
"Ok, tidak masalah. asal kamu benar-benar pastikan dia tidak berbuat ulah lagi. mengingat, kamu dan Leticia akan segera memiliki anak. Aku khawatir, kalau nanti anak-anakmu menjadi korbannya Mason." jawab Glenn.
"Kalau itu terjadi, aku yang akan membunuh dia dengan tanganku sendiri." Jawab leticia tegas. wajahnya berubah jadi dingin, bola matanya tajam menerawang ke depan.
Semua yang berada di ruangan itu. kaget, tidak menyangka dengan respon leticia, yang tegas.
" Mungkin ini yang dinamakan naluri seorang ibu." batin Kevin.
Alfonso, menaikkan ujung bibirnya. sambil tersenyum.
"Aku yakin, itu tidak akan terjadi. sejak, di kapal itu, aku melihat dia begitu menyesal dengan perbuatanya.karna itu, aku memutuskan untuk memberi kesempatan pada mason.'' jelas Alfonso. matanya menatap dalam bola mata biru kehijauan yang sangat cantik milik sang istri.
Semua, mengangguk mengerti.
" Dan mengenai pertunangan Glenn, akan dilaksanakan besok di hotel ku saja Marie Cristian." lanjut Alfonso.
mereka mengangguk lagi, Glenn pun setuju dengan saran yang diberikan Alfonso.
" jam 10 pagi, saja acara tunangannya. biar leticia tidak kelelahan.''sambung Alffonso lagi.
'' dan Aku akan mengajak Stefani juga nabila Nanti sore kami akan menginap dihotel saja." sahut Glen lagi.
Karna, dihotel milik Alfonso lantai paling atas lantai dua puluh. Alfonso, khususkan untuk teman temannya dan dirinya.
''Tapi, kamu tidak meniru tingkah konyol Alfonso, yang memilih sekamar kan?'' goda Andre dan disemua tertawa.
leticia, hanya tersipu malu.mengingat lagi kejadian hari pertunangan dirinya dan Alfonso yang digelar tiba tiba dan dirinya sebelum menikah sudah sekamar terlebih dulu dengan Alfonso.
Setelah semua setuju, Alfnso mempercepat waktu untuk mempertemukan mason dan leticia. karna mereka harus melakukan USG di dokter Grace.
''Aku, akan mengajak leticia ke Mason dulu, perintahkan Jose, untuk membawa Mason, ke ruangan pertemuan saja.'' perintah Alfonso pada Nuel yang berjaga didepan bar mini tempat ,mereka sedang diskusi.
hati Leticia, berdegup makin kencang, ada rasa marah, kesal, benci juga kangen. yang ia tahankan dalam hatinya. saat mendengar suaminya mengatakan akan segera bertemu dengan Mason.
Nuel, yang sudah mendapat perintah segera memberitahu Jose, dan, dengan segera jose membawa Mason ke ruangan, pertemuan khusus.
__ADS_1
leticia, mengembalikan ponselnya dalam tas miliknya.
lalu..,
Alfonso menggandeng tangan leticia, sambil terus mengelus punggung Leticia, kepalanya menganggukan pada leticia seolah ingin mengatakan ''semuanya baik baik saja.''
letica, tersenyum sinis air matanya sudah hampir tumpah dipipinya. dengan langkah sedikit ragu Leticia masuk ke dalam ruangan dimana Mason sudah duduk menunggu dirinya disana.
ceklek...,
pintu dibuka oleh Jose, Alfonso mengantar leticia masuk ke ruangan itu. mendaratkan satu kecupanan diujung kepala Leticia, sambil tersenyum.
.''Aku menunggu diluar, bicaralah dengan sopan, jaga emosimu, ingat dalam kandunganmu ada 4 janin, mereka tidak ingin ibunya sedih, marah ataupun kesal. percayalah semua akan baik baik saja. dan satu hal yang penting dia adalah daddymu.aku harap kamu mengerti itu!''ucap Alfonso.
'' Terima kasih untuk pengertiannyamu.aku janji aku mengikuti semua perintahmu.'' jawab leticia tangannya menggenggam erat tangan Alfonso, seolah tidak ingin melepasnya. tapi, Alfonso menggeleng kalau ini pertemuan ayah dan anak, dia hanya orang luar yang tidak baik ikut mendengar.
Leticia, mencium pipi Alfonso begitu lama airmatanya yang tadi tertahan tumpah dipipi mulusnya.dengan tangan kekarnya Alfonso menyeka air mata leticia dengan lembut dan tersenyum.
'' Temuilah, aku menunggu diluar karna kita akan melihat anak anak kita.'' ucap Alfonso lagi tangannya mengelus perut leticia yang sedikit mulai terlihat.
lalu, Alfonso keluar meninggalkan leticia diruangan itu, dan menunggu dibar mini matanya terus melihat ke cctv , keruangan dimana saat ini Leticia dan Mason sedang berada.
Leticia, melangkah masuk, Mason yang mendengar langkah kaki menuju kearahnya mendengakkan kepalanya menatap ke depan.
Terlihat, ada rasa penyesalan diwajah Mason, matanya berkaca kaca saat menatap sang putri berjalan masuk mendekati dirinya, dengan tubuh yang sudah berubah perut sedikit menonjol ke depan.
pikiran Mason langsung mengingat dimana diatas kepala dirinya mencekik putrinya hanya demi egonya untuk menguasai harta dan membunuh Alfonso.
hatinya, semakin sakit dengan cepat Mason berdiri menjemput sang putri yang berdiri diam dan terus meneteskan air matanya.
'' Anakku.'' ucap Mason dengan suara bergetar, tangan tuanya ikut bergetar sambil mengulurkan ke arah leticia yang hanya diam menatap sang Daddy berlari ingin memeluk dirinya, untuk melepas rasa kangen yang ditahannya. mengungkap penyesalan yang sesak didadanya.
Namun...,
__ADS_1
saat tangan Mason hendak memeluk tubuh putrinya, leticia dengan wajah dinginnya mengangkat tangan meminta sang ayah diam ditempat, untuk tidak mendekati dirinya.
''Cukup! diam disitu saja. kita harus menjaga jarak.'' tegas leticia. air matanya yang tadi tumpah dibahu Alfonso kini mengering secara mendadak. tenggorokannya kering, nafasnya tak beraturan matanya menatap lurus ke depan.
Mason, menghentikkan langkahnya. dan mengangguk.
'''Daddy, paham. hatimu masih terluka, daddy iklas menerima jika kamu ingin menampar bahkan membunuh daddy sekalipun daddy siap.'' ungkap Mason dengan suara parau karna tangis yang tertahan didadanya.
Alfonso dan yang lainnya yang menyaksikan dari cctv hanya menggelengkan kepala, melihat sikap Leticia, yang tadinya lembut bak sutra berubah jadi keras layaknya sebuah batu.
Alfonso, mulai memasang earphone ditelinganya tangannya mulai menari dikeybord laptopnya. karna diruangan pertemuan itu sengaja sebelum berangkat ke markas Alfonso meminta Ethan yang pintar dibagian ITE untuk memasang penya..,dap, agar dia bisa mendengarkan percakapan leticia dan Mason.
Mason, terus meneteskan air matanya penyesalan. dengan berdiri ditempat pria berkepala plontos itu menatap dalam leticia.
''Maafkan daddymu. silahkan jika kamu ingin membunuh daddy saat ini. daddy sudah siap.tapi, bisakah sekali saja daddy ingn memeluk putri kecil daddy yang saat ini sudah dewasa.'' ungkap Mason lagi.
Alfonso, yang mendengar dari earphone hanya mengeraskan rahangnya, dan mengangkat ujung bibirnya.
''Alasan klasik.'' gumam Alfonso.dan terus fokus ke laptop dan cctv.
Teman temannya yang melihat reaksi Alfonso hany tersenyum. dan, melanjutkan minum mereka.karna tadi ada leticia, mereka menahan diri untuk tidak minum dan merokok didepan leticia. bukan, mereka sudah mengetahui sakit leticia tapi mereka masih ingat perkataan Alfonso, yang mengatakan leticia melarang dirinya minum dan merokok didepan dia. sejak itu merekapun kalau ada pertemuan yang ada leticia mereka menahan diri mereka untuk tidak minum dan rokok.
Leticia, menatap Mason. bibirnya bergetar ingin rasanya ia berteriak.tapi Leticia masih ingat janjinya pada Alfonso.
"Kemarilah nak.'' pinta Mason tangannya terus mengulur ke arah leticia.
'' Alasan apa, daddy ingin membunuh suamiku?dengan drama menculik aku segala. padahal daddy tau kalau daddy tersangka dari tewasnya orang tua suamiku.'' leticia berbicara matanya tidak sudi menatap Mason.
Jantung, Mason serasa berhenti berdetak. kakinya bergetar Mason, tidak menyangka kalau Alfonso sudah menceritakan semuanya untuk leticia.
'' jadi----'' Mason menghentikan ucapannya karna leticia mengangkat tangan meminta Mason berhenti bicara.
'' iya, suamiku. sudah menceritakan semuanya padaku. mengenai bagaimana ayahnya tewas, ibunya perkosa hingga tewas, dan sekarang, dady berambisi untuk membunuh dirinya lagi. padahal daddy tau dia suamiku.''
__ADS_1
Mason, menarik kasar rambutnya lalu, kakinya lemas tidak untuk menopang tubuhnya lagi. mason jatuh dilantai ruangan.suara isakan tangis terdengar ditelinga leticia, tapi itu tidak membuat hati leticia luluh.