
Setelah selesai, melakukan pemeriksaan Alfonso dan Leticia kembali duduk. untuk, mendengar penjelasan dari dokter lebih lanjut lagi.
"Tidak ada masalah, jadi selama kehamilan ibu. saya, hanya kasih vitamin sesuai dengan dosis kehamilan ibu." lanjut Dokter Cathlyn.
"Maaf, Dok. disini dokter kandungan yang paling bagus dimana?" tanya Alfonso dengan santainya.
"Oh, ibu Leticiia mau melakukan pemeriksaan sekarang atau nanti?" tanya dokter lagi.
"Sekarang, Dok. karna kami belum ke dokter sama sekali." sambung Leticia.
"Disini ada, dokter kandungan yang sangat bagus. dokter Grace. sebentar ya, saya hubungi sekalian. kalau ibu dan bapak setuju." jawab dokter.
Dengan, sabar dan terus tersenyum. dokter Cathlyn, mengangkat gagang telpon dan meletakkannya di telinga kirinya. lalu, jarinya mulai menekan nomor ruang dokter Grace. setelah, beberapa menit menghubungi dokter Grace. dokter Cathlyn kembali meletakkan gagang telponnya.
"Sudah, saya daftarkan nama ibu Leticia. jadi, ibu sama bapak bisa langsung ke ruangan di sebelah kiri ruangan saya. ini resepnya, nanti ditebus setelah selesai melakukan pemeriksaan di dokter Grace. biar, tidak dobel ngantri di ruang obat." jelas dokter Cathlyn.
Alfonso menerima resep dokter.dan mengulurkan tangannya. mereka bersalaman, begitu juga dengan Leticia. setelah, bersalaman Alfonso dan Leticia. pamit.
"Terima kasih, dok.permisi." ucap Alfonso dan Leticia.
" Baik, sama sama. sehat selalu ya bumil." jawab Cathlyn dengan sedikit mengoda Leticia.
Alfonso dan Leticia, berjalan ke arah kiri ruangan dokter Cathlyn. sesuai arah dari dokter cathlyn. dengan terus bergandengan tangan.
Didepan pintu, sudah ditunggui seorang perawat.
" Selamat siang, apa ini nyonya Leticia? anda sedang ditunggu dokter Grace didalam ruangannya." sapa, perawat dengan ramah.
" Iya, benar dia istri saya." jawab Alfonso dan terus menggandeng tangan istrinya berjalan ke ruangan dokter Grace.
"Selamat siang, Dokter." sapa Alfonso dan Leticia bersama.
" Selamat siang ibu dan bapak. mari silahkan duduk." jawab dokter Grace dengan ramah dan mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Terima kasih, Dokter." jawab serentak.
"Sama sama."
"Ini ibu leticia?"tanya dokter sambil mengambil buku hamil dan menulis nama Leticia dibuku hamil.
" Berapa usia ibu?" tanya dokter lagi.
"Dua puluh enam tahun." jawab Leticia
"ini kehamilan anak yang ke berapa?" tanya dokter lagi
"Anak pertama dok." jawab Leticia.
"kapan HPHT nya?" tanya dokter lagi.
Leticia yang bingung apa yang di maksud dokter melihat ke arah suaminya.yang sedang menahan emosi.
"Apa, itu HPHT? maaf kami tidak mengerti." tanya Alfonso. dengan sedikit tidak sabaran.
__ADS_1
"Maksudnya, hari pertama haid terakhir ibu leticia sebelum hamil." jawab dokter Grace dengan sabar.
Alfonso, dan Leticia saling melihat.akhirnya Alfonso tersenyum.
"Tanggal enam bulan juli."jawab Alfonso
"Benarkan, sayang. kan waktu itu kamu haid pas hari pernikahan kita." Tanya Alfonso ke Leticia. takut salah memberi informasi ke dokter.
Leticia, yang malu karna suaminya masih ingat jadwal haidnya hanya tersipu malu. dokter Grace, yang melihat Leticia tersipu malu hanya menggeleng.
" Itu, hal biasa bu. justru, ibu harus bahagia. seorang suami yang mengetahui bulanan istrinya. berati dia benar benar memperhatikan ibu." sambung Dokter lagi.
"Baik, kalau begitu kita akan lakukan usg terlebih dahulu. supaya, saya bisa menghitung kapan ibu melahirkan. mari silahkan ibu berbaring di bed pasien. bapak kalau mau ikut lihat. silahkan, duduk dikursi samping istri bapak." ucap dokter Grace dengan ramah.
Alfonso menuntun Leticia ke bed pasien, dan membantu Leticia berbaring di bed pasien. setelah, leticia. berbaring Alfonso menarik kursi dan duduk di samping leticia.
Dengan hati berdebar debar, Alfonso menggenggam tangan Leticia, sesekali memberi kecupan dipunggung tangan Leticia.
"*sayang, kita akan melihat anak kita." ucap Alfonso dengan perasaan tidak sabar.
" Iya, semoga anak kita sehat sehat ya sayang." jawab Leticia dengan mata berkaca kaca.
" iya sayang." jawab Alfonso, yang sudah tidak sabar lagi.
Karna, ini moment pertama untuk Alfonso.melihat cara usg bayi, moment pertama dia menyaksikan seorang bayi tumbuh dirahim seorang wanita.
makanya..,
Alfonso, begitu sangat antusias. dan bertingkah berlebihan.
Dokter, menekan Tombol On monitor USG. lalu, berjalan ke arah Leticia yang sudah berbaring di bed pasien.
"Maaf, dressnya saya buka sedikit dibagian perut.untuk saya oleskan Gel." ucap dokter Grace.
Leticia, mengangguk.
Lain hal...,
Dengan, Alfonso yang matanya membulat.
"Huff.., untung saja dokternya wanita. kalau tidak saya bisa hilang akal dan dokternya bisa saya bunuh kalau menyentuh istri saya." batin Alfonso. dan terus menatap ke arah perut mulus sang istri yang sementara diolesi Gel.
Alfonso, yang memperhatikan langkah demi langkah proses usg. dan tidak mau ketinggalan moment usg pertama sang anak. Alfonso, terus fokus melihat ke arah monitor. dan perut sang istri.
Kemudian, dokter mengambil Alat dan menekan dengan lembut di perut Leticia.
Alfonso, yang kwatir benihnya kesakitan karna tertekan alat USG? dengan cepat menahan tangan dokter.
"Dok, ini tidak menyakitkan anak saya?" tanya Alfonso dengan bodohnya.
__ADS_1
Dokter tersenyum.
"Ini sama sekali tidak menyakitkan bayi bapak." jawab dokter dengan lembut dan sabar.
"ok, maafkan saya dok. ini pertama kali buat saya." Jawab Alfonso. dengan polosnya.
"Tidak, masalah saya mengerti dengan kekwatiran bapak." jawab Dokter dan mulai menekan dengan lembut di perut Leticia.
" ini, pak .letak bayi bapak. tapi, bayi bapak lebih dari satu." jelas dokter lagi.
Alfonso, yang penasaran dengan bayinya mencoba memajukan tubuhnya lebih dekat ke layar monitor.
"Maksudnya? " tanya Alfonso dan leticia serentak.
" Maksud, saya bayi ibu dan bapak kembar empat." jawab Dokter.
" what? are you sure? " tanya Alfonso.sambil menatap layar monitor dengan seksama lagi.
Lalu..
Berlari ke arah kepala istrinya dan mengecup kening Leticia. berulang ulang kali.
Sedangkan Leticia menitikkan air matanya, sambil membuka mulutnya dengan cepat menutupnya lagi dengan tangan satunya. karna, tangan satunya digenggam Alfonso dengan begitu erat.
"Sayang, anak kita sayang. mereka berempat didalam perutmu sayang." ucap Alfonso. dengan berlinang air mata.
" Oh, Tuhan. terima kasih Tuhan. Cintamu, sungguh luar biasa." ucap syukur Alfonso.
Alfonso, berdiri berjalan ke sana kemari, bingung dengan cara apa dia mengungkapkan semua kebahagian yang dia rasakan saat ini.
kemudian kembali duduk disamping Leticia.
Dan, mencoba lebih fokus ke monitor nya.dengan polos Alfonso bertanya lagi.
" kenapa, saya tidak bisa melihat anak anak saya? mereka sedang apa diperut istri saya?" tanya Alfonso yang penasaran dengan aktifitas anaknya didalam perut Leticia.
,
"Anak anak bapak , masih kecil. saat ini mereka masih seperti biji wijen.karna,usia kandungan istri bapak baru menginjak lima minggu." jelas dokter Grace.
"Terus kapan saya bisa melihat mereka?" tanya Alfonso. sambil terus menatap ke perut istrinya.
"Kalau, sudah memasuki usia tiga bulan. sudah mulai membentuk, organ tubuh mereka. nanti ibu dan bapak, bisa ke sini lagi kalau sudah masuk usia tiga bulan." sambung dokter lagi.
Karna Usg nya sudah selesai. dokter membersihkan perut Leticia dengan tisu.
Kemudian..,
Dengan, dibantu Alfonso. Leticia bangun dari bed pasien dan berjalan kembali ke kursi untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut lagi.
__ADS_1
"Sayang, terima kasih sayang. sudah mengijinkan benih saya tumbuh didalam perutmu.saya, berjanji akan menjadi suami dan ayah yang sempurna." ucap Alfonso sambil menatap bola mata Leticia begitu dalam. air matanya kembali Tumpah.
...----------------...