SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
aku pria bodoh.


__ADS_3

Setelah mengobati tangannya, Al kembali ke ranjang memeluk tubuhku. seolah ada rasa takut dihatinya ingin kehilangan aku.


Al mengangkat pelan kepalaku , menaruhnya diatas lengan nya. lalu, tanganya yang satu memeluk aku .sambil mengelus pelan punggungku.


" sudah sejak kapan, sakit ini?" tanya Al. dan mengangkat wajahku untuk menatap wajahnya. seketika air matanya menetes dipipinya. aku menggelengkan kepalaku memohon agar Al tidak boleh menangis.


Tapi, Al tidak bisa menahan tangisnya. akhirnya akupun menangis. aku dan Al di malam pertama kami menikah harus melewati dengan kejadian pilu ini.


Al, memelukku. seolah takut akan sesuatu terjadi padaku. lalu, bangun dan duduk diatas ranjang, Al bersender di headboard. tubuh kecilku diangkat dan aku dipangku layaknya seorang anak kecil. aku menurut, dilihatnya wajahku, lalu air matanya jatuh tepat dipipiku.


"Kalo, kamu menangis bagaimana dengan aku?" ucap ku sambil tertawa kecil.


Al menatapku dengan tersenyum. jujur, aku mendapatkan satu sikap baru dari seorang pria es ini lagi.


"Gadis nakal. lihat saja dirimu dalam keadaan sakit seperti ini. masih bisa tersenyum." ucap Al. sambil mencubit pelan pipiku.


"Au..sakit." teriak pelanku.


Al terkekeh, melihat tingkah manjaku. lalu wajahnya terlihat serius lagi.


"Sejak kapan kamu tahu tentang penyakit ini?" tanya Al serius. sambil tangannya terus mengelus kepalaku.matanya menatap tajam ke arah ku.


"Sudah lama, sudah hampir 7 bulan lalu aku mengetahuinya.waktu itu aku sering pusing, sendi ku sering ngilu. aku mencoba ke rumah sakit, ternyata sampe sana dokter meminta ku melakukan tes darah. dari situ aku divonis menderita lupus." ucap ku.

__ADS_1


Al, mendengarnya dengan serius. lalu membaringkan tubuhku ke ranjang, dan turun dari ranjangnya berjalan ke arah kamar mandi. aku diam karna pikirku dia akan ritual pagi, karna sekarang sudah pukul enam pagi waktu spanyol.


Aku yang sudah ngantuk berat karna efek obat yang ku minum terlelap dalam tidurku. Al, yang sudah didalam kamar mandi menyalahkan shower lalu membiarkan butiran air shower jatuh diatas kepalanya hingga ke tubuhnya.


Al, membiarkan dirinya basah, sambil melihat ke atas. membiarkan butiran air bercampur tetesan air mata menjadi satu, menetes ke tubuhnya.


"Aku, takut. takut karna saat ini aku sudah mencintai kamu. aku pikir dulu kamu hanya menjadi tamengku untuk memancing ayahmu keluar. tapi, justru aku sendiri yang terjebak dengan permainanku sendiri." batin Al. sambil memukul tembok kamar mandi.


"Tuhan, dimana ke adilanmu. katanya engkau maha adil. buktikan kalau engkau adil sembuhkan dia."teriak pelan Al didalam kamar mandi. lalu, dirinya jatuh tersungkur dibawah lantai dengan air shower yang masih terus mengalir.


Al, saat ini rapuh. dimalam pertama mereka. bukannya kenikmatan, kebahagian, yang didapatnya. malah kerapuhan hati yang Al dapat. ya, memang Al sudah tahu sebelum mereka menikah. tapi, Al lebih merasakan hatinya sakit saat Cia berkata jujur. apalagi saat Cia jujur sakitnya sedang kambuh.


Al, juga merasa bersalah karna lupa mengembalikan obat Cia ke dalam tasnya.


*****


Sedangkan diranjang wanita ini sudah tertidur pulas efek dari obat yang sudah bekerja. wajah merahnya perlahan hilang begitu juga dengan yang dibelakangnya.


Saking, pulasnya aku sampai mendengkur kecil. saat alarmku bunyi biasa jam 8 pagi aku harus berolahraga. aku mencari ponselku dengan mataku yang masih tertutup. ku ambil ponsel ku diatas nakas dekat ranjang kami. saat ponsel sudah ditanganku aku bangun dan duduk diatas ranjang.


"pukul delapan. aku harus olahraga." batin ku sambil melihta ke arah jam diponsel milikku.


Tapi...,

__ADS_1


Ingatanku tertuju ke Al.


"Ke mana dia pergi.tadi sebelum aku tertidur Al berjalan ke arah kamar mandi. lalu, setelah itu dia balik atau tidak ya?"batin ku. aku mengingat saat Al ke kamar mandi, tapi aku lupa Al balik atau tidak.


Aku menyibakkan selimut ditubuhku. aku turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi. saat ku didepan kamar mandi, ada suara air gemercik.


"Al, mandi." batin ku.


Tok..., tok..., tok....,


ku ketuk pintu kamar mandi.


"Sayang, kamu mandi."panggilku . tapi, tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi. aku ,mencoba memanggil lagi, mungkin Al tidak dengar suara ku karna gemercik air dari shower.


"Sayang, kamu mandi. aku mau ganti pembalut." teriak ku lebih keras.tapi, lagi lagi. Al tidak menjawab hanya terdengar suara gemercik air.


Batinku tidak tenang, kuraih handle pintu kamar mandi. lalu, aku membuka ternyata pintunya tidak dikunci oleh Al. mataku membulat melihat ke arah shower. aku histeris berlari ke arah shower sambil aku terus memangil nama Al.


...****************...



Selamat hari Raya Idul Adha, bagi readers dan teman teman author yang merayakan.mohon maaf lahir batinπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2