SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Kenapa kamu terlihat sangat cantik


__ADS_3

setelah memotong buah mangga untuk Leticia. Alfonso, berdiri dan berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci tangannya. lalu kembali ke kamar .


'' aku akan masak, kamu di sini saja." ucap Alfonso.


''hmmm.. aku rasa tidak perlu karena aku sudah kenyang sebentar lagi akan ada acara sebaiknya aku minum obat saja, berjaga-jaga agar aku tidak lemas saat acara nanti sore." sahut Leticia.


Alfonso, yang mendengar Leticia mengatakan akan minum obat saja. segera berjalan kearah lemari dan mengambil obat Leticia.


tangannya membuka tutup botol obat dan mengambil 4 macam obat, dan memberikan kepada Leticia.


" Ini obatnya. Ayo diminum." ucap alfonsa. pada Leticia yang masih duduk di sofa.


Leticia menerima 4 macam tablet obat dari tangan Alfonso. kemudian memasukkan kedalam mulutnya. dan tangannya meraih air yang sudah terisi di gelas di atas meja. kemudian Leticia meminumnya.


selesai, memberikan Leticia obat. Alfonso meletakkan botol obat di atas meja lagi.


"oke baiklah kalau begitu, aku akan ke belakang. melihat persiapan sudah sampai dimana. sebaiknya kamu siap-siap saja dulu." pinta Alfonso sambil menatap sang istri.


" Aku akan tidur sebentar, badanku lelah sekali." jawab Leticia. Alfonso mengulurkan kan tangannya, untuk menolong Leticia berdiri dari sofa. lalu menggandeng tangan Leticia berjalan ke arah ranjang kemudian membaringkan tubuh Leticia di atas tempat tidur.


Alfonso,yang memahami, kalau Leticia mengeluh lelah karena saat ini di dalam kandungannya Terdapat 4 janin ditambah lagi, kondisi tubuh yang lemah karena penyakit Lupus.


kemudian, mengecup kening Leticia tangannya meraih selimut dan menutupi tubuh Leticia." tidurlah, aku mau ke halaman belakang sebentar." ucap Alfonso tangannya mengelus pelan rambut Leticia.


"hmmm...," Leticia hanya berdehem. lalu mulai memejamkan matanya.


setelah, memastikan Leticia sudah tidur.


Alfonso segera berjalan keluar, dari kamar .menuju ke arah ke halaman belakang.


orang-orang yang dipercaya Alfonso, untuk mengurus acara kehamilan Leticia yang diadakan di halaman belakang. sedang sibuk, ada berapa chef yang sedang menyiapkan makana dan dibantu 8 orang pramusaji yang didatangkan khusus dari hotel Marie Cristian milik Alfonso. ada yang mendekor halaman dengan begitu indah yang dihiasi dengan balon-balon dan bunga.


Alfonso berjalan menghampiri, Ethan yang sejak tadi mengawasi persiapan.


" Bos." sapa Etan. yang melihat Alfonso berdiri di sampingnya.


" Jam sudah pukul 3 sore, acara akan segera dimulai nanti jam 5 sore. Jangan terlalu malam kasihan Leticia nanti kecapean, bagaimana Sudah berapa persen?" tanya Alfonso. tangannya dimasukkan di kantong celana miliknya nya, sambil melihat mereka yang sedang sibuk menghias halaman belakang sembari mendengar penjelasan Ethan.


" Sudah hampir selesai." jawab Etan sambil tersenyum.


"Oke siap, Aku akan segera menghubungi Kevin dan yang lainnya." jawab Alfonso


" Baik bos. sepertinya saya harus segera pulang, khawatir nona melihat saya di sini." jawab Etan.


karena, waktu itu.ethan yang diminta Alfonso untuk mengawasi Leticia. berkenalan denganLeticia. Namun, sejak menikah Leticia sama sekali belum melihat Etan,sebagai anak buah Alfonso. mengingat dulu Etan pernah berkenalan dengan Leticia di taman sebagai Benz.

__ADS_1


" Tidak perlu, Nona sudah mengetahui semuanya." jawab Alfonso santai dan membuat hati Etan lega.


"Kalau begitu syukurlah." jawab Etan sambil tersenyum.


Alfonso, tersenyum dan menepuk bahu Etan.


"Aku kembali ke kamar dulu, kamu awasi mereka suruh cepat diselesaikan. aku mempercayaimu." sambung Alfonso. tangan yang menepuk bahu Etan.


lalu, berjalan kembali kamar mereka menemui sang istri yang sedang tidur.


tangan Alfonso, meraih handle pintu kamar, dengan perlahan mendorong pintu. agar tidak menyebabkan bunyi dan mengganggu Leticia yang sedang tidur.


melangkah perlahan masuk ke dalam kamar, tangan Alfonso meraih ponsel yang terletak di atas nakas. kemudian Berjalan ke arah balkon depan kamar.


Alfonso, mulai menggeser layar ponselnya. mencari nomor Gareth, Kevin, Glenn Andre, Nabila dan Stefani.


Alfonso menghubungi mereka satu persatu meminta mereka untuk datang ke Mansion beralasan ada pertemuan mendadak. sengaja Alfonso, meminta Glen mengajak Stefani dan Nabila karena Leticia sudah sangat merindukan mereka.


" Glen, sebentar jam lima sore ada pertemuan mendadak di Mansion. jangan sampai terlambat, jangan lupa ajak juga Nabila dan stefani. karena, istri saya sudah merindukan mereka berdua."


Chatt, yang sama Alfonso kirim pada Andre, Kevin, Gareth.


Selesai, menghubungi teman temannya. Alfonso kembali berjalan masuk ke kamar mereka.


Dimana, Leticia masih tidur pulas. Alfonso,melihat ke arah jam dinding yang menempel didinding kamar mereka.


Segera, Alfonso membaringkan tubuhnya di samping Leticia. dengan perlahan Alfonso memeluk tubuhLeticia kemudian mencium pipi Leticia.


setelah mencium pipi Leticia, Alfonso menundukkan kepalanya pada bagian perut Leticia kemudian menciumnya berulang kali. sengaja Alfonso lakukan itu agar Leticia segera bangun.



Leticia, yang merasa ada sesuatu yang menempel di perutnya. melenguh, dengan perlahan membuka matanya. kemudian melirik ke bagian perutnya.


" sayang, kamu membangunkan aku." keluh Leticia.


Alfonso menunjukkan deretan gigi putihnya, lalu kembali membaringkan tubuhnya di samping Leticia lagi.


" Maaf kalau aku mengganggu, Tapi, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. kamu harus mandi dan bersiap-siap acara akan segera dimulai jam 5 sore nanti. jangan sampai terlambat" jawab Alfonso


''Kamu, tidak melupakan Nabila, stefani dan Reno kan?'' Tanya Leticia. menelisik bola mata Alfonso.


Alfonso, yang baru mendengar nama Reno, mencoba mengerutkan dahinya.


''Reno. siapa dia ?mantan dari masalalumu?'' Alfonso balik bertanya dan menelisik bola mata biru kehijauan milik leticia, mencari suatu kejujuran didalam bola mata indah itu.

__ADS_1


Leticia, tersenyum dan mendaratkan satu kecupan dipipi Alfonso. dan bangun dari ranjang menuju kamar mandi.


'' Aku, mau mandi dulu, karna hari ini aku ingin tampil cantik didepan teman temanku. oya, jangan lupa bilang juga pada Glen untuk mengundang Reno juga. aku, tidak akan memaafkanmu kalau Reno tidak datang.'' teriak leticia dan berjalan masuk dalam kamar mandi.


Alfonso, masih dalam mode bingungnya.


''Dia, membuatku gila.'' gumam Alfonso.tangannya menarik kasar rambutnya.


Alfonso, memang sama sekali tidak tau siapa Reno. Alfonso ,mencoba mengingat sosok Reno namun nama Reno, bahkan bayangannyapun sama tidak muncul dipikiran Alfonso .


'' shifft..,'' umpat Alfonso.


Lantas, karna rasa penasarannya yang sangat mendominasi dirinya. Alfonso, segera bangun dari ranjang dan menyusul Leticia ke kamar mandi.


Leticia, yang tidak mengunci kamar mandi, kaget melihat Alfonso yang tau tau sudah menerobos masuk dalam kamar mandi.


'' kebiasaan!'' protes Leticia dan terus membiarkan rintikan air shower membasahi tubuh polosnya.


Alfonso, hanya tersenyum, namun hatinya masih ingin bertanya siapa Reno itu. dengan, terus melepas bajunya dan bergabung dibawah shower bersama leticia.


'' katakan padaku siapa Reno, kamu tidak mau kan kalau aku kembali lagi kedunia hitam.'' ucap Alfonso. sengaja dengan ancaman agar leticia bisa jujur. tangannya terus menyabuni punggung belakang leticia dan terus ke bagian depan leticia hingga keperut tidak lupa Alfonso mendaratkan satu kecupan diperut leticia.


" Dia, sopirku yang sangat setia. sudah puas?"Jawab Leticia dan bergantian menyabuni tubuh Alfonso.


Alfonso, tersenyum bahagia dan menaikkan ujung bibirnya.


"Aku bisa, minta nomor ponselnya? biar aku yang menghubungi dia sendiri." jawab Alfonso.dan mendaratkan kecupan dipipi leticia.


"



"Ambil, saja diponselku.kamu belum lupa sandi dari ponselku kan?" ucap Leticia sedikit menyindir.


Alfonso, yang sudah lega mengetahui siapa Reno.hanya menunjukkan deretan gigi putihnya.


setelah hampir 30 menit berada didalam kamar mandi. Alfonso dan Leticia, berjalan keluar dari kamar mandi bersama. menuju arah lemari.


Leticia ,milih baju mereka yang cocok untuk acara malam ini. setelah memilih beberapa baju, untuk dirinya dan Alfonso. Leticia berjalan menuju meja rias. dan duduk di kursi depan kaca meja rias.


Leticia mengambil hair dryer dan mengeringkan rambutnya. malam ini, leticia yang mengenakan dress tanpa lengan memberi tampilannya yang elegan.


Alfonso melihat, Leticia begitu cantik. hanya tersenyum dan tangannya masih fokus mengetik pesan untuk dikirimkan pada Reno sesuai janjinya tadi didalam kamar mandi.


selesai mengirim pesan pada Reno, Alfonso berdiri dan mulai mengenakan bajunya. Leticia yang melihat Alfonso dari pantulan cermin, kesulitan memakai dasinya. tangannya meraih dasi yang berada di tangan Alfonso dan paling keren di kerah meja milik Alfonso.

__ADS_1


" kenapa Kamu terlihat cantik sekali?"ucap Alfonso Seraya membenamkan bibirnya di Curug leher Leticia.


__ADS_2