa Alfonso.
"Sayang, apa bayi harus bicara cedal seperti itu?" tanya Alfonso. sambil membayangkan gimana nanti anaknya bicara cedal.
"Iya, mereka kan bicara cedal sampai usia tujuh tahun."jawab Leticia.
"Ahh,,aku tidak sabar menunggu waktu itu." jawab Alfonso.
"Apa kamu benar benar bahagia dengan ke hamilan ku?" tanya Leticia. lagi karna melihat Alfonso yang sangat berubah 180 derajat, dari sebelumnya.
"jadi, menurut kamu aku berpura pura bahagia? aku sangat bahagia. bahkan, kalau bisa aku ingin berlari dan berteriak. mengatakan ke seluruh orang orang di kota madrid, bahkan dunia, kalau istriku hamil."
Aku tidak sebatang kara lagi. karna kamu tidak akan pernah tau bagaimana berjuang sendirian, berusaha melatih diri menjadi tegar, kuat dalam menghadapi situasi apapun, tidak takut dalam menghadapi bahaya apapun. hanya seorang diri dan di usia yang terbilang muda. waktu itu, aku masih berusia 9 tahun. sangat sulit bukan. makanya aku terlihat sangat keras. tapi, saat bertemu kamu di kantor ayah, hatiku sedikit melunak." jelas Alfonso lagi. sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong.
flashback.
Saat bunda Katrina di culik bersama Alfonso kecil ke markas sergio, di sana bunda katrin di perkosa di siksa, apalagi sergio dan Mason yang terkenal dengan kelainan ****, bunda Katrin sama sekali diperlakukan layaknya seekor binatang di depan Alfonso Kecil, saat Mason, mengakhiri hidup Katrin tepat di depan mata Alfonso , kecil. teriakan Alfonso kecil sama sekali tidak dihiraukan oleh mereka, bahkan Alfonso sekecil dipaksa untuk membawa potongan tubuh bundanya dikasih kan ke singa peliharaan Sergio. dan suatu hari pas anak buahnya lengan mengawasi Alfonso. akhirnya Alfonso kabur masuk ke dalam hutan bertahan hidup selama 12 tahun di hutan dengan bertahan hidup makan seadanya, sedapatnya. setelah usianya memasuki 21 tahun Alfonso memutuskan kembali ke mansion dan mendirikan markas Red Devil dengan tujuan membalaskan dendam orang tua nya dengan bantuan polvier. hingga menjadi seperti ini.
*****************
"Jangan pernah ragu akan cintaku sayang, aku hanya ingin bersama kamu dan anak anak kita. hidup bahagia, jauh dari segala macam ancaman bahaya.jadi, tolong jadilah cahayaku bawa aku keluar dari kegelapan ku. aku sudah lelah." ucap Alfonsa sambil mengelus lembut kepala leticia dan mencium ujung kepalanya.
"Kita berjuang bersama. jadilah penyemangat hidupku sayang, disaat anak kita lahir teruslah menjadi sosok ayah, suami dan teman yang hangat untuk kami." jawab Leticia. dan menitikkan air matanya membasahi wajah pucatnya.
" Setiap saat aku selalu berusaha menjadi suami yang sempurna dan ayah yang sempurna untuk anak anak kita nanti." jawab Alfonso.
"Aku akan berusaha melupakan dendamku pada ayahmu kalau bisa. jika, ayahmu tidak akan mengganggu hidup kita. aku hanya ingin hidup bahagia bersama kamu dan anak anak kita.dengan cinta yang tidak tergores sedikitpun dengan dendam. karna aku tahu gimana hidup dalam dendam dan amarah. iya sedikit sulit. tapi demi cinta kita aku akan mencoba." batin Alfonso.
Hmmmm....
Alfonso menghela napas panjang.
kemudian,..
Alfonso mencairkan suasana hening dengan menggoda Leticia.
__ADS_1
" sayang, aku bisa melakukan itu? aku ingin menyapa anak kita." ucap Alfonso.
sambil menggendong Leticia ke arah ranjang. Alfonso membaringkan Tubuh Leticia di ranjang.
Lalu ...,
Alfonso membaringkan tubuhnya juga di samping Leticia.
Dan....
menarik pelan tubuh Leticia...
Membiarkan, Leticia berbaring diatas perutnya dan tangannya terus memegang perut Leticia.
"Aku mencintaimu, dengan segenap hidup dan ragaku." ucap Alfonso.
Setelah itu.., leticia mencium Alfonso dengan begitu lembut.
"kamu menginginkannya?" tanya Alfonso dengan menatap penuh mesra.
Leticia yang malu, hanya menunduk dan wajahnya seketika merona.
"Sayang...aku merindukanmu." bisik Leticia ditelinga Alfonso.
Sejak hamil Leticia hanya ingin selalu bersama Alfonso, entah itu karna perubahan hormon atau karn sifat manja seorang ibu hamil.
"aku juga merindukamu, bekalnya yang kemarin sudah habis." bisik lembut Alfonso ditelinga Leticia.
Hmmmm..
Leticia berdehem.
"kita akan melakukan dengan lembut hmmmm." bisik Alfonso di telinga Leticia lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maafin author yang up nya kadang tidak tentu..🙏🙏🙏