
Para pelayan, kembali melakukan tugas mereka seperti sebelumnya. pembimbing pengasuh anak juga, sudah datang dengan didampingi bibi Yati ke empat pelayan itu mengikuti bimbingan pengasuh bayi dengan baik.
Leticia, digandeng oleh Alfonso berjalan menuju ke kamar. Tetapi, sebelum ke kamar Leticia sempatkan diri melihat bagaimana bimbingan pengasuh mengajar ke empat pelayan yang akan menjadi babysitter anak anaknya nanti.
''Bagaimana, sayang mereka begitu pintar dan lincah mengikuti arahan bimbingan.'' tanya Leticia pada Alfonso.
''Hmm..,kalau mereka salah.dan, ada efek pada anak anak.saya, bisa jamin nyawa mereka tidak akan selamat.''jawab Alfonso.
Mendengar itu Leticia dengan cepat mencubit perut Alfonso.''Ayo, masuk ke kamar.'' ucap cepat Leticia.
Karena, Leticia tidak mau para pelayan dengar dan akhirnya mereka ketakutan.
''Sakit, sayang.'' bisik Alfonso.
''Maaf, makanya lain kali jangan asal bicara.''sambung Leticia.kemudian, dengan bergandengan tangan Alfonso dan Leticia masuk kamar.
Leticia, duduk diatas ranjang karna kakinya yang pegal. dan tubuhnya juga sangat lelah.tanganya mengambil ponsel miliknya yang terletak diatas nakas dekat ranjang.
Leticia, mulai menggeser layar ponsel, setelah menemukan nomor Nabila, Leticia mulai melakukan panggilan video call karna dirinya yang begitu kangen ingin melihat wajah sahabatnya itu.
Namun,nomor Nabila sama sekali tidak bisa dihubungi. Leticia, mengulang beberapa kali tetap tidak bisa.hanya, terdengar suara jawaban dari operator jaringan''maaf nomor yang ada tuju tidak dapat dihubungi, silahkan tinggalkan pesan suara setelah bunyi berikut.''
''Teet..''
''Sayang, nomornya tidak aktif.''keluh Leticia.sembari menatap Alfonso dengan sedih.
Alfonso, menarik napas.lalu, mengambil ponselnya dan menghubungi Glen.
''Glen, selama ini Fani ada menghubungi Nabila, enggak?''tanya Alfonso lewat sambung panggilan.
__ADS_1
''sepertinya, kemarin Fani menghubungi juga enggak bisa. sampai Fani nangis nangis.''jawab Glen.
Iya, kemrin Stefani, menghubungi Nabila untuk mengabari kalau dirinya juga telah hamil menyusul Leticia. Tetapi, berulang ulang Stefani menghubungi nomor Nabila tetap tidak aktif.
''Ya, sudah tolong perintahkan Kevin untuk menghubungi Nabila.'' sambung Alfonso.
''Satu itu lagi, menghilang sudah empat hari entah ke mana.'' sahut Glen menarik kasar rambutnya.
''Perintahkan Gareth pergi lihat di Apartemen Kevin.''sambung Alfonso lagi.
''Oke, baik.nanti siang Fani mau jenguk Leticia.''ucap Glen sebelum mengakhiri panggilan.
''Oke,nanti aku sampaikan.'' jawab Alfonso.
klik..,
Alfonso, mengakhiri panggilan. kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Leticia yang sedang berbaring sembari membaca Novel online di ponsel miliknya.
''Tadi, Glen mengatakan kalau Fani juga dari kemarin nelpon enggak tersambung dan anehnya Kevin juga enggak ada di Apartemennya.nomor Kevin, juga enggak aktif. aku, kwatir yang ada dipikiran aku ini benar benar terjadi terus Reno? sepertinya ribet.'' jelas Alfonso.
Alfonso, memang hanya tahu hubungan Reno dan Nabila. karena, anak buahnya melaporkan kalau Reno sering jalan berdua dengan Nabila. Tetapi, Alfonso tidak mengetahui bahkan semua orang tidak mengetahui kalau Nabila hamil karena Reno kecuali Kevin dan Reno.
Leticia, menarik napas panjang karena bagaimana juga Reno itu sopir pribadinya, yang menurut kacamata Leticia sangat sopan, humbel dan menghargai wanita. Nabila. Stefani dan Reno itu sudah layaknya seperti saudara.
''Kalau dugaanmu itu benar kasihan Reno akan terluka sekali.''jawab Leticia dengan wajah sedihnya.
''Hmm.., Kevin itu tidak mau mengalah bagaimanapun merebut kekasih orang tidak ada dalam aturan Mafia.''perkataan itu lolos begitu saja keluar dari mulut Alfonso.
Leticia, membulatkan matanya, Leticia baru tau kalau Didunia hitam ada aturan.
__ADS_1
''Aturan Mafia? aku, penasaran apa itu aturan Mafia?"desak Leticia yang penasaran dengan aturan Mafia yang tadi disebut Alfonso
''Harus ada sayang, hidup dalam rumah tangga saja ada aturan apalagi hidup didunia hitam seperti kami kalau tidak ada aturan semua tidak akan terjadi seapik inii.'' jelas Alfonso.
"Dunia hitam, tidak boleh ada cinta. hidup hanya mengenal darah, pistol mati dan hidup.tidak ada kata maaf tidak ada kata menyerah tidak ada jatuh cinta." jelas Alfonso.
Leticia, mengerutkan dahi saat melihat Alfoso yang begitu bersemangat menjelaskan aturan dan prinsip Mafia.
"Terus, yang terjadi sekarang dengan kamu, Steward, Glen dan Daddy apa namanya?" tanya Leticia sembari menahan tawa.
Alfonso, seperti tercekik dengan kata katanya sendiri.sembari melihat ke arah lain.
"Ya, itu karena kami menemukan pasangan yang tepat." jawab Alfonso dengan suara melemah.
Leticia tertawa" mungkin itu yang saat ini terjadi dengan Kevin. dia, menemukan kecocokan dengan Nabila. Tetapi, aku tidak bisa melihat Reno kecewa. anak itu, pasti akan sangat terluka."lirih Leticia.
Alfonso,mengelus kepala Leticia. Alfonso, tahu Leticia sangat percaya Reno dan menyayangi Reno seperti saudara lelaki.
Saat, sedang berbincang berdua tiba tiba ponsel Alfonso berdering ada pesan dari Gareth.
"Al, Kevin tidak ada di Apartemennya sudah empat hari pelayannya juga tidak tau Kevin Kemana.bahkan, saya juga awal Kevin tidak ada saya masih menghubungi nomornya itu masih aktif setelah itu tidak aktif sampai saat ini bahkan GPSnya juga tidak bisa dilacak."jelas Gareth.
"Ribet, Mafia dengan Mafia saling cari." gumam Alfonso.Setelah membaca isi chat dari Gareth.
''Sayang, siapa yang kirim pesan?"tanya Leticia.penasaran.
''Gareth, mengatakan kalau Kevin juga tidak ada di Apartemenya dan GPSnya susah dilacak.''jawab Alfonso. lalu meletakkan ponselnya lagi.kemudian, Alfonso mengambil buku cerita anak anak.
Alfonso, mulai duduk dekat perut Leticia dan membacakan cerita untuk anak anaknya.
__ADS_1
Leticia, yang mendengar suara barito itu membacakan kisah gadis krudung merah dengan seekor serigala akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Alfonso, menyelesaikan kisah dongengnya. lalu, meletakkan buku diatas nakas dengan perlahan turun dari tempat tidur. Alfonso berjalan ke arah sofa dan mulai membuka Laptopnya. karena. sesuai janji Alfonso sekarang mulai bekerja diperusahaan Ayahnya tapi bekerja dari rumah dan memantau situasi Markas.sembari menjaga Leticia dirumah.