SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
pergilah


__ADS_3

Leticia,pecah dalam tangisnya.


Tembakan dari Gareth dan Glen tepat sasaran.


Kedua anak buah Mason, jatuh dan tewas ditempat. sedangkan, Mason terjatuh karna kakinya tertembak, senjata yang tadi dipegangnya jatuh dilantai kapal. dengan gerakan cepat Leticia mengambil senjata yang jatuh dari tangan Mason segera membidik ke kepala Mason.


''Leticia, menjauh dari situ'' teriak Gareth.yang sudah berada disamping Alfonso.


Karna, mereka kwatir kalau anak buah Mason, masih ada lagi yang bersembunyi didalam kapal.


Tapi, saat Leticia masih bingung mencari pelatuk, karna ini pertama kali Leticia pegang senjata. karna Leticia ingin sekali menembak Mason dengan tangannya sendiri.


Tapi..,


Dengan Cepat Alfonso berlari dan memeluk Leticia dari belakang.



'' Jatuhkan, senjata itu sayang. aku disini.'' ucap Alfonso yang sudah memeluk istrinya dengan erat dari belakang.


Mason, hanya bisa menatap sang putri, dan berharap kalau Leticia tidak akan melakukan itu pada dirinya.


Dengan, perlahan Alfonso mengambil senjata dari tangan Leticia dan melemparnya ke arah Glen yang berdiri dibelakang Mason, untuk berjaga. dengan gerak cepat Glen menerima senjata yang dilemparkan Alfonso.


Leticia, yang mendengar suara yang tidak asing sedang memanggil namanya. dan tangan hangat yang sudah dua hari dirindukan Leticia.sedang memeluk erat tubuhnya dari belakang.


Denga cepat Leticia,menghempaskan dirinya dalam pelukan Alfonso.

__ADS_1


''sayang.., hikzz..,,hikzz ku kira aku tidak bisa melihatmu lagi.'' lirih leticia dalam pelukan Alfonso.


Alfonso terrsenyum dan mengelus lembut rambut leticia dengan tangannya yang masih berlumuran darah.


kemudian..,


Alfonso, kembali memeluk erat tubuh kecil Leticia.sambil tersenyum.


''Leticia.''ucap Alfonso terkesiap.


''Saat aku meliha----------, dan ketika aku mendengar----------''Alfonso menghentikan ucapannya.karna ia tidak sanggup mengatakan itu.


Alfonso terus mencium ujung kepala Leticia. dan dengan sigap Alfonso, menggendong Leticia, dan membiarkan Gareth dan yang lainnya yang mengurus Mason. karna kapal miliknya sudah datang menunggu Alfonso dan Leticia untuk dibawa kedaratan.


Tapi...,


''Gareth, Glen urus dia. bawa dia ke tempat biasa.'' perintah Alfonso sambil mengedipkan matanya ke arah Mason.


Mason, yang melihat Alfonso, yang begitu menyayangi putrinya. mengerutuki dirinya,


''Pergilah, bawa dia bersamamu. saya tidak pantas menjadi ayahnya.'' lirih Mason.yang penuh penyesalan dan malu dengan dirinya.


Alfonso, menghentikan langkahnya sesaat.lalu, kembali menatap Mason.


''benarkah, ini benar benar dari hatimu?'' jawab Alfonso. dengan tatapan penuh arti ke Mason.


'' aku menyesal, bunuh aku sekarang juga.'' teriak Mason dan menangis.

__ADS_1


Leticia, tidak menghiraukan Mason yang menangis.


''Ayo, sayang.'' ucap Letica dan mengabaikan ayahnya. karna kekecewaan dihatinya masih belum bisa memafkan Mason.


'' Ayo, bawa aku pergi. aku butuh waktu.'' bisik Leticia lagi ditelinga Alfonso.


Alfonso, yang menyadari kalau Leticia masih terluka hatinya, dan memang Leticia butuh istirahat mengingat saat ini sang istri sedang hamil.


''Ayo, sayang.'' jawab Alfonso dan melangkah pergi meninggalkan Mason yang larut dalam penyesalannya.


Leticia, mengeratkan tangan ke leher Alfonso.dan mereka terus berjalan menuju ke kapal yang sudah menunggu.


''kukira kau sudah mati, pria yang menculikku mengatakan itu, kalau kamu sudah mati.''ucap Leticia sambil menatap bola mata sang suami.


Mendengar ucapan Leticia Alfonso, tersenyum.


''Aku, masih belum ingin mati. karna aku ingin tepati janji yang sudah aku ucapkan dihadapan Tuhan.'' jawab Alfonso.


mendengar itu Leticia, tersipu malu.


*******


Alfonso dan Leticia, segera pindah ke kapal milik Alfonso. dan berlayar ke dermaga untuk bersandar.didalam kapal, Alfonso terus menggenggam Leticia dengan erat.Alfonso masih tidak bisa percaya istrinya sudah selamat. ia memeluk erat tubuh kecil itu dengan erat.kulit leticia yang lembut psti akan memar karnanya, tapi ia tidak melepaskan istrinya itu.


'' leticia, setelah tiba di Mansion aku harus memberitahu semua tentang diriku.''ucap Alfonso serak.


Leticia, mengerutkan dahinya.

__ADS_1


__ADS_2