
kedua insan yang baru saja melewati masa sulit, dengan mempertaruhkan nyawa mereka antara hidup dan mati ini. sedang menikmati senja yang memancarkan warna jingganya diatas langit cakrawala.
Leticia, yang menyenderkan kepalanya dibahu Alfonso.terus saja memandangi ke arah barat menikmati senja yang akan berpamitan pada bumi dan berganti dengan gelapnya malam yang akan ditemani sinar rembulan.
''sayang.., apa yang kamu maknai dari senja ?"tanya Leticia. jarinya menggoreskan di atas hemparan pasir mengukir aksara yang indah dengan dilingkari sebuah jantung yang besar melingkari aksara itu.
''senja..,menampilkan keindahan, yang akan segera berakhir dan disambut oleh kegelapan. namun, setelah kegelapan akan terbit terang yang paling terang dari senja itu.'' jawab Alfonso tangannya mengelus rambut leticia.
'' kamu, tau sayang? dua hari ini, kamu dan aku melewati masa yang begitu penuh teka teki, aku yang takut akan kehilangan nyawa kamu dan calon anak anak kita. seperti berada dalam kegelapan tanpa cahaya. tapi, saat ini aku menatap senja, disini aku mengerti. kalau kita jangan membenci senja atau pun kegelapan karna setelah mereka berlalu akan ada terang yang sangat terang yang datang menyapa kita.. dengan membawa secerca harapan.'' jawab Alfonso, dengan menarik napas dalam dan membaca aksara yang digoreskan Leticia diatas hemparan pasir putih,
''Nama nama yang indah.'' sambung Alfonso lagi.
''iya,dan nama nama ini kan kita berikan kepada keempat buah hati kita.karna, memiliki arti yang begitu sangat indah,'' sahut Leticia menatap wajah Alfonso dengan tersenyum.
''Kenapa, sudah menyediakan nama mereka?sedangkan kita belum tau jenis kelamin mereka.'' tanya Alfonso dalam mode bingung.
__ADS_1
''Karna, seperti senja, akan pergi meninggalkan pancaran indah dicakrawala. begitu juga aku, yang tidak akan tau kalau aku masih sempat memberi mereka nama atau tidak? karna, aku tau kamu sudah mengetahui jawaban apa yang akan kamu dengar dari aku.'' jelas Leticia.
Deg..,
Jantung Alfonso, serasa berhenti berdetak.dengan menatap tajam penuh emosi Alfonso membalikkan tubuhnya menghadap Leticia.
''Dengarin, aku baik baik. kamu yang akan memberi nama ke anak anak kita. dan cukup kali ini saja aku dengar kata ini keluar dari mulut kamu. bukankah aku sudah katakan?senja bukanlah ketakutan,akan datang pagi yang pasti datang. senja juga memberi harap secerca harapan kehidupan.''jawab Alfonso, dan selalu mendaratkan kecupan diujung kepala Leticia.
Leticia, tersenyum. karna percuma dia menjelaskan untuk Alfonso. yang begitu egois kalau membahas soal sakitnya. karna, bagi Alfonso Tuhan memberi sakit berarti Tuhan juga sudah menyediakan obatnya. dan dia yakin istrinya akan sembuh, walaupun dia harus mencari obat diujung dunia sekalipun.
'Hmmmm..,''
''Ayo, pulang. aku sudah sangat lelah. perutku pun sudah lapar.''sahut Leticia sambil menunjukkan wajah melasnya.
'' Ayo, pulang.'' jawab Alfonso, dan berdiri tangannya meraih tangan leticia untuk membantu leticia berdiri. tapi saat leticia hendak berdiri Alfonso menahan sakit dibahunya, karna Alfonso menggunakan tangan yang terluka untuk membantu leticia berdiri.
Alfonso dan leticia, berjalan kembali ke arah bangunan Alfonso ditepi pantai pelabuhan.dengan dikawal ketat oleh anak buah Alfonso. setelah tiba dipelabuhan mobil sudah disiapkan, seperti biasa untuk berjaga jaga dari serangan musuh secara tiba tiba, Alfonso selalu menggunakan mobil anti pelurunya. karna bahu Alfonso yang masih sakit mereka meminta sopir untuk mengantar mereka pulang ke Mansion.
sopir membuka kan pintu mobil, untuk Leticia dan Alfonso. setelah masuk dan duduk dikursi belakang sopir. pintu kembali ditutup oleh sopir. lalu sang sopir mulai menginjak pedal gas mobil melaju menuju Mansion Brich.
__ADS_1
Didalam mobil, leticia yang sudah sangat lelah menyenderkan kepalanya dibahu Alfonso, dan tidur. Alfonso tersenyum melihat wajah polos sang istri yang tertidur dengan mulut yang terbuka.lalu dengan tangannya yang satu mengelus lembut kepala sang istri.
''jangan kaget dan takut saat mengetahui siapa diriku, berat rasanya mengatakan ini ke kamu sayang. tapi, mau sampe kapan aku berbohong, dan kamu juga sudah sedkit banyak mengetahui diriku. semua kembali ke kamu mau memaafkan atau membenci aku, tapi jka kamu membenci aku dan ingin pergi meninggalkan aku, ijinkan aku melihat anak anak kita dan merawat kamu dikala sakitmu kambuh.ahh..," batin Alfonso, dan menarik napas panjang.
Sang sopir, yang merasakan beban batin Alfonso, hanya menunduk dan berharap semoga tuannya mendapatkann solusi yang terbaik. Alfonso yang sudah lelah ditambah bahunyapun sangat sakit, akhirnya menutup matanya sebentar untuk menghilangkan lelah batin dan raganya.
'''''''''''''
DiMansion, semua ketakutan, terutama Bale karna dialah yang mengijinkan leticia keluar dari Mansion, bibi yati dan margareth pun tidak kalah takutnya, karna sampe saat ini mereka belum tau kalau leticia dan Alfonso akan segera tiba ke Mansion.
Margareth, berulang ulang meminta pulang dan berhenti kerja. akan, tetapi Bibi Yati tidak mengijinkan. karna ia takut kalau Alfonso, pulang nyawa dia bisa dihabis oleh Alfonso.
Bibi Yati, yang sebagai ketua pelayan di mansion dan sebagai pengasuh Alfonso, terus menangis diruang tamu dan selama dua hari leticia yang belum kembali ke Mansion dia juga sama sekali tidak mengisi perutnya dengan apapun.
semua pelayan juga ketakutan. mereka berdoa dengan harapan sang nyonya bisa cepat ditemukan dan tidak ketinggalan mereka mengutuk orang yang telah menculik leticia.
Bale, bolak balik menanyakan kabar dipelabuhan, dan saat mendapat kabar kalau tuan dan nyonyanya akan segera tiba di Mansion. tiba tiba ponsel yang sedang menempel ditelinganya jatuh ke bawah. kaki Bale lemas, seketika Bale terjatuh ke bawah.
Bale, membayangkan dirinya hidup atau mati, kalau dia bisa memilih lebik dipecat daripada dibunuh.dengan segera anak buah Alfonso yang menjaga didepan mansion segera datang dan menolong Bale. dan membawa Bale ke kamarnya.
'''''''''''''''''''''''''''''''
__ADS_1
Dipelabuhan, Gareth dan yang lainnya sudah membawa Mason ke gedung milik Alfonso yang berada dipelabuhan. sedangkan mereka yang sudah tewas dimasukkan ke kantong jenazah dan dikubur dengan layak. semua atas saran dari Leticia.
Awalnya, Mason yang menolak dibawah ke tahanan milik Alfonso, sempat terjadi pergumulan diatas kapal antara Mason dan Kevin.namun, setelah mendapat kan penjelasan dari Gareth, akhirnya Mason mau dibawah ke tahanan milik Alfonso.dengan kedua tangannya yang diborgol.