
Kevin, dengan cepat menyeka air mata Nabila. ''Kemari.'' ucap Kevin.
Lalu, menarik tubuh Nabila masuk ke dalam dadanya. Nabila, hanya pasrah tubuhnya ditarik oleh Kevin.karna saat ini dia benar benar membutuh kan bahu untuk bersender.
Nabila, terus menangis. sembari tangannya memukul pelan dada Kevin.'' menangislah, pukul saja kalau itu membuat dirimu lega.'' ucap Kevin.sembari mengelus pelan rambut Nabila.
''Aku, selalu berada dibelakang kamu. aku, selalu ada untuk kamu, karena, itu jangan pernah merasa sendirian berada didunia ini.'' ucap Kevin. matanya, mulai memerah gertakan giginya terus saja berbunyi .
''Kamu, selamat karena Leticia.kalau, saja kamu bukan sopir kesayangan Leticia aku jamin kamu sudah menjadi santapan buaya dan harimau.'' batin Kevin.
''Kita, pulang ke Apartemen saja. tidak, enak dilihat orang disekitar sini.'' bisik Kevin ditelinga Nabila.
Nabila. mengangguk. dengan menggandeng tangan Nabila mereka berjalan ke arah mobil, diparkirkan.
''Bawa mobilmu saja. mobilku, nanti aku minta anak buah yang datang mengambil disini.'' ucap Kevin. sebelum Nabila berubah pikiran.
Nabila, mengambil kunci mobilnya dari dalam tas dan memberikan untuk Kevin.
Ting..,ting..,
Kunci pintu mobil dibuka.
Kevin, membuka pintu mobil untuk Nabila masuk. setelah Nabila masuk Kevin berjalan ke sisi kiri dan masuk ke dalam mobil.
Pintu, Kembali ditutup oleh KKevin.
klik..,sealtbealt terpasang.
Sebelum, berangkat Kevin mengeluarkan ponselnya meminta anak buahnya. untuk, mengambil mobilnya yang ditinggal olehnya ditaman. selesai, menghubungi Kevin mengembalikan ponselnya kedalam kantong celana miliknya.
Kemudian, Kevin mulai menginjak pedal gas mobil dan melaju menuju Apartemen milik Nabila. dalam, perjalanan Nabila hanya diam dan terus menatap ke arah depan. Kevin, sesekali melirik ke arah Nabila, hanya menggelengkan kepalanya.
Setelah, hampir sejam membelah ramainya kota madrid akhirnya mereka tiba juga di Apartemen Nabila.
__ADS_1
Nabila, segera keluar dari mobil begitu juga Kevin. mereka berjalan ke arah Lift karena unit Apartemen yang berada dilantai atas.
Sesampainya didepan Apartemen. Nabila, menekan tombol bell dan pelayan datang membuka pintu.
''Non." sapa Pelayannya.
''Iya, bi ada apa?" Tanya Nabila dan melepaskan sepatunya dan berjalan masuk ke dalam Apartemen kemudian disusul oleh Kevin dari belakang.
''Tadi, Non Fani sama suaminya kesini. Non Fani pamit.'' jelas pelayannya.
Nabila, baru ingat setelah mendengar cerita dari pelayannya. Bahwa, semalam Fani sudah pamit. kalau, dirinya akan pindah ke Apartemen milik Glen.
''Iya, Bi. terima kasih nanti saya akan hubungi Fani lagi.'' sambung Nabila.
''Oya, Bi tolong bikinkan minum untuk Tuan Kevin.'' imbuh Nabila lagi.
''Baik, Non.'' pelayanpun, berjalan ke ruang dapur untuk menyajikan minuman.
''Vin, duduk. aku mau masih ke kamar untuk meletakkan tasku.'' ucap Nabila.
Nabila, berjalan ke arah kamarnya dan meletakkan tas diatas meja riasnya. kemudian, mengelus perutnya'' kamu, yang sabar bunda tidak akan mencelakai kamu. sampai, kapanpun kita akan tetap bersama sekalipun dunia ini membenci bunda, bunda tidak peduli.'' batin Nabila.
Kemudian, Nabila berjalan kembali ke ruang tamu dimana masih ada Kevin yang masih setia menunggu Nabila diruang tamu.
''Permisi, Tuan." ucap pelayan dengan sopan, dan, meletakkan minum diatas meja.
''Terima kasih, Bi.'' jawab Kevin sembari tersenyum.
''Sama sama, Tuan.'' jawab Pelayan itu. kemudian berjalan kembali ke ruang dapur.
Nabila, mendudukkan tubuhnya diatas sofa samping Kevin duduk.
''Diminum!" ucap Nabila sembari tersenyum. karna, hatinya sedikit lebih tenang.
__ADS_1
''Iya, terima kasih.'' jawab Kevin sembari mengambil cangkir yang berisi minuman lalu disesapnya
''Fani, sudah pindah ke Apartemen Glen. ahh.., aku sendiri disini.'' keluh Nabila.
''Nanti, juga kamu akan pindah ke Apartemen aku.''seloroh Kevin. entah ucapannya itu sadar atau tidak. Nabila yang mendengar ucapan Kevin terperanjak.
''Maksud, kamu?" Tanya, Nabila.
Kevin, tersenyum.
''Maksud aku, sebentar lagi kamu dan aku juga akan menikah.'' jawab Kevin santai.
Nabila, makin kesal.
''Kamu, ini sebenarnya punya telinga enggak, Vin!" sahut Nabila kesal.
''Punya, ini telingaku masih lengkap sepasang.'' jawab Kevin santai.sembari menunjukkan kedua telinganya ke arah Nabila.
''Terus?''Nabila mencebik.
''Terus, aku melamar kamu dan kita menikah.'' jawab Kevin lagi.
Nabila, hanya menarik kasar rambutnya.'' Oh, Tuhan. ini, manusia atau hewan sich dijelasin enggak paham paham.'' batin Nabila.
Kevin, terus menyesap minumnya sembari melirik ke arah Nabila.
''Aku, tau kamu kesal. aku, tau kami sedang hamil. aku, mohon terima aku jadikan aku ayah dari bayi itu. tidak peduli siapa ayahnya. Tapi, dia akan menjadi anak kesayangan aku.'' batin Kevin.
Kevin, meletakkan lagi cangkirnya.
''Nab, kamu bersedia besok aku melamar kamu?" tanya Kevin. sembari menatap serius wajah Nabila.
Nabila terperanjak.
__ADS_1
"Kamu! pikir menikah semudah membalikkan telapak tangan?semua butuh proses." sambung Nabila.