
Sesuai janji Alfonso pada Leticia dan Anak anak. Sore ini mereka menghabiskan waktu bermain bersama di taman.
Alfonso mendorong Leticia menuju taman bersama anak anak.
''Daddy... kenapa Mommy enggak jalan sepelti Alisha.'' tanya Alisha saat mereka berjalan menuju taman.
''Sayang, Mommy belum sehat. nanti, kalau mommy sudah sehat seperti Alisha. Mommy bisa jalan lagi bersama kita.'' jelas Alfonso pada Alisha.
'' Makanya, mommy ma'am yang pintal bial bica cepat cembuh. I love you, mom.'' sambung Alisha. kemudian, mengecup pipi Leticia.
Leticia menitikkan air matanya. lagi lagi Alfonso berbohong soal kesehatan dirinya, kepada anak anak mereka.
''Daddy...sampai kapan daddy berbohong?" lirih Leticia menitikkan air matanya.
''Sampa mereka mengerti, tidak masalah berbohong demi sebuah alasan. Lagian mereka juga belum mengerti tentang sakit mommy. Aku percaya suatu saat mereka akan mengerti dan bisa menerima kenyataan.'' jawab Alfonso menggenggam tangan Leticia.
''Baiklah, aku harap mereka akan mengerti.'' suara Leticia melemah, '' sebelum suaraku menghilang, aku ingin bertemu sahabat kita. aku ingin menyampaikan satu hal penting untuk mereka.'' pintu Leticia.
Pandangannya mencari keberadaan anak anaknya. Namun, matanya tidak menjangkau jarak jauh.
'' Bisa sayang, setelah anak anak main. Aku yang akan menelpon mereka satu persatu.'' jawab Alfonso tersenyum.
''Terima kasih, selalu memenuhi permintaan ku.'' jawab Leticia tersenyum.
'' Jangan berterima kasih. ini sudah kewajiban aku sebagai suami . maaf aku tidak bisa menyembuhkan kamu.'' lirih Alfonso.
''Di mana anak anak kita?" tanya Leticia berusaha mencari keberadaan anak anaknya.
'' Itu mereka lagi berlari, Alisha tidak ingin kalah dari kakak kakaknya. Lihat, dia ingin merebut kupu kupu yang sudah di tangkap Alicia.'' jelas Alfonso pada Leticia.
''Ahh... lucu nya anak ku.'' jawab Leticia tersenyum.
__ADS_1
Namun, baru saja bertanya soal anak anaknya. Alonzo tiba tiba jatuh dan menyebabkan lututnya terkilir. Tangisnya pecah sembari berlari menghampiri Leticia dan Alfonso.
'' Sakit ...Mommy... sakit! " tangis Alonzo sembari meletakan kepalanya dikedua paha Leticia.
Tangan Leticia mengelus kepala Alonzo. '' Maaf, Mommy tidak bisa menjaga kamu seperti dulu kita bermain layang layang bersama. '' jawab Leticia berlinang air mata. tangannya gemetaran mengelus kepala Alonzo.
Ya, kedua putra nya memang sangat dekat dengan Leticia. Beda dengan Alisha dan Alicia. Jika, ada pertengkaran di antara mereka berempat Leticia tempat Alonzo mengadu. Walaupun bermainnya dengan Alfonso, selalu yang di cari Leticia.
''Tuhan! Bagaimana ini? aku harus bagaimana? kedua putra ku sangat dekat dengan aku. Kenapa, Engkau tega melukai hati keempat anak ini yang masih polos tanpa dosa?" batin Leticia menitikkan air matanya.
Alfonso berusaha menggendong putra keduanya itu. Namun, Alonzo menolak.
''No... Daddy! Al maunya sama Mommy.'' Alonzo menolak. Tangisnya makin pecah.
Sudah menjadi kebiasaan nya. Setiap kali Ia menangis Leticia yang bisa menenangkan dirinya.
''Tapi, Nak. Mommy, belum kuat gendong Al.'' bujuk Alfonso. matanya menatap sendu Leticia. Namun, Leticia menggelengkan kepalanya, '' biarin, Al hanya ingin meluk aku.'' lirih Leticia.
Air mata Leticia terus menetes. sakit hatinya ketika mendengar penolakan Alonzo. Hatinya makin teriris ketika tangan kecil Alonzo memeluk pinggangnya dengan begitu erat.
Alfonso mengusap kasar wajahnya. Ia habis kata kata untuk menjelaskan kepada putra keduanya.
''Ya, sudah peluk Mommy, Nak. Menangislah biar hatimu lega. Mommy masih disini untuk mendengar tangismu.'' ujar Leticia. tangannya terus mengelus lembut rambut Alonzo.
Setelah puas menangis dalam pelukan Leticia. Alonzo melepas pelukan dari pinggang Leticia. Lalu, menunjukkan lututnya yang tadi terkilir pada Alfonso.
Pelayan menyerahkan kotak p3k pada Alfonso. dengan cepat Alfonso membersihkan luka dengan Alkohol dan mengoles salep anti nyeri dibagian luka.
'' Sudah, jagoan Daddy. sekarang boleh bermain lagi.'' ucap Alfonso dengan tersenyum.
Pelayan segera mengembalikan kotak p3knya.
__ADS_1
''No...Daddy! Al enggak mau main lagi . Al, nunggu Mommy sembuh balu main layang layang sama Mommy.'' sahut Alonzo. Lalu, duduk di samping Leticia, mereka menonton ke tiga saudara nya yang masih asyik bermain.
****
Flash back
Setiap sore Alfonso dan Leticia selalu mengajak keempat anaknya bermain, sesuai permintaan anak anak. kadang mereka harus berubah seperti bintang sepak bola terkenal. terkadang mereka harus berlari mengejar layangan.
Seperti biasa saat bermain layang layang. Leticia satu tim dengan kedua putranya. Sedangkan, Alfonso satu tim dengan kedua putri nya.
''Mommy...sudah celesai?'' tanya Alonzo menunggu Leticia merajut layang layang untuk dirinya dan Aleijo.
''Sebentar, tinggal pasang benangnya.'' jawab Leticia.
Setelah beberapa menit layangan pun jadi. Alfonso dan Leticia mulai menuntun keempat anaknya bermain layangan. Namun, saat hendak menerbangkan layangan Alonzo jatuh. Menyebabkan kedua tangannya lecet.
''Mommy..." jerit Alonzo.
" Kemarilah... Nak, peluk Mommy. Nanti sakitnya akan hilang sendiri.'' panggil Leticia membawa Alonzo dalam pelukan Leticia.
***
Flash on
Alfonso dan Leticia saling menatap ternyata kebiasaan itu dibawa oleh anak anak hingga saat ini.
Alfonso mengusap kasar wajahnya. " Oh.. Tuhan . saya bisa apa?" Keluh Alfonso dalam hati.
Alfonso membayangkan kalau nanti Leticia tiada. Dia pasti akan kesulitan mencari jawaban untuk pertanyaan anak anaknya kepada dirinya.
"Sayang, aku mohon berjuanglah." pinta Alfonso. menatap dalam Leticia.
__ADS_1
"Kamu, pasti bisa. aku yakin itu, sayang." jawab Leticia tersenyum.
Alfonso tersenyum tanpa sadar butiran kristalnya jatuh dari sudut matanya.