
Karla bangkit berdiri dan berjalan ke arah kamar Leticia disusul oleh Stefani. Karla segera membuka pintu kamar Leticia dan melesat masuk begitu juga dengan Stefani.
''Halo sayang sayangku.'' sapa Karla dengan tersenyum langsung duduk ditepi ranjang Leticia, Stefani menarik kursi dan duduk dekat ranjang Leticia.
''Adek! kebiasaan deh suaranya enggak di pake volume.'' protes Leticia.
''Hehehe maaf habis lucu ponaan mommy Karla,'' ucap Karla, '' uda minum susu belum anak anaknya mommy Karla.'' tanya Karla pada anak anaknya Leticia.
''Sudah, tadi daddy yang minumkan.'' jawabLeticia.
''Yang benar saja kak, masa kakak ipar yang minum kan susu untuk keempat anaknya.'' Karla keget dengan jawaban Leticia.
''Iya, bahkan tadi dia yang membersihkan pupnya Alonzo.'' sahut Leticia lagi.
''Kak, ternyata suamimu enggak hanya pintar grek(membunuh).'' ucap Karla
''Adek, enggak boleh bahas masa lalu didepan mereka. biarkan mereka mengenal Al yang sekarang saja.'' potong Leticia.
''Benar, Cia. aku setuju sama kamu, nanti anakku lahir mereka juga hanya mengenal Glen ayah yang baik. biarkan masa lalu mereka cukup kita yang tahu saja.'' sahut Stefani.
Karla, Stefani dan Leticia bercerita terkadang mereka menggoda keempat bayi, yang sedang berbaring diatas ranjang itu. Keempat anak Leticia seperti mengerti mereka diam dan tidak mengganggu obrolan Ke tiga orang dewasa itu. Aleijo malah aktif sekali dia mulai bergerak ke sana ke mari membuat Karla menggigit bibirnya Karena gemas dengan tingkah Aleijo.
''Bagaimana, dengan Nabila.'' tanya Leticia.
''Nabila waktu nikah sangat cantik, walaupun pernikahannya sederhana. Namun, suasana romntisnya terasa sekali. Nabila juga terus menitikkan air mata bahagia.'' cerita Stefani mengenai pernikahan Nabila.
'' Apa Reaksi Nabila dengan hadirnya Reno di sana?" Leticia begitu penasaran.
''Nabila, menangis dan awalnya takut bersalaman dengan Reno. Kevin juga hampir saja menghajar Reno.'' cerita Stefani.
''Anak itu tunggu nanti kalau bekas operasiku sembuh. saya akan menghajar dia.'' ancam Leticia.
''Susunya pintar enggak,'' Karla mengalihkan pembicaraan karena dia tahu Leticia baru saja selesai operasi enggak baik kalau stres.
''Kalau susu jangan tanya 10 menit 1 botol habis di sedot. tadi saja saya dan Al masih minumkan Aleijo dan Alisha, Alonzo dan Alicia uda gerak sana sini.'' cerita Leticia menatap anak anaknya.
__ADS_1
''kakak enggak repot? biarkan babysitter bantu kakak ipar.kalau enggak percaya minta tolong bibi Yati dan bibi sumi bantu kamu dan kakak ipar.'' usul Karla.
''Aku juga bilang begitu tetapi kamu tahu sendiri, Alfonso dia tidak mau kehilangan moment bersama anaknya walau hanya sedetik.'' jelas Leticia.
Stefani tertawa. '' Setahu ku Alfonso itu dari dulu tidak menginginkan babysitter tetapi karena saran dokter Grace untuk menghindari baby blues pada Leticia makanya dia menggunakan jasa babysitter." jelas Stefani.
Karla menganggukkan kepalanya.
Saat mereka sedang bercerita pintu kamar terbuka Felisia juga ikut masuk ke dalam kamar Leticia.
"Ayo,kita makan dulu biar Cia dan Al makan di kamar saja." ajak Felisia.
"Baiklah, kak kami makan dulu." pamit Karla. sembari tangannya menyentuh pipi Alonzo.
"Cia aku makan dulu ya." pamit Stefani.
"Iya, sana makan kasihan itu anak anak yang didalam perut uda pada lapar." tutur Leticia.
Karena ke dua mommy dan oma Felisia sudah keluar. Alfonso masuk dengan membawa napan yang sudah tersusun makanan untuk Leticia dan dirinya.
Leticia segera turun dari ranjang, dan berjalan ke arah sofa untuk makan bersama Alfonso.
Alfonso makan tetapi mtanya terus melirik ke arah tempat tidur.
'' Tadi saya keluar mereka ngapain saja?" tanya Alfonso penasaran karena hampir setengah jam dia keluar duduk bersama Glen dan teman temannya yang lain.
'' Anak anakmu menguping aku dan kedua mommynya cerita.'' jawab Leticia sembari mengunyah makannya.
''Anak anakku enggak tahu nguping, mommy.'' protes Alfonso.
''Benaran sayang mereka diam sambil menuping.'' sambung Leticia lagi.
Alfonso hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya dia kehilangan moment itu.
''Selesai makan kamu minum obat, lalu tidur biarkan saya yang menjaga mereka.'' saran Alfonso.
__ADS_1
''Hmm, kamu enggak ikut tidur? nanti malam mana bisa kamu begadang setahu saya anak anak bangun setiap satu jam.'' jawab Leticia.
''Aku dari semalam belum tidur tetapi enggak ngantuk.'' jelas Alfonso.
Selesai makan Alfonso berdiri mengambil obat penyembuhan luka dan vitamin juga obat lupus untuk Leticia.
''Ini minum dulu obatmu, yang untuk luka efeknya bikin ngantuk.'' ucap Alfonso.
''Terima kasih.'' jawab Leticia kemudian menerima obat dari Alfonso dan meminumnya.
Setelah selesai minum obatnya Leticia berdiri dari sofa dan berjalan kembali ke arah tempat tidur untuk menemani anak anaknya.
Leticia tertawa tangannya memanggil Alfonso tanpa suara. Alfonso segera meletakkan obat Leticia di laci nakas lalu berjalan ke arah ranjang.
''Lihat anak anakmu, mereka sangat lucu kalau sudah tidur seperti ini.'' tangan Leticia menunjuk ke arah anak anaknya.
Alfonso tersenyum. '' Aku benar benar beruntung.'' Alfonso mengucap syukur saat melihat keempat anaknya baru 3 hari sudah ada tingkah lucunya.
" Lihwt Aleijo benar benar manja kepalanya selalu disenderkan dibahu Alicia, begitu juga Alonzo menempelkan kepalanya dikepala Alicia. Alisha juga tidak mau kalah dia menempelkan tubuhnya di badan Alonzo." tutur Alfonso.
" kelihatan sekali kalau mereka saling sayang." sambung Leticia berkaca kaca.
"Iya, siapa dulu daddynya." sombong Alfonso.
"Iya daddy mereka memang terbaik." salut Leticia.
Akhirnya setelah bercerita dengan Alfonso. Leticia membaringkan tubuhnya disisi kanan ranjang begitu juga Alfonso disisi kiri ranjang, mereka mengampit keempat anaknya ditengah.
''Ayo tidur mumpung anak anak tidur.'' ajak Alfonso.
''Iya kamu juga.'' jawab Leticia.
Akhirnya Alfonso dan Leticia ikut memejamkan mata mereka menuju dunia mimpi mereka. Bersama keempat anaknya.
__ADS_1