SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Tespek


__ADS_3

''Non, apa sebaiknya saya hubungi nak Alfonso saja.'tanya bibi Yati.


yang tidak tega melihat Leticia bolak balik ke wastafel.


''Jangan dulu bi, kasihan Alfonsonya masih diperjalan ke Mansionnya.nanti saja kalo uda tiba pasti dia hubungi saya.'' jawab Leticia lemas. karna badanya sudah sangat lemas efek bolak balik muntah.


Leticia yang lemas berjalan ke arah meja makan sambil memegang perutnya.dengan cepat pelayan menarik kursi di meja makan dan mempersilahkan Leticia duduk.


''silahkan duduk Non.''ucap pelayan.


''Terima kasih ya bi.'' jawab Leticia sambil mengambil tisu untuk membersihkan mulutnya.


bibi Yati datang dengan membawa segelas teh herbal panas.


'Nak, minum ini dulu. ini teh herbal untuk menghangatkan perut kalau habis muntah.'' ucap bibi Yati sambil memberikan teh herbal ke Leticia.


''hmm.., terima kasih bi.'' jawab Leticia lemas. sambil menerima teh herbal dari tangan bi Yati.


''Sama sama nak.bibi minta maaf ya.kalau saja tadi bibi tidak memaksa non makan pasti tidak akan terjadi seperti ini.'' ucap bi Yati penuh penyesalan.


''Tidak bi. sebelum bibi suruh saya makan pun, perut saya sudah tidak enak .tadi pagi sarapan sama Alfonso pun saya merasa mulai tidak enak.hanya saja saya diam, karna saya tidak ingin Alfonso kwatir dengan keadaan saya,''jawab Leticia menahan tangis.


Leticia, merasa perutnya mulai enakan setelah minum teh herbal dari bibi Yati. mualnya pun mulai hilang.


Setelah meletakkan kembali gelas di meja.Leticia menarik kursi dibelakang dan berjalan keluar.


''Bibi aku ke kamar dulu ya bi. terima kasih ya bi teh herbalnya perut saya lebih enakan.'' ucap Leticia dan berjalan kembali ke kamar,


Tapi, sebelum kakinya melangkah naik ke anak tangga Leticia membalikkan badannya.


''Bibi. jangan hubungi Alfonso ya bi, kalau Alfonso menelpon bibi,dan menanyai kabar saya bilang saja saya baik baik saja.''ucap Leticia.


'' Tapi---non'' jawab bibi Yati dan langsung disergah Leticia.


'' Bi tidak usa saya tidak ingin kerjaan Alfonso terganggu karna mikirin saya.'' jawab Leticia sambil melangkahkan kakinya ke anak tangga satu persatu.


''Baik non saya mengerti.'' jawab bi Yati, dengan perasaan kwatir.


''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


Alfonso dan Gareth baru saja tiba di Mansion. dengan cepat Alfonso turun dari mobil dan berjalan ke kamarnya.


''pagi tuan.'' sapa pelayan tapi seperti biasa Alfonso terus berlalu menuju ke kamarnya.


Dengan cepat Alfonso, meletakkan ponselnya di nakas dan beralih ke kamar mandi. Alfonso membersihkan badannya di kamar mandi.


setelah beberapa menit di kamar mandi...,


Alfanso, berjalan keluar dari kamar mandi menuju kamarnya.Alfonso mengambil baju dan celananya, dan mulai mengenakan pakaiannya setelah selesai berpakaian Alfonso berjalan ke ranjang. dan mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. tangannya meraih ponselnya yang tadi diletakkan di atas nakas.


Alfonso mulai menggeser layar ponselnya, dan mulai melakukan panggilan video call dengan Leticia.


drtthhhhh...,


Bunyi dering ponsel tapi tidak dijawab Leticia karna sekarang spanyol sudah pukul sembilan malam dan leticia sudah pulas.Alfonso yang melupakan perbedaan jam California dan Spanyol.terlihat sangat kesal.


''shiff...,'' umpat Alfonso.


sambil melempar hpnya ke atas ranjang.dan keluar dari kamar berjalan keluar bergabung dengan Steward dan Gareth yang sedang menikmati alkohol di bar mini di ruangan taman belakang.


''Al, ayo duduk di sini.'' panggil Steward. yang melihat Alfonso berjalan ke arah mereka.


Alfonso hanya melambaikan tangannya saja.dan mendudukkan tubuhnya di sofa dekat bar mini Steward dan Gareth minum.


''Sudah kabarin Leticia.'' tanya Gareth.


''Diabaikan.''jawab Alfonso singkat.sambil terus fokus ke ponselnya.


''Pasti lah diabaikan coba kamu lihat sekarang sudah jam berapa. disini sudah jam sebelas pagi. berati di sana sudah jam sembilan malam.'' jawab Gareth.


Alfonso yang baru menyadari itu.mengerutuki dirinya kalau telah salah mencurigai Leticia.


flashback


karna beberapa kali menelpon Leticia dan tidak ada jawaban.Alfonso berpikir leticia ke rumahya, dan sengaja tidak membawa ponselnya. dan Alfonso memerintahkan Ethan untuk mengawasi rumah Leticia yang saat ini di tempati Felisia ibunya Leticia.


''''''''''''''''''''''''''''''''''''


Setelah mendengar jawaban dari Gareth. Alfonso cepat berdiri dari sofa dan kembali berjalan ke kamar. dengan cepat mengirim pesan suara via wasthap'

__ADS_1


''Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah.maaf sayang tadi aku video call aku pikir kalau Spanyol dan California memiliki jam yang sama. i love you muachhh. '' sambil memberi kecupan jauh.


Lalu...,


Alfonso mengambil dompetnya dan memandangi foto pernikahan mereka yang diselipkan di dalam dompet miliknya oleh Leticia.


''Gadis bodoh.bagaimana saya bisa membalaskan dendam ke kamu.tingkah mu kadang membuat aku terjebak di rencanaku sendiri.'' gumam Alfonso sambil menatap foto pernikahan mereka dan mengelus foto mereka..


Setelah...,


Merasa cukup. melepaskan kangennya lewat foto yang di dalam dompet.Alfonso menyimpan lagi dompetnya di kantong celana mliknya.


''Sabar sayang hari ini aku usahakan hama pengganggu itu segera aku habisi. dan tinggal urus tikus kecil itu saja.''batin Alfonso.


Dan Alfonso berjalan keluar dari kamar.tangan nya menarik handle pintu dan membuka pintu kamarnya.


ceklek...,


Pintu kamar di buka Alfonso berjalan menuruni anak tangga.menuju bar mini ditaman belakang.


Alfonso, yang kesal karna melihat Gareth dan Steward masih saja terus minum.


''Ayo ke markas.hari ini kalau bisa si blake segera dihabisin tinggal urus si Carla saja.'' ucap Alfonso kesal.


Gareth dan Steward segera menghentikan minum.dan beranjak dari sofa dan siap menuju ke markas.karna kalau Alfonso sudah mengajak tidak ada kata tidak dan menolak.


Steward berjalan terlebih dahulu dan diikuti Alfonso dan Gareth dari belakang.


pintu mobil di buka , Alfonso masuk dan duduk dibelakang sopir. gareth masuk dan duduk disebelah steward sedangkan steward yang mengemudi.


Steward menginjak pedal gas mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi.Alfonso hanya diam dengan tangan menopang di dagunya Alfonso terus saja memikirkan Leticia.


''Aku harus menyelesaikan pekerjaan disini, karna Leticia lebih penting. obatnya tinggal dua hari lagi habis dan kalau pekerjaan saya lama di sini sakit leticia bisa kambuh, kalau telat minum obat.''batin Alfonso.tangannya menyapu kasar wajahnya.membuat Gareth dan Steward saling memandang dan mengangkat bahu tanda tidak memahami.


Mobil sudah tiba di markas,dengan cepat steward membelokkan mobilnya ke halaman markas.


Semua anak buah yang melihat bos besar datang segera menunduk memberi hormat.


''Selamat siang boss besar.''sapa semua anak buah yan berjaga di markas.


Alfonso lansung terus berjalan masuk ke dalam markas.tanpa mempedulikan semua yang menyapanya.


Wajah Alfonso berubah jadi dingin dan menakutkan, gerahangnya mengeras,bunyi gertakan giginya terdengar sangat jelas.


Tak.., tak.., tak..,


bunyi langkah kaki Alfonso masuk ke dalam ruangan sekapan Carla dan Blake;


Alfonso,tersenyum sinis saat melihat keadan blake yang sangat mengenaskan.


''Hallo,bagaimana. apa kamu merindukan aku.''ucap Alfonso sambil mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke kepala blake.



blake tidak berdaya hanya diam dan pasrah. bahkan menatap Alfonso saja matanya sudah tidak sanggup untuk membuka.


dengan gerak cepat Alfonso mengambil jarum yang berisi penawar racun dan menyuntikkan di tubuh Blake, dengan perlahan blake memberi reaksi.


''Good great job.'' ucap Alfonso.



lalu...,


Beralih ke Clara yang sudah seperti orang sakit jiwa.Alfonso menatap tajam Clara lalu memberi kode ke Steward untuk segera mengikat Clara dengan rantai besi.


''Ward rantai wanita ini.''perintah Alfonso.


Tapi itu, tidak membuat Clara berhenti berteriak.


''Bajingan lepaskan aku, bisanya sekap wanita.ciuhh..,'' teriak Clara dan terus memberontak.


Steward yang kesal karna teriakan Carla langsung melepas satu tendangan tepat di bo...,kong Carla,


''Dasar wanita ja.,lang.'' ucap Steward.


" ya, aku wanita ja..,lang tapi bukannya kamu suka dnegan tubuhku." teriak Karla ke telinga Steward. semakin membuat Alfonso geram.


Dor...,,,

__ADS_1


Satu tembakan dilepaskan Alfonso ke atas langit langit Markas.


'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


Pukul enam pagi , waktu Spanyol. Leticia terbangun dari tidur karna mual dan pusing yang tidak tertahankan.dengan cepat Leticia menyibakkan selimutnya dan bergegas turun dari ranjang,dengan berlari kecil menuju kamar mandi.


wueeuukkk...,


Leticia mengeluarkan isi perut lagi,badan mulai lemas.Leticia berdiri dan bersender sesaat di dinding kamar mandi untuk mengumpulkan tenaganya.


''Ya,Tuhan. ada apa dengan saya.semalam tidak ada makanan sedikitpun yang masuk ke dalam perut karna mual dan pusing. pagi ini sama sekali belum menyentuh makanan sudah muntah lagi.''gumam Leticia sambil memijit kepalanya yang pusing.


Dengan perlahan Leticia melangkah keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang sambil menunduk dan tangannya terus memegangi perutnya.


Leticia,membaringkan tubuhnya perlahan diranjang.


lalu..,


Tangannya meraih HT.


''Bibi tolong aku bikin kan teh herbal seperti semalam lagi dan tolong antar kan ke kamar ku ya bi.trima kasih bi.''ucap Leticia melalui HT.


Bibi Yati meletakkan Ht dan langsung menyeduhkan teh herbal dan membawanya ke kamar Leticia.


langkah kaki wanita paruh baya ini perlahan menaiki anak tangga satu persatu.


Tok.., tok.., tok.,


pintu kamar diketuk bibi Yati,


''permisi Non.'ucap bibi Yati.


''masuk bibi.''jawab Leticia.dengan suara hampir tidak terdengar.


Dengan di bantu pelayan lain, yang ikut bersama bibi Yati, membuka kan pintu kamar Leticia.


Bibi Yati yang melihat Leticia berada dalam kemulan selimut segera berlari kecil ke arah ranjang.


''Non, mual lagi .sudah berapa kali non muntah.'' tanya bibi Yati.


''bibi, saya muntah lagi bi.tenaga ku uda habis''lirih , leticia dan membuka matanya perlahan.air matanya menetes dipipi mulusnya.


''Maaf non sebaiknya non tespek dulu.ini saya bawakan alat tespeknya.''sambung bibi Yati.


flashback.


semalam lihat Leticia muntah muntah di ruang makan.bini Yati berpikir sebaiknya dia beli tespek. jadi, tadi dengar Leticia minta tolong bikinkan teh hangat. bibi Yati langsung membawa alat tespeknya juga .


********


Leticia mengerutkan dahinya, ketika bibi yati memberikan dirinya alat tespek.


" Buat apa bi?" tanya Leticia bingung.


"uda Non,tes saja dulu, berhasil tidaknya terserah yang kuasa mengingat pernikahan non sama Nak Alfonso sudah sebulan lebih. jadi, bisa saja Non sekarang sudah hamil." bibi yati menjelaskan


Akhirnya, dengan malu malu Leticia menerima Alat tespeknya.


"Terima kasih Bi." ucap letica dengan suara yang masih lemas.


"iya, sama sama non." jawab Bi Yati sambil tersenyum.


karna merasa bibi Yati lebih berpengalaman Leticia pun menurut.perlahan menyibakan selimutnya dengan bantuan pelayan Leticia dituntun sampai didepan pintu kamar mandi.


Leticia berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan mulai melakukan tespek.kebetulan pagi pagi tadi Leticia sama sekali belum pi...,pis.


Dengan harap harap cemas Leticia meletakkan alat tespek ke wadah yang sudah berisi urin.sebelum memasukkan alat tespek Leticia berdoa dalam hati


''Ya Tuhan saya tahu semua sudah sesuai rencanamu tapi kalau bisa hamba mohon ijinkan hamba menjadi seorang ibu dan istri yang sempurna di hidupku, sebelum sakit ini merenggut nyawaku.amin.''


Lalu..,


Dengan tangan yang gemetaran Leticia meletakkan alat tespeknya. leticia menutup matanya perlahan sambil menunggu waktu lima menit.setelah merasa sudah cukup leticia perlahan membuka matanya.


lalu..,


mengambil alat tespek yang didalam wadah terisi urin.


Leticia tercengang, air matanya menetes,ingin sekali dia berteriak dan memeluk suaminya dan mengatakan''sayang usaha kita tidak sia sia Tuhan telah mendengarkan doa kita. tapi, saat ini suaminya tidak bersamanya.

__ADS_1



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2