SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
masak berdua.


__ADS_3

Leticia dan Alfonso berjalan bersama masuk ke dalam dapur, Alfonso membantu memakaikan apron ke Leticia begitu juga Leticia memakaikan apron ke Alfonso.


"kamu sudah seperti koki handal, kalau makai apron seperti ini." goda leticia pada Alfonso. sambil mengeluarkan bahan bahan saladnya dari kulkas.


"Aku bisa masak yang enak,sayang. jadi, aku layak disebut koki yang handal." jawab Alfonso sambil mencuci bahan bahan yang akan mereka gunakan.


Leticia terkekeh..


hahahha...


"Buktiin dong kalau bisa masak yang enak. sebulan kita menikah aku belum pernah makan masakan kamu. yang ada aku ditinggal mulu ama kamu," jawab Leticia sambil terus memotong bahan bahan yang akan dipakai masak.


Alfonso, yang sudah selesai mencuci bahan bahan. membawa ke arah Leticia.


Lalu..,


Alfonso, berdiri disebelah Leticia.


"sini, biar aku aja yang motong, karna aku enggak mau tangan cantik ini terluka karna sayatan pisau."jawab Alfonso.lalu, mengambil alih memotong sayur.


Wajah Leticia merona, karna Setiap Saat Alfonso tidak pernah kehabisan kata kata untuk memuji dirinya.


Membuat, dirinya terkadang melayang tinggi ke awan.tapi, Leticia juga kadang takut dengan keromantisan yang diberikan Alfonso.


Leticia, takut kebersaaman dirinya dan Alfonso tidak lama. Leticia kadang takut memikirkan bagaimana Alfonso nantinya kalau ditinggal dirinya untuk selamanya.


"Kalo aku terluka kan ada kamu yang mengobati.karna, aku yakin kamu tahu cara yang terbaik untuk mengobati luka itu. karna aku tahu, kamu dokter terbaikku." jawab Leticia sambil menyerahkan pisau ke Alfonso. dan berjalan ke arah wastafel untuk membersihkan tangannya.


"Aku memang bisa mengobati luka. tapi, aku tidak bisa menghilangkan bekasnya. karna aku sendiri masih memiliki bekas luka yang amat terdalam, dan itu tidak bisa aku hilangkan ." jawab Alfonso sambil berkedip ke arah Leticia. dan terus memotong sayuran


Leticia, terdiam. saat mendengar Alfonso, mengatakan dirinya memiliki bekas luka yang amat terdalam. matanya, menatap wajah Alfonso begitu lama.


lalu...


kembali mencampur bahan bahan yang akan diolah menjadi salad.


"kalau memiliki bekas luka, kenapa tidak berbagi. bukannya kita bersatu untuk saling berbagi satu sama lainnya. contohnya salad, bukannya mereka menjadi lezat karna adanya penyatuan bahan?karna itu jangan pernah menyimpan bekas itu sendirian." jawab Leticia. sambil terus mengolah bahan saladnya.


Alfonso, terdiam sesaat...,


Menatap tajam Leticia, lalu menggelengkan kepalanya.


"Tapi, bekas ini tidak ingin berbagi. karna dia tahu kamu juga tidak akan sanggup menerimanya. karna, itu aku mohon jangan lagi saling memberi luka diantara kita. sudah cukup kita tersakiti karna bekas luka yang lama." jawab Alfonso. sambil berjalan ke arah Leticia tangannya memeluk Leticia lalu mendaratkan satu kecupan dipunggung belakang Leticia.


Karna, memasak sambil saling memuji. tidak terasa masakannya telah selesai.


Leticia mengambil sedikit masakannya di sendok dan memberikan ke mulut Alfonso.


"Coba, enak enggak?" tanya Leticia. matanya berbinar binar. dengan ekspersi yang tidak sabar menunggu penilaian dari Alfonso.


Alfonso terus mengunyah sesekali ingin tertawa tapi Alfonso menahannya karna ekspresi Wajah Leticia, begitu lucu menunggu jawaban dari Alfonso.


"hmmmmm." Alfonso berdehem dan sengaja menunjukkan ekspresi ingin membuang makanan yang ada didalam mulutnya.


Wajah Leticia terlihat sangat sedih, saat melihat Alfonso ingin mengeluarkan makanan dari mulutnya.


"kenapa, enggak enak. maaf, nanti setelah kamu pulang dari California kita akan masak lagi." ucap Leticia. sambil mencuci tangan di wastafel, dan melepaskan apronnya.


Kemudian...,


Berjalan mendekati Alfonso dan melepaskan apron Alfonso. "sudah, sana cuci tangannya kita sarapan, aku sudah lapar.salad ini dibuang saja." ucap Leticia dengan wajah menekuk.


Tapi...,

__ADS_1


Tiba tiba...,


Alfonso tertawa dan memeluk sang istri dan membisikkan ditelinga Leticia "ini sangat enak sayang."


Leticia, terperangah matanya membulat mulutnya terbuka, lalu dengan cepat Leticia menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Sungguh? kamu enggak bohong, ekspresi wajahmu tadi sudah membuatku patah semangat!" ucap Leticia sambil memukul pelan dada Alfonso.


"Mana bisa aku berbohong. kamu tidak layak mendapatkan kebohongan dari aku. benar masakan istriku sangat enak, nanti pulang kita akan masak lagi." jawab Alfonso.


Dan membawa salad yang tadi sudah, dibikin Leticia ke arah meja makan untuk disajikn dipiring.


"Bibi, tolong ambilkan saya piring, untuk tempat salad ini."ucap Leticia sambil menunjukkan saladnya.


"Baik Non." jawab sang pelayan yang tadi stanby menunggu majikannya masak. dan berjalan ke arah lemari mengambil piring, untuk disajikan salad buatan Leticia.


Setelah, piringnya diambil. pelayan itu, membawanya ke Leticia.


"Permisi Nona." ucap sang pelayan sambil memberikan piring yang tadi Leticia minta.


"Terima kasih bibi!" jawab Leticia, tangannya menerima piring dari pelayan dan mulai menyajikan salad sayurnya.


Selesai, menyajikan saladnya, Leticia melihat sebentar hasil sajiannya, sambil jarinya menggerak kan di dagunya.


"Hmmmm.., tidak buruk." ucap Leticia.


******





Leticia, menarik kursi dan duduk disebelahnya, sambil menatap wajah Alfonso.


"Sayang, ayo makan dulu. aku, sudah lapar." ucap Leticia.tangannya, mengambilkan piring, dan menaruh makanan dipiring Alfonso,, dan meletakkan didepan Alfonso.Lalu, Leticia, mengambil piring untuk dirinya juga dan menaruh makanan dipiringnya. kemudian, meletakkan diatas meja depannya.


"Ayo, makan dulu. katanya, mau berangkat tapi tangannya malah diponsel terus."tegur, Leticia.


Alfonso, masih terdiam. pandangannya kosong menatap ke depan,rahangnya mulai mengeras. sambil meletakkam ponselnya.


Alfonso kembali melihat ke arah Leticia.


"Maaf, nanti setelah makan ini aku harus berangkat jam 10 pagi.karna perjalanan Spanyol ke California makan waktu 8 jam. jadi, biar tiba disana sore hari.karna keadaan semakin darurat di sana. aku minta maaf tidak bisa menemani kamu makan siang nanti. kalau kamu merasa bosan, hubungi Vani dan Nabila temani kamu disini." ucap Alfonso. kedua tangannya memegang tangan Leticia.


"Baik lah, aku mengerti. nanti setelah ini aku akan menghubungi Vani dan Nabila untuk temani aku disini selama kamu di Califronia." jawab leticia. sambil menunduk.


"Ayo, makan keburu makanannya enggak enak." sambung Alfonso lagi.


Alfonso, dan Leticia mulai makan, seperti biasa aturan Alfonso, kalau makan tidak ada yang boleh bicara kecuali bunyi alat makan.


Tapi..,


Leticia, yang awalnya semangat makan salad sayur tiba tiba tidak ingin makan. dan hanya menatap makanan itu dengan wajah yang lesu.


Alfonso yang melihat itu merasa aneh.


"Ada apa dengan makanannya.enggak enak?" Tanya Alfonso. yang merasa heran dengan leticia.


Leticia hanya menggelengkan kepalanya, matanya berkaca kaca.


"kamu, cepat pulang. karna nanti tiga hari lagi aku akan kontrol lagi." ucap Leticia. dan terus menatap Alfonso dengan perasaan tidak rela melepas Alfonso pergi jauh.

__ADS_1


"iya, tadi kan aku sudah bilang, kalau aku hanya dua hari di California. Ayo, sekarang makan lagi." jawab Alfonso. sambil tangannya menyendok makanan dan memberikan pada Leticia.


Leticia membuka mulutnya dan mulai makan.


"Aneh. tadi waktu makan sendiri aku enggak berselera. kenapa saat disuap Alfonoso, malah aku suka makan?" batin Leticia. sambil terus makan dan tidak ada yang tersisa di piring makannya.


Selesai makan, Alfonso membawa Leticia ke kamar dengan membawa air yang sudah diisi di cangkir.melangkah, menaiki anak tangga satu persatu menuju ke arah kamar mereka.


Tangan Leticia meraih handle pintu, lalu pintunya dibuka dan mereka berjalan masuk ke kamar.


Alfonso, meletakkan Cangkir diatas meja, dan berjalan ke arah lemari mengambil obat Leticia di laci, segera berjalan kembali ke arah meja. dan duduk di sebelah Leticia.


Alfonso, memberikan obat ke Leticia dan Leticia mulai meminumnya.


Alfonso, mengecek obat Leticia, ternyata benar obat Leticia tinggal tiga hari lagi habis. berarti Leticia harus kontrol lagi ke dokter.


Setelah...,


memastikan, obat Leticia cukup untuk Leticia minum selama dia pergi, dan kembali Alfonso meletakan obat nya di laci lemari lagi dan menutup lemari lagi..


"hmmmm..., obatnya juga sudah mau habis ya sayang," ucap Alfonso.


Leticia hanya diam, dan terus menyiap kan sweater Alfonso untuk berangkat nanti.


"Cia, kalau diajak ngobrol itu dengar!" panggil Alfonso. yang merasa diabaikan Leticia.


"Aku dengar!" jawab Leticia cuek.


"kamu kenapa? tiba tiba berubah." tanya Alfonso dan berjalan mendekati ke arah Leticia dan memeluknya lalu menggendong Leticia.ke arah ranjang.


Letica yang kaget karna digendong tiba tiba langsung mengeratkan pelukannya di leher Alfonso.


Tubuh Leticia dibaringkan, Alfonso menatap tajam Leticia, sambil menyesap bibir Leticia.


Tapi..,


Saat Alfonso menyesap bibir Leticia dan mulai turun ke leher Leticia.


Tiba tiba..,


Ponsel Alfonso berdering.


Alfonso melepaskan tautan bibir mereka.dan bangun dari ranjang., tangannya meraih ponsel yang diletakkan di atas nakas.


Alfonso, duduk di tepi ranjang sambil melihat layar ponselnya. membaca chat steward dengan teliti.


Setelah membaca isi chat dari steward Alfonso segera meletakan ponselnya dengan kasar di nakas, membuat Leticia, kaget dan bangun dari ranjang,lalu duduk menyenderkan tubuhnya di headboard ranjang.


"Ada apa?"lirih Leticia.yang merasa aneh dengan Alfonso.


"Maafkan aku sayang aku berangkat sekarang." ucap Alfonso, sambil menautkan bibirnya dibibir leticia menyesap begitu dalam, membiarkan lidah mereka bermain disana beberapa saat.lalu Alfonso melepaskan tautan mereka. berjalan dari ranjang ke arah sofa dimana sweaternya disiapkan tadi oleh Leticia.


Alfonso mengambil sweaternya. dan dengan ditemani Leticia.


Alfonso berjalan ke halaman depan Mansion, dengan melewati ruang tengah. Alfonso melingkarkan tangannya dipinggang Leticia.


"aku pergi hanya dua hari, jangan malas makan dan jangan lupa minum obat.aku sudah menitip pesan ke pelayan jam berapa saja kamu makan buah dan minum jus." ucap Alfonso sambil menarik pelan pipi Leticia.


...****************...


Terima kasih doanya.dan buat para readers sehat selalu ya.amin🙏


__ADS_1


__ADS_2