SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Ini Anak Saya.


__ADS_3

''Nab, maaf kalau aku menggunakan cara licik, tapi aku akan menjelaskan semua alasannya di Apartemen.''jelas Kevin.jari mereka terus saling menautkan.


Semua, orang yang ada di menara Eifel, dipersilahkan makan. musik terus dialunkan hingga sore hari. setelah, senja semua membubarkan diri, begitu juga dengan Kevin dan Nabila.


''Ayo, ikut mobil saya saja.''ajak Kevin pada Nabila.


''Mobil, Apartemen, sejak kapan kamu ikut aku ke Paris?"tanya Nabila masih dalam mode bingung.


''Nanti, setelah tiba di Apartemen aku akan menjelaskan semuanya.'' jawab Kevin. sembari membukakan pintu untuk Nabila.


''Baiklah.'' jawab Nabila. lalu masuk ke dalam mobil.


Karena, Nabila berpikir Kevin ada benarnya, tidak baik ribut ditempat umum,apalagi hanya hal sepele yang tidak harus untuk diributkan.


Kevin, segera menginjak pedal gas mobil, dengan kecepatan rata rata mobil melaju menuju Apartemen Nabila.


Didalam mobil, Nabila masih diam, mengingat semua kejadian demi kejadian yang selama dirinya di Paris, ada saja yang mengirim bucket dengan berbagaimana kata kata motivasi hidup. ''Dan Amire?''batin Nabila.


Kevin,sesekali melirik ke arah Nabila dengan menahan tawanya. Karena, Kevin juga tahu Nabila sedang memikirkan kejadian dua minggu mereka di Paris. Tetapi, karena tidak ingin merusak suasana romantis yang baru saja terjadi Kevin memilih diam karna kwatir Nabila akan mencerca banyak pertanyaan pada dirinya.


Brem..,


Mobil, tiba di Apartemen Nabila.Kevin, memarkirkan mobilnya di parkiran Vip.


Nabila, mencoba mengamati mobil itu dan mengerutkan dahinya'' mobil ini!" batin Nabila lagi.


''Ayo,'' ajak Nabila.


''Baiklah.'' jawab Kevin singkat.


Mereka segera berjalan masuk menuju lift untuk menuju unit Apartemen.


Ting..,


Lift terbuka, dengan cepat Kevin dan Nabila masuk.


Ting..,


Lift terbuka.

__ADS_1


Kevin dan Nabila bergegas keluar dari dalam Lift.Kevin, mengikuti langkah Nabila.


Nabila, segera menempelkan acces cardnya. Kemudian, pintu terbuka.


''Ayo, masuk Vin.''ajak Nabila.


''Ahh.., iya.'' jawab Kevin. karena, matanya konsen dengan semua bucket yang tersusun rapi didalam ruangan Apartemen yang dikirim oleh dirinya.


''Duduk.''ucap Nabila.


Kevinpun, duduk disofa. Nabila, segera ke dapur dan mengambilkan minum untuk dirinya dan Kevin.


''Mau, yougurt atau susu rendah kalori.'' teriak Nabila dari arah dapur.


''Yougurt aja.'' jawab Kevin.


Karena, Kevin yang minta yougurt Nabilapun membawa Yougurt dua gelas ke ruang tamu dimana Kevin duduk.


Kevin, segera minum yougurtnya.


''Nabila, maaf.aku memang mengikuti kamu dari malam itu, kamu datang ke Paris, bahkan kita satu pesawat. aku, juga bersebelahan dengan Apartemen kamu, semua yang aku lakukan hanya satu alasan.aku, tulus mencintai kamu, mungkin kamu sudah membaca semua isi hatiku di setiap kartu yang aku tulis dan aku selipkan dibucket itu.sekali lagi, aku tegaskan aku tidak peduli kondisi kamu seperti apa,'' jelas Kevin.


Lalu, kevin berlutut dihadapan Nabila yang sedang duduk disofa,Tangannya meraih kedua tangan Nabila, Kevin, menatap dalam bola mata coklat milik Nabila mereka saling mengunci pandangan.


Kevin, yang tidak bisa menahan lagi akhirnya menangis sesunggukan,sembari menggelengkan kepalanya.


Nabila, habis kata kata air matanya menetes dalam diam.tanganya berat untuk mengelus lelaki berhati mutiara yang sedang menangis diatas kedua lututnya.


''Seistimewah aku untuk kamu?"pertanyaan itu keluar dari mulut Nabila dengan suara parau karna tangis yang Ia tahan didadanya. tenggorakannya kering, hatinya kacau saat ini, ada rasa bersalah, bahagia dan sakit, semua menyatu jadi satu.


''Bahkan apa Vin?"tangisnya akhirnya pecah.


''Bahkan, aku tahu kamu dicekik oleh Reno ditaman.aku,dengar semua ancaman Reno pada kamu, karena itu aku datang dan menemani kamu ditaman itu."jawab Kevin,mengepalkan tangannya.


Nabila, mengangguk.''kamu,tau semuanya? terus, kenapa masih ingin berjuang mendapatkan aku?kamu, berhak mendapat wanita yang lebih baik dan pantas untuk mendapatkan cinta kamu. karena, kamu pria yang baik.'' ucap Nabila. air matanya jatuh tak terbendung.


Kevin, memeluk pinggang Nabila sembari menggelengkan kepalanya.


''Semua, itu ada dalam dirimu.jangan, pernah membantah atau memberi alasan apapun, aku tidak ingin mendengarnya lagi.'' jawab tegas Kevin.

__ADS_1


Nabila, akhirnya diam dan tidak ingin bertanya lagi karena dia tahu sifat Kevin yang keras kepala.


Kemudian, Kevin mengangkat wajahnya lalu menatap wajah Nabila. kemudian, dengan tanganya Kevin menyeka air mata Nabila.


''Kita akan menikah lusa dibawah Menara Eifel. itukan, impian kamu daridulu.karena itu aku akan wujudkan semuanya.Tetapi, besok pagi aku harus kembali ke Spanyol."ucap Kevin.


"Aku, tidak ingin pulang Spanyol aku takut Reno."celah Nabila.


''Kenapa, takut dia?" tanya Kevin, membunyikan gertakan giginya.


"Aku, takut dia memaksa aku lagi." lirih Nabila.


"Tidak! kamu,sudah istri aku. dan, besok hanya aku saja yang pulang.kamu, tetap disini. aku, pulang untuk memberitahu Alfonso dan yang lainnya.bagaimanapun, mereka sahabat aku apalagi Alfonso sudah seperti Ayah bagi kami berempat."jelas Kevin.kemudian berdiri dan duduk disamping Nabila.


Nabila, akhirnya merasa lega.karena dirinya tidak ikut pulang.


"Jangan, takut aku tidak akan pernah bilang kamu hamil karena Reno. tetapi, aku bilang aku yang menghamili kamu. dan kita akan menetap di Paris."sambung Kevin dengan tegas.


"Terus, pekerjaan kamu?"tukas Nabila.


''Bukannya, sekarang dunia modern? dan pesawat juga hanya dua jam Spanyol Paris. kalau terlalu penting aku akan kerja pulang pergi.lagian, Alfonso juga memiliki Markas disini.aku, bisa kerja disini. dan satu lagi, aku besok ke Spanyol kamu disini akan dijaga oleh anak buah saya dan kamu akan diantar oleh Amire."sahut Kevin lagi.


''Jadi, Amire ada hubungannya dengan kamu juga?" tanya Nabila.dengan, tatapan tajamnya.


Kevin, hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Satu, lagi kamu jangan kwatir. selama, kita menikah aku tidak akan melakukan hubungan suami istri sebelum kamu melahirkan. karena, aku tahu Agama dan anak ini memiliki Ayah biologis yang sah yaitu Reno. Tetapi, anak ini anak saya dan hanya saya Ayahnya. tidak, ada Reno bahkan aku juga tidak ingin Reno menyentuh dia walaupun hanya sehelai rambut anakku."tegas Kevin.


Nabila, tersenyum kecut."Terima kasih. dan apa yang kamu katakan ini saya juga sudah memikirkan jauh sebelumnya. sejak dari awal Reno menolak anak saya, dari situ saya sudah melupakan kalau anak ini anak Reno.karena, itu saya memilih datang di Paris, soal cibiran masyarakat saya siap terima." tegas Nabila.


"Tetapi, saat ini dia sudah menjadi anak saya.hmm." jawab Kevin.lalu, mencium kening Nabila.


"Terima kasih." jawab Nabila menitikkan air matanya lalu memeluk Kevin dengan erat.


"Sama sama, karena itu aku datang karena saya tidaj ingin kamu dicibir oleh masyarakat.jangan, takut sekarang aku yang akan melindungi kamu."jawab Kevin.lalu, mengelus perut Nabila.


"Hallo, anak Ayah." sapa Kevin.sembari tersenyum menatap Nabila.


"Sudah,berapa bulan?"tanya Kevin.ingin tahu.

__ADS_1


"Jalan, tiga bulan."jawab Nabila menunduk.


"Anak Ayah, sehat sehat disana." Kevin terus mengajak anaknya bicara. Nabila hanya menahan air mata.


__ADS_2