
Hari ini, hari terakhir Leticia dibaringkan di Mansion. sebentar Lagi selesai misa pelepasan, Leticia akan tinggal selamanya di tempat peristirahatan terakhirnya.
Alfonso tak hentinya berderai air mata begitu juga keempat anaknya tak kalah sedih.
Pertanyaan yang sama terus mereka tanyakan kepada siapa saja yang datang melayat Leticia.
''Kenapa, Mommy ku enggak bangun- bangun? ini sudah tiga hari Mommy belbaling di dayam peti? kenapa?" Pertanyaan itu bergantian mereka tanyakan.
Bahkan Alfonso saja tidak mampu menjawab. Ia hanya menarik napas panjang Lalu memandang sendu ke arah peti yang kini sudah ditutup itu.
''Nak, ada Mommy Karla disini. sementara main nya sama Mommy Karla, ya?" bujuk Karla. tanganya menyentuh lembut bahu keempat anak Alfonso.
''No... Mom! Alonzo mau Mommy, Alonzo!'' sahut Alonzo dengan tak kalah histeris.
Alfonso hanya diam. segala macam cara sudah Felisia lakukan untuk membujuk keempat Cucu-cucu nya. Namun, tidak berhasil. keempat nya masih terus bertanya, ''kenapa Mommy nya enggak bangun kenapa Mommy tidulnya lama sekali.''
****
Anak anak panti milik Alfonso sudah datang bersiap di gereja, persiapan misa pelepasan sudah selesai. Jenazah Leticia diangkat ke dalam mobil. jeritan tangis keempat anak Leticia terus mengiringi langkah Leticia. Alfonso dipapah oleh Gareth menuju mobil di mana, akan mengantar Leticia menuju pemakaman. Bibirnya terus memanggil Leticia. Namun, peti beralaskan emas itu terus di gotong untuk dimasukkan didalam Mobil.
Felisia sudah pingsang di Mansion. Karla tak henti memanggil "Kakak". Nabila dan Stefani berlinang air mata semua berjalan mengikuti mobil yang membawa Leticia menuju gereja.
''Sayang... ini kah yang disebut perpisahan selamanya? sayang... dengar jeritan anak anakmu memanggil kamu? Mereka kebingungan ketika melihat peti mu ditutup? Aku tidak bisa melihat wajah cantik mu lagi. aku tidak bisa melihat senyum manis mu lagi. ahh... AKU SUAMI TIDAK BERGUNA.'' bisik Alfonso di atas tutup peti. selama perjalanan menuju gereja Alfonso terus meletakkan kepalanya di atas peti Leticia.
__ADS_1
Tangan Alfonso enggan melepas peti sang Istri. Gareth terus menepuk pelan punggung Alfonso untuk menenangkan Alfonso.
Mobil hitam panjang yang beralaskan kaca anti peluru. yang dulu biasanya dipakai Alfonso, Leticia dan Anak-anak untuk jalan jalan. Kini, mobil itu mengantarkan sang majikan ke peristirahatan terakhir.
Pintu gereja sudah terbuka lebar sambutan nyanyian when i see you again sudah dinyanyikan Jenazah Leticia digotong masuk kedalam gereja untuk pemberkatan terakhir. Anak- anak Alfonso semakin bingung.
''Kenapa Mommy ku ditutup? Bagaimana Mommy ku bangun dan keluar, keluarkan mommy! Paman Gareth ayo bantu Aleijo. kita buka tutup itu keluarkan Mommy. kasihan mommy nanti enggak bisa napas!'' teriak Aleijo didalam gereja.
Misa pelepasaan sudah dimulai. 30 menit sudah misa pelepasan. Mason dengan langkah tergontai maju ke depan mewakili Alfonso. Untuk mengucapkan Terima kasih kepada semua kerabat dan sahabat serta kenalan yang sudah datang untuk mengiringi doa melepas kepergian Leticia.
Selesai Misa Jenazah Leticia diangkat lagi menuju pemakaman dibelakang taman Mansion. Alfonso tidak ingin berpisah jauh dari Sang Istri. Karena itu dengan berbagai cara Alfonso melakukan cara untuk mendapat ijin pemerintah mengubur Leticia dibelakang taman Mansion.
Kuburan 3x 4 itu sudah dialasi keramik. Peti beralaskan emas itu perlahan diturunkan Alfonso yang membantu mengangkat Peti Leticia tidak sanggup menahan tangisnya.
Setelah meletakan peti didalam kuburan Alfonso masih memeluk peti itu.
Gareth dan Andre terpaksa menarik tangan Alfonso. Akhirnya Afonsopun dengan berat hati melangkah keluar.
Matanya menatap keempat anak yang sedang menangis memanggil Mommy. hatinya seperti teriris Alfonso kembali memandang ke dalam kubur sang istri.
''Lihat, hukuman yang kamu berikan pada ku! anak anak kita bingung melihat kamu masuk ke dalam sini.'' air matanya tak ingin kering.
__ADS_1
Alfonso diminta bersama anak anak untuk menabur bunga. tangannya gemetar saat menabur bunga diatas peti.
''Mommy... kenapa orang orang ini masukkan Mommy ke dalam tanah? Mommy nanti bisa keluar enggak?" tanya Alicia. saat tangannya hendak menabur bunga.
"Mommy, masih diajak Tuhan jalan jalan ke surga." jawaban masih sama yang Alfonso berikan untuk anak anaknya.
Setelah penaburan bunga. Liang kubur perlahan ditutup dengan papan. Peti Leticia semakin ,ama semakin tak kelihatan.
Alfonso menarik kasar rambutnya, Tubuhnya seketika ambruk disamping kuburan Leticia. Dengan Berlinang air mata Alfonso berteriak sekencangnya.
"Tuhan... kenapa aku terus menderita? Leticia...hatiku benar benar hancur, sayang!" teriak Alfinso sekencangnya. Air matanya jatuh membasahi pipinya.
Anak- anaknya juga terus menangis mencari keberadaan Leticia yang kini sudah tertutup oleh semen dan marmer pilihan.
"Daddy..kelualin Mommy dari lubang itu. Alonzo ingin peluk mommy.. olang olang itu jahat meleka masukkan mommy ke dalam lubang." tangis Alonzo didalam pelukan Felisia.
"Bunda Nabila, kenapa Mommy di masukin ke dalam lubang itu? apa salah mommy? mommy baik, mommy cantik kenapa olang olang jahat?" tanya Alicia yang berada didalam gendongan Nabila.
"Iya sayang, Mommy diajak Tuhan ke surga jadi harus masuk ke dalam lubang itu, Nak." jawab Nabila berlinang air mata.
"Cia, lihat anak-anakmu mereka sangat sedih kehilangan kamu, Cia." batin Nabila berlinang air mata.
__ADS_1
keempat anaknya terus menangis, begitu juga Alfonso. Karla juga terisak ketika melihat keempat ponakannya mencari Leticia.
"Kakak, kasihan anak anak." gumam.