SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
kenapa lama


__ADS_3

Leticia, yang mendengar penjelasan Gareth hanya tersenyum. sembari menatap sang suami.


Alfonso, yang biasanya tidak suka diledek, akhirnya hanya bisa tersenyum.


Waktu, sudah pukul tujuh pagi. sesuai janji Leticia, dengan perut besarnya berdiri dan berjalan ke arah pintu depan menemui anak buah Alfonso.


Dengan, Tangan satu memegang perut bagian depannya, tangan satunya menopang pinggang belakangnya. Alfonso, yang melirik kearah sang istri yang berjalan semakin berat, merasa sangat bersalah.karna seharusnya istrinya beristirahat dan duduk Mansion.


''Pak, tolong belikan buah seger untuk Alfonso.'' ucap Leticia ke salah satu anak buahnya yang sedang berdiri didepan pintu.


''Baik, non.'' jawab anak. buah itu dengan membungkukkan badannya.


''Oya, pak beli juga buat semua yang disini, beli camilan dan roti juga pak untuk semua ya.'' sambung Leticia lagi.


Memang benar, pihak hotel menyediakan makanan, untuk semua anak buah yang berjaga. Namun, Leticia merasa tidak enak kalau hanya dibelikan untuk Alfonso.


''Baik, non. saya mengerti!" sambung anak buah itu lagi.


kemudian, berjalan ke parkiran mobil. dengan mengemudikan mobil mewah berwarna hitam, yang disediakan Alfonso dimarkas, sebagai fasilitas di markas. anak buah itu, meluncur menuju ke supermarket, berbelanja semua yang dipesankan Leticia.


Selesai, berbicara dengan anak buah Alfonso. Leticia, melihat ke arah Mason, yang sedang duduk dengan Kevin sembari bercerita.


''Daddy, sebaiknya istrahat dulu, Kevin kamu juga. istirahat di kamar hotel saja, biar tenang.'' perintah Leticia.


Karna,dari semalam Mason dan semuanya belum istirahat sama sekali.


''Daddy, belum ngantuk. nanti kalau sudah ngantuk baru daddy tidur.'' jawab Mason. matanya menatap sang putri.'' sebentar lagi aku akan menjadi seorang kakek.'' batin Mason lagi sembari tersenyum.


Kevin, hanya tersenyum. karna, begadang bagi kevin dan teman temannya hal biasa. apalagi dulu diwaktu Alfonso masih aktif dimarkas mereka bisa sampai berhari hari tidak tidur.

__ADS_1


''Iya, Cia.terima kasih.''jawab Kevin. karna kalau ngebantah ibu hamil ini juga percuma dia tidak akan mau tau soal alasan apapun.


Alfonso, menoleh ke arah pintu. melihat sang istri yang belum kembali duduk disampingnya.


''Reth, Cia di mana?" tanya Alfonso. pada Gareth.


''Aku, disini sayang.'' jawab Lecitia sebelum Gareth jawab. sembari berjalan ala bebek menuju arah Alfonso.


'''Kenapa lama sekali?" tanya Alfonso dengan tatapan teduhnya.


''Aku, didepan. masih ngobrol sama daddy dan Kevin.'' jawab Leticia.sembari tersenyum.


Karna, sejak Leticia diculik oleh Mason, Alfonso tidak pernah membiarkan Leticia sendirian. dan sekarang ditambah dirinya ditembak semakin menambah kekwatiran Afonso untuk sang istri.


''Aku, mau minta persetujuan dari kamu. sebaiknya, kita pulang saja, soal pengobatan selanjutnya nanti dokter Louis yang ke mansion saja. biar kamu dan yang lainnya bisa istirahat dengan baik.''


Leticia, mempertimbangkan usulan Alfonso. bagi dia ada baiknya juga. kalau Alfonso dirawat di Mansion. karna hanya tinggal rawat luka operasinya saja.


''Sudah, lebih baik. kalau kita disini terus kasihan kamunya sayang. lagian Louis bisa ke mansion untuk rawat luka saya.'' jelas Alfonso.


Gareth dan Andre, yang mendengar obrolan Alfonso dan Leticia. menyetujui saran Alfonso.


''Benar kata Alfonso, Cia. kasihan, kamu juga harus istiraht.'' sahut Gareth. dan datang mendekati Alfonso dan Leticia.


Akhirnya, Leticiapun menyetujui saran Alfonso. dengan cepat menekan tombol bell. meminta dokter ke sini untuk melakukan pemeriksaan lagi. sekalian meminta untuk rawat di Mansion saja,.


*****


''Pagi, pak Alfonso.'' sapa dokter.

__ADS_1


''Pagi juga, dok.'' jawab leticia dan Alfonso serentak


''Bagaimana, sudah lebih baik pak?'' tanya dokter sembari menempelkan tetoskop didada Alfonso.


''Hanya, sakit di bekas operasi saja. jadi, bagaimana saya minta rawat di Mansion saja.'' jawab Alfonso.


''Iya, tidak masalah pak. saya, juga berpikir begitu. karna hanya rawat luka, saya dan perawat yang akan ke Mansion saja.'' jelas Dokter.


''Karna, itu saya akan lepas selang infus.karna pak juga sudah lebih baik.'' sambung dokter lagi. kemudiasn melepas selang infus dengan dibantu seorang perawat. mengganti perban luka Alfonso.


''Permisi, pak saya buka kancing bajunya.'' ucap perawat itu dengan sopan.


''Silahkan suster.'' jawab Alfonso.


Perawat, itu dengan berhati hati melepas forban yang lama, kemudian membersihkan luka dengan cairan streil dan kasa steril. setelah membersihkan. Louis masih melihat luka operasi itu.


''Sudah kering.'' ucap Louis.


Bola mata, Leticia terus fokus menatap ditangan perawat yang sedang membersihkan luka Alfonso. sesekali melirik ke wajah sang suami sembari mencebik. Alfonso tersenyum dia tau apa yang sedang sang istri rasakan. dengan tatapan Nakal Alfonso menatap ke sang istri, sembari mengedipkan matanya.


Perawat segera mengoles obat kemudian menutup lukanya dengan forban lagi. selesai merawat Luka perawat itu tersenyum.Leticia, menggigit bibir bawahnya dengan wajah cemberut.


Nabila dan Felisia yang melihat Leticia, hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.


''Sepertinya Cia cemburu.'' bisik Felisia ke telinga Nabila. dan diangguki Nabila.


''Sudah selesai pak.'' ucap perawat itu lagi. kemudian memasang lagi kancing baju Alfonso dengan rapi.


'' Terima kasih suster.'' jawab Alfonso.

__ADS_1


''Sama sama pak.'' jawab Perawat itu lagi.


__ADS_2